PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN

PERNIKAHANKU HANCUR KARENA PERSELINGKUHAN
Resign


__ADS_3

Sehari sebelum masa cuti Ayu habis ia berkunjung ke kantor Ravel ingin memberikan surat punduran dirinya dari perusahaan Ravel. Ayu memilih untuk mengikuti saran mertuanya beberapa hari yang lalu dan lagi lusa ia dan Tyo akan berangkat ke Bali untuk liburan seperti janji Tyo.


"Hai... " Sapa Ayu saat memasuki ruangan Ravel dan di sambut oleh senyum Ravel


"Gimana kabar kamu? " Tanya Ravel


"Sudah lebih baik. Makasih ya buat saran kamu " Ucap Ayu.


"Jadi gimana Yu, sudah ada keputusan? " Tanya Ravel.


"Sudah. Makanya aku datang ke sini mau ketemu sama kamu. Ada yang ingin aku kasih ke kamu" Sambil memberikan amplop berwarna putih. Tanpa membuka amplop itu pun Ravel sudah tahu apa itu.


"Semoga keputusan kamu tepat Ayu. Dan gue harap elu bisa dapat yang terbaik buat semua ini" Ungkap Ravel. Di perhatikan penampilan Ayu yang kini berubah, berbeda dari sebelumnya saat Ayu bekerja dengan Ravel, kini Ayu tampak lebih cantik. Rona bahagia terpancar di wajahnya yang ayu


"Elu menang undian? " Tanya Ravel sambil memperhatikan Ayu.


"Undian? Undian apa? Aku nggak ikut undian kok" Polos Ayu


"Lah itu muka kenapa lain dari biasanya? Cerita dong Yu" Tanya Ravel penasaran


"Lain gimana? "

__ADS_1


"Kayak ada manis-manisnya gitu... hehe... Nggak kayak biasanya sih murung, nggak konsen sama banyak diam. Kali ini elu kok banyak senyum juga ya" Puji Ravel.


"Bisa aja kamu. Lusa aku sama mas Tyo mau ke Bali. Mas Tyo yang bilang sama aku katanya dia mau ambil cuti dua minggu biar kita berdua bisa liburan" Ungkap Ayu


"Oh gitu.. Untunglah mas mas kesayangan kamu ngerti. Semoga liburan kali ini kamu isi ya... " Tulus Ravel


"Amin vel. Oh iya, gimana sama kamu? Ada kemajuan deketin Ririn? Hmmm? " Goda Ayu


"Susah amat sih temen lo itu. Gue nyerah deh"


"Lagian kamu sih udah tahu Ririn punya pacar masih mau di sosor aja. Coba aja dulu kamu itu cepat nembak Ririn pasti sekarang kamu udah jadian sama dia"


Beberapa waktu yang lalu Ravel sempat menceritakan pada Ayu jika ia tertarik pada Ririn saat tidak sengaja Ravel dan Ririn bertemu dalam suatu acara namun sayangnya Ririn sudah punya kekasih hingga Ravel pun mengalah


"Ayu, hubungan kamu sama Tyo gimana? Baik -baik aja kan? " Tanya Ravel teringat waktu yang lalu saat ia memergoki Tyo bersama seorang wanita dalam kamar hotel


"Aku baik-baik aja kok sama mas Tyo, malahan baru aja mau dekat lagi"


"Maksud kamu gimana? "


"Aku sama mas Tyo sebenarnya belakangan ini agak renggang. Mmmm.... Sejak aku kerja kita berdua jadi jarang punya waktu berduaan. Itu aja sih, tapi sekarang udah nggak kok cuman...." Terang Ayu dengan senyum khasnya namun Ravel memperhatikan raut wajah Ayu yang tiba-tiba berubah saat Ayu memberi jedah dari pernyataannya nampak ada yang di sembunyikan

__ADS_1


"Cuman apa? "


"Nggak. Nggak ada apa-apa"


"Oh gitu"


"Mungkinkah Ayu tahu tentang Tyo? " Batin Ravel


"Ravel, maaf aku harus pergi. Aku pamit dulu ya. Makasih udah mau nerima aku kerja selama beberapa bulan di perusahaan kamu" Pamit Ayu


"Iya.. Kalo kamu mau balik, kerja lagi juga nggak apa-apa kok. Ya udah sana gih..."


"Ngusir ya?"


"Nggak tuh... "


"Dasar.... Bye" Ayu pun keluar dari ruangan Ravel menyisakan Ravel sendiri yang kini kembali berkutat lagi dengan pekerjaannya sedangkan amplop putih yang di berikan oleh Ayu tidak di buka Ravel karena Ravel mengira itu adalah surat resign dari Ayu.


Setelah dari kantor Ravel, Ayu memilih pulang ke rumah untuk membereskan barang-barang yang akan di bwa besok.


Ada harapan besar agar liburannya kali ini tidaklah sia-sia.

__ADS_1


__ADS_2