
Seperti biasa saat Tyo pulang ke rumah Ayu akan menyambutnya dengan hangat. Memeluknya, mencium bibirnya singkat dan membawakan tas kerjanya, tak lupa juga di selingi senyum cantik dan celotehan kecil dari bibir seksinya selalu mengisi kehidupan Tyo setiap hari yang selalu membuatnya jatuh cinta kepada sang istri..
Namun kini berbeda, rasa itu perlahan pudar dengan bayang seorang wanita yang beberapa bulan ini selalu menggodanya di ranjang. Berusaha mengahalau pemikiran wanita tersebut ia pun membalas pelukan dan ciuman sang istri.
Hari ini tidak terlalu banyak kerjaan jadi secepat mungkin Tyo ingin tiba di rumah untuk bertemu istrinya. Lagi pula Radina juga tadi sempat menghubunginya mengatakan bahwa Radina akan ke Singapura untuk dua hari ke depan meninjau kembali lokasi pembangunan hotel kerjasama antara keduanya. Radina tentu saja mengajak Tyo untuk ikut tapi Tyo menolak, tidak ingin terus mengabaikan istrinya yang setia menunggu di rumah.
Setelah mandi, Tyo pun turun dan makan bersama Ayu. Seperti biasa Ayu melayani suaminya dengan baik. Mengambilkan nasi dan lauk tak lupa Ayu pun juga yang memasak makanan tersebut. Seperti biasanya, sepiring berdua lebih romantis.
Ah, beruntungnya Tyo punya istri cantik, pandai memasak, bahkan selalu melayani suami dengan baik tapi pikirannya berkelana, meski istrinya pandai melakukan semuanya dengan baik namun untuk urusan ranjang istrinya masih terlalu kaku. Berbeda dengan Radina yang mampu membakar gairah nya hingga ingin lagi dan lagi. Tapi bukankah laki-laki memang tidak pernah puas? Jadi wajar saja apalagi ada wanita lain yang dengan suka rela melemparkan dirinya di atas ranjang untuk Tyo.
Brengsek. Mungkin kata itu yang pantas untuk Tyo tapi bagaimanapun ia tidak dapat lagi mengelak. Jika dulu ia berusaha untuk mengahiri hubungannya dengan Radina namun sekarang ia ingin melanjutkan hubungan tersebut meski hanya di atas ranjang. Lagi pula di rumahnya sudah menunggu bidadari cantik yang setia, sedangkan urusan ranjang ia punya Radina.
Setelah selesai makan malam, Tyo dan Ayu duduk bersama di sofa ruang keluarga sambil menonton televisi. Ayu pun memberanikan diri untuk membicarakan tentang apa yang tadi di usulkan Ririn kepadanya
__ADS_1
"Mas, ada yang pengen aku bicarain sama kamu.." Ucap Ayu dengan lembut
"Mau bicara apa sayang?" Tanya Tyo sambil Mlmengelus kepala Ayu yang bersandar lengannya
"Mas, aku kesepian di rumah. Mas, bisa nggak aku kerja?" Tanya Ayu ragu-ragu
Tyo yang mendengar permintaan Ayu tersebut pun terdiam.
Memang sejak menikah dengan Ayu, istrinya selalu di rumah. Mamanya juga sudah sangat jarang datang ke rumah menemani Ayu, sedangkan dirinya begitu sibuk dengan setumpuk pekerjaan kantor. Pastilah istrinya begitu kesepian setiap hari seperti itu, lahi pula mereka juga belum di karuniai anak yang akan membuat istrinya sibuk jadi...
"Mau kerja di mana? Mas kan udah pernah bilang mas nggak ngijinin kamu buat kerja di perusahaannya mas. Bisa-bisa bangkrut kalo kerjaan mas cuma tidurin kamu aja"
"Ih... Mas ih... Aku itu mau kerja bukan di tidurin sama kamu di kantor tau..."
__ADS_1
"Kantor itu punya mas, kamu istri mas. Jadi kalo kepengen ya tinggal masuk kamar pribadi mas aja terus kita di ranjang seharian setiap hari. Mas pasti bakalan melewatkan begitu banyak meeting penting bahkan pekerjaan mas akan terbengkalai kalo ada istri cantik mas di kantor"
Tyo teringat setiap kali Ayu datang je kantor ia pasti akang mengurung Ayu di kamar pribadi di ruangannya. Bahkan meeting penting, bertemu investor dan pekerjaan meumpuk akibat kedatangan istrinya. Jadi bagaimana bisa ia membiarkan istrinya bekerja di kantor?
"Makanya itu mas aku nggak mau kerja di kantor nya mas. Aku mau kerja di perusahaannya Ravel. Boleh ya mas..." Rengek Ayu.
"Ya sudah mas ijinin. Kasihan juga kalo kamu di rumah terus."
Akhirnya Tyo mengijinkan Ayu untuk bekerja tapi dengan syarat malam ini Ayu harus melayaninya di ranjang yang tentunya di sambut Ayu dengan bahagia. yang penting ia boleh bekerja, pikirnya.
Setelah mengatakan syarat tersebut, Tyo pun membawa Ayu ke kamar.
Melancarkan serangannya mencium bibir wanitanya, mengulum dan bermain lidah dengan lidah mencecap dan saling bertukar saliva. Tangan yang semula berada di tengkuk kini mulai turun menuju p*ntat dan meremasnya perlahan. Sedangkan tangan Ayu kini bergerilia membelai dada bidang Tyo yang masih di tutupi kaos perlahan turun ke bawah dan memasukkan tangannya ke dalam celana memainkan pusaka sang suami yang perlahan mulai mengeras. Tak tahan lagi akhirnya Tyo melepas pakaiannya dan Ayu hingga keduanya telanj*ng tanpa satu pun kain. Ia pun mengecup, memilin bahkan menghisap benda kenyal istrinya bergantian sedang tangannya yang satu memainkan inti istrinya lalu memasukkan satu jarinya ke lembah kenikmatan dan memainkannya di sana hingga basah hingga akhirnya Ayu mencapai titik kepuasan.
__ADS_1
"Akh... Ah... Mas.. Ah.." Erang Ayu di sela-sela mencapai *rg**me pertamanya.
Tyo pun segera memposisikan dirinya di atas Ayu dan membenamkan keperkasaannya sedalam-dalamnya. Mempercepat tempo permainan dengan desahan kenikmatan istri yang berada di bawahnya hingga Tyo mengangkat ayu dengan posisi berdiri sambil menggendong Ayu tanpa melepas tautan kenikmatan di bawah sana dan ayu yang melingkarkan kedua tangannya di leher suami. Di hentakkannya lebih dalam ke inti ayu dengan posisi tersebut hingga Ayu mencapai kepuasan untuk yang ke sekian kalinya dan kembali Tyo merebahkan Ayu di kasur dan mempercepat tempo permainan hingga iq mencapai kepuasan dan ahirnya tergeletak di atas tubuh Ayu dengan tangan menyangga sisi kiri-kanan agar tubuhnya tidak memberatkan Ayu di bawah sana. Setelah berhasil mengatur napas, Tyo pun berbaring di sebelah ayu dan mereka pun tertidur sambil berpelukan