Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
26# Obrolan di Group chat


__ADS_3

“ Jadi... hawa mengancam tadi ulahnya nona ini? “ Ucap Keyra tak percaya dan dijawab anggukan oleh Noland dan kedua anaknya.


Beberapa menit yang lalu, ketika Keyra memberitahu perihal dirinya yang merasakan hawa tidak nyaman, Noland merespon serta menjawab kalau semua itu tidak perlu dipermasalahkan, kenapa? karena menurut ulasan lanjut dari Erlang dan Juan, perasaan tidak enak Keyra itu adalah ulah dari wanita yang bernama Cilla. Kala itu dialah orang yang mengeluarkan niat busuk tepat ketika hendak memasuki ruang tamu, mulanya sih niat busuk wanita itu dikeluarkan karena membahas satu hal ketika mengobrol dengan ketiganya, namun mereka tidak menyangka kalau hal itu dapat disadari oleh Keyra.


“ Insting kamu tajam juga Key, kayaknya bakat kamu ini bukan main-main deh “ Ucap Erlang yang sesekali melirik orang yang bernama Cilla itu memainkan pipi anaknya.


“ Itu cuma kepekaan biasa dong kok Om, kalau dugaan saya benar... mungkin kakek Noland lebih mahir daripada saya “.


“ Ho... kamu terlalu mandang tinggi saya Key, mana bisa pria kolot kayak saya ngerasaain hawa keberadaan kayak gitu? “.


“ Oh ya?, kalau gitu orang yang tadi mau kesini tapi balik lagi karena isyarat kakek namanya apa dong? Padahal dia ada dibelakang kakek lho... “.


Seketika itu juga, Noland, Erlang dan Juan diam tanpa ekspresi, bahkan ternyata Cilla yang sejak tadi bermain dengan cucu keluarga Elrahma pun sedikit terusik dengan ungkapan Keyra.


“ Tenang saja tuan Noland... saya ini orang baik kok “. Ucap Keyra dengan senyum ramahnya.


“ Haha... dasar monster “. Ucap Noland singkat dengan tawa yang terdengar senang karena menemukan hal yang baru.


Dari situ, semua perhatian orang yang ada di ruang tamu mengarah pada Noland, mereka semua nampak tercengang karena baru lagi mendengar tawa lepas dari sang kepala keluarga, jika tidak salah ingat, Juan dan Erlang menduga kalau pria paruh baya itu mengeluarkan tawa yang sama saat lima tahun yang lalu, sudah sangat lama mereka tidak mendengarnya lagi.


“ Mama, Una baru liat lagi opa ketawa kayak gitu, kayaknya opa lagi seneng deh, kira-kira karena apa ya? “. Ucap Una berbisik pada mamanya.


“ Haha... maybe, nanti kalau kamu lagi main sama opa tanyain aja “.


“ Kalau gitu Una ke kamar dulu ya mah... mumpung aunty Cilla lagi meleng “.


Devina mengangguk, dan segera memberi kode pada Reza dan Alfa yang masih diam melihat sang kakek, dari situ ketiga cucu keluarga Elrahma bergegas pergi menuju kamar masing-masing, hingga ruang tamu terasa hening sampai beberapa menit kemudian, suana terpecahkan karena kedatangan seseorang yang masuk dari arah pintu keluar.


“ Aku pulang... “. Ucapnya.


Keyra menoleh, baik itu Noland maupun Devina dan Veriska, untuk ketiga orang tersisa masih belum memalingkan perhatian mereka dari wajah si kepala keluarga, padahal orangnya sudah keluar dari time beku tadi.


“ Oh... Azka, welcome sayang, tumben udah pulang, apa kerjaan kamu beres lebih awal? “. Tanya Devina ketika Razka sesudah mencium tangannya.


“ Iya mah... kebetulan kerjaan hari ini cuma ngebahas anggaran kemarin aja, jadi Azka bisa pulang cepet deh “.


“ Waw... padahal setau bunda ngebahas tentang anggaran itu lumayan berat lho, kok bisa-bisanya kamu beresin itu dengan cepat? “. Kali ini Veriska yang berbicara.


“ Biasa... cucu siapa dulu dong “. Susul Noland sambil membanggakan Razka.


Orang yang di sebut hanya tertawa, semenit setelah itu perhatiannya terfokus pada papanya yang kini nampak mematung melihat kearah sang kakek yang sedang bicara, begitu pula dengan ayahnya, atau tidak lain adalah Erlang, ada apa dengan mereka?, terlebih Razka lebih terkejut saat melihat seseorang yang sudah lama tidak ia lihat.


“ Aunty Cilla? Itu elu kan? “. Ucap Razka membuka kacamatanya sedikit sebelum memakainya kembali.


Cilla tersadar lalu melihat ke arah orang yang memanggilnya, sempat loading sebentar, namun beberapa detik kemudian wanita itu berlari dan melompat ke arah pelukannya.


“ AZKA!!!... oh my, lu ternyata udah gede ya?, sejak kapan anak kak Juan jadi setinggi ini?, makan gantar lu ya? “.


“ Apaan sih?, gue itu dari dulu emang kayak gini, emang elu aja yang gak tumbuh-tumbuh “.


Keyra melihat interaksi wanita bernama Cilla itu dengan Razka yang nampak sangat akrab, meski tidak terlalu ekspresif, namun jika dilihat lagi Keyra baru menyadari kalau tuan muda sulungnya itu lebih banyak bicara daripada sebelumnya, dan mungkin selama tinggal di rumah keluarga Elrahma, di hari ini lah Keyra baru pertama kali mendengar Razka menggunakan bahasa gaulnya.


Dan satu hal lagi yang membuat Keyra bertanya-tanya, sebenarnya Cilla itu memiliki hubungan apa dengan keluarga Elrahma?, apakah bagian dari keluar ini juga?. Dan disaat yang bersamaan, Erlang adalah orang pertama yang menyadari kebingungan Keyra setelah sadar dari mode fokus memandang Noland, ia berpikir mungkin anak itu masih belum mengerti posisi Cilla di rumah ini sebagai apa.


“ Haha... kayaknya kamu bingung ya Key soal siapa cewek yang lagi berisik itu? ". Ucap Erlang sebelum ia menepak pundak Juan yang masih belum tersadar.


“ Eh?, itu... kalau penasaran sih pasti, tapi kan saya gak berhak tau om “. Ucap Keyra yang membuat respon Erlang menjadi tersenyum kecut.


“ Ta-tapi kalau boleh tau... nona ini siapanya om Erlang ya? “.


Keyra bertindak cepat, menyadari perubahan sikap Erlang yang nampak kecewa, sepertinya pria itu ingin Keyra menanyakan lebih lanjut tentang Cilla, dan benar saja, saat dirinya menanyakan kembali tentang satu hal, senyum Erlang merekah sebelum membuka suara.


“ Namanya Cecilla Nukita Elrahma, dia itu... anak bungsu dari ayah “.


“ Hah? putri ‘ayah’ itu berarti.... apa?! anaknya tuan Noland?, tante ini? “.


Keyra terkejut, pasalnya ia baru pertama kali tahu kalau Noland mempunyai anak selain Erlang dan Juan, meskipun menurut rumor, berita yang muncul di televisi menjelaskan bahwa CEO group El R memang mempunyai 3 anak, tapi Keyra tidak pernah menyangka kalau anak bungsunya adalah perempuan, terlebih umurnya terbilang muda jika melihat usia Noland sebagai ayahnya yang mungkin umurnya sudah menginjak kepala 6.


“ Hoo... saya baru tau kalau kakek punya anak bungsu perempuan, ditambah... kayaknya umur nona ini seumuran sama kak Razka “.


“ Memang bener, umur Cilla sekarang kalau gak salah 28 tahun, dia lebih tua dari Azka 2 tahun “. Lanjut Noland.


“ 27, ayah... “. Ucap Cilla ditengah bercengkrama dengan Razka.


“ Iya, iya... “.


“ Hm, jadi gitu ya... berarti kalau saya gak salah tebak, apa mendiang nyonya Selena hamil pas om Juan nikah? “. Tanya Keyra.


Juan membenarkan, apa yang keyra ucapkan tadi sangatlah tepat dengan kenyataan, dulu ketika dirinya menikah, Selena atau yang lebih tepatnya sang ibunda tengah mengandung Cilla dengan usia kandungan baru 3 bulan, dan tepat ketika anak itu lahir, mungkin Devina sudah mengandung saat itu.


“ Em... saya agak penasaran dengan satu hal, tapi kayaknya ini pertanyaan sensitif, jadi saya agak ragu mau nanya nya juga... “.


“ Emang kamu mau nanya apa? “ Ucap Erlang.


“ Itu... disini kan om Erlang yang jadi anak pertama, tapi kenapa ya malah Om Juan yang punya anak duluan? “.


Saat Keyra selesai bertanya, hal itu sukses membuat ruangan ini menjadi hening untuk kedua kalinya, pemuda itu cukup panik, mungkin ia sudah salah besar menanyakan perihal tersebut, tapi 5 detik kemudian, orang-orang yang ada di ruang tamu tertawa terbahak-bahak, tidak semuanya, yang paling lepas hanya Noland, Juan dan Cilla saja, sementara untuk sisanya berusaha menahan tawa termasuk Razka yang kini memilih untuk menutup wajah dengan satu tangan, tangannya sampai gemetar dan jelas. Berbeda dengan Erlang sendiri, dirinya diam tanpa berekspresi menatap kosong ke depan.


“ Itu... maaf om, kayaknya saya udah keterlaluan deh “. Ucap keyra tidak enak hati pada orang yang bersangkutan.


“ Huft... hah.. sebenernya kamu gak salah Key, emang orang-orang ini aja yang kebangetan “.


“ Hahaha... jadi... gimana?, kamu mau cerita? Atau ayah yang ceritain? “. Ucap Noland masih dengan tawa yang belum selesai, sepertinya hari ini orang tua itu akan dibuat lelah karena tertawa sepanjang percakapan.


Erlang membuka suara, meski dengan perasaan malu, dia menjelaskan bahwa dulu itu dirinya adalah seorang jomblo dari lahir. Kenapa Juan bisa mempunyai anak duluan, jawabannya sudah tentu karena Erlang masih belum ada niatan untuk menikah meski umurnya sudah mau mencapai kepala 3, otomatis Juan pun meminta ijin untuk melangkahi kakaknya dalam menjalin hubungan, meskipun Noland pada saat itu sampai menepuk jidat saking pusingnya, Erlang yang betah melajang hanya bisa membuat ayahnya tidak bisa berkutik ketika menolak perjodohan, ia bilang ‘Cinta itu gak bisa dipaksakan, jadi biar Erlang sendiri yang nyari’.


Hingga beberapa tahun kemudian, sebuah cinta pun tumbuh di hati Erlang untuk pertama kalinya, dan siapa orang yang membuat sang ‘jomblo dari lahir’ memutuskan untuk melepas masa lajangnya?, tentu saja orang itu adalah istrinya saat ini, siapa lagi kalau bukan Veriska si gadis cantik rupawan, meskipun usia mereka terpaut jauh hampir sepuluh tahun, namun karena yang namanya jodoh, mereka menikah ketika Razka menginjak umur 6 tahun.


‘ wah, wah, wah... gue baru tau kalau di dalam keluarga Elrahma ada cerita kayak ginian, kirain gue kehidupan keluarga konglomerat itu monoton aja... ‘ Batin keyra.


“ Ok stop, berhenti ceritain kisah kak Erlang si jomblo dari lahir itu, aku mau tau tentang satu hal dulu nih, boleh nanya gak? “. Ucap Cilla memotong cerita panjang lebar dari kakak sulungnya.


“ Fufu, kamu tumben nanya Cilla, biasanya suka nyari tau sendiri “. Ucap Veriska terkekeh.


“ Mencoba membiasakan diri kak, kan biar di cap anak baik “.

__ADS_1


“ Pamor kamu udah jelek Cil, jadi gak usah mencoba memperbaiki diri deh, percuma kalau ujung-ujungnya kumat lagi “. Kali ini Noland berbicara setelah menghela nafas panjang.


“ Ih, ayah... jahat deh “.


“ Udah, udah... kamu mau nanya apa Cilla? “. Ucap Devina.


Cilla tersenyum dan setelahnya menatap Keyra lekat dengan mendekatkan diri secara mendadak, otomatis Keyra sedikit mundur kebelakang karena kaget, pemuda itu cukup takut melihat sorot mata dingin wanita yang saat ini memiliki senyum merekah di wajahnya.


“ Hey bocah... kakak denger nama kamu ini Keyra ya?, kelas berapa? Umur berapa?, dan... kenapa bisa masuk rumah ini dan jadi body guar Una? “. Ucap Cilla dengan pertanyaan beruntunnya.


Keyra menelan saliva, dirinya mencoba memantapkan hati untuk menjawab semua pertanyaan tadi, ia tidak mau kalah jika tahu kalau niatan dari Cilla ini hanyalah karena usil semata ingin mempermainkannya.


“ Kalau begitu... saya izin memperkenalkan diri, Nona “. Ucapnya dan mendapat respon senyum mengembang dari Cilla.


“ Nama saya Keyraldo Zeiran, usia saya hendak menginjak 16 tahun, sekarang saya baru kelas 10, dan... “.


Ucapan Keyra terhenti, pemuda itu hendak menjelaskan tentang perihal lompat kelasnya, namun sempat ragu karena dirinya bahkan belum melapor pada Noland sebagai wali semenjak ia bekerja di rumah ini.


“ Dan apa? “. Ucap Cilla.


“ Dan... saya merupakan anak sebatang kara yang direkrut oleh Una “.


“ Una? “. Tanya wanita itu dan dijawab anggukan oleh Keyra.


‘ Hm... menarik ‘ Batin Cilla.


***


Saat ini, Keyra sedang duduk di atas sajadah seusai melaksanakan solat magrib, pemuda itu terdiam dan memandang kosong kearah depan, entah kenapa dirinya cukup lelah untuk melakukan kegiatan lain, mungkin penat karena menanggapi sikap Cilla yang berubah menjadi menyukainya tadi siang.


Meskipun respon baik yang tidak terduga itu membuat Keyra bernafas lega, namun berbeda dengan suasana hatinya saat ini, pemuda itu tengah bingung bagaimana ia menyampaikan perihal lompat kelasnya pada Noland. Dirinya tahu, mungkin saja kakek tua itu sudah mengetahui hal ini dari pak Faren, tapi tetap saja, Keyra dilema antara harus mendatanginya langsung atau tidak usah membahas hal ini, mengingat mungkin beliau tengah sibuk memikirkan pekerjaan nya yang banyak dibandingkan masalah sepele miliknya.


“ Haduh... gimana ini ya?, mau bilang ke kakek tapi sungkan, kalau gak bilang entar disangka gak sopan, terus gue harus gimana dong? “. Ucap Keyra sambil mengacak pelan rambutnya.


Ting ...


Ting ...


Ting...


Ditengah perdebatan antara hati dan pikiran Keyra, muncul suara notifikasi ponselnya yang berada di atas meja belajar, segera setelah itu ia bangkit dan membereskan alat solat terlebih dahulu dan berjalan meraih ponselnya untuk membuka chat yang belum terbaca.


~ Cirlce sengklek ~


Manusia Boy(ot)


“ Hello Everybody, kangen gue kagak? Diem-diem bae lu pada... mana nih penghuni group?, keluar coba woi “.


Nita Sultan


“ Najis gue kangen lu!!! Gue lebih kangen si @Key, sombong lu Keyra, kemana aja nih gak nongol-nongol? “.


Manusia Boy(ot)


“ Anjir, tega banget lu Nita, baik dikit kek ke gue... jangan ke si Keyra mulu “.


Nita Sultan


Eve si Cengeng


“ Iya nih, Keyra!!!! Gue kangen lu!!!, jahat emang lah, gak pernah nimbrung :⁠-⁠( “.


Keyra terkekeh melihat percakapan yang terus memanjang dan bercabang ke segala arah, hingga terbesit dalam pikiran, sepertinya ia berniat untuk ikut berargumen dalam group chat ini, terlebih ia pun sudah lama tidak bercengkrama dengan ketiganya.


“ Haha... kayaknya di group lagi rame-rame nya nih, nimbrung ah “.


~ Cirlce sengklek ~


Me


“ Halo ngab, ada apaan nih rame-rame? “.


Keyra mengetik dan menunggu sejenak, sampai beberapa detik kemudian muncul notifikasi bertubi-tubi dari group chat nya.


~ Circle sengklek ~


Manusia Boy(ot)


“ Ya allah, Keyra... heh K*nyuk!, lu dari mana aja anjir, udah ke hilang bak ditelan bumi tau gak, kemana aja lu? “.


Me


“ Haha... sorry bro, kuota gue sekarat “


Nita Sultan


“ Iya nih, si Eve udah mewek mulu katanya kangen “


Me


“ Kejer dong dia “.


*E*****ve** **Cengeng


“ Keyra😭😭😭... Lu kemana aja sih?, dasar jahat, toge kamu sama aku!, aku gak nangka, sebenernya aku ini salak apa sampai kamu ninggalin aku? “.


Me


“ Lu itu kelapa sih?, gue ini cowok yang gak togean tau, dan juga gue gak pahat, karena bukan tukang kayu “.


Manusia Boy(ot)


“ Anjir si Keyra ketularan sengklek, kayaknya gue harus jauh-jauh dari si Eve deh “.


Eve Cengeng

__ADS_1


“ Sono lo jauh, gue malah seneng kalau lo hilang dari dunia ini “


Nita Sultan


“ Asek si Boy ngilang, hilang sudah beban pikiran gue di sekolah, semoga lo diterima amal ibadahnya Boy “.


Me


“ Selamat jalan ya bro, semoga pas ditanya sama malaikat nanti bisa ngejawab “.


Eve Cengeng


“ Yeay si Boy Mati!!!! “.


Manusia Boy(ot)


“ Dasar temen lucknut!!! Gue masih hidup anjay!!! “.


Obrolan terus berlanjut, Keyra tersenyum sendiri melihat obrolan online yang random ini, tidak habis pikir Boy yang berada di group akan menjadi bahan bully Nita dan Eve yang emang pada dasarnya jahil dan rese, meskipun tidak demikian pada dirinya, namun jika ke manusia yang lain seperti Boy, sifat jelek mereka yang sangat usil ini sangat gampang sekali keluar.


Tok, tok, tok...


“ Bang Kekey... “.


Ditengah senyam-senyum sendiri melihat layar dan mengetik ulasan, Terdengar suara ketukan pintu diiringi seseorang yang mengebut nama Keyra, kalau didengar dari cara penyebutannya, sudah pasti orang itu adalah Una, memang siapa lagi manusia di mansion ini yang memanggil dirinya dengan sebutan ‘abang’.


“ Bentar ya Na “.


Keyra berteriak, setelah itu mengetik pesan untuk pamit undur dari group chat pada temannya, meskipun respon dari mereka cukup sedih, tapi mau bagaimana lagi, setidaknya salah satu dari mereka yaitu Boy mewajarkan hal tersebut, sekarang kan setahu dia Keyra bekerja dan tinggal di rumah majikannya, jadi wajar saja jika harus siap setiap saat.


~ Cirlce sengklek ~


Manusia Boy(ot)


“ Ya udah, kalau lo sibuk lanjut aja bro, tapi entar-entar jangan lupa nimbrung lagi ya, kapan-kapan kita ketemuan deh “.


Nita Sultan


“ Gue setuju, yang penting jaga kesehatan ya... “.


Eve Cengeng


“ Dadah Keyra, lo jangan lupa kasih kita kabar ya, awas aja kalau lo nongol-nongol pas minggu depan (⁠*⁠_⁠*⁠) “.


Me


“ Iya, iya... kalau gitu gue pamit dulu ya gaes “.


Keyra bergegas mematikan ponselnya, ia kemudian berlari menuju pintu kamar dan memegang kenop hingga terbuka, setelah pintu yang semula tertutup kini bergeser, nampak seorang gadis cantik yang kini berdiri dan menunjukan senyum imutnya.


“ Ada apa Na?, mau nanya soal PR? “. Tanya Keyra.


“ Wah... kok bang kekey tau sih?, padahal Una belum bilang lho “.


“ Udah keliatan, elu kan bawa buku, kalau mau belajar emang mau ngapain lagi? “.


“ Hehe... iya juga yah, kalau gitu bantuin Una ya bang, kerjainnya dibawah aja, kalau dikamar terus serasa bosen “.


“ Mau dimana ngerjainnya?, ruang tamu? Tengah? Atau ruang rapat yang ada perpusnya? “. Tanya Keyra dengan berbagai pilihan tempat.


“ Hm... ruang tengah aja deh “.


“ Mau gue siapin camilan juga gak? “.


“ Gak usah deh bang... entar bang kekey cape, padahal udah repot bantuin tugas punya Una, ini malah nambah kerjaan lagi karena harus cape-cape ngambil camilan “. Ucap Una panjang lebar.


“ Ya ampun... padahal kan cuma ngambil ke dapur doang lho, dari sini deket kan “.


“ Gak usah deh bang, Una mau cepet-cepet beresin PR nya “.


“ Ya udah Ayo “.


Keyra dan Una pergi dari lantai dua menuju ruang tengah, keduanya turun menggunakan tangga atas himbauan Keyra, kenapa? katanya sih lebih sehat turun tangga daripada diam berdiri di lift saja, terlebih mereka hanya turun satu lantai, jadi tak terlalu lelah juga jika menggunakan tangga. Sampai ditempat yang luas dengan nuansa cat abu-abu dan warna cream, Una dan Keyra duduk di karpet lantai beludru, awalnya sih hanya mereka berdua saja yang tengah fokus pada soal yang ada dibuku, sampai beberapa menit kemudian, datang Veriska dan Alfa yang tengah mengobrol santai dan duduk di sofa dekat keduanya tengah belajar, otomatis atensi ibu dan anak itu teralih sepenuhnya pada dua anak yang sedang belajar itu.


“ Una lagi belajar? Ngerjain PR ka? “. Tanya Veriska.


“ Iya, bunda... ini lagi di bantuin sama bang kekey “.


“ Hm... bukannya Keyra kelas 10, kok bisa ngebantu pr Una yang udah kelas 11? “.


“ Tapi bang Kekey bisa bantu kok, malah ada materi yang Una gak ngerti, tapi pas bang kekey jelasin Una langsung paham deh “.


Veriska tersenyum, mungkin Keyra merupakan anak yang cerdas sampai-sampai paham materi kelas yang tingkatannya lebih tinggi. Sebenarnya sih jika ada niatan, Veriska bisa saja menawarkan diri untuk membantu Una juga dalam hal ini, berhubung dirinya kan merupakan siswa berprestasi saat lulus di Universitas ternama, namun daripada ikut nimbrung, wanita itu lebih tertarik melihat Keyra yang tengah fokus menjelaskan langkah-demi langkah tentang materi yang Una pelajari.


“ Jadi... lu udah paham kan sampai sini? “. Tanya Keyra yang beranjak duduk setelah membungkuk beberapa saat.


“ Udah, makasih ya bang, penjelasan bang Keke tadi gampang Una serap “.


“ Sama-sama “.


Keyra mengelus kepala Una, otomatis gadis itu tersenyum senang, jika dia memiliki ekor sudah pasti benda tersebut akan bergoyang kesana kemari sejak tadi, sayangnya kan Una seorang manusia, jadi mana mungkin ada ekor yang akan terpasang di belakang tubuhnya.


Disamping kegiatan Una dan Keyra yang asik sendiri, Veriska melihat keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan, dan hal itu disadari oleh Alfa yang berada disebelahnya, sebagai anak dirinya mengerti, mungkin sang Bunda tengah merindukan mendiang adiknya yang meninggal saat sejak kecil dulu, jika dihitung usia dan disamakan dengan seseorang, mungkin Gino atau adiknya sudah beranjak dewasa sepantaran dengan Keyra.


“ Bunda... “. Ucap Alfa memegang tangan sang bunda.


Veriska menoleh, ia tersenyum dalam artian bahwa dirinya sedang baik-baik saja. “ Gak papa sayang... bunda cuma kangen doang kok “. Ucapnya seraya mengelus rambut Alfa yang hitam kecoklatan.


“ Bunda jangan terlalu banyak pikiran ya, Alfa juga sama kok ngerasa sedih karena adek pulang lebih cepat, tapi mungkin gak sebesar rasa rindu bunda ke adek, yang pasti... bunda jangan terlalu sedih ya, kasian nanti dia gak tenang di alam sana “.


Alfa menggenggam tangan Bundanya, mencoba menyalurkan kekuatan agar wanita itu tetap tegar, jujur saja hatinya terasa sakit jikalau melihat sang bunda tengah bersedih, senakal-nakalnya Alfa dan setengil-tengilnya dia, pemuda ini tidak pernah sekalipun membuat Veriska menangis, meski sering membuatnya pusing karena masalah yang dibuat saat disekolah sebelumnya, Alfa ini tipe anak nakal yang sangat sayang pada orang tua.


‘ Andai aja kamu masih hidup dek, pasti bunda bakalan seneng liat kamu tumbuh besar ‘ Batin Alfa.


Bersambung

__ADS_1


Halo semuanya, sekedar info, untuk update chapter novel Pesona Keyraldo akan hadir di setiap hari Sabtu dan Rabu ya, dan kayaknya gak selalu pagi aku udah up, bisa siang, bahkan malemnya mungkin, tapi yang pasti pas jadwal bakalan Up kok, intinya jangan pernah bosen ikut kisah si Keyra ya, jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like, komen maupun subscribe...


see you next time gaees...


__ADS_2