
Keyra pulang ke rumah keluarga Elrahma tepat pada pukul 5 sore, dalam perjalanan dari toko dirinya terjebak macet saat berada di dalam angkot, plus awan yang mendung makin menghitam sehingga dengan cepat mengeluarkan isinya, alhasil Keyra pulang dengan pakaian yang basah.
“ Bang Kekey... “ Ucap Una sambil berlari mengarah ke pelukan Keyra.
Keyra menggigil meski masuk kedalam pelukan Una, dan sejenak menikmati kehangatan, serta beberapa menit kemudian pemuda itu mendorong gadis yang ada di pelukannya karena tidak ingin dia ikut basah, terlebih pakaian nya penuh dengan air hujan.
“ Lo jangan dulu peluk gue ya Na, entar ikutan basah “ Ucap Keyra dan mendapat anggukan dari gadis itu.
“ Ya ampun Keyra... kok kamu bisa keujanan gitu sih? “ tanya Devina memberikan sehelai handuk.
“ Tadi macet parah nyonya, sebenernya pas turun dari angkot sih belum keujanan, tapi perjalanan dari gerbang ke depan pintu yang buat saya basah kuyup... “
“ yaudah... kamu langsung mandi aja sana, takut demam... terus baju kamu nanti kasih ke Meta ya... biar bisa langsung di cuci “.
Keyra mengikuti instruksi dari Devina, Ia pergi ke kamar untuk membersihkan badan dengan air hangat agar tidak menggigil, dan lagi menggunakan shower sebagai pancuran sangatlah nyaman, ketika ia dikontrakan mana bisa mandi dengan peralatan seperti ini, serta nilai plusnya ia bisa menggunakan sabun dan sampo yang bermerk pula, sungguh kehidupan yang menyenangkan.
Namun, Keyra sadar kalau kenyamanan ini hanya sementara sampai Una merasa bosan dengannya, meskipun mungkin dirinya akan merindukan hal-hal tersebut, tapi Keyra sendiri sudah siap secara mental untuk pergi kapan saja dari genggaman keluarga Elrahma.
Beberapa menit kemudian, setelah mandi Keyra menghabiskan waktu dengan mengeringkan rambut dan menggunakan pakaian, untungnya dijalan tadi ia menyempatkan diri untuk solat di masjid umum, sekedar info, Keyra merupakan pemuda yang tidak pernah meninggalkan kewajibannya dalam beribadah. Setelah Keyra melakukan kegiatan tadi, ia membuka buku untuk memahami kembali materi tadi siang di sekolah, sambil menunggu waktu sampai makan malam tiba, Keyra berencana menemui Juan dan Noland untuk membicarakan suatu hal dengan mereka, terlebih hal itu berhubungan dengan Una.
‘ Hm... gue liat, jumlah orang yang mencurigakan ada 4, apa segitu berharganya putri bungsu keluarga mereka? ‘
‘ dan... gue masih gak ngerti, kenapa para penjahat malah pakai cara kuno dengan menculik anak musuh dan meminta jaminan?, kalau mereka hebat, kenapa gak langsung serang aja sekaligus?, dan kalau misalkan lebih lemah... tinggal ngaku kalah aja beres kan?, susah amat sih jadi orang... ‘ Batin Keyra sambil menggelengkan kepala heran.
***
“ Hah? Minta informasi tentang Una? Kamu mau apa? “ Tanya Noland ketika dirinya sedang duduk menonton TV di ruang tengah, dan tidak sendirian, ia melakukan kegiatan tersebut bersama dengan seluruh anggota keluarga lain.
Sebelum menjawab, Keyra duduk selonjoran di karpet diikuti oleh Una yang kemudian duduk disampingnya sambil menyandarkan bahu, fokus gadis itu kembali ke arah TV “ Gak bakal buat yang aneh-aneh kok, saya liat ada beberapa orang mencurigakan di sekolah, dua diantaranya office boy, satu tukang kebun dan satunya lagi satpam sekolah, apa mereka utusannya tuan Juan? “ Ucap Keyra yang tanpa sadar mengelus kepala Una.
“ Eh? Emang di sekolah ada orang ke gitu? “ Tanya Reza tertarik dengan pembicaraan dan dijawab anggukan oleh Keyra.
“ Hm... bisa menyadari orang yang saya kirim... penglihatan kamu tajam juga, jadi... informasi apa yang kamu mau dari Una? “ Ucap Juan.
“ Yang biasa aja, mungkin dari tanggal lahir, makanan kesukaan, terus... apa yang dia takut, dia sering pake baju apa, dan__... “
“ Bentar, bentar... “ Potong Reza yang menghentikan ucapan Keyra.
“ Lo minta info ke gitu bukan buat hal yang aneh-aneh kan? “
Keyra menyipitkan mata, seberapa sempit pikiran si Reza ini tentang dirinya, apakah dia sudah lupa kalau Keyra itu adalah body guard Una?, untuk sekedar meminta informasi kecil seperti itu bukankah hal yang wajar bagi seseorang yang menjaga keselamatan tuannya.
“ TUAN MUDA REZA... gue ini kan body guard nya Una, jadi wajar-wajar aja dong minta sedikit informasi tentang majikannya?, terlebih gue ini bukan orang mesum, lagian informasi yang dibilang sepele itu berguna banget lho “ Ucap Keyra.
“ Gue kasih contoh deh, em... misal Una punya alergi kacang-kacangan, tapi sementara itu gue gak tau, disaat musuh beraksi dan gue lengah, bisa aja kan kita pesen susu pisang di sebuah kafe dan malah dikasih susu kedelai, kan gawat itu... iya gak Na? “
“ Yups... bang Kekey pinter deh “ jawab gadis itu dengan riang.
Semua anggota keluarga menganggukkan kepala mendengar ulasan Keyra, ternyata anak yang mereka anggap tidak tahu malu itu se cekatan ini, mungkin tidak ada salahnya menjadikan Keyra sebagai body guard Una di kesehariannya.
“ Ya sudah kalau gitu... Azka, kamu nanti kirim apa yang dia minta ya “ Ucap Juan menyuruh anak sulungnya.
“ Baik pah... “.
Gerak cepat, Razka segera mengutak-atik laptopnya yang sejak tadi Ia mainkan, entah apa yang sejak tadi pemuda itu kerjakan, tapi satu hal yang Keyra dapat, ternyata anak sulung dari Juan ini maniak laptop.
Ting
Beberapa menit kemudian muncul sebuah notifikasi dari ponsel Keyra.
Tuan muda sulung
*S**end you document file
“ Ok, makasih tuan muda “. Ucap keyra yang dijawab anggukan oleh Razka.
“ Nak Keyra... boleh saya tanya satu hal? “ Ucap Devina yang sejak tadi hanya mengamati pembicaraan.
“ Silakan Nyonya “
“ Kok kamu bisa punya pengamatan setajam itu?, apa sudah dilatih sejak kecil? “
“ Ouh... kalau itu saya juga gak sadar tante, mungkin karena kejadian yang saya alami sejak dulu, mental dan perhatian saya jadi tertempa dengan baik “
“ What happened to you? “
Mendengar hal yang ditanyakan oleh Devina, Keyra diam dan bingung hendak menjawabnya bagaimana, sejak kecil Keyra besar tanpa kasih sayang seorang ayah, dan lagi mendapat perlakuan keras serta tumbuh di lingkungan berbahaya membuat perhatiannya terhadap sekitar menjadi tajam setelah kepergian ibunya di usia 5 tahun, beruntung saat itu ia masih memiliki seorang Nenek yang baik dan menuntunnya agar tidak mengarah ke jalan yang salah.
Noland dan Juan yang mengetahui sedikit informasi tentang Keyra juga memilih diam, meski mungkin saja Keyra akan menceritakan hal itu suatu hari nanti, mereka tidak mempunyai hak untuk mengungkap masa lalu Keyra yang bisa dibilang menyedihkan.
“ Itu... haha... sebenernya saya dulu anak nakal, sering berantem pula disekolah... jadi mungkin karena itu insting saya jadi tajam nyonya “. Ucap Keyra menggaruk bagian kepala yang tidak gatal.
__ADS_1
“ Ouh... gitu ya, berarti kamu jago berkelahi dong? “ tanya Devina lagi karena rasa penasarannya makin besar terhadap Keyra.
“ Hah? Bang Kekey sering berantem? “
Disaat Keyra bingung untuk mengubah topik pembicaraan, muncul pertanyaan dari Una yang memberikan ia celah, didalam hati Keyra berterima kasih pada gadis itu, bisa-bisa kalau tidak disela olehnya, mungkin pembahasan ini akan berujung dengan dirinya yang menceritakan masa lalu.
“ Itu dulu Na... sekarang kan enggak “ Segera Keyra menjawab gadis itu.
“ Ouh... kirain Una sampai sekarang bang kekey suka berantem, gak boleh tau bang... entar kalau bang Kekey luka gimana? Una gak mau abang sakit... “ Ucap gadis itu.
“ Enggak kok... lo tenang aja, sekarang kan gue punya tugas buat jagain lo “
“ Hehe... Una seneng deh dijagain sama bang kekey “
“ Hm... seneng karena dijaga sama Keyra doang nih? Kalau dijagain sama ka Eza, Una seneng gak? “ Tanya Reza ikut nimbrung dengan pembahasan.
“ Gimana ya?... Una seneng, tapi Lebih seruan sama bang Kekey “
Semua orang tertawa, sementara pemuda itu cemberut disertai menatap Keyra dengan tajam, perasaan ia tidak salah apa-apa disini, tapi kenapa Reza melampiaskan amarahnya pada Keyra seorang?, dasar Kakak posesif.
***
Beberapa hari kemudian, Keyra menjalani rutinitas di sekolah barunya hampir sama dengan di sekolah lama, Selain Lianza, pemuda itu mendapat teman dekat lain, yaitu Bima dan Salsa, mereka tipe orang yang rendah hati dan jujur, tidak seperti rekan kelas lain yang mana seolah melihat Keyra dengan pandangan merendahkan, diantaranya bahkan ada yang langsung terus-terang mengejeknya, namun setelah dua minggu berlalu, Keyra sudah terbiasa dengan semua itu. Tidak lupa pada teman lamanya, Keyra terbiasa bertukar kabar dengan mereka yang dari SMKN 1, terutama Boy, Nita dan Eve, ketiga orang tersebut mungkin adalah orang yang paling banyak bertukar kabar dengannya, disamping tugasnya sebagai murid yang belajar dengan sungguh-sungguh, pemuda itu juga menjalankan tugas nya sebagai body guard Una dengan baik.
Selama mengamati beberapa hari terakhir, Keyra menemukan penguntit yang lagi-lagi menjahili mereka tempo hari, saat itu Una sedang istirahat seusai pelajaran olahraga, dikarenakan gerah, ia membuka sepatu dan mengikuti pelajaran selanjutnya dengan telanjang kaki, namun saat hendak pulang dan memakai sepatu tersebut, kaki Una terluka karena keberadaan paku payung di sepatunya, dan untung saja lukanya tidak parah.
Satu hal lagi, ketidak beruntungan menimpa Reza yang sedang makan, keanehan terlihat saat Keyra merasa bahwa piring makanan pemuda itu berkilau dan memantulkan cahaya matahari, dan setelah diperiksa, ternyata ada pecahan beling didalamnya, sempat dimakan sedikit oleh Reza, namun beruntung dia tidak memakan pecahan beling tersebut, dasar penguntit nakal, maen usil aja disaat orang sedang makan, sungguh ter~la~lu.
Juan, Noland dan Devina makin khawatir, sepertinya musuh mereka sudah ingin menyerang secara terang-terangan, oleh karena itu, Noland sebagai kepala keluarga menambah orang-orangnya untuk berjaga disekolah guna menjaga anak keluarga Elrahma, serta mungkin akan sedikit berdiskusi dengan Keyra yang mana pemuda itu kenapa tidak sekalian saja menjadi body guard Reza
“ Hachim!!! “
“ Bang Kekey gak papa? “ Tanya Una yang melihat Keyra bersin dari waktu ke waktu.
“ Gak papa, hidung gue cuma gatel... ada yang ngomongin kali “
Pagi ini, Keyra bersama Una dan Reza tengah berjalan dari parkiran menuju kelas, berhubung musim hujan telah tiba udara saat ini terasa dingin, untung saja sekarang hari Jum’at, karena besok mereka bisa bersantai di rumah sambil menikmati secangkir coklat panas di tengah cuaca dingin.
“ Hoam... ngantuk banget anjir, lo beliin gue kopi gih Key “ Pinta Reza.
“ Sendiri aja ngapa... “
“ Kakak gak boleh malesan dong... masa nyuruh bang Kekey buat beli sih?“ Ucap Una seperti membela Keyra.
“ Ouh... Kakak mau traktir bang kekey... bilang dong... Kakak baik deh, Una jadi makin sayang sama kak Eza “. Una melepas gandengan dari Keyra dan masuk ke pelukan Reza.
Reza yang senang karena mendapat perhatian sang adik senyum sombong ke arah Keyra tanpa sepengetahuan Una, dari awal pemuda itu hanya berdalih ingin membelikan Keyra minuman hangat, niat sebenarnya itu memang ingin menyuruh, namun menjelaskan dengan berbelit-belit pada Una agar tidak disangka orang malas.
“ Yaudah mana sini duitnya... “ Ucap Keyra menyodorkan telapak tangan.
Reza mengodok kantong dan mengambil selembar uang merah di dompetnya. “ Nih... gue kopi latte aja, terus Una milkshake strawberry, lo terserah mau pesen apa enggak nya... “ Ucap Reza.
“ Ok. Ok... kembalinya buat gue ya “
“ Eh? Jangan woi... masih banyak itu “
Tidak menghiraukan, Keyra kabur sebelum Reza mengoceh lebih banyak, ia masih cukup senang menjahili tuan mudanya itu, ditambah tempramen nya yang mudah marah membuat Keyra makin ingin sering menggodanya.
Keyra pergi ke kantin, Ia memesan apa yang Reza katakan, sekalian dirinya juga membeli air mineral, musim hujan ini entah kenapa sering membuat tenggorokannya kering, pasca menunggu ibu kantin membuat pesanan, Keyra duduk di kursi tidak jauh dari tempat ia memesan.
“ Asli... hari ini dingin banget, kayaknya bentar lagi hujan deh “ Gumam Keyra.
“ Eh? Aldo?! “
Keyra terkejut dan menoleh ke sumber suara, ia menemukan orang yang menepuk bahunya sambil menyerukan nama ‘Aldo’, perawakannya tidak berbeda jauh dengan Keyra sendiri, dan lagi pria itu memakai kacamata yang nampak selewat seperti Emil temannya Reza. Keyra terkejut bukan karena tiba-tiba ada yang memegang dari belakang, namun nama yang orang itu sebut sudah sangat lama ia tidak mendengarnya.
“ Maaf... kakak ini... siapa ya? “ Tanya Keyra karena sebelumnya merasa tidak pernah bertemu dengan orang itu.
“ Hah? Really? Lo lupa sama gue?, parah lo Al... gak nyangka gua “.
“ Serius kak... maaf banget ya, saya bener-bener gak inget kakak ini siapa “ Ucap Keyra sekali lagi.
“ Oh my... Aldo, ini gue Andra, masa lo lupa sih? “
“ Andra?... Andra? “.
Keyra masih loading sementara orang yang ada di depannya kini menepak jidat Keyra sampai merah, sontak pemuda itu merengek kesakitan. “ Adaw!! sakit anjrit!, santai do__... “
Ucapan Keyra tertahan, sekelebat ingatan langsung masuk ke dalam kepalanya. “ Gimana? Lo gak amnesia dadakan lagi kan? “ Tanya orang itu yang diketahui namanya adalah Andra.
“ Ya ampun... Andra!!, lo bang Andra?!!!, dari Sd Mutiara harapan kan?!!! “ Teriak Keyra.
__ADS_1
“ Telmi banget si jadi orang... cape tau ngingetinnya “
“ Lagian... penampilan lu berubah drastis banget, perasaan pas SD dulu lo gayanya kaya brandal tau gak, gue sempet mikir... SD aja lu udah badung apalagi gede nanti, eh ternyata... jadi kutu buku lo sekarang? “
“ Berisik, Gue kan rabun parah... jadi harus selalu make ni benda... dan lo? apa kabar? are you okay? “ Tanya Andra merangkul Keyra.
“ Haha... gue baik kok, malah sekarang gue dapet kerjaan yang gajinya mulus “.
“ Anjay... banyak duit dong sekarang?, gimana? Mau langsung kawin pas lulus nanti? “. Tanya Andra dengan senyum jahil.
“ Ogah banget, mau ngumpulin buat buka usaha dulu lah... urusan nyari bini mah belakangan “.
Keyra dan Andra saling bertukar sapa setelah sekian lama, keduanya nampak sangat akrab satu sama lain, flashback sebentar, Andra ini adalah kakak kelas Keyra saat masih SD dulu. Ketika Keyra sendiri masih duduk di kelas 4, Andra yang saat itu terkenal dengan kenakalannya sudah berada di kelas 6, meskipun terkenal nakal, namun Keyra dan Andra dapat berteman baik layaknya siswa pada umumnya.
Hubungan mereka sangat baik, namun suatu hari Andra pindah keluar negri bersama keluarganya, dari situ komunikasi mereka benar-benar terputus dan tidak pernah bertukar kabar sampai Keyra beranjak dewasa. Namun dengan kebetulan, mereka dipertemukan kembali saat SMA, itu adalah sebuah pertemuan yang tidak terduga.
“ Btw... lo kok bisa pindah ke sekolah ini? “ tanya Andra meneguk minuman kaleng yang sebelumnya ia beli.
“ Gue dapet beasiswa, plus uang sakunya lagi... kan lumayan “ Ucap Keyra setengah berbohong.
“ Oh... wajar sih, lo kan dah pinter dari kecil, dan... gimana kabar Nenek sama Bianca? Mereka baik-baik aja kan? “.
Keyra terdiam, Andra mungkin belum mengetahui perihal meninggalnya Nenek dan Bianca, ia tidak menyalahkan, namun ketika membahas hal tersebut, entah kenapa hatinya sakit bagai ditusuk pisau tajam.
“ Mereka... udah meninggal bang “ Ucap Keyra dengan senyuman, namun nampak sekali banyak kesedihan yang tertanam di matanya.
Andra mematung, Ia tidak menyangka kalau keluarga Keyra sudah tidak ada, apakah ada sebuah kejadian ketika dirinya di luar negri waktu itu, dan yang membuat ia merasa bersalah, sekarang Keyra tersenyum dengan sorot mata yang sedih.
“ Ma, maaf Al... gue gak sengaja “ Ucap Andra menunduk.
“ Gak papa bang, lo kan gak tau... jadi wajar aja “.
“ Kalau gue boleh tau, mereka berdua meninggal kenapa? “.
Menghela nafas sejenak, Keyra menceritakan hal yang terjadi kepada Andra, dari mulai Nenek dan adiknya yang meninggal saat Keyra berusia 13 tahun, dan hidup banting tulang sendirian sambil bersekolah. Andra yang mendengar merasa tersentuh dan iba, Keyra yang ia kenal sebagai Aldo dulu merupakan anak yang tidak bisa merasakan kasih sayang dari orang tua, karena sejak kelas 1, anak itu selalu diantar oleh sang Nenek saja, belum pernah ibu atau pun ayahnya yang mengantar, padahal Keyra kala itu terkenal dengan kepintarannya diatas rata-rata.
‘ Gue gak nyangka dia punya kehidupan yang ke gitu... ‘ Batin Andra.
“ So... setelah lo dapet kerjaan baru, si bos yang namanya bang Qian itu ngajak lo makan-makan? “.
“ Iya... plus istrinya kak Linda pun sampe nangis lho waktu itu, mungkin... disaat gue sukses nanti, gue harus sering ngedatengin mereka “ Ucap Keyra melihat keatas.
“ Haha... iya lah, jangan lupa diri lo entar, sekalian kalau lo udah sukses nanti, jangan lupa ajak kerjasama gue, gini-gini juga gue tuan muda dari pengusaha kan... “
“ Siap... tenang aja “. Ucap Keyra mengacungkan jari jempol.
“ Oh, one more thing, gue mau tanya sama lo “
“ Apaan? “.
“ Lo masih aktif silat kan? “
Tidak menjawab, Keyra malah tersenyum licik dan membuat Andra keheranan.
***
“ Si Keyra lama amat sih?, ini udah mau masuk jam pelajaran pertama... keluyuran kemana kali tu bocah? “.
Reza menggerutu, sejak tadi ia sudah menunggu dan menanti-nanti minuman hangat yang akan Keyra bawakan, namun melihat anak itu yang tidak kunjung datang, emosinya naik dan berniat untuk menyusul Keyra, namun ditahan oleh Emil dengan imbauan takut guru keburu masuk kelas.
“ Sial... apa si anak rese itu malah kabur? “ pikir Reza.
“ BANG REZA!!!.... “.
Tepat ketika Reza memikirkan Keyra, anak yang ia maksud kini berteriak memanggil namanya dengan kondisi berlari tanpa malu dilihat oleh orang-orang.
“ Lu kemana aja sih Key?, beli minumnya ke Arab bukan sih?... gue yang nunggu udah keburu pegel duluan tau gak “. Ucap Reza mengambil cup minuman yang ada di tangan Keyra.
“ Hah.. hah... sorry bang, tadi... ada orang yang malak sih... “ Ucap Keyra yang masih terengah-engah.
“ Hah? Siapa yang malak lu?... berani-beraninya ngerendahin budak gue “
“ Budak?, gue maksudnya? “ Tanya Keyra bingung.
“ Ya emang siapa lagi?, terus yang malak lu siapa?, entar gue bogem tu anak... “ Ucap Reza mengepal tangan, bergaya sok gagah.
“ Oh... orangnya bang Andra, dia dari kelas MIPA-6 katanya “.
Seketika itu juga, Reza diam diikuti dengan Emil yang tertawa namun ditahan, Keyra tidak tahu sebab tuan mudanya mematung, terlebih ada sedikit mimik takut dari wajah Reza meskipun hanya Keyra yang menyadarinya. Untuk perihal orang yang memalaknya adalah Andra memang betul, pemuda itu sempat meminta traktiran dari Keyra meski sudah menolak berulang kali, namun karena risih ia berakhir membelikan minuman serupa dengan rasa yang sama seperti milik Reza, sungguh pemalakan yang sangat-sangat memaksa, pake acara drama teman lama baru bertemu lagi, mimik wajah Andra sangatlah membuat Keyra ngeri dengan keadaan yang di dramatiskan.
‘ Ni anak kenapa diem pas gue ngomong yang malaknya bang Andra? ‘ Batin Keyra.
__ADS_1
Bersambung