PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
bab 41


__ADS_3

"tolong jagain Ayu dulu Bay... Gue lagi di luar kota soalnya" Isi pesan singkat Ravel untuk Bayu yang di baca tanpa di balas oleh Bayu.


FLASHBACK ON


Tadi sore saat Bayu selesai pertemuan dengan rekan bisnis nya ia bermaksud untuk segera pulang namun saat menuju parkiran ia tidak sengaja melihat Ayu yang seperti orang linglung. Bayu pun mengurungkan niat untuk pulang dan memilih mengikuti Ayu.


Dua jam lebih Bayu menunggui Ayu yang duduk diam di pinggir pantai hingga matahari terbenam. Rasa kasihan menyeruak dalam hatinya melihat wanita yang ia cintai tersakiti. Pasti Ayu sangat terpukul atas kejadian yang di lihatnya di bali.


Wanita pandai bersandiwara, pandai berpura-pura baik saja namun hati wanita begitu rapuh. Saat ia mencintai seorang pria, ia pasti akan mencintai dengan sepenuh hati, jiwa dan raga. Namun ketika pria yang di cintai menyakiti dengan cara berselingkuh, percayalah wanita akan hancur sehancur-hancurnya karena mereka adalah sosok yang rapuh.


Ingin sebenarnya Bayu mendekati Ayu, memeluknya dan memberikan kenyamanan. Mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, bahwa ia akan berada di samping Ayu melewati semua masa berat dan mengatakan bahwa ia mencintai Ayu namun ia sadar tidak mungkin ia mengungkapkan perasaannya di tengah penderitaan Ayu. Seharusnya ia memberi semangat, menghibur dan menjadi teman sekaligus pendengar yang baik saat ini dan itu lah yang di lakukan Bayu.


Sebelum menyapa Ayu, Bayu terlebih dahulu menghubungi Ravel


"Halo.." Suara Ravel di sebrang


"Hallo bro Gue mau kasih tau kalau Ayu ada di pantai sendirian"


"Jadi dia sama lo? Suaminya nelpon gue tadi"


"Iya. Ntar gue jelasin pas ketemu. Gue minta ijin sama lo aja deh gue mau nemenin temen lo. Kayaknya dia lagi banyak masalah deh"


"Iya, gue ijinin. Jagain Ayu bro jangan di apa-apa lo yah."


"Oke. Ya sudah gue tutup dulu"


FLASHBACK OFF


___


Pukul dua belas malam dan Tyo masih menunggu Ayu di ruang tamu. Entah sudah berapa puluh kali ia menelpon Ayu tapi tidak di angkat.


"Tyo, kamu belum tidur? " Tanya mama yang baru keluar dari kamar untuk mengambil air di dapur namun langkah mama Asih terhenti saat melihat anaknya mondar mandir di ruang tamu

__ADS_1


"Iya ma. Tyo lagi nungguin Ayu. Ini sudah tengah malam tapi Ayu belum pulang juga. Tyo gelisah ma" Jawab Tyo. Nampak jelas raut kegelisahan menyelimutinya


"Kamu tidur dulu sana besok kan kamu kerja, dan bukannya besok ada beberapa agenda rapat sama ketemu klient kan?" Perintah mama. Mama Asih tau jika besok Tyo memang bakalan sibuk karena siang tadi dia ke kantor dan memeriksa agenda Tyo pada besok hari. Sebenarnya tadi siang juga mama ke kantor mau bilang kalau Radina mau ketemu mama Asih sama Tyo tapi berhubung tadi Tyo pulang cepat jadi pertemuan mereka tertunda.


"Iya ma bentar lagi" Ucap Tyo


Mama Asih pun berlalu ke dapur mengambil air putih dan kembali ke kamar.


"Halo" Suara di sebrang


"Radina, apa kamu sungguh-sungguh mencintai anak saya? " Tanya mama Asih.


"Iya tante. Kenapa memangnya? " Tanya Radina


"Tidak. Maaf mengganggu waktu istirahat kamu, dan mengenai kata tante kemarin yang minta kamu datang ke kantor Tyo lebih baik di undur dulu" Kata mama Asih yang langsung menutup panggilan telpon


Mama Asih termenung memikirkan menantunya Ayu, anaknya Tyo dan wanita bernama Radina. Mama Asih sangat menyayangi Ayu menantunya namun hingga saat ini Ayu belum memiliki anak dari Tyo hingga membuat mama Asih gerah sering di ejek teman-temann arisannya bahwa ia belum juga punya cucu. Sempat terpikir untuk menyuruh Tyo menceraikan Ayu agar menikah lagi dengan wanita lain supaya bisa melahirkan seorang anak namun ia urungkan karena melihat keharmonisan Ayu dan Tyo. Namun beberapa hari yang lalu ketika ia bertemu dengan Radina dan mengetahui hubungan Radina dan Tyo membuat mama Asih sempat kecewa namun setelah ia pikir-pikir jika Ayu tidak dapat melahirkan anak, maka Radina pasti bisa hamil anaknya Tyo dan untuk urusan Ayu, mama Asih akan memberikan pengertian bagi Ayu. Ironis memang, sebagai mertua seharusnya ia mendukung Ayu dan memarahi Tyo yang berselingkuh bukan malah mengambil keuntungan di balik perselingkuhan Tyo dan Radina tapi mau bagaimana lagi jika keegoisan mama Asih yang ngebet pengen cucu karena jengah di tertawai teman-teman arisannya?


___


Ya, Ayu yang kemarin berbeda dengan Ayu yang sekarang. Ia lebih memilih untuk mulai mengubur rasa cintanya terhadap Prasetyo dan bahkan bersiap hati dan mental untuk ke depannya semua sudah mulai ia persiapkan bahkan sudah ia pikirkan matang-matang. Yang terpenting sekarang adalah dirinya, bagaimana membahagiakan dirinya setelah ini.


Tok tok tok


"Mas Bayu.. " Panggil ayu di balik pintu kamar Bayu yang kemudian di buka dari dalam oleh Bayu.


"Mas, aku pulang duluan mas. Terima kasih sudah menghiburku dan mengajakku menginap di sini. Aku permisi mas" Ucap Ayu berpamitan


"Iya, kamu nggak apa kan pulang sendiri? Inginnya sih aku antarkan tapi takut nanti ada salah paham"


"Iya mas. Lebih baik cari aman saja. Ya sudah aku duluan mas. Sampai ketemu lagi" Kata Ayu lalu segera beranjak pergi meninggalkan Bayu


Sedangkan Bayu sendiri masih betah berlama-lama di resort tersebut karena resort itu adalah miliknya.

__ADS_1


Rumah nampak lenggang saat ayu tiba. Tidak ada Tyo atau pun mama. Mas Tyo pasti sudah ke kantor sedangkan mama entah ke mana dan mbok pasti ke pasar pikir Ayu. Ia pun segera melenggang menuju kamar nya namun alangkah terkejutnya ia saat mendapati Tyo yang tengah berdiri di tengah kamar dengan wajah kusut akibat semalaman tidak tidur. Tyo memilih untuk tidak ke kantor hari ini hingga rapat dan segala sesuatu di wakilkan oleh mama Asih dan sekretarisnya sedangkan Tyo memilih untuk menunggu Ayu pulang ke rumah


"Dari mana saja kamu Ayu? " Tanya Tyo dengan nada tinggi namun Ayu tak juga menjawab


"Aku tanya sekali lagi, dari mana saja kamu semalam? Kenapa tidak pulang ke rumah? Kenapa telpon tidak di angkat? " Tanya Tyo dengan marah lalu mendekati Ayu.


Sontak Ayu berjalan mundur perlahan. Baru kali ini ia melihat Tyo marah besar, meski sudah memprediksi bakalan di marahi tapi ia tidak menyangka jika Tyo akan semarah seperti sekarang ini bahkan mimik wajahnya menakutkan


"Apa kamu baik-baik saja? Mana yang luka? Kenapa tidak menghubungi mas atau orang rumah? Mas sangat khawatir Ayu. Tolong jangan seperti, ini lagi" Kata Tyo saat ia mendekati dan langsung memeluk Ayu.


Eh, bukankah tadi Tyo sangat marah? Kenapa sekarang tiba-tiba lembut? Seperti ketakutan ia tidak kembali, seperti... Seperti seekor kelinci yang sempat hilang dan akhirnya kembali pulang, pikir Ayu.


Ayu sontak langsung melepaskan pelukan Tyo, ia bukan kelinci, bukan peliharaan yang harus selalu nurut apa kata suami. Yang apa-apa harus laporan terus sama suami, yang ke mana-mana harus bilang terus sama suami, itu Ayu yang dulu yang gampang di bohongi berbeda dengan Ayu yang sekarang.


"Cukup mas, memang kenapa kalau aku pergi? Bukankah mas akan lebih baik tanpa aku? " Tanya Ayu


"Apa maksud kamu?" Tanya Tyo bingung.. Apakah Ayu tidak tahu bahwa ia sangat khawatir dengan Ayu? Bahkan semalam ia tidak tidur dan terus menghubungi Ayu, bahkan ia berencana hari ini akan ke kantor polisi melaporkan kehilangan Ayu dan sekarang saat Ayu pulang, ia lega setengah mati namun ia marah tapi tidak sampai hati melukai Ayu dengan kata kasar namun ia justru mendapat pertanyaan seperti itu dari Ayu


"Bukankah mas akan lebih senang jika aku tidak ada di rumah? Kamu bisa bebas melakukannya tanpa aku" Ucap Ayu dengan nada mulai naik


"Bebas apa maksud kamu? Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan"


"Sudahlah mas, aku capek. Apa aku tidak boleh sehari saja bebas tanpa melaporkan semua kegiatanku padamu? Kenapa itu semua harus jadi keharusan untukku sebagai istrimu mas? Sedang kamu tidak. Kamu tidak pernah melaporkan semua kegiatanmu di luar rumah padaku" Sergah Ayu dengan pertanyaan yang bahkan tidak dapat di jawab Tyo


Mana mungkin Tyo melaporkan kegiatannya di luar kantor jika sedang bersama radina? Cari mati atau cari apa?


"Sudahlah mas. Aku capek mau istirahat" Kata Ayu langsung meninggalkan Tyo yang terpaku di tempat.


Tyo tidak habis pikir, mengapa Ayu yang lembut dan kalem bisa menentangnya bahkan menanyakan aktivitasnya? Apakah ia sudah tau tentang perselingkuhannya? Tidak! Ia harus mencari tahu pikir Tyo.


Tyo pun memilih menunggu Ayu hingga Ayu selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian tapi bukannya naik tempat tidur, Ayu malah mau keluar dari kamar


"Mau ke mana? Katanya capek mau istirahat" Tanya Tyo

__ADS_1


"Turun ke bawah" Jawab Ayu singkat


Ayu lebih memilih tidur di ruang tamu dari pada seranjang dengan penghianat seperti suaminya.


__ADS_2