Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
40# Selamat ulang tahun!!!


__ADS_3

Keyra menatap pantulan diri lewat cermin, karena sekarang hari rabu, jadi jadwal seragam yang ia pakai saat ini adalah seragam khusus SMA Bina Gemilang, dengan celana biru gelap motif garis kotak-kotak, pemuda itu menyisir rambutnya tanpa menggunakan gel rambut, tentu tidak lupa dengan membangga-banggakan wajah rupawan nya, Keyra itu emang sedikit narsis jika sedang berkaca sendirian dikamar.


“ Hm… gue makin ganteng aja nih, ditambah pake almet, SEEH… “. Keyra mengibaskan almamater yang sewarna dengan celana kemudian memakainya, ia bercermin kembali.


“ Nah… so perfect. Ok Key… hari dimana lo sekarang umur 16 tahun ini, ayo mencoba jadi manusia yang lebih baik lagi “.


Senyum lebar kini mengembang di wajah Keyra, setelah merasa semuanya sudah selesai, pemuda itu mengambil tas yang ada di meja belajar lalu beranjak keluar kamar. Di pagi hari pada pukul 6 lewat ini, hati Keyra sudah berbunga-bunga karena sebelumnya mendapat ucapan selamat ultah dari para bestinya, selain itu, Keyra juga dibuat girang karena Ika yang merupakan sang ibu sambung turut mengucapkan hal serupa, terlebih wanita itu juga mengirimkan beberapa foto kue meski tak dapat ia makan, tapi tak apa, mendapat ucapan selamat saja sudah cukup bagi Keyra, ia senang karena sang ibu tidak lupa tentang hari kelahirannya.


Tok, tok, tok


“ Una… lu udah beres belum? “.


Keyra mengetuk pintu salah satu kamar lalu memanggil nama dari anak bungsu keluarga Elrahma, seperti rutinitas hari-hari yang ia jalani, sebelum pergi ke ruang makan dirinya pasti akan menjemput terlebih dulu gadis itu, meskipun bukan kegiatan yang diharuskan, tapi entah kenapa Keyra merasa kalau melewatkan hal ini akan merasa kurang nyaman.


“ Bang Kekey… bentar dulu ya “. Ucap Una yang masih didalam dan beberapa menit kemudian ia pun keluar.


“ Udah? “. Tanya Keyra.


“ Udah, yuk bang “.


Bersamaan dengan Una, Keyra masuk kedalam lift dan disusul dua orang di belakang yang mengucapkan selamat pagi pada keduanya, ternyata mereka itu adalah Razka dan Cilla yang sudah berpakaian rapi ala profesi masing-masing. Berbeda dengan Razka yang memakai kemeja navi dengan dasi abu garis putih, jas hitamnya belum ia pakai dan diletakan di lengan tangan kanan, sementara untuk Cilla, wanita itu nampak anggun kala rambut panjangnya diurai sangat kontras dengan jas dokternya yang berwarna putih.


Tak ada pembicaraan panjang, hanya Pertanyaan biasa yang mereka lontarkan pada Una dengan nada lembut dan perhatian, selain itu tidak ada, tapi… apakah kejadian Cilla yang mencium pipi Keyra beberapa kali harus dijelaskan?, sepertinya tak perlu, karena semuanya pasti sudah tahu kalau Keyra pasti akan memberikan ekspresi terkejut serta berusaha menjauh dari wanita itu.


“ Pagi semuanya… “. Sapa Una pada anggota keluarga yang lain, tentu saja para ibu membalasnya dengan ciuman selamat pagi. Termasuk anggota keluarga yang lain pun sama, mereka hanya membalas dan mengulas senyuman yang hangat seperti biasa.


Dengan Alfa dan Reza yang datang sedikit lambat, semua orang tetap menunggu kedatangan mereka dan mulai makan bersama, acara sarapan kali ini berjalan tanpa hambatan, awalnya Keyra yang sudah selesai lebih awal hendak pergi duluan, namun sebelum itu terjadi, seseorang mencekal lengannya yang baru beranjak dari duduk. Apa ada yang tau orang itu siapa?, dan ya… memang siapa lagi kalau bukan Una si gadis bungsu keluarga Elrahma.


“ Bang Kekey mau duluan?, kenapa gak bareng aja sama Una? “. Ucap gadis itu.


“ Em… gak papa sih, niatnya gue mau ke kamar dulu ambil barang yang ketinggalan “.


“ Ouh… jadi gitu ya “. Ujarnya dan diangguki oleh Keyra.


“ Itu… bang Kekey, abang tau kan hari ini hari apa “.


Pertanyaan Una membuat Keyra bengong, meskipun ia tahu kalau sekarang itu hari rabu, tapi ia mengerti kalau pertanyaan dia tidak menurus kearah sana, memang ada hal apa yang terjadi pada hari ini.


“ Em… biar gue tebak. Oh!, sekarang kan hari ultahnya almarhum anak tante Riska kan?, emangnya kenapa? “.


“ Ih… bukan bang, coba abang inget lagi, masa gak inget sih? “. Ucap berbicaranya sambil mengerucutkan bibirnya.


“ Eh?, terus apa dong? “.


“ Coba inget-inget lagi deh, padahal ini ada kaitannya sama bang Kekey sendiri lho “.


Keyra bingung sambil melihat kearah lain, ia sendiri bahkan tidak tahu apa yang dimaksud Una, terlebih atensi semua keluarga kini mengarah ke mereka berdua, tentu saja Keyra saat itu tidak menyadari senyuman penuh arti dari semuanya.


“ Gimana?, udah inget? “ Tanya Una tertawa kecil melihat Keyra yang sedang berpikir.


“ Gak tau deh, gue nyerah… emangnya ada apaan sih? “.


“ Hee… beneran bang Kekey gak tau?, apa gak inget? “.


“ Dua-duanya kali “. Keyra memegang dagu, memastikan bahwa dirinya bisa mengingat hal yang Una maksud, tapi tetap tidak bisa.


“ Ya udah… Sini Una kasih tau deh ya, satu… dua… tiga!!! “


“ SELAMAT ULANG TAHUN KEYRA!!! “.

__ADS_1


Bersamaan dengan ucapan kompak dari semua orang, Keyra speechless dengan keadaan saat ini, tadi apa yang ia dengar?, mereka mengucapkan kalimat selamat ulang tahun?, pada dirinya? Ini tidak salah kan?, dirinya masih dibuat cengo karena Reza dan Alfa pun juga ikut mengucapkan, lalu… sejak kapan mereka tau tanggal lahirnya?.


“ Haha… liat, liat, dia saking kagetnya sampe bengong kayak gitu “. Ucap Noland terkekeh lucu.


“ Aduh… kok Keyra malah keliatan lucu ya Dev “. Ujar Veriska kepada Devina.


“ Ya ampun… kamu berdosa banget “.


“ Baby… jangan bengong mulu hey “. Cilla tertawa.


“ Haha… cosplay jadi patung itu “. Lanjut Reza sama dengan Cilla.


“ Lah, lah?... beneran gak gerak lho kak “ Juan menambahkan.


“ Hey, Keyra… ya ampun. Jangan bengong mulu nak, nanti kamu kesambet “. Susul Erlang.


“ Dia cengo mulutnya kebuka tau Al, cepetan foto, foto… “ Kali ini Reza yang berbicara, Alfa lantas mengambil ponsel lalu memotret Keyra sambil tertawa keras.


Cekrek


Suara karema akhirnya yang membuat Keyra kembali sadar, pemuda itu menggeleng kepala cepat lalu menatap semua orang satu persatu, dirinya masih mencerna situasi, tapi satu hal yang pasti, hatinya hangat, senang, dan berbunga-bunga, lebih berbunga-bunga dari pagi tadi saat keluar kamar.


“ Aduh… maaf semuanya, saya bukannya bilang makasih malah bengong “ Ucap Keyra menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


“ Iya, saking fokus bengong lo sampe gak sadar udah gue foto “. Ucap Alfa.


“ Yee… suka memancing di air keruh deh “.


“ Biarin… momen langka, iya gak Za “. Reza dan Alfa pun tertawa bersamaan.


“ Nah, bang… sekali lagi una ucapin selamat ulang tahun ya, Una saaayang sama bang Kekey “. Ucap Una sambil memeluk Keyra yang berada disamping.


“ Hm… kalau itu sih kan abangnya sendiri yang bilang “.


“ Eh?, kapan? “.


“ Abang gak inget?, pas waktu bang Kekey sakit dulu kan pernah cerita kalau abang tanggal lahirnya sama kayak dede Gino “.


“ Emang gue pernah ceritain ya? “. Tanya Keyra, dirinya sendiri malah lupa apakah pernah memberitahu hal tersebut.


“ Ih, abang mah lupa mulu perasaan “.


Semua orang tertawa, kembali mengucapkan selamat ulang tahun secara pribadi dan sekali lagi pada Keyra, Una mengeluarkan sebuah benda dari dalam tasnya dan diberikan pada sang abang. Ternyata itu adalah sebuah kado, bahkan tidak hanya Una saja, baik itu Noland, Alfa, Reza bahkan sampai semua orang yang ada disini pun ikut memberikannya sebuah hadiah. Keyra awalnya panik sendiri, ia merasa tak enak karena mendapat sesuatu yang dirasa tidak seharusnya ia terima, terlebih sebagian pekerja pun sama memberikan ia sebuah kado, yang lebih jelasnya Meta, Jola dan Toni serta beberapa maid dan Butler lain melakukan hal yang sama.


“ Makasih semuanya… “.


***


Saat ini, Keyra tengah berada di kantin bersama Una, Reza dan Alfa, tidak lupa dengan kehadiran Emil dan Mark yang sedang sibuk dengan makanan masing-masing, keenamnya duduk di kursi meja yang sama.


“ Al, Eza… pulang entar maen dulu ke rumah si Emil yuk, ngelarin maen game waktu itu “. Ucap Mark.


“ Gue gak bisa bro “. Jawab Alfa.


“ Eh? Kenapa?, tumben-tumbennya “ Kali ini Emil yang berbicara.


“ Di rumah bakalan ada acara abis Ashar, kayak syukuran gitu “.


“ Ouh… kalau gak salah acara ulang tahun almarhum adik lo itu ya “. Ujar Mark dan dijawab anggukan oleh Alfa.

__ADS_1


“ Yo wes, ra popo dah… tapi kalau besoknya masih sibuk gak? “. Lanjut Mark.


“ Hm… kayaknya enggak deh, kalau mau sih besok sorenya aja, plus jum’atnya kan tanggal merah juga, jadi gue bakal nginep deh “. Alfa berbicara sambil menyedot minuman yang ada dihadapan.


“ Eh, bentar-bentar… bukannya lo bakal ada jadwal baru ya, kalau gak salah hafalan bareng sama si Keyra “. Tanya Emil.


“ Tau dari mana lu?! ”.


Alfa dan Reza bertanya secara bersamaan, pasalnya mereka tidak pernah tuh bercerita pada Emil tentang jadwal hafalan mereka. Sedikit informasi tambahan, setelah pulangnya Keyra dari makam pada minggu kemarin, Erlang sedikit tertarik dengan Keyra yang berbicara dengan Una perihal setor hafalan, dari situ ia sempat membahas ringan bahwa kenapa Alfa tidak ikut serta hafalan surat dengan Keyra dan Una?, bahkan Juan pun kala itu ikut-ikutan menarik Reza kedalamnya. Mungkin menurut para anak ucapan tersebut hanyalah pembahasan semata, namun sehari setelahnya, Noland memberitahu hal yang Emil tadi sebutkan bahwa dari mulai Jum’at minggu ini, Reza dan Alfa akan mempunyai jadwal setor hafalan surat Al-Qur’an dengan Keyra.


“ Lo gak tau ya, si Una kan akhir-akhir ini selalu bahas hal itu, iya gak na? “. Tanya Emil.


“ Iya, Una seneng deh bisa hafalan bareng sama kak Alfa ama kak Eza, bareng bang Kekey lagi… jadi Una cerita banyak juga sama Arum dan Hyurin “.


“ Yah… Una… kok bilang-bilang sama orang lain sih? “ Alfa dan Reza berbicara sambil memelas.


“ Eh? Emangnya kenapa kak?, bukannya itu bagus__... Eh!, kak Alfa minum Una... “.


Una menunjuk ke arah gelas yang dipegang Alfa, gadis itu menatap sang kakak dengan ekspresi sedih, jika ingin tahu, minuman yang Alfa habiskan itu ternyata adalah milik Una.


“ U,Una… itu, maaf “. Ucap Alfa sambil nyengir dengan perasaan bersalah.


“ Yaaaah… kak Alfa mah, hiks. Bang Kekeeeey… liat tuh “.


“ Udah gak papa, entar gue beliin lagi “.


“ Tapi mau yang kayak gitu lagi “.


“ Ok, Ayo beli “.


" Yeay!... "


Tanpa menunggu lebih lama, Keyra bangkit disusul oleh Una untuk membeli minuman serupa yang Alfa habiskan, daripada mendengar gadis itu meraung kencang karena menangis, Keyra memilih untuk gerak sendiri, menunggu para kakak Una peka pasti akan membutuhkan waktu yang lama, jadi biarlah dia gerak cepat.


" Haduh... Untung ada si Keyra, coba kalau gak ada kayak pas dia sakit dulu, gile... Nenangin tu anak susah bener, jadi pengen nyulik dia ke rumah gue dah " ucap Emil.


" Apaan sih? Mau gue gibeng lu, enak aja maen nyulik-nyulik adek gue ". Protes Reza.


" Becanda yaelah, gak asik lu kayak kakek-kakek ".


" Haha... kalau lo becanda bawa-bawa si Una mah pasti dianggap serius mulu Mil, Reza sama Alfa gitu lho, si sister complex ".


Mark dan Emil tertawa dengan obrolan yang meraka bahas, sementara Alfa dan Reza?, sudah pasti kedua kakak dari Una itu tengah kesal sambil cemberut jengkel. Perkataan memanglah tidak bisa dibantah, mereka benar adanya bersikap layaknya seorang sister complex, tapi mana mau mereka jika disamakan dengan orang-orang seperti itu.


Disaat Alfa dan Reza memilih menikmati kembali menu makanan yang belum habis, Keyra dan Una masih mengantri untuk membeli minum, terlihat dari keduanya yang berdiri diantara barisan orang-orang, tapi tak lama kemudian, baik itu Alfa, Reza maupun Mark dan Emil dikejutkan dengan bunyi nada dering ponsel seseorang, ternyata suara itu berasal dari ponsel Keyra.


" Hp si Keyra bunyi tuh, angkat enggak? ". Tanya Mark


" Janganlah, gak sopan kali ". Usul Emil.


" Tapi bunyi terus tuh... ".


" Coba lo cek Al, barang kali ada hal penting".


Reza menyuruh Alfa untuk memastikan panggilan dari ponsel Keyra, otomatis pemuda itu meraih benda tersebut dan melihat nama yang tertera disana.


" Bunda... Riska? ".


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2