
Keyra terus memperhatikan sesuatu lewat spion depan, dengan mata yang tak kunjung lepas dari arah belakang, sejak tadi pemuda itu merasa bahwa mereka sedang diikuti oleh seseorang, dan dugaannya kini diperkuat ketika selama perjalanan, mobil sedan hitam dengan pelat nomor yang tak terlihat itu terus membuntuti setelah 10 menit perjalanan dari pertama kali ia sadari.
“ Kak Razka “. Ucap Keyra dengan fokus yang masih terarah pada mobil di belakang.
“ Iya kenapa? “. Razka menjawab tanpa mengalikan pandangan.
“ Apa bodyguard pribadi kakak ikut ngawal ke rumahnya tuan Dharma? “. Tanya nya.
“ Ouh... hari ini bodyguard saya lagi cuti, kebetulan yang lain juga lagi dapet tugas dari ayah ke suatu tempat, jadi yang ngawal cuma sedikit, diantaranya ada bodyguard Eza, Alfa sama Una aja, termasuk kamu “.
“ Mereka ada berapa orang? “.
“ Kalau gak salah ada 4 “.
“ Jadi mereka naik mobil? “.
“ Iya... tapi tadi saya dapet info kalau ban mobil mereka bocor, jadi harus ke bengkel dulu “.
Keyra terdiam, keringat dingin mengucur dengan tiba-tiba melewati pelipis, seketika itu juga wajahnya memucat dengan helaan nafas kasar yang terdengar cukup jelas oleh Una.
“ Bang Kekey kenapa? “. Tanya Una.
Keyra mencoba sebisa mungkin untuk terlihat tenang, meski jantungnya berdegup kencang, pemuda itu sedikit mengencangkan seatbelt yang Una gunakan untuk membenarkan posisi duduknya, Razka yang melihat dari depan cukup heran, kenapa mimik wajah pemuda dibelakangnya tiba-tiba menjadi datar.
“ Una... tolong lo duduk baik-baik ya, gue saranin elu mending maen hp aja “. Ucap Keyra dengan senyum lembutnya.
“ Hm? Emang kenapa bang, Una lebih suka ngobrol sama bang Kekey “.
“ Gue mau ngomong sesuatu sama kak Razka, dan kebetulan... ini rahasia antar lelaki, jadi agak canggung aja kalau elo denger pembicaraan kita “
Keyra berbicara sambil tersenyum kikuk, meskipun tidak mengetahui apa yang akan dibicarakan oleh pemuda itu, Una mengangguk sambil tersenyum, dan guna mencegah ia mendengar percakapan yang dibahas, gadis itu menyumbat telinganya menggunakan earphone sambil mendengarkan musik.
Terlepas dari mengatasi Una, Keyra melakukan hal tersebut agar gadis disampingnya tidak panik dan takut, sambil terus fokus melihat spion, pemuda itu beranjak dari duduknya dan mendekatkan diri pada Razka yang berada didepan.
“ Jadi... apa yang mau kamu omongin? “. Tanya Razka dengan tanggap, dia sepertinya telah memperhatikan interaksi Keyra sejak tadi, jadi tepat saat Keyra menjulurkan sedikit kepala ke bangku depan, pria berusia 25 tahunan itu langsung bertanya.
“ Kak Razka... bisa anda liat mobil dibelakang itu? “.
Keyra menunjuk spion sementara Razka hanya mengikuti arah tunjuk tersebut. Meski awalnya bingung, namun matanya menangkap sesuatu yang janggal setelah beberapa saat, ternyata sejak tadi ada mobil yang selalu mengikuti kendaraan mereka. Sampai 5 menit kemudian Razka baru paham maksud dari Keyra yang sekarang ini memasang wajah serius, yaitu wajah yang sudah lama ia tidak lihat sejak pembahasan di ruang rapat dulu.
“ Keyra... itu__... “.
“ Iya kak, mereka kayaknya penguntit yang selama ini ganggu para tuan dan nona muda “.
“ Sial!, kita lengah Key, kayaknya alasan ban mobil bodyguard bocor karena ulah mereka, pantes aja rasanya agak aneh “.
“ Kak Razka mohon tenang, kita gak boleh panik, hal yang pertama harus kita lakuin itu nelpon aunty Cilla, saran saya kita harus nambah kecepatan supaya cepet sampai kerumah, dan kesempatan mereka buat jegat kita juga jadi susah kalau mobil kitanya ngebut “.
“ Ya udah... kamu aja yang nelpon Key “.
Razka mengeluarkan ponselnya dari saku celana untuk diberikan pada Keyra, meski memasang wajah yang sama-sama datar, namun ketahuilah bahwa keduanya tengah tegang dengan keadaan sekitar, untuk sejenak Razka melihat Una yang sekarang tengah memandang kearah jendela dengan kondisi mata mengantuk, tapi untunglah gadis bungsunya ini tidak menyadari keadaan.
Keyra membuka layar ponsel, ia mencari nomor Cilla dari sekian banyaknya kontak yang tertera, hingga di detik ke lima pemuda itu menemukan apa yang dicari dan bergegas memangil nomor tersebut.
Tut...
Tut...
Terangkat
“ Halo?, kenapa nelpon Ka? Apa ada masalah? “ Tanya seseorang di sebrang telepon dan sudah dipastikan bahwa itu adalah Cilla.
“ Halo aunty Cilla, ini Keyra “.
“ Hm? Baby Keyra... kenapa kamu megang hp si Azka?, orangnya kemana? “.
“ Kak Razka ada kok aunty, ini saya mau__... “.
__ADS_1
“ Kamu ngomong apa Key? “
“ Hah, itu saya__... “.
“ Kamu manggil aku apa Key? “.
Keyra terdiam, dirinya merasa dejavu dengan ucapan Cilla, meski wanita itu baru pertama kali melontarkan kalimat tersebut, namun Keyra menghela nafas ketika dirinya baru ingat kalau Noland lah orang yang mengatakan itu sebelumnya, ternyata pepatah lama yang ia dengar itu benar adanya ya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, anak dan ayah sifatnya sama saja.
“ Maaf aun__... kak, saya tadi agak terburu-buru “. Ucap Keyra dengan helaan nafas pelan, sementara Razka yang tidak jauh darinya menggelengkan kepala.
“ Iya, gak papa kok baby, oh iya... kamu mau ngomong apa? “. Keyra cukup risih dengan sebutan ‘baby’ yang Cilla ucapkan, wanita itu sebelumnya dengan seenak jidat membuat nama panggilan yang jika didengar membuat orang lain merasa geli, tapi biarlah karena saat ini ia tidak harus memikirkan hal itu.
“ Itu... aku mau ngasih tau tentang sesuatu, tapi sebelumnya kakak harus tetap tenang, jangan panik, ok “.
“ Hm? Emangnya kenapa? “.
“ Apa kakak bisa mempercepat laju kendaraan dari sekarang? “.
Tidak langsung menjawab, Cilla terdiam sejenak dengan perkataan Keyra tadi, untuk apa pemuda itu menyuruhnya mempercepat laju kendaraan, apakah ia sedang diajak untuk balap mobil?.
“ Bisa kamu jelasin dengan detail, baby? “.
“ Boleh... tapi tolong percepat dulu “.
Cilla mengiyakan dan mulai menancap gas lebih dalam, diikuti dengan Razka yang melakukan hal serupa, kini mobil mereka lebih kencang dari pada sebelumnya, sampai Una yang dibelakang pun dibuat terkejut dengan perubahan kecepatan ini.
“ Ih... kak Azka “. Rengeknya.
“ Maaf Una, lo lanjut dengerin lagu aja ya “ Ucap Keyra.
Selepas mendapat anggukan dari Una yang kini menutup mata sambil bersandar ke pintu mobil, Keyra mulai menjelaskan tentang mereka yang dikuti oleh seseorang pada Cilla, meskipun awalnya kaget, wanita itu berusaha bersikap tenang sama seperti Keyra dan Razka, mengingat saat ini Reza dan Alfa tengah tertidur, dirinya sebisa mungkin mencoba menetralkan rasa panik sesuai arahan dari orang di sebrang telepon.
“ Ok, pasti mereka nyadar kalau kita tau lagi dibuntuti, jadi aunty... lu punya tugas buat nyari rute yang banyak pemukiman warganya “. Ucap Razka.
“ Right!“.
“ Dan untuk Keyra... kamu telepon orang rumah, siapa aja dan suruh mereka kirim bantuan “.
Keyra merogoh saku celana, ia memanggil Noland sebagai orang yang memiliki pengaruh paling tinggi di keluarga Elrahma, namun bukannya diangkat, nomor pria paruh baya itu tidak aktif hingga membuat Keyra kesal, bahkan ia sampai menelponnya berkali-kali, kenapa disaat genting seperti ini si aki-aki susah sekali dihubungi?.
Sampai bosan Keyra menunggu, ia mencoba untuk memanggil Juan dan dengan cepat tersambung hingga terangkat, dari situ ia menjelaskan situasinya, sampai beberapa menit pemuda itu berbicara, segera setelah menutup telepon Juan memerintahkan semua bawahan untuk pergi menjemput Keyra dan anak-anaknya.
Keadaan terfokus kembali pada mobil Razka dan Cilla yang kini makin cepat melajukan kendaraan, mereka berdua cukup panik, pasalnya mobil yang mengikuti kini bertambah menjadi tiga, dan sialnya mereka sekarang dalam keadaan terpojok, Cilla kala itu salah mengambil jalur dan malah masuk ke jalan raya yang kosong pemukiman, hanya ada kebun di sepanjang jalan, otomatis para penguntit semakin brutal sampai pada akhirnya Cilla dan yang lain tertahan, karena salah satu dari mereka mencegat jalan hampir membuat mobil wanita itu bertabrakan.
Beberapa orang bertubuh kekar keluar dari mobil dengan cepat, jika dihitung keseluruhan mereka berjumlah 8 orang dihitung dengan orang yang masih berada didalam, kenapa Keyra dapat menebak hal tersebut, itu jelas karena kaca mobil mereka sengaja dibiarkan terbuka. Orang-orang itu berpakaian serba hitam, dengan penutup wajah yang sengaja dipakai agar tidak dikenali, salah satu dari mereka terlihat sedang memegang belati di tangan kanannya. Keyra yang melihat cukup menghela nafas pelan, sempat-sempatnya ia merasa lega karena para penjahat itu tidak ada yang membawa senjata api.
“ Woi!, buka pintunya!, cepetan keluar! “.
Brugk!!
Brugk!!
Brugk!!
Baik itu pada mobil Cilla maupun yang Keyra tumpangi, 4 orang diluar sama-sama dengan kasarnya menggedor-gedor kaca mobil, hal itu membuat Una serta dua tuan muda yang ada didepan tersadar dan terkejut, apa yang sedang terjadi sebenarnya saat ini, ketiganya tercengang dengan sedikit rasa takut yang melanda.
“ Woi!!!, lu tuli ya!, buka cepetan kalau engga gue pecahin ni kaca mobil! “. Ucap salah satunya mengambil batu dan memposisikan diri hendak melempar kearah mobil Cilla.
Razka gerak cepat, pemuda itu segera membuka pintu setelah menghimbau Keyra untuk menjaga Una. “ Hiks... bang Kekey, Una takut bang, mereka siapa? “.
Keyra mencoba menenangkan Una yang menangis, tubuh gadis itu bergetar, tangannya mencengkram kuat jaket Keyra, terlihat jelas kalau dia itu sudah sangat ketakutan. “ Tenang ya Na, semua bakalan baik-baik aja, jadi tolong diam disini ya... gue mau keluar dulu “.
“ Bang kekey mau kemana? Hiks... udah disini aja sama Una, Una takut bang “.
“ Syut... gak papa Na, lo gak bakal kenapa-napa, gue mau bantuin kak Razka ngomong ke mereka dulu, abis gue keluar dari mobil, lo jangan lupa idupin fitur auto door lock, ok... sebisa mungkin, apapun keadaannya jangan pernah keluar dari sini “.
Butuh waktu untuk Una mengangguk dan membiarkan Keyra keluar, kini pemuda itu berjalan menuju Razka yang tengah berargumen, lebih tepatnya dia sedang basa-basi guna mengulur waktu sampai para bawahan Juan sampai.
__ADS_1
“ Sekali lagi saya bertanya, tujuan tuan semua ini hendak apa menghentikan perjalanan kami? Terlebih dengan cara yang kasar pula “. Ucap Razka dengan ucapan formalnya, pemuda itu entah kenapa sangat profesional sekali.
“ Hah? bukannya tadi gue udah jawab, serahin dua cewek itu baik-baik, jadi gak banyak bac*t deh! “ Ucap salah satunya dengan perawakan tinggi.
“ Kamu__... “
“ Kak Razka “.
Razka terkesiap, ia kaget karena menemukan Keyra mencekal tangannya, sejak kapan pemuda itu keluar, bukankah ini terlalu berbahaya. “ Keyra!, kenapa kamu keluar?! “.
“ Gak papa Kak, saya penasaran sama om-om ini... apa katanya? Serahin dua cewek yang ada di mobil-mobil ini? “. Ucap Keyra dengan wajah yang entah kenapa membuat para pria itu merasa jengkel.
“ Heh bocah!, jangan sok gitu lo didepan kita, kalau dihajar baru tau rasa lo! “.
“ Iya kah?, elu kayak bakalan menang aja kalau ngelawan gue Om “.
“ Ooh... nantangin lu ya! “.
“ Kalau iya kenapa? “.
Keyra tersenyum mengejek, membuat dua orang yang berada didepan naik pitam dan menghajarnya, meskipun berawal panik, Razka dibuat terdiam karena Keyra dengan mudah mengelak bahkan membalas serangan kedua pria itu, mereka imbang bahkan jika dilihat lagi posisi Keyra malah seperti memojokkan mereka.
Untuk Razka, pemuda itu awalnya hendak membantu, namun niatan tersebut terkurung kala 3 orang menghampiri sambil berlari menuju Keyra, otomatis dia menghadang dan berakhir adu jotos dengan mereka bertiga.
‘ Maafin Azka ya Pa, kayaknya aku gak bisa nahan diri lagi... ini darurat ‘. Batin Razka.
Disaat pria pertama hendak meninju wajah Razka, pemuda itu dengan cepat menangkap lalu memelintir tangan tersebut hingga orang itu menjerit, diikuti dengan tendangan dan pukulan dari rekan pria berbaju hitam lain, tuan muda sulung tampan itu menahan tendangan samping dengan tangan kiri dan menghadang tinju yang lain dengan tubuh orang yang tangannya ia pegang sebagai tameng.
Keyra dan Razka melawan 5 orang didepannya, sementara Una, Cilla, Reza dan Alfa mengamati dari dalam, namun satu hal yang pasti sejak perkelahian Keyra dimulai, salah satu cucu Noland sudah gatal ingin ikut beraksi. Orang itu tidak lain adalah Alfa dan Reza, jiwa nakalnya yang sudah lama terpendam meronta-ronta ingin ikut bergulat dengan keduanya.
Sampai satu kesempatan datang, tiga orang berbaju hitam lainnya keluar dari mobil dan mendekati kendaraan yang Una tempati. Dari situ, dengan persetujuan Cilla duo tuan muda rese keluar dari mobil dan ikut menghajar layaknya Razka dan keyra.
Bugh!
Serangan terakhir, Keyra menendang orang ketiga hingga dia terpental jauh kebelakang, 5 orang sudah terkapar termasuk musuh yang Razka hadapi, sisanya tinggal 3 orang yang sedang melawan Reza dan Alfa, dan dilihat dari perkelahian, Alfa dan Reza sekarang sudah membuat pria berbaju hitam itu tersungkur ketanah sampai tak berdaya.
“ Fyuh... asik juga ya Al “ Ucap Reza kala menyeka keringatnya.
“ Yoi “.
Berbeda dengan Razka, Reza dan Alfa yang kembali memastikan bahwa musuh telah kalah, Keyra kini berjalan cepat menuju mobil yang Una tempati, dengan Cilla yang mengikut dari belakang, pemuda itu masuk ke mobil dan mendapat sebuah pelukan dari orang yang sejak tadi ia khawatirkan.
“ Hiks, hiks... bang Kekey, Una takut “. Ucapnya didalam dekapan Keyra.
“ Syut... udah, lo gak papa Na, semuanya udah baik-baik aja, jadi jangan nangis lagi ok? “.
Keyra mengusap air mata Una yang jatuh melintasi pipi, setelah itu dia membiarkan Cilla untuk sekedar menenangkan dan menemani Una yang masih syok, tidak hanya itu saja, ketiga kakak laki-laki Una kini menghampiri dan memastikan keadaan adik bungsu mereka, untung saja tidak ada yang terluka disini.
“ Syukurlah semuanya baik-baik aja... kalau gitu mulai sekarang aunty sama Una aja deh, elu temenin dia ya, biar Keyra sama Eza Alfa naik mobilnya “. Ucap Razka.
Tepat saat semua orang mengangguk, mereka bersyukur karena kejadian ini tidak berlangsung lama, namun yang membuat Keyra heran, kenapa orang yang dikirim oleh musuh keluarga Elrahma semuanya adalah seorang amatir, bahkan Keyra dapat dengan muda menumbangkan mereka semua, seperti ada sesuatu yang janggal. Seolah firasat Keyra tak pernah salah, muncul 3 motor di waktu yang bersamaan dengan masing-masing kendaraan beranggotakan 2 orang.
‘ Sial!, kayaknya ini baru permulaan ’.
Reza, Alfa dan Keyra siap diposisi, tanpa basa basi pria berbaju hitam itu langsung menyerang mereka dengan tongkat tanpa memberikan jeda sekalipun, mereka bertarung dengan brutal, ketiganya sedikit kewalahan, pasalnya kemampuan para pria itu berbanding jauh dengan orang-orang yang tadi mereka lawan. Pertarungan terbagi menjadi 3 kelompok, 2 orang melawan Reza, 3 pria berbaju hitam mendorong Keyra, dan satu orang dengan belati tengah berhadapan dengan Alfa. Untuk Razka, pemuda itu mengikuti arahan Keyra agar menjaga para nona, takut ada penjahat susulan lagi.
“ Bang Alfa! Usahain tendang perutnya dengan keras! Jangan fokus ngehindar, buat dia tumbang! “ teriak Keyra ditengah hujaman pukulan dari ketiga pria berbaju hitam.
“ Dasar anak sial*n!, sempet-sempetnya lo mikirin orang lain di situasi sekarang! “.
Salah satu dari orang yang melawan Keyra naik darah, ia merasa direndahkan karena fokus anak di depannya tidak sepenuhnya terarah pada pertempuran.
“ Mangkanya kalau lagi latihan tuh yang bener! Becanda mulu sih jadi orang “.
Keyra memutar badan lalu melayangkan tendangan atas hingga kakinya mengenai wajah pria berbaju hitam, alhasil ketiganya mundur beberapa langkah, bahkan yang paling pertama terkena serangan Keyra kini limbung hingga terlutut, tidak sampai disitu, guna memanfaatkan situasi, Keyra mendorong dua orang ke belakang dan menyikut punggung satu orang didekatnya hingga pingsan.
‘ Brengs*ek! Apa informasi yang kita dapet itu salah? Sejak kapan di group El R ada bodyguard bocil hebat kayak gini? ‘.
__ADS_1
Bersambung
kira-kira apa bala bantuan bakal datang diwaktu yang tepat?