Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
39# Acara keluarga Elrahma


__ADS_3

Keyra masuk ke gerbang mansion tepat saat adzan magrib telah berkumandang, saat dirinya membuka pintu, sepertinya para anggota keluarga tengah berkumpul diruang tengah, kenapa ia tahu?, karena suara percakapan yang keras dapat ia dengar dengan jelas sampai ke ruang tamu, terlebih dari banyaknya suara yang ia dengar, suara Reza, Alfa dan Una lah yang paling jelas ia duga kalau suara itu adalah milik mereka.


“ Assalamaualaikum... “. Ucap Keyra.


“ Waalaikumussalam... “.


Semua orang menengok ke arah Keyra, pemuda itu mulai satu persatu mencium tangan para orang tua tidak terkecuali Razka dan Cilla, untuk Reza, Alfa dan Una, sepertinya dia sedikit enggan melakukan hal tersebut, bukan berarti tidak sopan, hanya saja jika dirinya melakukan hal itu, mungkin ending yang didapat adalah kedua tuan muda yang memandangnya aneh nanti.


“ Oh my Keyra... baju kamu basah lho, apa tadi keujanan? “. Tanya Veriska sebagai orang yang paling pertama bertanya.


“ Iya tante, tapi gak terlalu keujanan banget, mangkanya saya agak lama karena neduh dulu “.


“ Kamu baik-baik aja kan na?, soalnya tante liat... muka kamu agak pucet “.


“ Mungkin ini efek kena air ujan tan, tapi saya gak papa kok... “.


“ Kenapa bang Kekey gak telpon ke rumah aja?, soalnya kan bisa nyuruh supir buat jemput “. Ucap Una.


“ Gak papa Na, toh gue udah nyampe ini... oh iya, saya tadi mampir ke toko kue, kebetulan bawa banyak, jadi silakan dimakan ya “.


Keyra meletakan bawaannya di meja, lalu dengan cepat dilihat oleh Una dengan girang karena menemukan parian kue kesukaannya, tentu saja Cilla juga jadi tertarik untuk ikut bergabung dengan Una.


“ Hm... inget juga lo Key buat bawa buah tangan, gue ambil ah “. Ujar Reza.


“ Boleh aja, masih ada banyak ini kok... om, tante, sama kakek juga silakan ambil, ka Razka juga nih silakan “.


“ Mending kamu makan duluan aja Key, Kakak bisa ambil entar, lagian ngeliat mereka makan aja udah bikin kakak kenyang “. Razka berbicara sambil memperhatikan kegiatan Cilla, Reza dan Una yang tengah asik makan.


“ Ish... kalau entar keburu abis, nih biar saya ambilin “.


Keyra mengambil salah satu kue mini yang ada dalam bungkusan dan diserahkan pada Razka, meski awalnya si sulung berniat untuk memakannya nanti, namun kala Keyra menyodorkan kue dengan tatapan jernih membuatnya tidak bisa menolak, bahkan tidak hanya Razka saja, Keyra membagikan beberapa kue mini lainnya pada Noland, Juan, Erlang, serta Devina dan Veriska yang memang sejak tadi memperhatikan. Untung saja Banu memberikan banyak kue pada Keyra, kalau dihitung, didalam bingkisan itu ada sekitar 3 box kue yang terdiri dari dua kotak berisi kue mini masing-masing 10 buah dan satunya lagi kue berukuran sedang. Serta satu hal yang tak tertinggal, respon orang-orang menilai bahwa kue yang Keyra bawa sangatlah enak.


“ Gue gak dikasih Key? “.


Atensi semua orang beralih pada manusia yang tadi berbicara, jika ingin tahu, orang yang bersuara tadi ternyata adalah Alfa, dengan tatapan datarnya terarah lurus pada Keyra, pemuda yang ditatapnya pun hanya menghela nafas lalu tertawa kecil.


“ Ya ampun... lo kan bisa ambil sendiri padahal, tu kue ada didepan lo juga bang “. Ucap Keyra, namun dia tetap mengambilkan kue tersebut pada Alfa.


“ Ya aneh aja gitu, semua orang elu ambilin masa gue kagak? “. Alfa mengambil kue yang Keyra ambilkan.


“ Iya, iya... gue kan udah ambilin, kalau lo mau lagi tenang aja, masih banyak kok “.


“ Caelah... mentang-mentang punya duit, beliin makanan sembarangan “.


“ Haha... baru pulang dimarahin, ngajak berantem? “.


“ Eh, eh... kok kata-kata bang Kekey sama kak Alfa kayak iklan ‘milekkita’ itu?, mirip tau “.


Una menyela di tengah obrolan random Keyra, otomatis semua orang dibuat tertawa dengan ulasan tersebut, mungkin gadis itu benar adanya, Keyra dan Alfa berlagak seperti tokoh yang ada di iklan permen susu sapi itu.


“ Hahaha... kamu bilang kayak gitu emang punya uang buat beliin kita kue, Al? “ Tanya Noland dengan senyum mengejek.


“ Wah, wah... opa gak tau ya, Alfa itu punya uang banyak tau, kalau mau kue entar Alfa beliiin deh sama toko-tokonya, biar semuanya pada mabok kue sekalian “.


“ Yaelah... uang dapet ngasih ayah aja bangga “. Celetuk Erlang.


Semua orang tertawa, hanya Alfa saja yang kini menghela nafas sambil menatap Keyra dengan tajam, alhasil orang yang ditatapnya pun hanya tersenyum canggung, perasaan dirinya tidak melakukan apa-apa, tapi kenapa malah jadi sasaran tatapan tajam dari si Alfa.


“ Kak Alfa mau beliin kue pake uang ayah juga gak papa kok, Una seneng karena bang Kekey sekarang yang beli, nanti besok-besok kak Alfa yang bawain ya “.


Ucapan Una membuat Alfa menjadi antusias, hal itu kini membuat pemuda yang tadinya cemberut berakhir kegirangan sambil memeluk sang gadis bungsu dengan erat, meskipun orang yang dipeluknya memberontak, namun semuanya terlihat senang melihat tingkah laku Alfa dan Una.


“ Haaa, Una is the best... entar kak Alfa bawaain yang banyak ya “. Ucap Alfa sambil memeluk erat Una.


“ Ini adek gue, jangan peluk lama-lama lo, entar Una kena rabies lagi “. Reza berbicara sambil melepaskan pelukan mereka berdua.


“ Enak aja, lu kira gue ‘anjing’? “.


“ Kalau mukanya sih enggak, cuman kelakuannya sebelas dua belas “.


“ Kampret emang “.


“ Udah bang Alfa... ajak gelud aja sono “. Keyra mulai memanas-manasi para tuan muda, hingga membuat para orang tua terkekeh mendengarnya.


“ Orang sakit gak usah ikutan deh lu “. Ucap Reza.


“ Hey... walaupun lagi sakit, gue ini masih punya banyak stamina, gak kayak seseorang... “.


“ Gelud lah Kuy, gue pengen nonjok muka lo lama-lama “.

__ADS_1


“ Gue ikutan!!! “. Alfa menyerobot obrolan, membuat Keyra tertawa sementara Reza menatapnya tajam.


“ Ih, bang Kekey... kak Alfa, kak Eza... kalian gak boleh berantem, berantem itu gak baik tau “.


Una menghampiri Keyra lalu memeluknya dari samping. “ Nanti kalau bang Kekey luka gimana? Kan abang belum sembuh “.


“ Gue udah sembuh kok na “.


“ Mana ada?, kalau sembuh kenapa sekarang tangan bang Kekey panas “.


Keyra meringis, sebenarnya sejak awal ia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan tentang Veriska yang menanyakan keadaannya, sudah senang dia karena semua berjalan lancar, tapi akhirnya malah dibahas dan diperdetail oleh Una, lalu apa yang terjadi sekarang?, semua orang kini menatap Keyra dengan banyak ekspresi, ada yang cemas seperti Veriska, Devina dan Erlang, ada yang melihat dengan tatapan bertanya contohnya Noland, Juan dan Razka, dan yang terakhir Keyra melihat sebuah tatapan tajam yang terlempar dari Alfa, Reza dan Cilla.


“ Ekhem... daripada ngebahas hal ini, saya mau tanya satu hal, apa kalian udah pada solat? “. Tanya Keyra, dan itu sukses membuat semuanya terdiam.


“ Bubar, bubar, bubar... ok semuanya, mari kita jalankan kewajiban kita sebagai seorang muslim, dan Una... lu jangan lupa setoran hapalan sama gue “. Ucap Keyra membuat Una sedikit memanyunkan bibirnya.


“ Yah, bang Kekey... Una kan udah hafal surat Al-bayyinah, jadi apa yang perlu dihafalin lagi? “.


“ Una, juz tiga puluh itu patokannya dari An-Naas sampai An-Naba, jadi... hitung berapa surat lagi dari Lamyakunil sampe Amma? “.


“ Hehe... banyak “.


“ Ya udah... sekarang... ayo kita kejar tiket kereta menuju Surga “.


Una tertawa, sambil melangkah dengan Keyra yang menuntun menuju lift hendak kelantai 3, orang-orang yang mendengar percakapan keduanya tadi tersenyum lebar, meskipun bisa dibilang sibuk dengan pekerjaan, tentu saja keluarga Elrahma juga melaksanakan kewajiban mereka sebagai orang yang memeluk agama islam, hanya tidak terlalu diperlihatkan saja, terlebih mendengar Una yang sudah mulai menghafal ayat-ayat Al-Qur’an lewat bimbingan Keyra, semuanya senang sekaligus sedih karena tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus dan mengajarkan gadis bungsu mereka secara langsung.


“ Hm... Kayaknya kamu ikutan belajar sama Una deh Za, entar biar papa bilang sama Keyra deh biar dia sekalian ngajarin kamu “. Ucap Juan melihat kearah anak keduanya itu dengan senyum lebar.


“ Eh?, apaan tuh?, kok malah nyuruh Eza buat belajar ke si Keyra sih? “.


“ Ya emang kenapa?, toh bermanfaat juga, malah wajib tau sebenarnya... “.


“ Bener tuh, kamu juga deh Al, Ayah seneng kalau kamu ikutin Una belajar hafal Al-Qur’an “. Kali ini Erlang juga berpikiran sama dengan Juan.


“ Kita pamit “.


Reza dan Alfa berucap secara bersamaan, dan kala itu pula, mereka juga dengan kompak pergi meninggalkan kumpulan para keluarga yang mungkin akan bubar sebentar lagi.


“ Haha... udah Ah, mending kita siap-siap solat juga ngikutin anak-anak, masa para orang tua kalah gercep tentang urusan agama ketimbang anaknya, malu dong... “. Ucap Razka yang kini mulai beranjak dari duduknya, disusul Cilla dan para anggota yang lain. Sepertinya rumah ini akan penuh dengan suara lantunan orang yang mengaji.


***


Disamping kegiatan sekolah yang lebih berat dari biasanya, keluarga Elrahma juga tengah disibukan dengan diadakan sebuah acara yang Keyra sendiri baru tahu setelah mendapat penjelasan dari Una. Bertepatan dengan hari ulang tahun Keyra sendiri, pemuda itu baru ingat kalau almarhum anak dari Erlang dan Veriska juga lahir di tanggal dan tahun yang sama dengan dirinya, masih ingat dengan Gio?, kalau anak itu tidak meninggal dan masih hidup sampai sekarang, mungkin Cilla berpendapat kalau dia akan seumuran dengan Keyra.


Hingga persiapan pun hampir selesai setelah dua hari dilakukan, Keyra ikut andil didalamnya dan banyak membantu para pekerja, otomatis mereka semua dengan senang hati menerima tenaga pemuda itu, terlebih Keyra yang serba bisa dan cekatan membuat pekerjaan jadi lebih cepat.


Keyra mengelap peluh yang menetes di pelipis dengan lengan baju yang ia pakai, melihat hasil jerih payah semua orang sungguh membuat dia puas, ruangan yang semulanya terlihat minimalis kini sedikit banyaknya menjadi berwarna dengan hiasan bunga dan dekorasi ulang tahun lainnya.


Meskipun hanya mengundang orang terdekat saja, keluarga Elrahma ini menyiapkan banyak persiapan seperti sebuah pesta kecil-kecilan guna mengenang adik dari Alfa itu, meskipun dibilang pesta kecil, Keyra yang melihat dekorasi dan sajian makanan yang hendak dihidangkan besok sangatlah mewah dan berkelas, tentu saja dirinya menduga kalau semua ini memerlukan uang yang banyak.


“ Hm... padahal katanya cuma ngundang keluarga Pak Dharma sama keluarga Kepsek Faren aja, tapi kok hidangan sama riasannya semeriah ini ya? “. Gumam Keyra sendiri yang kini duduk di salah satu kursi saat beristirahat.


“ Kamu kayak gak tau aja pekerja disini banyak, mereka juga kan ikut ngerayain Key “.


Keyra menoleh ke sumber suara, matanya menangkap seorang wanita paruh baya yang anggun kini mendekat kearahnya, sambil mengulas senyum lembut, orang yang tadi berbicara itu ternyata adalah Veriska, yaitu orang yang paling perhatian pada Keyra dari semua orang di rumah Elrahma ini.


“ Eh, tante... emang suara saya gede ya sampe bisa kedengeran? “.


“ Hm... your voice is not too loud, cuma tante kebetulan ngedengar aja “. Veriska berbicara sebelum ia duduk disamping Keyra dengan kursi terpisah.


“ Kamu gak ngumpul bareng disana Key?, orang-orang lagi pada cerita sambil makan cemilan lho, Una juga ada disana bareng Alfa sama Eza “.


“ Gak papa Tan, saya disini aja... niatnya cuma mau duduk sebentar doang, abis itu mau izin ke kamar duluan “.


“ Udah mau ke kamar aja... padahal sekarang baru jam 8 malem lho “.


“ Saya lagi banyak tugas tante, kebetulan ada beberapa yang belum beres “.


“ Wah... rajin banget anak muda satu ini, kalau aja Alfa ketularan sedikit sifat kamu yang pekerja keras itu, tante pasti gak akan terlalu sering nyeramahin dia, soalnya selain ulet, kamu itu paket komplit tau Key, Udah ganteng... cerdas, bijak, beh~ kira-kira cewek mana yang gak bakal terpesona sama senyum kamu yang manis itu “. Ucap Veriska sambil tertawa kecil.


“ Haha, tante terlalu menyanjung saya nih... padahal kan saya gak sekomplit yang tante bilang, banyak kekurangan yang saya punya, dibanding sama orang-orang yang ada di keluarga ini, saya mungkin gak bisa dibandingin sama para tuan muda “.


Veriska tersenyum kecil, lagi dan lagi pemuda yang ada disampingnya ini selalu merendah dan membandingkan diri dengan orang lain. Sudah biasa dia mendengar Keyra yang selalu menyanjung orang kala dirinya mendapat pujian, jadi seolah dia itu tidak percaya diri untuk mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sesuatu yang membanggakan.


“ Keyra~ Keyra... kamu ini ya, kebiasaan suka merendah kalau dapet pujian, terus kedepannya bakal nyanjung kelebihan orang lain, kebiasaan kayak gitu harus diubah sedikit nak “. Ujar Veriska.


“ Hm?, maksudnya tan? “.


“ Mulai dari sekarang... coba kamu berusaha untuk lebih percaya diri sama kemampuan yang kamu punya, jangan terlalu sering merendah, merendah itu bagus, cuma jangan keterlaluan juga... soalnya gak baik buat diri sendiri “. Veriska mengelus kepala Keyra pelan, lalu melihat kearah kerumunan yang berisik dengan tawa yang terdengar keras.

__ADS_1


“ Kamu tau gak, kadang kala membanggakan diri sendiri itu penting, karena selain bersyukur bahwa kita udah punya kelebihan, secara tidak sadar kita juga memuji diri sendiri, yang mana nantinya bakal jadi motivasi buat jadi lebih baik lagi “. Lanjut Veriska.


“ Jadi nak... coba mulai untuk percaya diri mulai dari sekarang, karena selain merendah, kadang tante duga kalau kamu itu selalu terfokus sama kekurangan kamu sendiri, padahal kelebihan kamu masih banyak di bidang lain, jadi... jangan ngerasa insecure ya nak, meskipun kamu gak bilang... tante tau kamu itu gimana “.


Keyra menatap Veriska dengan lembut, ternyata selama ini wanita disampingnya itu selalu mengamati dari kejauhan tanpa ia ketahui. Benar apa yang dikatakan oleh Veriska, sejak dulu Keyra selalu merasa bahwa dirinya adalah orang yang serba kekurangan, selalu ingin lebih jika sudah melakukan sesuatu, karena melihat orang-orang yang disekitarnya, ia merasa kalau dirinya adalah orang yang tertinggal hingga tidak bisa disetarakan dengan orang lain.


Saat SMP pun dia selalu seperti itu meski ditengah kumpulan dengan temannya, Keyra kadang merasa tidak pantas bergaul dengan orang hebat seperti Boy, Nita dan Eve. Latar belakang ketiganya yang tersohor membuat Keyra bingung apakah dengan berteman dengannya akan mendapat keuntungan bagi mereka?, padahal kan kalau berteman itu tak mengenal apa yang namanya latar belakang dan keuntungan.


Meskipun ia berakhir sadar kalau para temannya itu tulus menganggap dia sebagai sahabat, namun pada dasarnya sifat Keyra yang satu ini belum bisa dihapus, dia masih memiliki kebiasaan buruk itu hingga sekarang.


“ Udah ah, daripada bengong disini mending ikut tante kesana aja yu “.


“ Ha? Tapi tan__... “.


“ Udah... gak sopan nolak ajakan orang tua, ayo ikut “.


Tanpa menunggu jawaban Keyra, Veriska menarik tangan pemuda itu dan membawanya ke kumpulan yang sedang asik berbicara, hingga tanpa orang-orang sadari, Keyra membuat sebuah senyuman yang selama ini hanya ia tunjukan pada keluarganya, yaitu senyuman tulus dan hangat hingga membuat orang yang melihatnya terasa damai.


‘ Makasih tan... ‘ Batin Keyra.


***


Ting


Ting


Ting


Keyra mengerjap, ditengah rasa nyaman kala masih tidur diatas kasur yang empuk dan besar ini, pemuda itu mendengar suara notifikasi ponselnya yang terdengar keras ditengah keheningan malam, dilihatnya jam dinding yang tergantung diatas tv depan sana, Keyra menemukan kalau sekarang ini baru pukul 2 malam, siapa orang yang mengirim pesan pagi buta begini?, apakah dia tidak tahu kalau sekarang adalah jam dimana semua orang masih tidur, sungguh membuat mood nya jelek saja.


Karena merasa tidak terlalu penting, Keyra mengabaikan pesan itu hendak kembali ke alam mimpi, toh dirinya masih mengantuk, ditambah nanti siang akan disibukan dengan acara keluarga Elrahma, Keyra memutuskan untuk beristirahat dengan benar malam ini supaya pagi nanti bisa bangun dengan energi yang sudah terisi penuh.


Ting


Ting


Ting


“ Ya ampun... ni orang lagi gabut bukan sih?, gak tau apa kalau orang lagi pada tidur “. Ucap keyra, yang akhirnya mengambil ponsel diatas nakas dan melihat layar tersebut.


“ Eh? “


~ Cirlce sengklek ~


Nita Sultan


“ Mabruk alpa mabruk buat KEYRA!!!! “.


Eve si cengeng


“ Keyra!!!, selamat ulang tahun ya “.


Manusia Boy(ot)


“ KEYRAAAAA... hbd buat lo ngab, selamat pendek umur dan cepet matinya “.


Nita Sultan


“ Si boyot mah gak usah didengerin, btw selamat hari jadi ya Key, gue doain biar lo selalu jadi orang baik, punya badan sehat, rezeki yang banyak, intinya gue berdoa semoga kebaikan selalu senantiasa disisi lo “.


Eve si cengeng


“ Sama Key... gue juga berdoa supaya lo panjang umur dan sehat selalu, gue kangen tau Key, pengen ketemu... “.


Manusia Boy(ot)


“ Nah tuh, gue juga sama selalu ngedoain yang terbaik buat lo bro, semoga lo tetep jadi Keyra yang kita kenal, gak gampang menyerah, selalu optimis dan ramah, good luck lah pokoknya Key “.


Niat Sultan


“ Anjir, kata-kata lo tumben banget agak bagusan Boy “


Keyra mengulas senyuman, yang awalnya ia sedikit kesal karena jam tidurnya terganggu, ternyata hal yang ditemukan saat ini adalah sesuatu yang tidak terduga sekalipun. Mungkin dari sekian banyaknya kenangan, kejadian ini merupakan hal yang Keyra senangi dan tidak pernah bosan setelah berteman dengan mereka bertiga. Karena satu hal yang harus diketahui, setiap tahun Boy, Nita dan Eve, akan merayakan ulang tahun Keyra dan mengucapkan selamat ulang tahun di pagi buta tepat hari memasukinya tanggal lahir Keyra. Selalu saja seperti ini, tidak pernah terlewat dari tahun pertama mereka SMP.


“ Haha... kalian ini ya, dari dulu selalu kayak gini “. Ucap Keyra dengan tawa kecil melihat ke layar ponsel.


Bersambung.


kayaknya Aku up dihari yang salah deh😅

__ADS_1


__ADS_2