
Pulang ke rumah yang kini terasa asing bagi Ayu di mana dulu rumah ini yang selalu jadi istana kebahagiaannya bersama Tyo kini terasa gersang. Menghela napas panjang saat pulang ke rumah bukan karena lelahnya bekerja seharian tetapi karena Tyo yang sekarang sering pulang larut malam bahkan tidak pulang atau pun jika ia pulang ke rumah hanya dua atau tiga jam lalu pergi lagi membuat perasaan Ayu campur aduk, antara sedih dan curiga namun masih bertahan demi apa coba, demi pernikahan. Jangan di tanya hubungan suami-istri di ranjang karena belakangan ini mereka seperti dua orang asing yang hidup seatap. Tidur sekamar iya namun bergelut di bawah selimut sudah sangat jarang. Pernah sekali Ayu meminta Tyo untuk diam di rumah dan Ayu juga meminta libur agar bisa berduaan di rumah, asisten rumah tangga pun sengaja di liburkan Ayu selama dua hari tapi apa yang terjadi? Tyo lebih memilih pekerjaan padahal Ayu sendiri sudah berinisiatif memulai dan lagi sering Ayu mencoba mengutarakan keinginannya untuk punya anak tapi jawaban Tyo hanya "kalau belum di kasih jangan menuntut". Jawaban menohok saat itu yang membuat Ayu terdiam, bahkan berpikir bahwa ia mungkin adalah wanita mandul.
" Dari mana saja kamu jam segini baru pulang? " Pertanyaan dari seseorang yang kini tengah duduk di sofa ruang tamu yang gelap. Ayu pun menyalakan lampu melihat siapa yang tengah duduk si ruang tamu
"Mama?" ucap Ayu kaget. lagi pula kenapa mama tidak memberitahu jika akan datang ke rumah?
"Istri macam apa kamu yang pulang larut malam? Jadi begini kelakuan kamu ya? Suami sudah pulang dari tadi tapi kamu masih saja keluyuran" Sarkas mama
"Maaf ma, tadi Ayu nemenin atasan Ayu ketemu client" Tertunduk Ayu menjawab pelan..
"Halah.... Seharusnya kamu itu diam di rumah layani suami, bukan malah kerja. Memangnya Tyo nggak ngasih uang buat kamu? Tyo udah capek-capek kerja pulang ke rumah nggak di sambut istri"
"Maaf ma, tapi Ayu sudah minta ijin mas Tyo buat kerja. Lagi pula mas Tyo juga tidak mempermasalahkan jika Ayu kerja" Menjawab takut-takut
"Ngeyel kamu yah. Itulah kenapa kalian belum punya anak. Gimana mau punya anak kalo kamu sebagai istri cuman mementingkan diri kamu sendiri Ayu?"
Perkataan mama membuat hati Ayu sakit namun ia hanya diam, tidak ada lagi pembelaan yang keluar dari mulutnya. Diam dan menunduk adalah cara yang aman daripada berdebat dalam keadaan emosi dan di mana Tyo? Jika Tyo sudah pulang dan mendengar apa yang barusan di katakan mama kepada Ayu, kenapa ia tidak datang melerai?
__ADS_1
"Ma, maaf. Ayu ke kamar dulu ma, permisi" Berlalu meninggalkan mama sendiri di ruang tamu dengan wajah yang tidak senang.
Tiba di kamar dan Ayu pun mencari keberadaan Tyo seperti yang di katakan mama jika Tyo sudah pulang dari tadi namun ia tidak mendapati Tyo di kamar, di cek ke kamar mandi pun tidak ada. Akhirnya Ayu menghubungi Tyo
Tuuuuuttt.... Tuuuttt....
"Hallo... " Suara di sebrang sana
"Hallo mas, mas ada di mana? " Tanya Ayu
"Aku lagi di luar sama teman" Jawab Tyo
"Aku lupa"
"Mas, bisa nggak mas pulang dulu ke rumah sekarang? "
"Bentar lagi"
__ADS_1
"Ya udah mas, aku tunggu" Dan telepon pun di matikan dari sebrang sana. sebenarnya Ayu juga bermaksud menanyakan perihal kedatangan mama dan juga apakah ini mertuanya menginap di rumah untuk berapa lama
Satu jam... Dua jam.. Tiga jam berlalu namun Tyo tidak kunjung pulang. Berulang kali Ayu menelpon namun Tyo tidak mengangkatnya hingga Ayu memilih tidur.
Keesokan paginya saat Ayu bangun ia tidak mendapati Tyo di sampingnya, di liriknya jam di nakas yang kini menunjukkan pukul enam ia pun bergegas ke dapur menyiapkan sarapan
"Gini ya kamu bangun kesiangan? Istri macam apa kamu? " Ucapan selamat pagi dari ibu mertua yang marah-marah seketika membuat Ayu tertegun.
"Kamu ini gimana sih Ayu? Tyo sudah dari setengah jam yang lalu berangkat kerja kenapa kamu baru bangun? " Tanya mama tidak senang
"Maaf ma. Semalam Ayu nunggu mas Tyo sampai larut jadi bangunnya kesiangan"
"Gini ya Ayu, sekarang mama tanya sama kamu, kamu milih kerja atau berhenti kerja? " Tanya mama. Sejenak Ayu terdiam
"Yang itu Ayu belum bisa jawab ma. Permisi Ayu mau siap-siap dulu" Meninggalkan dapur dan bersiap ke kantor
Sedangkan mama yang di tinggal sendiri di dapur merasa semakin jengkel dengan sikap Ayu yang di rasa tidak sopan
__ADS_1
"Makin lama makin ngelunjak. Tyo gimana sih ngajarin Ayu jadi istri. Bukannya di suruh diam di rumah ini malah di ijinin kerja gimana mau punya anak kalo gini terus hah... " Ucap mama dengan nada marah karena di tinggal Ayu