Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
42# Pelatihan GF


__ADS_3

Ika terdiam, pasalnya wanita itu tengah takjub kala melihat kamar yang notabene nya adalah milik Keyra, meskipun pernah sekali diberitahu oleh Veriska maupun Keyra sendiri kalau pemuda itu tinggal di kamar utama mansion, tapi Ika tidak terlalu menyangka kalau kamar anak sambungnya ditempatkan dilantai yang sama dengan anak sang majikan.


“ Aldo, ini beneran jadi kamar kamu nak? “. Tanya Ika yang kini duduk di sofa dengan Una yang berada disebelahnya, sementara untuk Keyra?, pemuda itu tengah mengambil air minum dari dispenser.


“ Ibu gak nyangka ya?, sebenernya Aldo juga sama kayak ibu, pertama kali serasa mimpi bisa tidur dikamar yang segede ini “. Jawab Keyra meletakan gelas diatas meja, lalu duduk si single sofa berhadapan dengan Una.


“ Tapi ini beneran gak papa?, ibu rasa... kayaknya perlakuan keluarga Elrahma sama kamu ini agak berlebihan deh, Do “.


“ Berlebihan gimana maksudnya bu?, malah kalau menurut Una, ini semua gak sebanding sama jasa bang Kekey yang udah jagain Una sama para kakak “. Kali ini Una membuka suara.


“ Haha... emang iya ya?, tapi tetep aja cantik, kalau menurut ibu, Keyra yang profesinya sebagai pekerja di rumah ini itu gak boleh dapet perlakuan khusus kayak gini, gimana kalau nanti ada pekerja yang iri?, kan gak baik juga, iya kan Do? “.


“ Sebenernya Aldo 100 persen sependapat sama ibu, tapi percuma... aku dari dulu udah cape nolak, cuma karena seseorang, Aldo jadi ngerasa gak enak... terlebih ada satu orang yang gak bisa aku bantah omongannya “. Jelas Keyra sambil sedikit menghela nafas.


“ Hihi, pasti ucapan Opa yang gak bisa bang Kekey lawan, kan? “. Kali ini Una bertanya sambil terkekeh kecil.


“ Ya... gitu deh “.


Lama Keyra, Ika dan Una mengobrol dikamar selama 10 menit, ketiganya menyadari kalau mereka harus segera kembali kebawah untuk mengikuti acara sampai selesai, dari situ Keyra bilang bahwa ia akan melaksanakan solat ashar nya terlebih dahulu, kala jam menunjukan pukul 4, pemuda itu sedikit kaget karena waktu seolah berjalan dengan cepat.


Lalu bagaimana dengan Ika?, sebelumnya sih Keyra sudah meminta izin pada Una untuk sekedar meminjamkan mukena, jadi tidak perlu dipusingkan lagi, kedua wanita itupun keluar dari kamar Keyra menuju kamar Una disaat pemuda itu sudah menggelar sajadah dan bersiap melakukan takbiratul ihram.


***


Dilain tempat, tepatnya bergeser beberapa meter dari kamar Keyra, Alfa kini sudah selesai bersiap dengan pakaian yang rapi. Kemeja kotak-kotaknya ia biarkan keluar, ditambah tatanan rambut yang sudah dirapikan olehnya sendiri, tuan muda Keyra yang satu ini tengah bercermin sesekali memperhatikan setiap detail gaya pakaiannya.


“ Ok, dah beres nih... ayo, Za. Gue udah ready “. Ucap Alfa yang melihat kearah Reza.


“ Ih, kok elu udah beres aja, bentar dulu dong lah... gue masih main ditengah jalan nih “. Ucap Reza masih terfokus dengan game yang ada di ponselnya.


“ Hiih, dasar... tadi aja suruh buru-buru, pas udah beres malah bilang bentar dulu, kampret dasar “. Kesal Alfa yang memilih duduk di karpet lembut sebelah Reza.


“ Ck, elu sih lama banget... gue kan jadi main game supaya ngilangin bosen, lu pikir nunggu itu gak cape apa? “.


“ Nunggu segitu doang mah bentar doang, elah... gue aja yang udah nunggu tiga tahun gak bosen-bosen “.


“ Itu sih emang si Inez nya aja yang gak mau sama elu “. Celetuk Reza membuat Alfa sedikit tercubit.


“ Jahat lu, semangatin gue dikit ke... gak ada support nya banget jadi adek “.


“ Howek!... lebay anjir, lagian siapa yang adik elo?, sorry ya breh, gue itu lebih tua 2 bulan dari elu btw “. Reza berbicara dengan lirikan tajam.


“ Tapi sifat gue lebih dewasa ya, gak yak elu Za “.


“ Yaelah... kalau menurut gue si Keyra itu lebih mending kali. Dia udah ke orang dewasa beneran, ngobrolnya aja nyambung sama kak Azka, lah elu? “.


“ Ngapain ngebandingin sama tu anak sih? Dia itu diluar prediksi “.


“ Dikira BMKG diluar prediksi “.


“ Kali, coba aja lu pikirin “.


“ Ogah “.


Argumen berakhir dengan Reza yang menutup pembicaraan lalu kembali bermain game, dari situ sebenarnya Alfa sedikit kesal, apakah pendapat Reza tentang Keyra lebih dewasa daripada dirinya itu benar?, padahal Alfa sendiri lebih tua 2 tahun lebih 6 bulan dari anak itu. Tapi, jika dipikir-pikir lagi benar juga sih, Alfa tidak bisa membantah, kenyataannya Keyra itu terlalu dewasa diusianya yang baru menginjak 16 tahun hari ini, apa mungkin karena faktor keadaan?, ia jadi teringat kembali tentang kejadian kala menjemput Ika kerumahnya tadi, pasti berat jika orang tua pribadi tidak menyukai anaknya sendiri.


“ Za, gue baru tau tentang satu hal, ternyata... dibalik si Keyra yang tengil, tu anak punya luka yang bisa dibilang pinter banget diumpetin “. Ujar Alfa membuat Reza menoleh cepat kearahnya.


“ Lu kesambet apa Al?, kok tiba-tiba jadi kayak ngasih simpati ke si Keyra? “. Tanya Reza heran.


“ Tadi gue nemu kejadian tak terduga “. Alfa tidak menjawab, melainkan kembali melanjutkan kata-katanya yang sempat terputus oleh Reza.


“ Apaan? “.


“ Pas jemput bu Ika, si Keyra ketemu sama bokap nya yang waktu itu bukain pintu, diliat dari rupa wajah sih umurnya itu sama kayak papa elo, mungkin beda dikit lah. Awalnya gue agak cuek kayak biasa, niatnya sih mau ikutan salim karena liat si Keyra ngulurin tangan... “. Alfa menghela nafas sejenak, membuat Reza menaikan alis.


“ Terus semenit kemudian gue kaget, bukannya di sambut, ayahnya si Keyra malah diem aja sambil natap si Keyra gak suka, terlebih tu bapak-bapak maen langsung masuk pas si Keyra lagi ngomong. Gue agak khawatir dan nanya apa dia baik-baik aja, tapi si Keyra malah ngejawab apa yang enggak mau gue denger “.

__ADS_1


“ Hee... jadi maksudnya hubungan dia sama si bapak gak baik gitu? “. Tanya Reza.


“ Maybe? “.


“ Hm... kadang-kadang kalau keluarga broken home itu kebanyakan kayak si Keyra, tapi gue jadi penasaran, kira-kira apa penyebab bokap nya si Keyra gak suka sama dia ya?, padahal menurut gue... tu anak walaupun ngeselin tapi sopan banget sama orang tua “.


“ Nah itu, gue juga niatnya mau nanya, tapi kalau dipikir lagi kayaknya gue gak sopan banget ngepoin kehidupan orang “.


“ Gue jadi bersyukur karena punya orang tua yang masih lengkap, plus keadaan ekonomi keluarga yang bagus bikin semua kebutuhan gue terpenuhi, malah terkesan lebih dari cukup, atau kelebihan banget ya? “. Ucap Reza, cukup bingung untuk mendefinisikan ekonomi keluarga Elrahma, pasalnya perusaan yang dikelola pun sangat banyak, otomatis uang mereka tak terhitung, maksudnya uang para orang tua.


“ dah lah, game lu dah kelar kan?, mending ayo cepetan turun, bisa-bisa gue kena marah Bunda “.


“ Ck, ck, ck... anak mama ya kayak gini nih, takut bener sama orang tua “. Celetuk Reza bangkit dari duduknya sambil tersenyum mengejek.


“ Shut up!, gak sadar diri lu, terlebih gue ini anak bunda ya, yang anak mama itu elu “.


“ Hehe, iya juga “.


Alfa dan Reza keluar dari kamar, kedua orang itu pun mulai pergi menuju lantai pertama, saat sampai disana, mereka ikut nimbrung pembicaraan kala salah satu orang tua melambaikan tangan agar mereka kesana. Dari situ Keyra, Ika dan Una ternyata sudah terlebih dahulu sampai, pakaian Keyra sudah diganti dengan baju yang rapi dan terlihat elegan, ditambah wajahnya yang rupawan, memberikan kesan elok bagi siapa saja yang melihatnya.


“ Keyra... bisa kamu kesini sebentar? “.


Noland memanggil, otomatis Keyra langsung menghampiri setelah ia meletakan gelas di atas meja. Pemuda itu mendekat kearah Noland yang tidak sendiri, orang yang disekitarnya sebagian sudah cukup kenal, mungkin Untuk Dharma dan Faren saja, untuk yang satunya lagi?, entahlah, nanti juga dia tahu sendiri.


“ Iya kek, ada perlu apa? “. Ucap Keyra kala dirinya sudah berada di sisi kepala keluarga Elrahma.


“ Kakek mau kenalin kamu ke mereka, mungkin Untuk Dharma dan Faren kalian sudah tahu, tapi kalau yang satunya lagi... hm... mending kamu silakan perkenalkan diri secara resmi dulu “. Ucap Noland memberi perintah.


“ Gak perlu kasih tau posisi saya kan? “.


“ Hm... untuk sekarang jangan dulu deh, cukup nama lengkap sama umur kamu aja, kalau ‘itu’ biar kakek yang bilangin ke mereka “. Keyra mengangguk dan setelah itu membungkuk sejenak untuk memberi hormat.


“ Permisi tuan-tuan semua, perkenalkan... nama saya Keyraldo Zeiran, tuan semua bisa panggil saya Keyra, umur saya sekarang baru menginjak 16 tahun dan masih berstatus sebagai siswa di SMA Bina Gemilang, mungkin perkenalan kali ini saya cukupkan, bila tuan semua ingin menanyakan sesuatu, saya persilahkan “.


Tiga orang didepan mengangguk-anggukan kepala secara serempak, senyum mengembang dan lebar pun keluar dari wajah Dharma dan Faren kala melihat sikap Keyra yang dewasa, namun satu orang lagi malah memandang Keyra dengan tatapan mengamati, otomatis bocah yang berada di pinggir Noland pun merasa kurang nyaman meski tidak terlihat dan hanya dia saja yang menyadari hal itu.


“ Cakra, kamu buat Keyra gak nyaman “. Celetuk Noland membuat orang yang disebut menatapnya malas.


“ Salahnya ada di wajah sangar kamu yang serem itu, Cak “ Dharma Terkekeh melihat kejadian yang menurutnya sedikit lucu.


“ Halah, emang si aki-aki pikun ini aja yang terlalu berlebihan “. Ujar Cakra yang melirik Noland dengan sengaja.


“ Haha... kalian berdua udah tua juga, tapi masih aja ada bahan buat berantem, dasar musuh bebuyutan dari lahir emang “. Kali ini Faren berbicara membuat tawa Dharma semakin keras, sementara Noland dan Cakra hanya diam dengan wajah datar mereka. Keyra yang memperhatikan pun sedikit merasa lucu, ternyata diusia keempatnya yang sudah bau tanah pun masih suka bercanda layaknya anak-anak.


“ Udah, udah... cukup ketawanya, dan Keyra... kenalin nama dia Cakra, kamu bisa panggil dia ‘Opa jompo’ “. Ucap Noland membuat orang yang dibicarakan menatapnya tajam, sementara Keyra hanya tercengang lalu sedetik kemudian menggeleng kepala cepat.


“ Dasar gak sadar diri “. Gumam Cakra.


“ Ekhem... kalau gitu salam kenal tuan Cakra, mohon maaf atas sikap kakek tadi, bila ada yang bisa saya bantu silahkan panggil saya untuk kedepannya “. Ucap Keyra.


“ Hoo... kamu anak yang sopan, berbanding terbalik dengan orang yang kamu sebut ‘kakek’ itu, Key. Moga aja kedepannya kamu tidak tertular “.


“ Cih “.


Noland mendelik, membuat ketiga orang yang mungkin merupakan temannya itu tertawa kecil, sementara Keyra hanya tersenyum dan bingung harus bersikap seperti apa, menjadi orang ditengah para pria dewasa yang sedang saling mengejek adalah hal yang pertama kali ia alami.


“ Hm... ngomong-ngomong saya penasaran terhadap satu hal, kenapa kamu bisa langsung direkrut jadi body guard sama Noland?. Setahu saya di keluarga Elrahma ini sudah tidak perlu menyewa penjaga tambahan “. Tanya Dharma.


“ Baik, sebelum itu saya izin menjelaskan Kek “. Keyra terlebih dahulu izin kepada Noland dan dijawab cepat dengan anggukan, otomatis Faren yang disana pun maskin merasa tertarik pada Keyra, bahkan Cakra dan Dharma pun diam-diam memikirkan sesuatu dalam benak mereka.


Keyra mulai menjelaskan, dari pertama ia bertemu dengan Una dan masuk ke rumah keluarga Elrahma, hingga ke bagian negosiasi tentang dia yang awalnya hendak diadopsi jadi anggota keluarga, tentu saja Keyra tidak lupa menjelaskan bahwa hal itu Noland dan yang lain lakukan karena desakan dari putri bungsu mereka, serta banyak penjelasan lain yang dijabarkan untuk memperjelas di bagian yang tidak Dharma, Faren dan Cakra sangka-sangka, ketiga pria paruh baya itu cukup mewajarkan jika Noland si kakek penyayang cucu itu melakukan hal yang bisa dibilang cukup berbahaya demi Una si cucu kesayangannya.


“ Jadi awalnya kamu nolak di adopsi dan milih jadi body guard? “. Tanya Dharma.


“ Iya, dan lagi... guna memantaskan diri agar layak disebut body guard dari keluarga Elrahma, saya pun ikut pelatihan ‘GF’ di asrama body guard dan bersyukur karena bisa lulus “.


“ Apa?! “.

__ADS_1


Cakra, Faren dan Dhimas bicara secara bersamaan, pasalnya mereka terkejut kala mendengar kata ‘GF’ yang Keyra lontarkan, terlebih kata ‘Lulus’ yang anak itu ucapkan dengan santai membuat ketiganya menahan nafas.


Sedikit menjelaskan tentang GF, nama itu diambil dari kata ‘Growing Fash’. Dari namanya saja kita sudah tahu kalau pelatihan ini seperti membuat para pesertanya tumbuh cepat menjadi orang hebat. Pelatih yang dipilih pun tidak ditunjuk sembarangan, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa dan dapat ikut dalam pelatihan tersebut. Dari kurun waktu 5 tahun kebelakang, orang yang memantau langsung pelatihan itu adalah Noland sendiri sebagai headmaster dari organisasi Black Poison.


Dan dari banyaknya pelatihan, para bodyguard diuji untuk mengasah skill beladiri yang paling mereka kuasai, juga diajarkan tentang bagaimana cara menembak yang benar, menerawang dan membaca gerakan musuh, memahami strategi dalam membaca situasi diberbagai kejadian, serta dilatih untuk menjadi pengendara yang lihai. Tentu saja itu semua juga dilakukan oleh Keyra, meski umurnya masihlah belia, kala sudah masuk pelatihan, sang pengawas tidak akan pandang bulu dan tetap memperlakukan semuanya dengan setara bahkan jika pada anggota keluarga Elrahma sekalipun.


Dari situ Keyra baru mengetahui, karena selain dirinya, Razka dan Cilla/ adalah salah satu orang yang lulus dalam pelatihan ini dengan nilai tinggi, pantas saja waktu penyerangan tempo hari kemampuan bertarungnya sangatlah hebat, wajar sih, keturunan kakek Noland memang tidak diragukan lagi. Terlebih katanya Reza dan Alfa pun akan mengikuti pelatihan itu setelah lulus sekolah nanti.


Ada tambahan sedikit, pelatihan GF ini dibagi menjadi dua tahapan, yang pertama ‘GF Putih’, yang mana pelatihan itu sudah Keyra laksanakan dan diselesaikan hanya dalam 2 minggu saja, bahkan Noland dan para orang tua terkejut mendengarnya, lalu untuk tahap yang kedua ada ‘GF Hitam’, yang mana pelatihan itu akan lebih sulit dari tahap pertama. Kabarnya Razka juga mengikuti pelatihan ke dua, hanya saja ia berhenti ditengah-tengah karena diperintahkan oleh Noland untuk fokus terlebih dahulu pada perusahaan.


“ Jadi, dia ini udah punya Pin putih GF? “. Tanya Faren.


“ Em... sebenernya saya juga agak kaget, gak disangka-sangka dia berhasil jadi Silver BP (Balck Poison) “. Jawab Noland yang lagi-lagi membuat ketiganya tercengang.


“ Apa?, Silver BP?, bukan brown tapi langsung Silver?! “. Kaget Faren.


“ Gila, gila... ternyata kamu anak yang berbakat, Keyra. Padahal orang yang punya pin silver itu kurang dari 50 orang lho, apa nanti dimasa depan kamu bakalan jadi salah satu 10 Gold? “. Ujar Dharma.


“ Dibanding hal itu... Apa boleh saya rekrut kamu jadi bawahan saya saja? “. Celetuk Cakra membuat Noland melotot sementara Keyra hanya tersenyum kikuk.


“ Mana boleh! “. Tolak Noland keras.


“ Dasar pelit “.


Obrolan berlanjut lebih memanjang karena Dharma, Faren dan Cakra mulai melontarkan banyak pertanyaan untuk Keyra, sedikit banyaknya Noland merasa bahwa ketiga temannya ini sudah jelas menyukai anak yang secara tidak sadar sudah ia anggap cucu. Dari luar, kepala keluarga itu nampak cuek terhadap sekitar, namun ketahuilah, semenjak kejadian penyerangan tempo hari yang membuat Keyra terluka, pria paruh baya itu entah kenapa mengawasi pemuda tersebut lebih ketat dari biasanya, bahkan dalam hati Noland merasa khawatir kala melihat Keyra yang sedang dalam pelatihan, ia takut bukannya membuat kuat dan tumbuh, pelatihan yang keras itu dapat membuat Keyra tumbang dengan gaya latihannya yang keras, meskipun rasa khawatir itu berakhir sia-sia karena Keyra malah menjadi salah satu peserta terbaik.


“ Keyra... sini dulu deh “.


Pemuda yang disebut namanya pun menoleh, melihat Razka yang melambaikan tangan agar Keyra mendekat, anak itu membungkuk sebentar sambil meminta izin untuk pergi dari kerumunan, meskipun ketiga teman Noland menyayangkan hal tersebut, tapi mereka tidak melarang kepergian Keyra. Dari situ Dharma, Faren dan Cakra baru menyadari satu hal, sehebat-hebatnya kemampuan Keyra yang bisa dibilang luar biasa itu sampai mendapatkan pin Silver dia pada dasarnya masih anak berusia 16 tahun yang polos dan perlu mendapat bimbingan. Dan lagi kala melihat sifat dewasanya yang seketika lenyap kala didekat sang ibu, baik itu Noland dan ketiga orang tadi hanya tersenyum tipis.


Keyra menghampiri kumpulan Razka dan Cilla yang sedang duduk di sofa, disana ternyata ada banyak sekali orang, selain terdapat Ika, Devina dan Una, orang yang berada disamping Veriska sudah Keyra kalau itu adalah Yuli, yaitu istri dari Dharma. Terlebih mata Keyra sekarang tertuju pada empat orang pria yang sedang duduk lesehan di karpet lembut berwarna coklat itu, dan mereka tidak lain adalah Juan dan Erlang serta Alfa dan Reza yang tengah bermain karambol.


“ Ada apa kak manggil saya? “. Tanya Keyra ketika dirinya sudah berada didekat Razka.


“ Kamu masih inget kan orang yang kakak omongin pas di balkon itu? “. Ucap Razka.


“ Hm... ouh, kak Arid itu ya kalau gak salah “.


“ Nah, untung kamu inget, kebetulan kakak lagi video call sama anaknya, mau kakak kenalin? “.


“ Boleh “.


Keyra mendekatkan kepalanya ke layar ponsel Razka yang menyalakan tombol speaker, disana ia mendapati seorang pemuda yang seumuran dengan tuan muda sulungnya. “ Hallo kak, perkenalkan nama saya Keyra, salam kenal “. Sapa Keyra duluan.


“ Hallo juga, dek. Kenalin saya Arid, kamu pasti udah tau tentang saya dari tuan muda, jadi salam kenal juga ya... “. Ucap Arid di sebrang sama.


“ Seneng bisa kenalan sama kakak, jadi mohon bantuannya untuk ke depan “.


“ Waw... kamu ternyata orang yang ramah ya, kok bisa nyambung sih sama orang dingin kayak si tuan muda? “. Celetuk Arid membuat Razka tersenyum paksa.


“ Nah kan, apa gue bilang... si Arid juga pasti bakal ngomong ke gitu “. Cilla pun dengan tiba-tiba ikut nimbrung.


“ Apaan si lu berdua “. Razka menyipitkan matanya.


“ Fufu, kalian ini padahal udah besar lho ya, tapi masih demen ledek-ledekan, jadi inget masa kecil kalian dulu “. Yuli berbicara, membuat semua orang memperhatikannya.


“ Emang waktu dulu Kak Azka, aunty Cilla sama kak Arid kayak gimana Oma? “. Tanya Una.


“ Hm... mungkin gak beda jauh sama kamu, Al dan Eza, waktu kecil mereka persis kayak kalian, suka berangkat seolah bareng, main bareng, bantuin kerja bareng, dan mungkin karena waktu dulu suka nginep di rumah Oma yang dulu, mereka bertiga itu suka tidur bareng “. Jelas Yuli yang membuat orang yang dibicarakan sedikit malu, sementara yang berada di sebrang telepon malah tertawa.


“ Haha... jadi inget satu kejadian, lu inget gak, tuan muda? Nona Cilla itu waktu dulu sering ngorok gak sih? “. Ucap Arid.


“ Iya lho, gue sampe gak bisa tidur karena saking berisiknya “.


“ Heh!, sembarangan kalau ngomong, enak aja main ngatain gue ngorok, itu mah elu aja kali “. Protes Cilla.


“ Apaan anjir, lu kan tidur ya kagak tau lah, yang ngedengernya kan kita “. Tambah Arid membuat Cilla makin kesal.

__ADS_1


“ Dasar Arid sengklek! “.


Bersambung


__ADS_2