Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
29# Panas dan dingin


__ADS_3

Pukul 10 malam, dimana seharusnya semua orang mengistirahatkan badan setelah lelah beraktivitas di siang harinya, kini Keyra, Alfa dan Reza serta Razka tengah kewalahan menghadapi pria berbaju hitam yang selalu bertambah disaat mereka menumbangkan rekan-rekannya. Dari keempat orang tersebut, Keyra adalah orang yang tenaganya paling terkuras, kenapa? karena dilihat dari caranya bertarung, sudah jelas para penjahat itu menargetkan dia sebagai orang yang paling mahir di pihaknya.


Akibat pertarungan panjang itu nafas Keyra jadi memburu, seluruh tubuhnya sakit karena terus dipakai menghantam tubuh orang, sudah lebih dari 15 pria berbaju hitam yang ia tumbangkan sejak pertama kali keluar dari mobil, 5 diantaranya melawan orang dengan tangan kosong, dan sisanya ia melawan mereka yang menggunakan tongkat dan belati hingga batu. Sungguh pertarungan yang curang.


Keadaan serupa juga terjadi pada para tuan muda Elrahma, mereka nampak sekali kewalahan disaat pria berbaju hitam terus bertambah dari waktu ke waktu, ketiganya sempat mengumpat karena bala bantuan tak kunjung datang, ada apa dengan mereka yang lama sekali itu?, terlebih jalanan disini sangat sepi, mungkin saja musuh sudah menyabotase lalu lintas agar tidak ada kendaraan yang lewat.


Krakk


“ Aaargh! “


Bugh


Razka mengakhiri pukulannya sampai lawan yang kesekian tumbang ketanah, pemuda berusia 25 tahunan itu kini terduduk mencoba menetralkan nafas yang terengah, terlebih perut dan sebagian wajahnya terasa sakit karena beberapa kali kena bogeman musuh, serta keadaan Reza dan Alfa juga sama, tidak terkecuali Keyra, anak itu sekarang sedang bersandar di badan mobil sambil melihat banyaknya orang yang terkapar di tanah.


“ Hosh...hosh... Gila! Badan gue serasa remuk anjir “ Ucap Alfa memandang Reza yang berjongkok sedang dirinya duduk dipunggung orang yang ia tumbangkan.


“ Gak usah ngomong!, gue juga sama, sialan emang para body guard yang ngawal kita, mereka pada kemana sih?!, gak tanggung jawab bener ngebiarin tuannya dikeroyok, asem emang... “. Ujar Reza yang dilanjut dengan makian pada mereka.


“ Udah Za, yang penting kita sekarang gak papa... kamu mending cek Una sama aunty Cilla sana, mereka pasti masih syok “. Kali ini Razka yang berbicara.


Reza mengangguk dan segera menghampiri mobil yang dituju tidak jauh dari tempat ia berada, sementara Alfa terus memperhatikan sekitar takut ada pria berbaju hitam yang bangun. Disamping itu, Razka memilih untuk bangkit dan menghampiri Keyra, entah kenapa dirinya cukup khawatir kala melihat pemuda itu yang sejak tadi memegangi perutnya.


“ Keyra, gimana perut kamu? Apa sakit banget? “. Tanya Razka khawatir.


“ Gak papa kak, ini cuma ngilu doang “.


“ Beneran?, saya minta maaf soal tadi... gara-gara gak fokus, kamu harus nahan serangan orang yang mau mukul saya pake tongkat “.


Razka berbicara dengan wajah sendu, hal itu membuat pemuda didepannya tersenyum tipis sebagai tanggapan, kala tadi sempat ada sebuah kejadian sangat tidak menguntungkan bagi mereka, yang mana Razka tengah limbung karena mendapat pukulan di pipi kanan, Keyra berlari dan menjadikan tubuhnya sebagai tameng guna menahan pukulan tongkat dari pria berbaju hitam, hingga serangan tersebut cukup telak mengenai perut kirinya. Alhasil mungkin tulang rusuknya sedikit retak, namun sebisa mungkin ia menyembunyikan hal itu sebelum semua ini berakhir.


“ Kak Azka!, bang Kekey! “.


Sebuah suara memanggil kedua nama mereka dengan nada cemas, baik Razka maupun Keyra kini menoleh dan mendapati seorang gadis tengah berlari dan masuk ke pelukan mereka, orang yang disebut adalah Una si gadis bungsu keluarga Elrahma.


“ Hiks... kak Azka, kakak gak kenapa-napa kan?, hiks... kak Azka gak luka kan? “. Ucapnya.


“ Syut... gak papa Na, kakak baik-baik aja, jadi jangan nangis lagi ya “.


Razka menghapus butiran bening yang mengalir melintasi pipi Una, melihat adiknya yang menangis sungguh membuat hatinya sakit, terlebih ia merasa kasihan karena mata wanita itu sampai sembab karena terlalu lama menangis.


“ Bang Kekey... hiks “. Kali ini Una berpindah ke pelukan Keyra, dan karena saat itu dirinya belum siap dan mendadak, tangan Una mengenai lebam diperutnya hingga Keyra meringis pelan.


“ Bang kekey?!, bang Kekey kenapa? apa Una bikin abang sakit? “. Tanyanya dengan melimpahkan banyak ungkapan.


“ Gue gak papa na, cuma lecet doang “.


“Mana bisa dibilang lecet?, itu luka yang lumayan fatal “.


Bukan Una yang menjawab, melainkan seorang wanita cantik seumuran Razka, dan orang itu tidak lain adalah Cilla yang sejak tadi berdiri dibelakang, dengan sorot mata yang tidak pernah lepas dari perut Keyra, dia menyuruh pemuda itu mengangkat pakaian bagian bawahnya.


“ Tolong angkat baju kamu baby “.


“ Eh? mau apa kak? “.


“ Kakak mau periksa, kalau kamu gak mau gak papa biar aku sendiri aja “.


Segera setelah itu, tanpa menunggu persetujuan orangnya, Cilla mengangkat baju Keyra hingga membuatnya kaget dan malu, terlebih Razka dan Una pun berekpresi serupa, bagaimana bisa aunty mereka ini dengan mudahnya menyimbak pakaian seorang pria, meskipun usianya dengan Keyra terpaut 10 tahun lebih, namun tetap saja ia harus menjaga etika untuk tidak boleh sembarang, namun sampai sesaat kemudian semua orang kembali dikejutkan dengan hal lain.


“ Ya ampun Keyra!!!, perut kamu__... “.


“ Azka, apa elu punya minuman dingin di mobil? Gue mau pake itu buat kompres ni luka “. Tanya Cilla memotong ucapan Razka..


“ Ok, bentar gue ambil “.


Razka dengan bergegas masuk ke mobil dan mengambil sesuatu yang auntynya minta di kulkas kecil khusus, sementara itu Una tengah menahan tangis melihat Keyra yang meringis dikala Cilla menekan sedikit memar diperutnya. Tidak, bukan sedikit, tapi memar itu sangat parah dan lumayan besar hingga warnanya menjadi kebiruan, terlebih area lebamnya cukup luas, dari samping kiri sejajar dengan ulu hati hingga menjalar ke bagian pinggang dengan diameter sekitar 10 cm.


“ Aunty, gue kebetulan punya es batu, nih pake sama saputangannya “.


“ Ok, thanks “. Ucap Cilla lalu menempelkan benda tersebut di perut Keyra.


“ Ssht... “.


Keyra menahan sekuat tenaga agar tidak mengerang, guna suaranya mencelos keluar, pemuda itu menggigit bawah bibirnya hingga terluka, bahkan saat itu Cilla sempat menegur agar tidak melakukan hal tersebut, namun bukan Keyra namanya jika tidak keras kepala, pemuda itu malah berkata kalau dirinya tak perlu ditindak lanjuti, karena fokus mereka saat ini adalah menuju mansion Elrahma.


“ Hey, Keyra... mending lu obatin luka lo dulu aja, bahaya anjir “ Ucap Reza yang sejak tadi memperhatikan.

__ADS_1


“ Gak papa bang, gua bisa obatin ni luka pas kita di rumah entar, terlebih kenapa kita gak langsung pulang aja biar kalian semua aman?... entah kenapa firasat gue makin buruk “.


“ Jangan gitu lah Key, luka lo itu parah, kita gak bisa ngebiarin gitu aja, gimana kalau nanti kondisi lo yang malah memburuk? “ Kali ini Alfa yang berbicara.


“ Tapi bang, sebenernya gue bisa diobatin pas diperjal__... Akh! “.


“ ! “


Cilla agak menekan memar Keyra hingga pemuda tersebut meringis keras, menanggapi sifatnya yang keras kepala cukup membuat kepala pusing, wanita itu tahu kalau Keyra sendiri berperilaku seperti ini karena mengkhawatirkan para keponakannya, namun kebiasaan mengabaikan diri sendiri itu cukup membuat seorang aunty Cilla menjadi jengkel.


“ Jangan keras kepala baby, ini itu bukan luka biasa, kamu lupa kalau aku itu dokter? “.


“ Nah loh, udah ikutin aja... lagian cuma sebentar ini, jadi gue mohon Key, kali ini aja ok? “.


Alfa meyakinkan Keyra untuk kedua kalinya, bersamaan dengan para tuan dan nona muda yang melontarkan tatapan serupa, pemuda itu dilema antara harus mengikuti permintaan mereka atau mengikuti firasatnya. Sejak beberapa menit yang lalu, ketahuilah kalau perasaan Keyra menjadi tidak enak karena suatu hal, ia tidak tahu pasti akan hal itu, tapi yang pasti dirinya merasa kalau mereka harus segera pergi dari tempat ini.


“ Ok, ok... gue setuju buat diobatin dulu, tapi please... di perjalanan aja, soalnya__... “


Broooom


Broooom


Atensi Keyra dan yang lain kini berpindah ke arah belakang, jantung mereka berdetak kencang dikala melihat gerombolan mobil dan motor yang cukup banyak. ‘ Sial!, kenapa firasat gue selalu bener sih?’ Batin Keyra.


“ CEPET MASUK MOBIL!!! “.


Razka adalah orang yang pertama kali berteriak, pemuda itu menggiring Alfa dan Reza untuk semobil dengannya, dari situ mereka bergegas menuju pinu masuk, namun satu hal tak terduga pun terjadi.


Bruk


“ Akhw... “.


“ UNA!!! “.


Una terjatuh ke tanah, kakinya seperti tertahan oleh sesuatu, dan hal yang mengejutkan pun terlihat ketika sebuah tangan menggenggam kuat pergelangan kakinya, salah satu pria berbaju hitam bangun!, dia mencegah Una agar rencana pelarian mereka terhambat.


Dengan segera Keyra, Reza dan Alfa membantu gadis tersebut, mereka berusaha melepaskan cekalan yang bisa dibilang susah untuk dilepas itu, bahkan karena saking kesalnya, kakak kandung Una yang satu ini sampai menginjak keras tangan si penjahat.


“ Lepasin tangan kotor lo dari adik gue! “. Ucapnya.


“ Gelitik aja kali ya biar dia lepas “. Tutur Reza.


“ Lu jangan becanda bang, penjahat kayak gini pasti diseleksi dulu... ya kali milih orang yang gelian? “. Kali ini Keyra yang berbicara.


Bruk


Suara keras tercipta dari arah samping, dan itu ternyata perbuatannya Cilla dan Razka, mereka tengah menghajar para pria berbaju hitam yang berusaha sadar dari pingsannya.


“ Heh bocah!, cepet buruan lepasin Una, jangan malah ngobrol! “. Razka membuat ketiganya ciut, selama ini mereka belum pernah melihat pria itu marah, jadi sekalinya nyentak bikin mental down.


“ Haha... sampai ka-pan pun... gue g, gak akan pernah... lepansin!, terimalah... pembalasan dari tuan! “ Ucap Pria itu terbata.


Seiring rasa kesal yang memuncak, dimenit pertama mereka akhirnya berhasil membuat Una terlepas, itu terjadi karena Keyra membuat pria berbaju hitam pingsan dengan memukul belakang lehernya, semuanya lega namun mala petaka seolah datang disaat 2 orang pria berlari membawa belati kearah Alfa yang masih jongkok.


“ ALFAAAA!!! “


Sreet!


Jleb!


Deg


“ Alfa!!! “.


“ Kak Veri kenapa teriak?, ada apa? “


Seorang wanita kini berteriak dengan tiba-tiba, dikala dirinya tengah berkumpul dengan adik ipar menunggu kabar dari para orang dewasa, hati kecilnya tergerak menimbulkan perasaan buruk yang terarah pada sang anak. Dan ketahuilah orang itu adalah Veriska, ibu dari Alfa si tuan muda.


“ Hiks... Devi, perasaan kakak gak enak Dev, kenapa Ayah, Erlang sama Juan belum ngasih kabar ke kita? “.


“ Terlebih, Alfa dan... Keyra!, iya!, hiks... aku khawatir sama mereka berdua, terutama Keyra Dev, mereka lagi dalam bahaya, kita harus cepet bantu mereka... “. Tuturnya lagi.


“ Syut... tenang kak, tenang, aku juga sama khawatirnya kayak kak Veri... kita semua berharap mereka semua selamat, jadi tolong percayakan ini sama mereka ya “.


Devina berusaha menenangkan kakak iparnya yang kini menangis keras, meski pun dari luar ia bersikap tegar, namun ternyata ia juga sama khawatirnya dengan Veriska, meskipun sebisa mungkin ia tutupi guna membuat suasana tidak terlalu tegang.

__ADS_1


Di Situasi yang lain, kini para tuan dan nona muda tengah menghadapi krisis yang bisa dibilang tidak terduga sama sekali, dengan Reza dan Razka yang mulai brutal melawan para pria berbaju hitam, keduanya marah karena orang terdekat mereka dibuat terluka.


“ Bangs*t lo sial*n!, berani-beraninya lo buat adik gue terluka!!! “ Ucap Razka yang membabi buta.


“ Dasar tol*l lu semua!, ****** lah emang, pengecut!...beraninya nyerang dari belakang, dari depan dong anj*ng! “. Susul Reza.


Kedua orang itu terus mengumpat ditengah aksi baku hantam, sementara disisi lain Una tengah menangis melihat pemuda didepannya terduduk lemah dengan bersimbah darah.


“ Hiks... kak Alfa... bang Kekey hiks... “.


“ Syut... calm down, Una... semuanya bakalan baik-baik aja ok “.


Semuanya sibuk, dengan pria yang kini terluka di bagian perut dan tangannya, baik Cilla maupun Alfa dan Una sedang berusaha untuk tegar menangani pemuda tersebut, pertanyaannya kenapa Alfa juga ikut berusaha?, bukankah dia yang sebelumnya mendapat serangan dari belakang, dan dimana Keyra sekarang?. Biar diperjelas lagi, yang terluka saat ini adalah Keyra!, anak itu menahan serangan langsung dari pria berbaju hitam untuk melindungi Alfa, alhasil dia mendapat luka sayat ditangan kiri karena menahan pisau yang datang, terlebih perut kanannya tertusuk cukup dalam saat dirinya tidak sempat menahan salah satu penjahat.


“ Keyra, lu bodoh! Kenapa sih pake segala nahan serangan itu?, padahal biarin aja gue yang kena “.


Alfa menahan luka Keyra dengan tangis tanpa suara, namun ditengah rasa sakit yang menyerang, Keyra dapat melihat air mata tuan mudanya ini mengalir deras melewati pipi, untuk Una jangan ditanyakan lagi, gadis itu sudah sejak tadi mengaung keras. Dan untuk Cilla, wanita itu tengah mencari kotak P3K di mobilnya.


“ Haha... muka lo, lucu “. Ucap Keyra yang sempat-sempatnya terkekeh pelan. Pemuda itu bersandar di mobil Cilla, meski sekuat tenaga menahan panas yang tercipta dari luka sayat dan tikaman, namun secara bersamaan tubuhnya menggigil kedinginan.


“ Diem anjir, lo masih sempet-sempetnya becanda kayak gini?, dasar gak punya otak! “.


“ Hey... gue sekarat aja... lo masih marah-marah, apalagi gue mat__... “


“ Bang Kekey diem “. Una Berbicara, masih dengan tangisnya tapi kali ini dengan wajah datar tanpa ekspresi, hal itu merupakan kejutan bagi Alfa maupun Keyra sekalipun, sepertinya gadis ini tengah marah sungguhan.


Tepat setelah itu, Keyra tersenyum dan memilih menikmati rasa sakit yang menjalar di perutnya, sambil mempertahankan kesadaran, pemuda itu menemukan bahwa bala bantuan telah datang, itu terlihat karena banyak orang yang melawan pria berbaju hitam, terlebih matanya menangkap tiga orang pria paruh baya yang kini keluar dari kendaraan di belakang sana.


Bersamaan dengan Cilla yang datang dan kembali mengurus lukanya, salah satu dari ketiga pria tadi menarik Razka dan Reza yang masih baku hantam dengan penjahat, dan dua orang lagi mendekat dengan banyak bodyguard yang menjaga disekelilingnya. Serta bisa ditebak dari jauh, ketiga orang itu adalah orang tua dari para nona dan tuan muda, yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah Noland, Erlang dan Juan.


“ Cilla, Alfa... ada apa sama Keyra? “. Ucap Erlang, sementara Noland memilih memeluk Una yang kembali menangis kencang.


“ Kenapa kalian baru dateng?!, kita udah nunggu lama kalau kalian mau tau! “. Ucap Cilla dengan nada yang meninggi.


“ Tenang Cilla, untuk hal itu kita bahas nanti “.


Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Erlang segera membantu Keyra masuk ke mobil terdekat bersama Alfa dan Cilla yang sejak tadi memasang wajah panik, Sementara Erlang dan Una, kedua orang itu diperintahkan untuk naik mobil yang berbeda. Ditengah kegiatan untuk membawa Keyra ke rumah sakit, kini Juan masih berusaha untuk membuat Reza dan Razka tenang dari kegiatan brutal mereka, meskipun sudah sejak tadi seluruh pria berbaju hitam tumbang, namun kedua anaknya itu entah kenapa terus menghajar mereka sampai sekarat.


“ Azka, Eza udah!... kenapa kalian terus ngehajar mereka? Semua orang disini udah sekarat, Calm down boy’s. Tahan amarah kalian berdua “. Ucap Juan sambil menarik kedua legan anaknya.


“ Gimana Azka gak marah, Pah?... si brengs*k ini udah keterlaluan! “. Ucap Razka masih berusaha untuk menendang mereka yang sudah terkapar.


“ Iya, papa tau, tapi tolong kalian tenang dulu ok? “.


“ Mana bisa Eza tenang?, berani-beraninya si kunyuk ini ngelukain Keyra! “.


Reza menginjak lengan orang yang sebelumnya menikam Keyra, sambil terus menenangkan sang anak, Juan dibuat kewalahan dengan sikap keras kepala Razka dan Reza, anak laki-lakinya ini jika sudah marah akan susah sekali dibujuk.


“ Reza, Razka... dengerin omongan papa! “.


Sekali lagi, Juan memanggil Razka dan Reza, namun kali ini dengan nada yang sedikit keras dan secara langsung memanggil nama mereka, hal itu membuat keduanya diam sambil mengendus kesal, mereka tak bisa lagi membantah, papanya ini sedang dalam mode serius sekarang, bisa jadi kalau mereka tak menurut akan mendapat hukuman yang berat.


“ Papa ngerti kalau kalian kesal karena mereka ngelukai Keyra, tapi coba pikir lagi... profesi Keyra itu adalah body guard kalian, dan pasti dia mikir kalau ngelindungi kalian itu adalah sebuah tanggung jawab, disaat dia udah berkorban demi ngelindungi salah satu tuannya, masa kalian malah nekat baku hantam mereka dengan risiko kehilangan nyawa, berarti usaha dia kala itu sia-sia dong? “.


Razka dan Reza diam tak menjawab, kedua pria itu sedikit banyak mengerti dan sadar dengan perkataan Juan, sepertinya amarah telah menguasai mereka berdua, sehingga tidak pikir panjang dengan beraninya mereka mengambil keputusan yang berisiko.


“ Maaf, Pa... kita salah “. Ucap mereka bersamaan.


“ Ya udah, papa seneng kalian sadar, pokoknya sekarang mending kita ikuti opa sama yang lain ke rumah sakit “.


“ Eh? mereka udah pergi? “. Tanya Razka melihat sekitar dan menemukan anggota keluarga lain sudah pergi.


“ Dari tadi!, papa kan lamanya nenangin kalian dulu “.


“ Ya udah cepet kita susul mereka aja pa, Eza khawatir sama keadaan Keyra “.


Sesuai permintaan Reza, dirinya bersama Juan dan Razka masuk ke mobil dan bergegas menuju rumah sakit, dan bagaimana untuk para pria berbaju hitam itu?, mereka saat ini sudah ditangani oleh bawahan keluarga Elrahma, mungkin setelah itu mereka akan mendapat balasan berkali-kali lipat, ditambah telah melukai Keyra yang sudah tanpa sadar dianggap keluarga, semua orang yakin kalau kelompok yang berani mengusik keluarga Elrahma akan berakhir tragis.


Bersambung


Hi everyone, terus ikuti perjalanan Keyra and lainnya ya, satu hal yang mau kubahas, bagi kalian yangau nagih up atau semacamnya tolong jangan komen di cerita sebelah ya, komen di sini aja, terlebih kalau disini nanti biar rame juga, ngebahas soal update, aku bakal up sesuai jadwal kok, cuma gak tentu jam nya aja...


Mungkin segitu aja info dikit dari author, janga lupa tinggalkan jejak dengan cara like, komen maupun subscribe ya...


See you next time

__ADS_1


__ADS_2