
"Aku kecewa sama kamu mas. Teganya kamu menghianati aku. Teganya kamu berselingkuh. Kurang apa aku mas? Terlalu kamu mas.." Tangis Ayu pecah. Kekecewaan, sakit hati dan terluka begitu dalam di rasakan Ayu.
Tyo hanya bisa diam. Ia pasrah bahkan menyesal dengan perbuatannya.
"Maafin aku sayang.. Maaf" Perlahan Tyo mencoba merangkul Ayu ke dalam pelukannya
"Sialan kamu mas. Jangan pernah kamu sentuh aku. Menjijikkan..." Tolak Ayu dengan wajah kecewanya. Tiada air mata lagi namun sorot mata jijik terlihat begitu nyata.
"Lebih baik kita pisah. Kamu bahkan lebih menjijikkan dari seekor anjing Prasetyo Aryaduta" Ucap Ayu dan pergi meninggalkan Tyo yang kini hanya bisa terpaku di tempat.
Sakit rasanya mendengar makian dari istrinya yang sangat mencintainya. Ia bahkan tak bisa mengejar istrinya yang semakin berlalu. Kakinya sperti di paku untuk tinggal di tempat, walau ingin mengejar dan memohon maaf namun suaranya seperti tercekat di tenggorokan. Semakin Tyo ingin berteriak semakin sulit untuknya bersuara hingga dengan sekuat tenaga ia berteriak
"Sayaaang...... " Tyo tiba-tiba terbangun dari mimpi buruknya. Ia duduk di tepi ranjang, ulu hati nya serasa di remas. Mimpi itu terlihat begitu nyata. Di ambilnya gelas air di nakas dan di minum hingga tak tersisa. Ia terbayang wajah istrinya, mimpi yang barusan serasa menyayat hatinya. Pukul dia dini hari. Ia segera menghubungi Ayu namun tidak di angkat. Mungkin Ayu sudah tidur.
"Sayang, udah bangun? " Tanya Radina yang juga ikut terbangun...
"Hmmmm.... "
"Jam berapa? "
__ADS_1
"Baru jam dua subuh. Gih tidur lagi. Mas mau ke toilet"
"Mmmmm"
Di depan cermin toilet Tyo melihat pantulan dirinya.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang? Mimpi sialan... " Batin Tyo kemudian ia membilas wajahnya.
Paginya Tyo dan Radina duduk di pinggir kolam menikmati sarapan yang di buat Radina.
Sedari tadi Radina bercerita tentang liburannya di Swiss beberapa hari yang lalu tapi Tyo tidak mendengar, ia sibuk memikirkan mimpinya semalam.
"Mas... Mas Tyo... Ih.... Aku lagi ngomong mas" Manja Radina. Ia pun duduk di pangkuan Tyo
"Kamu kenapa sih? " Membelai pipi Tyo
"Ng.. Nggak apa-apa. Cuman mikirin kerjaan aja" Elak Tyo
"Oh.. Emang ada masalah di kantor? "
__ADS_1
"Nggak ada cuman kemarin aku kalah tender aja. "
Radina tidak menanyakan lebih lanjut tentang masalah di kantor karena ia merasa bukan urusannya. Ia pun membuka satu persatu kancing kemejanya hingga tersisa bikini karena ia hanya memakai kemeja milik Tyo saja.
"Mas, renang yuk" Ajak Radina
"Aku lagi nggak mood" Tolak Tyo
"Masih pagi loh mas. Baru juga jam sembilan. Ayo dong ajari aku renang" Bujuk Radina
Tiba-tiba Tyo menarik Radina dalam pelukan dan memberikan ciuman Panas. Di sesap, di hisap di kulum nya bibir Radina penuh nafsu. Tak kalah Radina pun melakukan hal yang sama. Saling memberikan rangsangan melalui ciuman kini tangan Tyo bergerak memutar tubuh Radina hingga mereka saling berhadapan dengan Radina di pangkuan Tyo. Tyo pun mengarahkan sel*ngkangan Radina dan menggesekkanya ke sesuatu yang terasa semakin mengeras di balik celana boxer secara perlahan. Sedangkan tangan yang satunya bergerilya membelai, mere*** dan mengelus perlahan payud*** Radina.
"Kamu seksi Radina. Kamu membuatku tidak tahan" Ucap Tyo di sela cumbu@nnya
"Ah.... Mas... Aku cinta kamu mas..."
"Aku nggak tahan lagi Radina"
Di lepas bikini Radina dan boxer Tyo kemudian melakukan penyatuan surga duniawi hingga menuju puncak setelahnya baru Tyo dan Radina berenang.
__ADS_1