
Keyra diam mengamati obrolan Keluarga Elrahma, setelah sekitar 10 menit berlalu sejak kedatangan mereka, Noland yang biasanya tidak banyak bicara kini berubah menjadi kakek yang bawel, menanyakan ini dan itu, membahas tentang kerja di masa lalu, dan berbicara tentang Juan dan Erlang ketika kecil dulu, mungkin mumpung semua keluarga berkumpul, tempat ini ia jadikan sebagai media curhat.
Ditengah percakapan, tanpa sepengetahuan Keyra, ternyata ada satu orang yang sejak tadi menatap pemuda itu dari awal, meskipun tidak menatap lekat namun hanya selewat, orang yang mencuri-curi pandang itu ternyata adalah Veriska. Dari mulai dirinya di sambut, sampai duduk dan mengobrol lama nyatanya dia telah menyadari keberadaan Keyra.
Wanita itu menatap Keyra sesekali, pemuda dengan postur tubuh bagus dan wajah yang rupawan adalah hal pertama yang ia tangkap dari remaja itu, dugaannya Keyra ini masihlah anak yang sangat muda, karena dilihat dari tinggi badan yang hampir sama dengan Alfa dan Reza, mungkin Veriska menetapkan kalau usia Keyra itu sekitar 20 tahunan, namun wajahnya terlalu muda untuk disebut pria 20 tahun, jadi sebenarnya usia dia berapa sampa-sampai bisa jadi body guard disini?.
“ Em... ayah, boleh Veri tanya sesuatu? “. Tanya Veriska di tengah obrolan.
“ Iya, kenapa? “.
“ Kayaknya aku baru pertama kali liat body guard di belakang Una deh, apa dia disini baru? “.
Semua orang kini terfokus pada Keyra, meski kurang nyaman, pemuda itu berusaha untuk tidak membuat ekspresi. “ Dia pekerja baru di sini, dan mungkin baru sekitar dua bulan dia kerja sebagai body guard pribadi Una “. Ucap Noland menjelaskan.
“ Wah... body guard pribadi Una ya?, dia lulusan mana?, masih muda sudah berkarir, reputasinya pasti baik kan? “.
Ruangan menjadi hening, Noland, Juan dan Razka serta Devina dan Reza diam mematung, hanya Una yang saat ini tersenyum karena abangnya mendapat perhatian lebih dari Veriska, mereka tidak tahu harus menjawab apa perihal Keyra saat ini, jika menjawab lulusan universitas ternama, itu semua akan mudah terbongkar karena Keyra sendiri masih bocah SMA tahun pertama, tapi jika mereka berkata jujur, apa ketiga orang itu akan menerimanya?.
“ Em… dia memang masih muda kak, kita mempekerjakan dia atas kemauan Una buat jadi Body guard nya… “ Jawab Juan.
“ Hah? Bang Kekey bukan body guard Una, Papa… bang Kekey itu kakanya Una “ Protes Una.
“ Iya iya… Keyra itu kakak Kamu “ Susul Devina tersenyum tak ingin anaknya cemberut.
Noland menyuruh Keyra untuk memperkenalkan diri, lalu pemuda itu maju sedikit dan membungkuk terlebih dahulu sebelum membuka suara. “ Permisi semuanya… perkenalkan, nama saya Keyraldo, saya dipekerjakan oleh tuan kepala keluarga sebagai body guard pribadi Una, jadi mohon bantuannya untuk ke depan “.
Erlang dan Veriska mengangguk sementara Juan dan Noland mendapati bahwa Keyra berperilaku layaknya seorang body guard. Pada pertemuan pertama, pemuda itu bersikap kurang mengenakan, mereka sadar kalau reaksinya disebabkan dari kesan pihak keluarga yang tidak sopan dengan tiba-tiba menyodorkan segepok uang untuk kompensasi tempo hari, namun setelah tinggal bersama dan mengamati kepribadian anak ini, keduanya berpikir bahwa Keyra adalah orang yang profesional.
Selain menjalankan tugas menjaga Una, pemuda itu juga mengajarkan etika yang tidak bisa mereka ajarkan pada Una tanpa sadar, terlebih di acara yang mungkin bisa dibilang resmi untuk Keyra, pemuda itu dapat dengan mudah berkomunikasi dengan formal dan lancar layaknya seseorang yang berpengalaman.
“ Ouh… jadi nama lo Keyraldo ya? “.
Alfa, adalah orang yang berbicara tadi dengan nada bertanya disertai mencurigai, entah kenapa dirinya cukup tidak menyukai Keyra, selain dari wajahnya yang dianggap menyebalkan, kenapa juga Una sampai menganggap pemuda itu sebagai kakaknya?. Alfa berdiri dan berjalan mendekati Keyra yang berdiri tegap, pemuda itu menemukan bahwa Keyra lebih pendek beberapa centi meter darinya, mungkin sekitar 5 cm.
“ Heh… lo lulusan mana sampai-sampai bisa jadi body guard keluarga ini? “. Ucap Alfa mengintimidasi.
“ Alfa… watch your attitude!, siapa yang ngajarin perilaku sembrono dan gak ada akhlak model gini? “ Ucap Veriska ditengah penekanan Alfa.
“ Bunda… calm down, dia ini kan cuma body guard, lagian apa salahnya nanyain sedikit tentang asal-usul dia “.
Fokus Alfa kembali pada Keyra. “ Answer my question, oh… sekalian sebutin nama lengkap, gelar lo, umur dan status juga “.
Keyra diam sejenak, ia melihat sekitar yang mana para orang tua menghela nafas, dan anak-anaknya hanya menonton tak mau buka suara, namun tidak dengan Una yang sejak tadi hendak meledak melihat abangnya diperlakukan seperti itu, Keyra memberikan isyarat tangan untuk Una menahan diri sedikit lebih lama.
“ Baik tuan muda, pertama-tama… nama lengkap saya Keyraldo Zeiran Anjelody Arkan “
“ Hm… panjang juga nama lo “ Potong Alfa.
“ Saya tidak punya status maupun gelar, selain orang yang direkrut oleh Tuan Noland dan Tuan Juan, saya adalah anak miskin sebatang kara, Usia saya tahun ini 15 tahun dan sekarang merupakan siswa kelas 10 di International Bina Gemilang High School “. Ucap Keyra singkat.
Alfa, Veriska dan Erlang loading sebentar, tunggu… 15 tahun?, anak kelas 10? yang menjadi bodyguard Una bocah SMA?!. Apa-apaan ini?, apa yang dipikirkan oleh ayah dan adiknya hingga mempekerjakan anak di bawah umur untuk dijadikan body guard, bukankah mereka sudah melanggar kode etik keluarga Elrahma.
“ Ayah… kalian tau kan konsekuensi dari memperkerjakan anak di bawah umur?, keluarga kita itu bangga dengan cara kerjanya yang bersih dan menaati peraturan negara, tapi apa ini?, dengan gampangnya ayah nyuruh anak SMA kerja, jadi body guard pula… itu gak sesuai dengan usianya yang belia Ayah… “ Ucap Erlang.
“ Bener Opa… lagian kenapa juga bocah gak tau diri ini disini?! “
Alfa mencengkram kerah baju Keyra, pemuda itu menatapnya dengan tatapan benci, sambil mengintimidasi, Alfa terus mencaci dan memaki Keyra dengan seenaknya, hingga suara kecil dan lembut terdengar, semua orang yang ada di ruangan berhenti mendadak.
“ Kalian semua diem!!! “.
Una teriak, meski suaranya cempreng dan tidak terlalu terdengar, tapi usaha itu sangat ampuh untuk membuat semua orang diam. “ Kak Alfa!, kakak gak boleh ngomong gitu sama bang Kekey! “.
Alfa terkejut, tidak berbeda dengan yang lain, mereka kini baru melihat lagi Una yang sedang marah, namun bukan marah karena permintaan yang tidak di turutkan, tapi gadis itu marah untuk pemuda yang kerahnya sedang Alfa cengkram. Dia mendorong Alfa, dan memeluk Keyra dari samping, Una sempat memasang wajah cemberut, namun bukannya mencekam, wajah gadis itu malah terlihat imut dimata keluarganya.
“ Bang Kekey ini abangnya Una, dan bukan body guard bahkan bukan orang asing… kenapa kak Alfa ngomong kasar kayak gitu!, bang Kekey kan orang baik “ Ucap Una.
“ U, Una cantik… dia ini bukan siapa-siapa di keluarga kita, hubungan darah aja gak punya, jadi ngapain kamu nganggap dia kakak?, kan disini kakak kamu udah ada… ada kak Eza, kak Azka, and me... kakak udah pulang “. Bujuk Alfa dengan wajah memelas berbeda dengan saat dia berinteraksi dengan Keyra.
__ADS_1
Gadis itu menggeleng, Ia menatap Alfa dengan tatapan kesal, sejak awal Una sudah menahan diri untuk tidak memarahi Alfa yang hendak memulai keributan, namun kala itu abangnya mengangkat telapak tangan meminta dirinya jangan dulu bertindak.
“ Una... kamu seharusnya dengerin omongannya Alfa, dia itu bener lho, Keyra itu adalah orang yang baru bagi keluarga kita, seharusnya kamu waspada sedikit sayang, bisa aja Keyra itu orang jahat bukan?... “ Ucap Reza mencoba menenangkan keadaan namun nyatanya pemuda itu malah memperkeruh suasana.
“ Kok kak Eza sama aja sih?, Hiks.... apa yang lain juga mikir kayak gitu?, mikir kalau Una salah udah percaya sama bang Kekey?... bang Kekey itu bukan orang lain, Una gak peduli ada hubungan darah atau enggak, bang Kekey itu tetep bang Kekey... hiks... dan apa bukti kak Eza kalau bang Kekey orang jahat? “.
Una berbicara sambil mengeluarkan air mata, semua orang terdiam, apa yang Una katakan adalah tamparan keras untuk mereka, kenyataanya memang benar, Reza tidak bisa membuktikan kalau Keyra adalah orang jahat yang ia maksud, dan selama dua bulan ini mereka tidak pernah menemukan hal yang aneh tentang pemuda itu, dilihat dari riwayat hidupnya pun Juan dan Noland hanya diam karena mengetahui kalau Keyra memiliki catatan yang bersih.
Veriska dan Devina berusaha menenangkan putri bungsu mereka, namun Una tetap bersi keras tidak akan membiarkan hal ini lewat begitu saja, minimal Alfa harus minta maaf pada Keyra karena telah mencaci yang tidak-tidak, sementara pemuda itu sedang dilema sekarang, ia tidak sudi untuk meminta maaf pada orang yang dianggapnya sudah mencuci otak Una, dan disisi lain jika dirinya tidak melakukan hal tersebut, gadis itu akan marah.
“ Udah Una... cukup ya “.
Saat pertemuan yang awalnya bahagia kini menjadi penuh drama, suara Keyra keluar mengarah pada gadis dipelukannnya yang sedang meledak. Pemuda itu melonggarkan pelukan dan mengelus rambut Una dengan lembut. “ Una... gue gak papa kok, omongan nya si kak Alfa itu bener, gue ini bukan siapa-siapanya lo... jadi kenapa harus marah? “ Tanya Keyra kini melepaskan pelukan dan mencoba menatap Una yang wajahnya basah dengan air mata.
“ Hiks... tapi... kak Alfa udah ngomong yang enggak-enggak sama bang Kekey, Una kesel... padahal kan Una percaya kalau abang gak bakalan ngelakuin hal itu... “. Ucap Una menangis.
“ Kak Alfa ngomong kayak gitu karena takut Una kenapa-napa, coba bayangin aja, kalau orang yang jadi body guard lo bukan gue, dan ternyata orang itu ada niatan buat jahatin lo, bisa bahaya kan kalau keluarga ini gak waspada... “
“ Gak papa orang bilang kalau gue ini orang jahat, dan gak papa orang bilang kalau gue ini gak tau diri, yang penting Una sendiri percaya kalau gue gak kayak gitu... untuk itu... gue bakalan buktiin sama semua orang kalau rasa percaya lo itu gak salah... dan satu hal lagi, lo seharusnya gak boleh marah sama yang lebih tua, gak sopan tau... nanti lo bakalan dianggap anak yang gak baik, emang mau?... “.
Gadis itu menggeleng, hatinya mulai tenang setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Keyra. “ Ya udah... kalau gitu lo minta maaf sama semuanya ya, gak baik lho lama-lama berantem, ok? “ Keyra mengacungnya jadi jempolnya membuat Una tersenyum.
Gadis ini pergi dari sisi Keyra dan mendekat ke arah Alfa. “ Kak Alfa... Una minta maaf ya tadi udah gak sopan, semuanya juga... Mama Sama papa, Opa... Ayah sama bunda juga deh, gak lupa sama kak Eza dan Kak Azka, Una minta maaf ya “.
Si gadis Una minta maaf sambil menangis, hal itu membuat Alfa berinisiatif menariknya ke dalam pelukan, semua orang menghela nafas lega, dan bersyukur putri bungsu mereka tak lagi marah. Merasa semuanya sudah usai, keluarga anak kedua dari Noland kembali ceria dan mulai melupakan kejadian ini, namun tidak dengan Alfa, Erlang dan Veriska, perhatian mereka terfokus pada Keyra yang kini pergi setelah mendapat instruksi Noland.
Mereka penasaran dengan sosok Keyra, bagaimana bisa pemuda itu dapat dengan mudah menenangkan si gadis Una yang sedang mengamuk, karena dilihat dari pengalaman kebelakang sebelum terbang keluar Negri, Una adalah tipe orang yang kalau sudah menangis akan lama berhentinya, terlebih jika anak itu sudah mengamuk, benda yang ada disekitarnya akan terbang ke segala arah tanpa melihat siapa yang dilemparnya. Namun berbeda dengan Erlang dan Veriska yang hanya penasaran, Alfa masih menyimpan rasa curiga pada diri Keyra saat ini.
‘ sebenernya si Keyra itu siapa sih?, kenapa Una bisa dengan mudahnya nurut kayak gini? ‘ Batin Alfa.
***
“ Haduh... siang ini penuh drama banget anjay, sebenernya sih gue ogah turun pas makan malam nanti, tapi kalau gue gak ada... apa si Una bakalan pundung? “
Keyra tidur telentang di kasurnya masih dengan sarungnya yang dipakai usai solat magrib, setelah menyelesaikan masalah Una mengamuk tadi, Ia membantu para maid dan butler di dapur untuk perjamuan makan siang, gadis itu sempat merengek karena dirinya tidak ikut makan, namun dengan sekali bujukan, gadis itu mengangguk sambil sedikit sentuhan manis dari Keyra.
Dari sekian banyaknya pertanyaan, Keyra merasa lucu dengan salah satunya, pemuda itu berkata seperti ini ‘ Lo gimana bisa buat Una nurut hah?!, apa pake ajian tertentu, kalau iya... kasih tau gue!, atau lo gue bikinin ayam geprek entar ‘.
Tentu saja Keyra langsung tertawa kala itu, mengintrogasi penjahat dan menanyakan senjata mereka untuk digunakan kembali sangatlah bodoh, kenapa anggota keluarga ini selalu menanyakan hal yang sama tentang ilmu ajian atau sejenisnya, waktu itu Noland, sekarang cucunya, mereka memang sebelas dua belas, terlebih Keyra lucu dengan ucapan Alfa yang terakhir, sepertinya pemuda itu tidak pandai menyusun kata, masa dia berkata ‘ atau lo gue bikinin ayam geprek entar ’, sungguh tawaran yang menggiurkan bukan?, jika benar Keyra mempunyai sebuah ajian, dia sih mau-mau saja barter dengan ayam geprek yang dibuat langsung oleh Alfa, asal jangan pakai sambal yang terlalu pedas saja, seharusnya pemuda itu berkata seperti ini ‘ Atau nasib lo bakalan gue bikin kayak ayam geprek!’, minimal sedikit mengintimidasi lah.
Ketika Keyra masih lucu memikirkan hal tersebut sambil berbaring dengan nyamannya, terdengar ketukan pintu dan diiringi suara seseorang yang ia kenal, dia beranjak dari tidurnya lalu pergi untuk membuka pintu.
“ Eh? Bang Reza? Lu kenapa ke mayat hidup gitu? “.
Ternyata yang mengunjungi Keyra malam ini adalah Reza, pemuda itu datang dengan keadaan badan yang membungkuk lemas, tidak seperti biasanya yang selalu energik dan antusias berdebat dengan Keyra tentang apapun, kali ini Reza terlihat seperti sedang menanggung beban berat di pundak.
“ Keyra... tolongin gue, kali ini aja “.
Reza mendesah sementara Keyra bingung dibuatnya, pemuda itu tidak berkata apa-apa selain memerintahkan Keyra untuk mengikuti. Keduanya naik ke lantai dua setelah Reza menekan tombol lift, dan dari waktu ke waktu, selama dalam perjalanan dia selalu menghela nafas panjang, lagi dan lagi.
“ Sebenernya lo kenapa sih bang? diputisin pacar bukan? “ Tanya Keyra ketika mereka sudah berjalan di lorong lantai tiga.
“ Hah... kalau urusan itu sih gampang, gue tinggal nyari lagi, tapi hal ini bikin gue pusing, ntar lo liat aja dah “.
Hanya menjawab singkat, Reza mempercepat langkahnya dan berhenti di depan sebuah kamar, namun bukannya masuk, pemuda itu malah diam sambil melihat Keyra dengan tajam.
‘ Ni anak lagi stres apa gimana sih? ‘ Batin Keyra.
Gubrak...
Trang...
Bruk...
Keyra terkejut dengan keributan tersebut, masalahnya suara itu terdengar dari kamar Una, ia penasaran dengan apa yang sedang gadis itu lakukan, dan tidak hanya banyak suara barang berjatuhan, bahkan Keyra sesekali mendengar sedikit obrolan yang tidak jelas di dalam sana, seperti seseorang yang sedang memerintah.
“ Apa... didalam lagi ada keributan? “. Tanya Keyra dan lagi-lagi hanya dijawab helaan nafas oleh Reza.
__ADS_1
“ Jawab ege... lo udah kayak orang bisu aja... “ Susulnya.
“ Huft... hah... gue udah cape walaupun ngejawab lo Key, udah masuk aja sono... entar juga tau “.
Tidak menghiraukan Reza lagi yang enggan menjelaskan situasi, Keyra mengetuk terlebih dahulu sebelum membuka lebar pintu kamar, hal pertama yang ia temukan adalah banyaknya orang disana yang lalu lalang, dirinya tercengang karena mungkin sepertiga maid di rumah ini ada di ruangan Una, dan Keyra mengenal salah satunya ada kak Meta disana.
Pemuda itu masuk dan mengamati sekitar, selain Una yang dia lihat, terdapat seorang pemuda yang sedang mengarahkan tangannya pada para maid, dan dari arahan tangan tersebut, keyra mengikuti geraknya dan berakhir melihat banyak tumpukan barang yang menggunung disudut ruangan.
“ Bang Kekey... bang Kekey kenapa disini? “ Ucap gadis Una yang berlari ke pelukan keyra.
“ Hah? Itu... ini... lo mau pindahan bukan Na? “ Tanya Keyra masih tercengang.
“ Bukan urusan lu “. Bukan Una yang menjawab, melainkan Alfa yang sejak tadi bersama gadis ini, pemuda itu mendekat dengan tatapan tajam pada Keyra, sepertinya dendam pria itu tidak mudah terkikis seperti Reza, kakak kandung dari Una sih masih bisa Keyra ajak kompromi, namun untuk kakak sepupunya ini akan sedikit sulit, tapi bukan berarti menutupi keinginan Keyra untuk menjahilinya juga.
“ ngapain juga lo kesini?, ganggu waktu gue sama Una aja... dan lepasin tangan lo dari dia, jangan maen peluk-peluk anak orang... “ Ucapnya ketus.
“ Ih... kak Alfa kok jutek banget sih sama bang Kekey, perasaan tadi Una udah bilang jangan kayak gitu “. Protes Una.
“ Udah Na, gak papa... Gue kesini karena disuruh sama bang Reza, tuh orangnya di jalan pintu “. Ucap Keyra menunjukan dan benar saja ada keberadaan Reza yang bersandar dengan wajah lesu.
Keyra mengamati tumpukan barang tersebut, di sana ada berbagai bagai macam jenis barang, dari mulai 3 ransel besar, satu set alat masak seperti wajan, panci bahkan kompornya, terus ada matras, selimut dan bantal, tenda, sepatu, serta__... tunggu sebentar, apa ini adalah barang untuk dibawa kemping nanti?, pikir Keyra.
“ Una... apa ini semua lo siapin buat kemping minggu depan nanti? “ Tanya Keyra.
“ Betul... Una gercep kan?, terlebih kak Alfa yang nyuruh buat bawa ini semua, katanya takut Una kesusahan “. Ucap Una antusias sementara pemuda yang disebutkan tersenyum dengan bangga.
Keyra diam tanpa ekspresi, dirinya bingung dengan dengan pola pikir Alfa yang berlebihan, untuk apa dia menyiapkan semua ini?, apa dia tidak tahu barang mana yang boleh dibawa saat kemah?, atau dia tidak pernah ikut kegiatan ini sebelumnya?, jika memang sudah pernah walaupun sekali, seharusnya dia tahu kalau semua ini tidak akan berguna saat ditempat kegiatan.
“ Hm... menurut gue ini terlalu berlebihan deh tuan muda “ Ucap Keyra memberikan opininya.
“ Jangan sok tau deh, lo itu baru kelas satu, pengalaman aja baru setahun di SMA... tau apa lu? “.
“ Em... bener juga sih... tapi gue pernah kemping beberapa kali pas SMP, jadi tau dikit-dikit... untuk kompor portable dan semacamnya udah tuan muda siapin kan? “. Ucap Keyra bertanya.
“ Kompor apa? “
“ Kompor portable, yang kecil itu lho... “.
“ I, Iya udah kok... tadi gue yang masukin ke tas “.
“ Emang kompor portable itu yang kayak gimana bang? “ Tanya Una ditengah percakapan Keyra dan Alfa.
“ Lho...lo gak tau kompor portable?, emang gak pernah ikut kemping ya?... “.
“ Enggak... dari dulu Opa, Mama sama Papa selalu ngelarang, sebagai gantinya Una diajak main salju di Jepang “
‘ Pantes aja... ‘
Sepengamatan Keyra, ternyata cucu dari keluarga Elrahma ini terlalu dikekang sampai-sampai mereka tidak punya pengalaman, tidak seperti orang tua lain yang ingin anaknya merasakan langsung pengalaman saat di sekolah, di keluarga ini, para orang tua lebih khawatir anaknya terluka pada saat proses berjalan, padahal itu semua adalah langkah awal untuk membuat pondasi guna beraksi dimasa depan, jika mereka sudah punya gambaran karena pernah merasakan itu semua, sang anak tidak akan terlalu kaget dengan dunia orang dewasa setelah lulus nanti.
‘ Huft... hah... denger tadi siang katanya si Alfa ini anak yang bermasalah, eh taunya siswa kudet, cape deh ‘
Keyra mengambil ponsel dari saku, ia membuka Gugel dan mengetikan sesuatu di layar tersebut, dirinya menunggu sejenak hingga setelahnya muncul banyak gambar dan meng klik salah satu untuk diperlihatkan pada Una.
“ Nah... yang namanya kompor portable itu kayak gini nih... “ Unjuk Keyra.
“ Wah... kok kecil ya?, kalau masak bakalan lama dong... “ Ucap Una polos.
“ Desainnya emang gitu, ukurannya yang kecil dibuat supaya mudah dibawa dan praktis... terlebih siapa yang mau masak pas lagi kemping?, biasanya para pendaki gunung makan makanan siap saji, kayak roti, umbi-umbian, dan kalau untuk yang dimasak paling mereka cuma bawa mi instan atau spaghetti aja... beberapa ada orang yang sebelumnya bawa dari rumah “.
Una mengangguk, satu ilmu lain yang dirinya dapat dari Keyra, ternyata konsep masak saat kemping itu begini, dia baru tahu bahwa ada kompor yang khusus dibuat untuk kemping, jika bukan karena Keyra mungkin sampai lulus pun ia tidak pernah akan tahu hal tersebut, terlebih karena pria itu para orang tua kali ini mengijinkannya untuk kemping sekolah pertama kali.
“ Ouh... jadi gitu, ternyata kemping sekolah beda kayak kemping keluarga yah... Una biasanya tidur di mobil Fan yang khusus dibuat untuk kemah, terus liat pemandangan sekitar... “.
Keyra tersenyum canggung, Una terlihat antusias sementara Alfa yang tidak jauh darinya kini cemberut. Pemuda itu sepertinya kesal karena semua perhatian gadis itu direbut oleh pemuda yang ia benci, sebelumnya dia ingin terlihat bisa diandalkan oleh Una, tapi siapa sangka Keyra datang dan membuat situasi terbalik, sungguh membuat Alfa jengkel dan semakin tidak suka pada pria itu.
Bersambung
__ADS_1