Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
13# Bertemu dengan kenalan


__ADS_3

Keyra menghabiskan malam sebelum tidur dengan mengobrol satu sama lain bersama para anggotanya, mereka saling memberikan pengalaman tentang kemah pertama mereka, tidak mentok sampai disitu saja, kedelapan orang ini juga menceritakan latar belakang mereka, tentu saja orang-orang sedikit syok saat mendengar cerita Keyra, meskipun pemuda itu sedikit berbohong dan hanya menceritakan kalau ibunya sudah meninggal sejak kecil, Keyra tidak menceritakan kematian adik dan neneknya yang meninggal dalam kecelakaan, kalau diungkap, mereka pasti akan menganggap Keyra anak yang sangat malang, meskipun kenyataanya begitu.


“ Dan sekarang lo kerja di rumah keluarganya senior Una? “ Tanya Yuda dan dijawab anggukan oleh Keyra.


“ Oh... pantesan aja orang pada ngomongin ada cowok yang nempel sama kak Una, ternyata cowok itu elo ya Key “ Ucap Paden.


“ Tapi... rumor yang gue sama Maftuh denger beda lho, katanya ada cowok yang cuci otak kak Una supaya dia nempel mulu ke cowok itu, iya gak? “. Tutur Putri bertanya pada Maftuh dan dijawab anggukan oleh pemuda itu.


“ Eh?, kok yang gue denger beda dari lo semua sih?, ada yang bilang kak Una dipelet terus hartanya diporotin “ Susul Silfa.


“ Dicuci otak sama dipelet itu gak jauh beda dodol “.


“ Hm, kalau rumor yang tersebar di kelas gue sih katanya kak Una pacaran sama cowok itu “ kali ini Angeline yang berbicara.


Keyra menghela nafas, sementara Lianza yang tahu kenyataannya hanya tersenyum canggung, pemuda itu bingung, sebenarnya apa sih yang dipikirkan oleh para siswa sampai-sampai membuat rumor yang aneh-aneh, meskipun Keyra sendiri berpendapat kalau sikap Una terlalu berlebihan, bukankah di setiap sekolah banyak siswa yang lekat sepertinya dengan status pacaran?.


“ Huft... hah... gak tau lah, yang namanya rumor pasti banyak macemnya, tapi gue gak nyangka bakalan sebanyak itu, percaya gak percaya sih itu pilihan kalian mau nganggep bener yang mana “ Ucap Keyra menjelaskan.


“ Kalau menurut lo gimana, Lianza? “ tanya Maftuh.


“ Hm... mungkin karena gue sekelas sama Keyra kali ya, semua rumor itu hoax, dilihat dari kepribadiannya selama ini, gue gak pernah tuh liat Keyra manfaatin kak Una atau apalah... yang gue liat, kak Una nya yang malah lengket banget... “


“ Lengket gimana maksudnya? “ Tanya semua orang secara bersamaan.


“ Hm... kayak kung__... “


“ BANG KEKEY!!! “.


Tepat saat Lianza hendak menyelesaikan kata-katanya, timbul suara keras yang menyerukan nama seseorang, anggota kelompok sekitaran Keyra ikut terkaget, mereka mencari sumber suara dan menemukan ada seorang gadis yang berlari dari kejauhan.


“ BANG KEKEY!!! “ teriaknya sekali lagi.


Orang itu ternyata adalah Una, dia berlari dengan diikuti oleh 4 orang laki-laki yang mengejarnya. “ Una... jangan lari-lari, nanti kamu jatoh “ Ucap seseorang yang Keyra kenal sebagai Reza.


“ Gelap Na, gelap... awas hati-hati kena patok tenda... “ Salah satunya adalah Alfa.


“ Una... tungguin kita... “ dan yang terakhir Keyra perkirakan suara itu adalah milik Mark dan Emil.


Area yang mereka lewati mulai ramai, kelompok lain yang mulanya ingin tidur lebih awal kembali bangun dengan keributan yang mereka buat, terlebih saat ini Una berlari dengan cepat sambil memposisikan tangan untuk memeluk.


Keyra panik, dirinya sedang berada di tengah-tengah orang yang lumayan banyak, jika ia berdiri dan Una dengan kasar memeluknya sampai terdorong, ia akan jatuh ke arah anggota kelompoknya yang sedang nimbrung.


“ Una, Una, Una!!!... jangan lari entar lo jatooooh! “


Keyra memperingati gadis itu dari jarak jauh sambil berteriak, namun Una masih tidak mengurangi kecepatan dan malah berlari semakin kencang.


“ UNAAAA!!! “


“ BANG KEKEY!!! “


Gubrag!!!!


Una melompat dengan posisi terjun ke arah Keyra, otomatis gadis itu menimpa pemuda tersebut dengan keras sampai Keyra tertindih, berbeda dengan dirinya yang sekarat karena tertimpa, Una yang berada di atas tubuh Keyra masih memeluknya dengan mengeluskan kepala ke dada bidang pemuda itu. Disamping Reza and the geng yang kini terengah-engah karena mengejar Una, anggota kelompok Keyra menatap pemandangan itu dengan heran.


“ Bang Kekey... Una kangen bang, abang tadi kemana aja sih?... cape nyariinnya tau “ Ucap Una.


“ U... na... bangun, badan lo... be... rat... “ Ucap Keyra terbata-bata karena nafasnya tertahan oleh berat badan tubuh Una.


Gadis itu tersadar dan bangkit dari atas Keyra, sementara pemuda itu bangun untuk mengambil nafas guna mengisi paru-parunya yang kekurangan oksigen, selain dari dadanya yang kembali bebas, seluruh tubuh Keyra terasa sakit, sebenarnya anak itu diberi makan apa sih tanpa sepengetahuan dirinya?, perasaan selama masuk ke keluarga itu Keyra dengan Una mengonsumsi makanan yang sama.


“ Bang Kekey jahat, kenapa gak nyari Una pas busnya udah berenti?, Una pusing tau nyariin bang Kekey... “ Ucap gadis itu berlinang air mata.


Semua panik, takut-takut Una yang terkenal cengeng akan mengeluarkan air matanya disini, terlebih suara rengekan gadis itu sungguh memekakkan telinga. “ Shut... udah, udah, gue minta maaf ya?, lo jangan nangis dulu... ini udah malem, nanti lo bisa ngegangu orang “ Ucap Keyra menenangkan dengan jurus pamungkas ‘mengelus rambut Una’.


“ Ya udah... Una mau peluk kalau gitu “ Ucapnya sambil merentangkan tangan.


Keyra memeluk ringan Una, sementara gadis itu dengan tenang berbalik menangkap tubuhnya, sepertinya tidak bertemu beberapa jam saja sudah membuat dia sangat rindu, apalagi kalau beberapa hari berpisah suatu hari nanti?.


Di tengah kegiatan rutinitas Una yang menenangkan diri dengan tubuh abangnya, Reza, Alfa dan dua orang lainnya duduk dengan nafas yang masih tersengal-sengal, dilihat stamina keempatnya sedikit buruk bahkan sampai kalah dengan kecepatan lari si gadis Una.


“ Gila...Una cantik, kamu kok larinya cepet banget sih? “. Ucap Alfa.


“ Heh... segitu mah si Una udah pelan-pelan karena banyak tenda yang ngilangin “ Susul Emil yang sedang berbaring.

__ADS_1


“ Anjir... berarti dia bisa lari lebih cepet lagi dong? “


“ Ya iya lah... diantara kita yang bisa nyusul si Una cuma dia doang noh... “ Tunjuk Mark pada Keyra.


“ Really? Jangan ngibul lo berdua “


“ Serius lah!!! “ Ucap Mark dan Emil bersamaan.


Kembali ke anggota kelompok Keyra, ketujuh orang itu kini mengamati pembicaraan kakak kelasnya, termasuk kondisi Keyra yang kini nampak pasrah diperlakukan layaknya boneka oleh Una. Mereka baru pertama kali melihat pemandangan seperti ini, seorang gadis berlari dimalam hari untuk menemui orang terkasihnya, sementara si kekasih sedang asik mengobrol dengan teman, jauh di belakang ada beberapa orang yang mengejar gadis itu karena khawatir, namun tidak bisa mengejar karena kecepatan lari gadis itu diluar nalar, drama lokal apa ini?, intinya pikiran anggota kelompok Keyra dipenuhi dengan rasa keheranan. Tapi tidak, diantara semua orang ini ada satu yang sejak tadi nampak tenang sambil menikmati secangkir susu hangat yang ia buat ketika kerusuhan ini berlangsung, orangnya adalah Lianza, teman kelasnya Keyra, Angeline yang berada disampingnya menyadari agak telat dan bertanya.


“ Lianza.. kok lo enjoy-enjoy aja sih liat ke ginian? “ Tanya Angeline.


“ Gue udah biasa... kejadian ke gini hampir tiap hari, jadi gak bakalan heran lagi “ Jawab Lianza.


“ Hah? “


Akibat perbuatan Una, Keyra harus menenangkan para kelompok lain yang protes karena sudah membuat kegaduhan di malam hari, dan dari kejadian itu anggota kelompok Keyra berkenalan dengan Una beserta keempat kakaknya. Di sekolah, Reza, Alfa, Emil dan Mark merupakan orang terkenal yang di puja-puja oleh siswi sekolah, tiap harinya pasti saja ada yang mengirim atau memberi mereka hadiah meski berakhiran ditolak mentah-mentah, jadi melihat sikap Silfa dan Putri yang seperti bertemu dengan idola ketika itu adalah hal yang wajar, namun berbeda dengan Angeline si gadis anggun, wanita itu bersikap normal-normal saja di depan primadona putra sekolah, serta Lianza yang mungkin sudah melihat mereka setiap harinya ketika datang kekelas menjemput Keyra.


Tidak terkecuali para lelaki, mereka juga seperti menganggap Reza and the geng sebagai panutan, kalau dipikir-pikir lagi para kakaknya Una ini memang merupakan bibit unggul, selain berwajah tampan, nilai akademis dari keempat orang ini cukup bagus, contohnya Reza, dia rangking ke tiga di kelas, Mark mentok di peringkat ke 5, sementara untuk Emil si pria kacamata tentu saja sesuai dengan penampilan kutu bukunya, dia rangking 1 di kelasnya, untuk Alfa... entahlah, yang satu ini Keyra tidak mempunyai informasi tentangnya, dan dari mana Keyra tahu peringkat kelas tiga orang sebelumnya?, dia dapat dari para penggosip yang sering ditemui ketika? menuju kantin.


Dilihat dari semua itu mereka bisa dibilang perfect, namun satu minus di mata Keyra yang menutup semua kelebihan itu, keempat orang tersebut adalah tipe orang penyayang adik yang protektif, rela melakukan hal yang salah demi memenuhi kebutuhan dan keinginan gadis mereka, sudahlah... yang pasti image mereka sudah hancur kalau Keyra yang menilainya.


***


“ Aduh... ini gimana masak nasinya kalau gak ada rice cooker? “.


Silfa mengeluh, pagi ini adalah waktu di mana para siswa masak mandiri, tidak hanya gadis itu, Keyra juga melihat keluhan dan gerutu siswa lain yang sedang dalam situasi serupa. “ Silfa, bukannya lo bilang pernah kemping? Seharusnya tahu cara masak nasi “ Ucap Keyra mendekat kearah gadis itu.


“ Iya, bener... tapi waktu itu gue bawa rice cooker, dan disana difasilitasi listrik plus mentornya yang kompeten, tapi disini apa?, mentornya cuma ngasih bahan masakan doang dan maen pergi aja... bukannya bantuin “.


Keyra lagi-lagi mendesah panjang, ternyata meskipun sudah pernah kemping belum menjamin seseorang bisa mandiri, namun satu hal lagi yang Keyra ketahui dari anak orang kaya, karena punya banyak uang, mereka selalu bergantung dengan barang elektronik, meskipun dirinya juga memerlukan benda tersebut, namun setidaknya Keyra dapat menangani hal ini dengan kepintarannya.


“ Ya udah... sini gue bantu deh, temen-temen... bisa tolong kumpul bentar? “


Keyra mengumpulkan anggota kelompoknya, ia mengintruksikan pada setiap orang untuk mengumpulkan alat masak yang mereka bawa, otomatis semuanya kini kembali ke tenda untuk mengambil barang yang disebut. Setelah semuanya kembali, Keyra menemukan ada 8 unit kompor portable, dan seperangkat alat masak lainnya yang berjumlah 8 unit juga, namun satu benda yang sangat menarik perhatiannya dari tadi, yaitu panci besar yang di bawa Oleh Maftuh.


“ Hahaha... lo ngapain bawa ke ginian?, mau ngedodol?, salah server bang... “ Ucap Paden.


“ Udah, udah... kita beruntung Maftuh bawa panci gede, jadi gak usah masak nasi beberapa kali “ Ucap Keyra.


“ Emang bisa masak nasi pake panci? “ Tanya kelompok Keyra secara bersamaan dan Keyra hanya tersenyum sebagai jawaban.


***


“ Andra!, lu bisa gak jangan ngikutin gue sama Inez mulu “ Ucap Alfa sambil berjalan dibelakang seorang gadis.


“ Terserah gue lah, ni badan gue punya... kenapa lo yang ngatur? “ Jawab seorang pria yang diketahui adalah Andra.


“ Lo berdua kenapa sih dari dulu gak pernah akur? Bikin pala gue pusing tau gak... “ Ucap gadis yang ada di depan mereka.


“ Ini bukan aku yang mulai Nez... si Andra nih yang duluan... “ Ucap Alfa.


“ What?! apaan gue?, lo yang dari tadi paling rese tau gak “ Timpal Andra.


“ Pertama, siapa orang yang bikin mood gue ancur karena stok makan gue diabisin? “


“ Itu... itu gue gak sengaja, abisnya laper anjir “


“ Tuh kan, berarti lo yang mulai duluan... “


“ Apaan sih jadi nyambung ke yang tadi? “


Andra dan Alfa terus saja beradu mulut sampai gadis yang bernama Inez ini memilih untuk mempercepat langkah dan meninggalkan mereka berdua, dirinya cukup pusing dengan sikap para pria itu, katanya Alfa ngecrush pada dirinya, tapi kok bikin risih orang yang disuka sih?, masih mending Andra bersikap seperti itu di depannya sebagai seorang teman, tapi kalau Alfa... entah lah yang pasti Inez sendiri tidak ingin berhubungan dengannya baik itu dengan pria lain juga.


Merasa perseteruan keduanya tidak akan selesai dengan mudah, Inez pergi ke arah lain tanpa disadari oleh Andra dan Alfa, dari situ dia berjalan sambil memperhatikan para siswa yang sedang memasak, daripada memasak, sejauh mata memandang Inez hanya melihat banyak siswa yang mengeluh saja, sampai di suatu tempat ada sekelompok orang yang menarik perhatian Inez, dilihat group itu terkoordinir dengan baik, serta tidak ada tuh wajah-wajah lesu dan gerutu dari mulut mereka.


Penasaran, Inez pun mendekati kelompok tersebut, dan saat mendekat, dirinya mengenali salah satu siswi sebagai Putri. “ Permisi semuanya... wah... kayaknya kalian masak dengan baik “ Ucap Inez menghampiri.


Anggota kelompok itu memfokuskan diri pada Inez, mereka cukup terkejut karena ketua pramuka putri sedang lewat saat patroli. “ Halo kak Inez.. “ Sapa semua anggota yang ternyata group itu adalah kelompoknya Keyra.


“ Hm... wanginya enak, kalian lagi masak apa? “ Tanya Inez.


“ Kita lagi goreng ayam ungkep kak..., kalau laki-laki nya lagi masak nasi “. Jawab Putri.

__ADS_1


“ Eh?, di kelompok kalian ada yang bisa masak nasi? “.


“ Iya... tuh disana mereka lagi kerja “.


Inez kembali di landa rasa penasaran, dia kemudian menghampiri kumpulan 3 laki-laki itu, satu diantaranya sedang merebus air dan dua orang lagi sedang menjaga api supaya tidak terhembus oleh angin.


“ Halo adik, adik... kalian lagi sibuk ya? “ Tanya Inez.


“ Eh? kak Inez... iya kak, tapi tenang aja... kalau sambil di temenin kan Inez walaupun sibuk juga bisa kok “ Ucap Paden mendekati Inez.


“ Huuu... Paden caper nih “


Yuda dan Maftuh meledek Paden, sementara pria itu hanya menggerutu sejenak, Inez tertawa kecil melihat kelakuan adik kelasnya, mendapat sedikit rayuan dari pria yang usianya dibawah tidak akan pernah mempan, secara kan tipe pria idaman gadis ini adalah pria tenang dan dewasa, dan lagi mana mau Inez mempunyai pacar adik kelas.


Menyadari sesuatu, Inez menghitung jumlah kelompok yang terdiri dari tujuh orang ini, tunggu... tujuh orang?, bukannya setiap group sudah disama ratakan menjadi 8 orang per tim?, kenapa ini kurang satu?.


“ Kok kelompok kalian ada 7 orang?, seorangnya lagi kemana? “


“ Dia lagi ngambil air ke tenda panitia kak... soalnya kelompok kita kekurangan “ Jawab Maftuh.


Beberapa menit kemudian, orang yang dibicarakan pun datang dengan memikul galon air di pundaknya. Saat itu Inez terkejut, ternyata orang yang datang merupakan salah satu kenalannya, dan satu hal yang tidak diketahui siapa pun, ternyata pemuda yang sedang membawa galon besar itu adalah seseorang yang menurut Inez beda dari yang lain.


Sama seperti Inez, pemuda yang diketahui adalah Keyra itu kini menatap Inez sedikit terkejut, ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengannya di perkemahan ini.


“ Keyra?...” “ Kak Neza?... “


Keyra dan Inez bicara bersamaan memanggil nama satu sama lain, hal itu membuat perhatian seluruh kelompoknya mengarah ke mereka berdua. “ Ya ampun, Keyra... ternyata lo ikut kemping disini? Kok gue gak tau? “ Ucap Inez menghampirinya.


“ Kak Neza juga... gue gak nyangka kalau lo masih ikutan pramuka sampe sekarang “. Ucap Keyra setelah menurunkan pikulan air galon.


“ Apa kabar? Jangan bilang lo masih pengidap trypophobia... “ Tanya Inez dengan santainya.


“ Hey, hey... ngilangin trauma itu susah lho, emang nya gampang, terus kak Neza sendiri gimana... sehat-sehat aja kan? “


“ Gue baik kok... malah berat badan gue nambah dikit lho “


“ Jangan bilang lo masih banyak makan pedes? “


“ Hahaha... seharusnya orang yang sama-sama punya asam lambung gak boleh ngomong gitu ege “


Ditengah acara reuni Keyra dan Inez, semua anggota kelompok menatap mereka tanpa ekspresi, di dalam benak ke 7 orang itu berpikir apakah kakak kelas mereka sudah kenal dengan Keyra?, dan bagaiman bisa?, terlebih apa-apaan ini?, senior Inez yang terkenal selalu bersikap formal kini mengobrol santai?, apakah benar orang ini adalah Ineza Flyorez?.


“ Kak Inez... sama Keyra saling kenal? “. Tanya Putri yang berapa di belakang.


“ Iya, dia sama kakak udah kenal lama... “


“ Ko bisa gitu?, gimana ceritanya? “ Kali ini Yuda yang berbicara.


Inez tersenyum sebelum menjelaskan, saat SMP dulu, dirinya pernah mengikuti kegiatan jambore selama 3 hari dua malam di suatu daerah, dan pada saat itulah dirinya bertemu dengan Keyra dengan kelompok yang berbeda. Tidak seperti konsep kemping disini yang mana kelompok putra dan putri itu dicampur, seperti kebanyakan regu lain saat SMP, mereka berdua masuk ke kelompok masing-masing sesuai jenis kelamin, namun istimewanya jambore tersebut, para peserta diacak untuk menjadi sebuah kelompok meskipun berbeda sekolah, kenapa seperti itu?, karena selain untuk menambah banyak teman, lingkungan yang baru juga merupakan suatu tantangan, dari sejak itu meskipun kegiatan jambore sudah selesai, Keyra dan Inez saling menghubungi satu sama lain untuk kegiatan ekskul.


“ Ouh... pantesan aja kalian akrab “ Ucap Lianza.


“ Iya... berhubung waktu itu tenda kita sebelahan, Keyra itu orangnya asik, jadi kakak bisa jadi temen deket “.


“ Oh iya... kok lo bisa sampe sekolah disini sih? “ Ucap Inez lagi.


“ Gue ikut program pertukaran pelajar, plus dapet beasiswa... kan sayang kalau gak di ambil “ Jawab Keyra.


“ Wah... bagus, bagus, lain kali kalau lo ada waktu cari gue aja ya... “


“ Siap pokoknya... dan btw, kita udah gak ketemu berapa lama ya? “ Tanya Keyra sambil berusaha mengingat pertemuan terakhir kali mereka.


“Sejak lo lulus SMP tuh gak pernah ngubungin gue... dasar sombong emang... “.


“ Bukan gitu kak... hp gue nyemplung pas lagi kerja, jadi perlu ganti sama kartunya juga deh “.


“ Ouh... kalau gitu... “. Inez mengambil ponsel di saku roknya.


“ Minta no hp lo Key, jadi kalau ada apa-apa bisa telpon “


“ APAAA!!! “ Teriak tujuh orang yang sejak tadi mengamati.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2