PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
wg2t t


__ADS_3

Pagi hari di awali dengan hujan gerimis segerimis hati Ayu saat ini yang tengah di landa gundah gulana. Tidak ada semangat, tidak ingin beranjak dari tempat tidur bahkan tadi saat bangun tidur pertama kali yang di lakukan Ayu adalah mengecek handphonenya berharap Bayu menelponnya atau sekedar mengirimkan pesan teks lewat whats**p namun ternyata nihil... Hanya ada beberapa pesan teks yang masuk dari kartu simnya dan beberapa pesan grup dari kantor.


Dengan lemas ia beranjak dari tempat tidur dan membersihkan diri. Meskipun hari minggu Ayu biasanya bangun sangat pagi dan membersihkan apartemennya, memasak dan setelah itu bersantai menonton TV namun kali ini ia bangun kesiangan dengan tidak bertenaga dan jangan tanya lagi tentang rindunya pada Bayu karena semakin hari ia semakin penasaran dan merindukan laki-laki tersebut.


Hari ini ia berencana melihat-lihat rumah yang akan ia beli meskipun dengan mencicil, karena tidak mungkin juga ia terus tinggal di apartemen mewah tersebut. Dengan mantap ia melenggang menuju suatu kawasan perumahan sederhana bersama dengan agen properri setelah membuat janji temu tadi di salah satu cafe dekat perumahan tersebut. Konsep yang di buat untuk perumahan ititsangat sesuai dengan keinginan Ayu di mana rumah itu sederhana dengan lingkungan asri, jauh dari keramaian dan yang pasti bebas banjir.


“Terima kasih atas waktunya mbak Ayu. Jadi gimana mbak setelah melihat-lihat rumah ini? “ tanya agen properti Winda


“Saya tertarik dan saya ambil rumah yang ini” kata Ayu dengan senang


“okey kalo gitu, saya akan membantu ibu mengurus berkas-berkasnya sampai selesai” kata Winda


“Ayu? Kamu sama siapa ke sini?” tanya Ravel yang barpapasan ketemu sama Ayu di mall. Ayu kini berada di mall setelah tadi selesai survey perumahan yang rencananya akan ia beli


“Ih... Ngagetin aja” Kata ayu yang kaget tiba-tiba tangannya di tarik pelan oleh Ravel


“sendirian? “ tanya Ravel lagi


“Iyalah sendirian, kamu pikir sama siapa lagi? “ kata ayu


“Heemm.. . Lama nggak ketemu kirain udah ada gandengannya, nggak taunya masih sendiri aja neng” ledek Ravel


“Apaan sih, mulai deh. Baru ketemu juga udah di ledekin” manyun ayu


“iya deh sorry... Apa kabar kamu? Masih sedih aje nih sama yang lama? Belom move on juga? “ cecar Ravel dengan Pertanyaan-pertanyaan yang membuat ayu tidak nyaman


“aku baik-baik aja, kamu tuh yang sekarang susah banget di ajak ketemuan. Lupa sama teman sendiri, udah jadi bos lupa sama aku, huh... “ kata Ayu pura-pura kesal


“ya kan maaf tadi gue udah bilang. Habisnya kerjaan numpuk terus sampe nggak punya waktu jalan bareng lagi kayak dulu. Ayu, mending kita duduk di pojok situ mesan pizza terus ngobrol daripada di tengah banyak orang wara wiri” ajak ravel


“Kamu sama siapa ke sini? “ Tanya ayu

__ADS_1


“Sendiri lah... Ngomong-ngomong cerita dong tentang elu dah lama nih nggak ngegibah ini hidup elo”


“dasar somplak temen kayak kamu ya, aku ini teman kamu atau apa sih?”


“ya kan biar kamu itu nggak pendam sendirian Ayu.... Ih masih aja ada polos-polosnya nih janda kembang” gemas Ravel


“Tyo masih hubungi kamu lagi? “ tanya Ravel


“untunglah belakangan ini sudah tidak lagi, aku sendiri sudah tidak dengar kabar mama Asih, mas tyo sama radina. Mungkin mereka sudah bahagia lebi-lebih Radina kan lagi mengandung anaknya mas Tyo” kata Ayu sambil tersenyum seolah kali ini tidak ada beban dan sakit hati saat mengucapkan nama-nama mereka


“terus kamu gimana?”


“bagaimana apanya? Aku ya begini-begini saja... Rencananya aku mau beli perumahan dekat kantor, tadi sudah ke lokasi perumahan nya sih”


“loh, kenapa nggak tinggal di apartemen aja? Kan sayang kalo kamu tinggal “


“aku nggak enak tinggal di apartemen mas Bayu terus-terusan. Apa kata calon istri mas Bayu nanti kalo di apartemennya ada wanita lain” kata Ayu sedih


“loh, bukannya Bayu itu cintanya Cuma sama kamu? Kok bisa ada calon istri lain selain kamu? “ tanya Ravel kaget karena setahunya Bayu itu sangat mencintai Ayu bahkan saat Ayu masih jadi istri tyo, Bayu itu sudah menyukai Ayu


“kenapa kamu nggak inisiatif lebih dulu sih Ayu? Ayu, gue kasih tahu sama kamu sesuatu yang penting ya, Laki-laki jika sudah jatuh cinta ia akan mengejar wanita tersebut terus-terusan namun laki-laki juga akan jenuh dan memilih pergi jika cintanya bertepuk sebelah tangan. Gue kenal banget sama Bayu, dia tipikal pria yang pantang menyerah tapi kalo sekarang kata kamu dia sudah mulai menjauhi kamu, itu artinya masalahnya ada sama kamu” ungkap Ravel panjang lebar


“Terus gimana? “ tanya ayu polos


“ya kamunya yang gimana? Kamu suka nggak sama bayu? Ada rasa nggak sama bayu?” tanya Ravel menggali informasi lebih dalam


“terus terang aja kali ayu, ngapain juga kamu tutup-tutupin perasaan kamu? Yang tersiksa siapa juga kalo bukan kamu? Ingat ya Ayu, cinta itu nggak pandang elo itu janda apa gadis” kata Ravel karena ia tahu kendala tidak terbukanya Ayu karena statusnya yang janda


“Aku... Aku merindukan Bayu, vel. Aku sendiri ngga tahu kenapa, kok bisa ya? “ ungkap Ayu polos


“Kena kamu Ayu.. Selamat bayu, kamu berhasil” Ravel bermonolog dalam hati

__ADS_1


“oh gitu? Terus kenapa nggak bilang aja sama Bayu kalo kamu juga suka sama dia? “ pancing Ravel lagi


“Gila kali aku ngomong lebih dulu sama mas Bayu, di kira aku perempuan apaan”


“ Eh neng, jaman sekarang mah cewek juga nggak malu-malu kucing ngungkapin perasaan apa lagi nembak cowok lebih dulu oneng”


“ah tau' lah.... Nggak mau ngomongin ini lagi. Kalo jodoh nggak bakalan kemana” kata Ayu menutup perbincangan keduanya.


Setelah itu Ravel mengantarkan Ayu kembali ke apartemen


"makasih ya tumpangannya. nggak mampir dulu kamu? " tanya Ayu yang akan turun dari mobil


"nggak usah, nanti aja. gue mau langsung pulang" kata Ravel


"ok, bye" Ayu langsung turun dari mobil


setelah memastikan Ayu pergi Ravel langsung menghubungi Bayu


"hallo, bro" sapa Bayu di sebrang


"hallo, sudah gue anterin wanita kesayangan lo"'


" thanks udah bantuin gue"


"Sama-sama. betewe, jangan lah diamin Ayu lama-lama kasian juga liat dia sedih lemes gitu"


"sekali-kali lah.. abisnya temen lo itu kebangetan nggak mau ngakuin perasaannya" keluh Bayu


"udah lo tenang aja, bentar lagi pasti dia bakalan terus terang juga kok. orang tadi dia udah ngaku ke gue. ntar gue kirim rekaman suara Ayu tadi, ok"


"thank you banget bro... your are the best" senang Bayu

__ADS_1


"ok. gue jalan dulu, udahan telponannya udah kayak kita pacaran aja"


"nggak mau gue pacaran sama elo" dan telpon pun di matikan


__ADS_2