
Seminggu setelah insiden di rumah Tyo, kini Ayu lebih memantapkan hati untuk bekerja di perusahaan Bayu bahkan sampai saat ini ia juga masih tinggal di apartemen Bayu. Jika di tanya tentang hubungan mereka, tentu saja masih hanya sebatas teman. Saat ini Ayu masih berstatus istri Tyo jadi tidak di perkenankan bagi Ayu untuk memiliki hubungan dengan pria lain meskipun Ayu telah mengajukan perceraian di pengadilan.
Ngomong-ngomong tentang perceraian, setelah keluar dari rumah Tyo seminggu yang lalu Ayu langsung ke pengadilan mengajukan tuntutan perceraian dengan membawa berkas-berkas pendukung yang ia ambil dari rumah sekalian dengan bukti-bukti perselingkuhan Tyo dan Radina berupa rekaman percakapan mama Asih dan Ayu di ruang kerja, karena pada saat memasuki ruang kerja Tyo saat itu Ayu telah mengaktifkan perekam audio di handphonenya.
Seminggu ini pula Tyo sudah tidak lagi menghubungi Ayu. Entah bagaimana kabar Tyo seminggu belakangan ini tapi yang pasti Ayu merasa sedikit lega karena tidak di ganggu lagi oleh Tyo lewat telepon, WA, maupun massanger meskipun tidak bisa Ayu pungkiri terkadang ia masih merindukan Tyo. Bukankah memang cinta tidak mudah di lupakan semudah jatuh cinta? Tapi Ayu belajar melupakan dan memaafkan meskipun belum ikhlas. Ia yakin suatu saat nanti ia pasti akan mengikhlaskan semuanya karena itu adalah bagian dari hidup meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan
"Woiii... Ngelamun aju bu? " Ucap Ravel mengagetkan Ayu yang tengah bengong
"Iish... Ngagetin aja sih pak" Kaget Ayu
"Lamunin apa sih? Tuh baksonya udah dingin cuman di aduk-aduk aja dari tadi. Eh, mending buat gue aja deh" Kata Ravel yang langsung mengambil bakso milik Ayu sedangkan Bayu hanya bisa melihat tingkah Ravel dengan hati panas.
Meskipun status Ravel dan Ayu hanya sebatas teman tapi tetap saja Bayu cemburu namun masih bisa ia tahan karena sekarang mereka juga sedang makan di kafe ekX
"Eh.... Enak aja bakso aku di ambil" Kata Ayu yang sedang tari-tarikan mangkok bakso sama Ravel namun akhirnya juga ia relakan baksonya di makan Ravel
"Aduh Ayu.... Bakso lo sssss hah... Hah... Hah... Pedas amat bakso lo" Kata Ravel kepedesan makan bakso Ayu
"Iya lah pedas orang aku taruh sambalnya lima sendok hahahahaha" Kata Ayu di sela tawanya melihat Ravel yang kepedesan
"Rasain lo. Makanya jangan suka nyosor, kena karmanya kan?! " Kata Bayu menimpali. Keduanya pun tertawa melihat penderitaan Ravel
"Mas Bayu, makasih sudah meminjamkan apartemen mas. Tapi sekarang aku mau cari rumah kontrakan. Nggak enak tinggal lama-lama di apartemen mas Bayu" Kata Ayu tidak enak hati.
Ia berencana mencari kontrakan ataupun kosan karena tidak enak tinggal di apartemen Bayu terus menerus
"Udah nggak apa-apa. Tinggal aja di situ, lagian aku juga jarang banget ke situ dan nggak ada yang tinggal di situ jadi lebih baik kamu aja yang nempatin apartemen aku. Lagi pula apartemen sama kantor juga jaraknya lumayan dekatkan?" Kata Bayu
"Tapi nggak enak sama mas Bayu"
"Udah Yu, tenang aja. Lo aman tinggal di situ, dan benar kata Bayu kan apartemennya dekat kantor. Eh, gimana sama mamas kamu si Tyo? Dia masih suka coba hubungi kamu nggak? " Tanya Ravel penasaran
"Seminggu ini sudah nggak lagi kok sejak insiden di rumah tempo hari"
__ADS_1
"Kejadian apa sih? Kok gue nggak tahu? " Tanya Ravel. Ia memang tidak tahu apa yang terjadi karena Ayu tidak menceritakan apapun padanya
"Seminggu yang lalu Ayu pulang ke rumah ngambil berkas buat perceraian tapi di rumah itu ada suaminya, selingkuhannya sama mertuanya dan parahnya mertuanya ternyata tahu tentang selingkuhan suaminya" Jelas Bayu panjang lebar
"Eh lo kok tahu sih? Ada yang nggak beres nih"
"Lo tuh yng nggak beres... Kemana aja lo seminggu yang lalu? Yang jemput Ayu tuh gue dodol" Jelas Bayu
"Kenapa bisa elo? Ayu, jelasin nggak?! "
"Au' ah... Males aku bahas itu lagi" Tolak Ayu menceritakan kejadian seminggu yang lalu.
Baginya tidak ada lagi yang perlu di ceritakan tentang kejadian seminggu yang lalu biarlah itu menjadi mimpi buruk yang harus ia hadapi.
Bayu menjadi saksi bagaimana ia melihat Ayu yang rapuh saat keluar dari rumah itu
____
FLASHBACK BACK ON
Pikirannya sempat mengambang memikirkan Ayu yang nantinya menjadi istri masa depannya yang menunggunya pulang ke rumah, yang memarahinya karena terus bekerja namun saat ini masih harus ia bersabar banyak karena sekali lagi Ayu masih berstatus istri orang dan ia yakin tidak mudah bagi seorang wanita untuk membuka hati bagi pria lain apa lagi di saat sulit seperti yang Ayu jalani saat ini karena itu biarlah mengalir seadanya seperti sekarang. Toh ia dan Ayu mulai dekat. Saat memikirkan Ayu tiba-tiba ponsel Bayu bergetar
Drrrtttt ddrrrrtttttt
"Hallo" Sapa Bayu saat mengangkat telpon tersebut. Hatinya berdesir saat melihat nama si penelpon
"Mas, maaf mengganggu. Ayu bisa minta tolong nggak? Tolong jemput Ayu di rumah mas Tyo sekarang" Kata Ayu di sebrang sana.
Tyo dapat mendengar suara Ayu yang parau seperti seorang yang tengah menangis.
Lagi pula untuk apa lagi Ayu ke sana? Bukankah semua sudah selesai? Ingin marah juga alasannya apa? Toh saat ini ia bukan siapa-siapa nya Ayu. Akhirnya dengan langkah tergesa ia meninggalkan hotel dan pergi menjemput Ayu.
Butuh waktu sekitar tiga puluh lima menit untuk sampai ke rumah Tyo dan saat ia tiba di depan rumah Tyo benar saja ia melihat Ayu yang sedang di tarik Tyo masuk ke dalam rumah
__ADS_1
"Woi.... Sialan lo" Teriak Bayu marah saat keluar dari mobil dan langsung berlari menghampiri suami-istri tersebut
"Siapa lo berani ikut campur urusan rumah tangga orang? " Tanya Tyo yang kini menggenggam tangan Ayu
"Gue? Gue calon suami Ayu setelah Ayu resmi cerai dari lo. Lepasin wanita gue! " Tantang Bayu yang kemudian melepas paksa tangan Tyo dari Ayu.
Setelah berhasil terlepas Bayu segera membawa pergi Ayu tanpa melihat ekspresi Tyo yang kaget dengan pernyataan Bayu barusan.
Di mobil Ayu dan Bayu sama-sama diam. Bayu yang sedang fokus menyetir dan Ayu yang terisak pelan. Sebenarnya Bayu ingin bertanya dengan marah kenapa Ayu kembali ke rumah itu namun masih ia tahan karena melihat Ayu yang menangis sesegukan.
"Apa yang terjadi di rumah itu? Apa Tyo menemukan Ayu dan memaksanya kembali ke rumah? Kasihan kamu Ayu, aku kok jadi nggak tega ya" Batin Bayu. Ia pun memberikan sapu tangannya kepada Ayu untuk menyeka air mata dan ingus.
Setelah Ayu di rasa sudah cukup tenang Tyo pun menanyakan apa yang membuat ia penasaran dari tadi
"Maaf mas sudah repotin mas Bayu. Tadi aku ke rumah mau ambil berkas pelengkap untuk mengajukan cerai di pengadilan. Pas aku sampai rumah mas Tyo nggak ada di rumah, aku langsung cari semua yang aku perlukan tiba-tiba mas Tyo datang dan minta maaf" Jelas Ayu
"Terus kamu maafin? " Tanya Bayu yang kini mulai emosi mendengar penuturan awal Ayu
"Iya, hampir aku luluh saat selingkuhannya masuk ke kamar kami. Kami bertiga berada dalam satu ruangan yang sama dan akhirnya aku memilih untuk keluar. Dan hari ini aku tahu juga jika selama ini mertuaku juga mengetahui hubungan mas Tyo dan wanita itu" Jelas Ayu lagi
"Terus gimana? Mau kamu pertahankan rumah tangga kamu atau lanjut urus cerai? " Tanya Tyo penasaran.
"Aku lanjut mas. Awalnya aku memang bimbang tapi sekarang sudah tidak lagi"
"Terus kenapa tadi suami kamu tarik-tarik tangan kamu? "
"Mas Tyo nggak ijinin aku keluar dari rumah lagi"
"Suami kamu gila!! " Ucap Bayu dengan nada tinggi.
6
Ia marah sekaligus kesal mendengar jawaban ayu. Maunya apa sih itu orang? Sudah berani selingkuh tapi tidak mau melepaskan yang sah, siapapun pasti juga akan marah mendengar apa yang Ayu bilang barusan.
__ADS_1
FLASHBACK BACK OFF
setelah acara makan-makan di kafe Bayu mengantar Ayu pulang ke apartemen sedangkan Ravel pulang ke rumah karena hari sudah malam.