
Ibarat tenang seperti air, seperti itulah yang Ayu lakukan saat ini. Jika ia memakai kemarahan untuk menghadapi suaminya pasti ia juga akan hancur terlebih Ayu belum punya bukti tentang apa yang ia pikirkan mengenai suaminya. Kenyataan nya Ayu begitu mencintai Tyo. Jika di ingat kembali dulu Tyo begitu perhatian dengan Ayu. Romantisnya Tyo yang dulu dengan yang sekarang sangat jauh berbeda apa lagi beberapa bulan belakangan ini Tyo bahkan sering pulang telat ataupun sangat susah di hubungi. Ayu tahu betul bagaimana Tyo tapi yang semalam Ayu dengar mematahkan kepercayaan Ayu terhadap Tyo. Tapi Ayu masih memiliki pendirian bahwa rumah tangganya bersama Tyo masih dalam batas wajar.
"Mas, apa aku berhenti kerja aja ya mas?" Tanya Ayu. Saat ini keduanya berada di kamar. Hari minggu tidak bekerja jadi keduanya hanya menghabiskan waktu di kamar tapi sialnya sedari tadi Tyo hanya sibuk bermain handphone
"Mm??? Kenapa memangnya? "
"Nggak sih... Belakangan ini rasanya kok beda ya mas" Keluh Ayu.
"Beda gimana? Hmmm?? Kayaknya biasa aja"
"Nggak. Cuman aku pengen istirahat di rumah aja dulu. Lagian juga aku belum ada teman. Kamu sibuk terus"
"Sayang, mas udah bilang kan, untuk yang satu itu kehendak yang di atas. Kalo pun belum di kasih ya gimana dong? "
"Memangnya mas nggak mau?" Tanya Ayu pelan
" Kamu sudah tahu jawaban aku, kenapa nanya itu melulu sih? " Tiba-tiba kesal. Suasana yang tadi adem kini berubah jadi canggung dan akhirnya Ayu memilih untuk keluar dari kamar.
"Sudahlah... Tidak ada gunanya berdebat denganmu mas. Lagi pula kita juga sudah lama menikah, mama kamu juga sudah sering bertanya tentang cucu sedangkan aku butuh dia untuk jadi temanku jika kamu tidak ada" Batin Ayu. Ayu pun lebih memilih keluar sendirian menenangkan pikirannya.
Cafe menjadi tempat persinggahan Ayu setelah berkeliling kota sendirian. Kebetulan hari sudah menjelang malam saat Ayu memasuki cafe tersebut. Di dalam cafe tampak ramai pengunjung. Ayu pun memilih duduk di pojok cafe menghindari keramaian pengunjung yang tampak sedang menikmati suasana bahkan menu yang tersedia.
"Permisi mbak.. " Sapa seorang pria memecah lamunan ayu.
"Eh.... Iya Pak. Ada apa ya? " Tanya Ayu
"Maaf. Mbak Ayu ya? Masih ingat saya tidak? "
__ADS_1
"Pak Bayu... Apa kabar? "
"Baik mbak. Boleh saya duduk? "
"Eh iya, silahkan duduk pak. Pak Bayu sama siapa? "
"Saya lagi nungguin mama saya. Mbak sendiri sama siapa ke sini? "
"Saya sendirian pak. Maaf Pak, kalau boleh nggak usah panggil saya mbak deh, panggil nama saya aja Ayu" Sambil tersenyum
"Oh... Hehe"
"Suami kamu ke mana? "
"Ada di rumah pak. Pak Bayu sendiri sudah menikah? "
"Loh, kenapa? Masak nggak ada yang mau sama pak Bayu. Pak Bayu kan ganteng, bos perusahaan lagi. Atau bapak gay ya pak? "
"Hahh... Kamu bisa aja. Bukan, saya bukan gay. Saya normal kok. Saya cuman belum bisa memiliki seorang wanita saja"
"Eh, pak Bayu dah ada gebetan ya? "
"Lebih tepatnya incaran" Ungkap Bayu dengan serius sambil menatap Ayu. Kemudian mereka tertawa. Dan cerita pun mengalir antara mereka berdua hingga mama Bayu menghampiri
"Bayu.... " Panggil mamanya Bayu
"Eh mama. Papa mana ma? " Tanya Bayu
__ADS_1
"Papa nggak jadi datang. Yang di utus cuman mama doang. Betewe, ini siapa? Kenalin dong sama mama"
"Kenalin ma, ini Ayu. Ayu ini mama" Ucap Bayu. Ayu pun menyalami mama Bayu dengan sopan
"Ini pacar kamu Bayu? Aduh mama senang banget. Akhirnya anak mama nggak punya kelainan lagi" Kata mama dengan girang
"Mama apa-apaan sih... Ini tuh teman Bayu. Malu-maluin aja. Ayu juga udah punya suami tahu.." Bisik Bayu. Yah, harap maklumlah mamanya Bayu memang ceplas-ceplos dan lucu
"Oh gitu...." Ber oh ria. Mereka bertiga pun ngobrol dengan mamanya Bayu yang sering bertanya bahkan membuat kecanggungan menjadi kedekatan
"Pak Bayu, tante. Maaf saya harus pulang. Saya permisi" Pamit Ayu sekilas melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan Ayu menunjukkan pukul delapan malam.
"Oh... Biar Bayu yang anter Ayu. Udah malam ini" Tawar tante
"Nggak usah tante. Saya bawa mobil sendiri. Saya permisi tante" Berlalu meninggalkan cafe hingga menyisakan Bayu dan mamanya
"Itu wanita yang kamu ceritakan? " Tanya mama Bayu
"Iya ma. Beberapa hari yang lalu aku ketemu sama dia dan aku anterin dia pulang."
"Suaminya nggak marah kamu anterin dia pulang?"
"Suaminya sibuk di luar jadi nggak tahu istrinya aku anterin. Jadi gimana ma? "
"Mama terserah kamu. Mama akan dukung kamu asalkan kamu yakin dengan perasaan kamu sama Ayu. "
"Makasih ma... You are the best mother"
__ADS_1
"I know. Pastikan dulu yang kamu lihat tentang suami Ayu karena ini menyangkut perasaan kamu nak" Ucap mama bayu dengan Senyum