Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
6# Hari pertama sekolah


__ADS_3

Una keluar dari lift bersamaan dengan Keyra yang dia gandeng, nampak gadis itu tersenyum lebar sambil sedikit memperlihatkan gerak-gerik centilnya, mungkin Keyra menduga kalau wanita ini sedang ingin menunjukan gaya rambut yang ia tata.


Seolah merespon apa yang Una lakukan, semua anggota keluarga terlihat kagum melihat gaya rambut baru wanita itu, tidak seperti biasanya yang mana rambut Una selalu di kepang dua ataupun kuncir kuda layaknya model anak kecil, kali ini Keyra mengubahnya menjadi tampilan yang lebih dewasa. Keyra menyisir rambut gadis itu dan dibiarkan terurai, namun sedikit tambahan poninya yang panjang ia kepang dan diikat ringan, serta kedua ujung rambutnya disatukan untuk dipindahkan kebelakang.


Ini tidak lagi gaya bocil mengemaskan, namun menampilkan Una sebagai remaja SMA yang sudah dewasa, usahanya mungkin tidaklah gagal membuat para anggota lain kagum dengan penampilan Una saat ini, meskipun sejatinya gadis yang menggandeng tangan nya itu sudah dewasa dan sangat cocok dengan gaya rambut yang dewasa pula. Satu hal lagi yang Keyra tambahkan di rambut Una, ia meletakan jepit rambut berbentuk bunga melati putih agar tidak menghilangkan kesan imutnya, definisi terbaik dari penampilan gadis itu cukup satu, yaitu ‘sangat cantik’.


“ Wah... sayang, kamu cantik banget... “ Ucap Reza yang memuji pertama kali.


“ Iya yah... biasanya kamu itu cantik dan imut, tapi adik kak Razka yang satu ini sekarang lebih cantik dan menawan “ Susul Razka dan ikut dibenarkan oleh yang lain.


“ Hehe... cantik kan kak?... Ini bang Kekey yang tata lho, Una suka banget “.


‘ gak usah ditanya na, lo cute banget anjir, gue aja yang nata rambut lo sampe mimisan, apalagi mereka ‘ Batin Keyra.


Sesuai prediksinya, semua orang yang ada disana mematung dan menghentikan segala aktivitas, terkecuali ibu dari anak ini, yaitu Devina yang sebelumnya sudah tau tentang rambut Una akan ditata olehnya.


“ Rambut kamu... bukan tata rias yang rapihin? “ tanya Reza.


“ Bukan, ini bang Kekey yang buat, cantik kan kak? “ Ucap Una sambil mengeratkan pegangannya di lengan Keyra.


Reza yang tadinya kagum langsung memasang wajah datar, dirinya merasa malas untuk terpukau dengan apa yang di buat atau dihasilkan oleh Keyra, pemuda itu masih kesal terhadap orang yang digandeng oleh Una, karena bukan hanya menarik semua perhatian adiknya yang imut itu, Reza bahkan berpikir kalau Keyra sudah merebut adik kesayangannya.


“ Ouh... kirain tata rias yang bikin, lain kali jangan sampe dia lagi deh yang nata rambut kamu Una “ Ucap Reza.


“ Udah... mending sekarang kita makan dulu, abis itu berangkat sekolah... nanti bisa telat kalau kelamaan, honey “ Imbau Devina.


Sesuai intruksi dari mamanya, Una duduk yang mana Keyra harus berada disampingnya, plus sikap manjanya itu belum hilang saat makan, jadi Keyra dengan perasaan berat harus menuruti permintaan Una yang minta disuapi, awalnya sih Keyra hendak menolak, namun mendapat tatapan tajam dari empat pria disekitarnya, ia mungkin akan menjadi budak sampai bisa keluar dari rumah ini.


***


Keyra, Reza dan Una sampai di sekolah, saat melihat gerbangnya saja sudah membuat hati Keyra terkagum-kagum, mungkin isinya akan lebih bagus lagi, dan benar saja, sejauh mata memandang banyak bangunan tinggi dengan unsur cat warna putih, serta nuansa sekolah disini sangatlah elit, wajar saja menjadi sekolah ternama di kota, International Bina Gemilang High School gitu lho.


Masuk lebih dalam lagi, Keyra melihat banyak sekali motor dan mobil mewah terparkir di parkiran sekolah, jika tebakan nya benar, mungkin para siswa disini selalu membawa kendaraan pribadi, kadang dirinya merasa heran saja, masih SMA kok sudah bawa kendaraan?, kalau motor sih it’s ok masih bisa diterima lah, tapi kalau mobil? apa mereka punya SIM?, kalau untuk kelas 12 sih wajar-wajar saja, toh usia mereka pasti rata-rata 17-18 tahun, yang mana pada umur segitu sudah mempunyai KTP untuk syarat pembuatan SIM.


Disaat Keyra masih sibuk mengamati sekitar dengan ekspresi yang tidak terlihat, datang dua orang siswa yang menghampiri mereka, mungkin lebih tepatnya sih menghampiri Una dan Reza. Penampilan dari salah satunya tinggi besar namun wajahnya sangat mulus, perawakan macam apa itu?, Keyra baru melihatnya pertama kali, badan om-om tapi mukanya bayi, sungguh tidak sinkron bukan?, sedangkan yang satu lagi terlihat seperti anak SMA pada umunya, ia memakai kacamata yang mana memperlihatkan dirinya sebagai anak rajin pembaca buku, namun setelah dilihat lagi dengan teliti, wajahnya sangar sekali.


Keyra juga sebenarnya adalah pengguna kacamata, ia mempunyai rabun jauh sedang yang tidak terlalu parah, jadi selain dikelas untuk belajar maupun melihat ke papan tulis Keyra jarang memakai kacamata tersebut, karena cukup mengganggu saat ia bekerja dulu, terkecuali di rumah, itu pun kadang.


“ Morning bro... tumben on time, lagi ada apaan nih? “ Ucap siswa yang bertubuh besar.


“ Biasa... nganter anak baru noh “ Ucap Reza singkat.


“ Anak baru?... yang lo bahas tempo hari itu ya? “ Tanya Siswa berkaca mata dan dijawab anggukan oleh Reza.


Melihat ke arah yang dituju, sepertinya kedua siswa itu cukup menyadari kehadiran Keyra, namun pandangan mereka terfokus pada tangan pemuda itu yang sejak tadi bersentuhan dengan Una. Seketika itu juga, keduanya menatap Keyra dengan tajam.


‘ Huft... hah... ternyata disini juga banyak pengabdi si Una, kirain gua di rumah gede itu doang... eh nyatanya banyakan disini, kenapa sih gue harus nerima tatapan serem ke gitu?, gue kan gak salah apa-apa ‘.


Sejenak memperhatikan situasi yang tidak ia mengerti, Una memperkenalkan dua orang siswa itu pada Keyra sebagai Mark dan Emil kelas 3 jurusan IPS yang kebetulan salah satunya sekelas dengan Reza, untuk si jangkung gede adalah Mark, dan si wajah sangar berkacamata bernama Emil, menurut penjelasan Una sih dua orang ini sangat baik padanya, karena selalu menjaga di setiap situasi.


“ Perkenalkan, saya Keyra... siswa beasiswa yang ikut program pertukaran pelajar, mohon bantuannya “ Ucap Keyra menunduk untuk perkenalan diri.


“ Ouh... siswa pertukaran pelajar ya, lo dari sekolah mana? “ Tanya Mark.


“ Dari... SMAN 1 Inovatif kak “ Jawab Keyra.


Sejenak Mark seperti sedang memikirkan sesuatu setelah mendengar nama sekolah Keyra, dari situ Reza dan Una saling memandang dan memilih untuk mengajak Keyra pergi ke kelas barunya, awalnya Keyra bertanya apakah tidak pergi ke ruang guru untuk konfirmasi kehadirannya dulu, namun Reza menyela bahwa semuanya sudah diatur dan Keyra sendiri hanya perlu perkenalan di kelas sebagai formalitas.


’ Hm... jadi orang kaya tuh sekolahnya ke gini... serasa bangunan milik sendiri, gile dah pokoknya... ‘ Batin Keyra.


***

__ADS_1


Kini Keyra sudah berada di kelas, diantar langsung oleh Una dan Reza serta dua siswa tadi yang mengikuti dari belakang membuat pandangan para siswa tertuju cepat padanya, mungkin mereka berpikir, siapa orang yang diantar oleh anak dari keluarga Elrahma itu? Terlebih pemuda tersebut nampak sangat dekat dengan putri bungsu mereka sampai si Imut Una tidak melepaskan gandengannya.


“ Selamat pagi semuanya, hari ini kita ada kedatangan murid baru... nak Keyra, silakan memperkenalkan diri “. Ucap seorang guru cantik menyuruh Keyra untuk perkenalan.


“ Halo semuanya... perkenalkan nama saya Keyraldo, siswa beasiswa yang ikut program ‘pertukaran pelajar’, asal saya dari SMAN 1 Inovatif, untuk kedepannya mohon bantuan dari teman-teman semua “ Ucap Keyra menunduk.


“ Nah... kalau gitu, silakan duduk Keyra, kamu bisa tempati kursi di belakang sana “.


Sesuai instruksi dari guru, Keyra kini duduk di bangku yang dimaksud, posisi ini cukup nyaman bagi seorang murid baru sepertinya, dan mungkin karena dirinya murid beasiswa, beberapa siswa berbisik sambil melirik kearahnya dengan tatapan aneh dan curiga, ini sih hal yang wajar, saat di sekolahnya dulu juga seperti itu, karena bisa duduk dikelilingi oleh orang besar adalah momen yang cukup langka, sering kali orang berpendapat bahwa beasiswa yang Keyra dapatkan hasil dari memeras anak orang kaya, terlebih disekolah ini alibi itu diperkuat dengan dekatnya Keyra pada anak keluarga Elrahma, sungguh rumor yang sangat dibuat-buat.


Tapi Keyra sendiri tidak mempedulikan hal itu, dirinya sudah terbiasa dengan tatapan dan bisikan yang sejenis, beruntungnya sih dia adalah anak baru yang masih belum diketahui asal-usulnya, jadi orang juga masih enggan untuk membully langsung Keyra.


“ Hey... anak baru “ Ucap salah seorang siswi.


“ Hm? “


“ Nama lo tadi Keyraldo kan?, kenalin, Gue Lianza, Yulianza Nevicakra... “ Ucap siswi tersebut mengulurkan tangannya.


Keyra tersenyum ramah dan membalas uluran tangan siswi tersebut. “ Salam kenal... nama gue Keyraldo Zeiran, lo bisa panggil gue Keyra “ Ucap Keyra.


“ Hm... nama yang bagus, welcome di SMA kita ya, semoga lo betah “.


Setelah berkenalan dengan Keyra, siswi yang namanya Lianza itu kembali memfokuskan pandangan ke white board. Dari sini, Keyra mengubah pemikirannya tentang siswa Bina Gemilang, mungkin seperti sekolah pada umumnya, semua siswa tidaklah berhati hitam, sebagian ada yang nakal, seperti sering bolos pelajaran, membully, malak bahkan tauran, sementara sebagian lagi ada anak baik dan netral, untuk contoh dari baik atau netral mungkin seperti Lianza tadi, meskipun silsilah disekolah ini menurut rumor siswanya memandang status keluarga siswa yang lain, tapi mungkin tidak semua siswa seperti itu.


‘ si Lianza ini bae juga... ‘ Batin Keyra.


Keyra mengikuti pelajaran dengan baik, Ia sudah mulai memahami sistem pembelajaran disini, mungkin kurikulum yang dipakai sekolah ini hampir sama degan kurikulum di sekolahnya dulu, sampai pada jam 10 siang, bel berbunyi menandakan bahwa pembelajaran dihentikan untuk istirahat.


‘ pelajaran disini gampang juga, plusnya gurunya ke udah pro banget, jadi materinya mudah diserap... yakin deh sekolah bagus mah ‘ Batin Keyra.


“ Heh, anak baru... “


Disaat dirinya sedang membereskan buku, terdengar ada seorang siswa memanggil namanya, saat menoleh, Keyra heran karena siswa itu datang membawa rombongan, apa ini yang dinamakan circle kelas?, firasatnya mengatakan bahwa siswa itu mendekat dengan niatan tidak baik.


“ gue denger... lo dari SMAN 1 Inovatif kan? “ Tanya siswa tersebut dan dijawab anggukan oleh Keyra.


“ Berarti lo kenal sama si ‘Jawara Burang’?, entar tolong lo panggil dia kesini, bilangin kalau gue, Hagian Betran mau nantang dia adu silat, mau besok, lusa atau minggu depan kek pokoknya terserah, asal jangan bulan depan... kalau sampe lo gak bilang hal ini ke dia, awas aja... “ Ucap Siswa bernama Hagian itu dan keluar dari kelas setelahnya.


Keyra menaikan alis, ia cukup heran karena disekolah ini terdapat murid yang tidak jelas seperti siswa tadi, tiba-tiba menanyai orang yang tidak dikenal dan langsung memerintahkan orang untuk menyampaikan tantangan, dan yang lebih anehnya lagi, kenapa si Hagian itu tidak tau rupa si jawara Bujang?, bukan ingin memperlihatkan ketenaran, namun Keyra cukup percaya diri kalau di dunia persilatan sekolah menengah, tidak ada yang tidak tau nama dan wajah Keyraldo si petarung silat terbaik, mungkin siswa itu seorang newbie, wajar saja pengetahuannya masih dangkal.


Tidak menghiraukan dan memilih untuk melupakan masalah tadi, Keyra keluar kelas setelah dipanggil oleh adik dadakannya, yaitu Una. Dia tidak sendiri, melainkan dikawal oleh sang kakak tercinta Reza dan dua orang siswa yang pagi tadi berkenalan dengan Keyra, Mark dan Emil.


“ Bang Kekey... tadi ada ribut apaan? Una liat kelas abang rame banget “ Tanya Una berjalan disamping Keyra sambil terus mengandeng tangannya.


“ Gak papa, tadi cuma ada orang yang nanya ke salah satu siswa aja, abis itu keluar lagi... “


“ Ouh... gitu... “


Tidak membahas lebih lanjut, Una membawa Keyra pergi ke kantin, jaraknya terlampau jauh karena saking luasnya sekolah ini, sambil berjalan menuju tempat tujuan, Una banyak menjelaskan tetang seputar sekolah ini, dari bangunan-bangunan yang mereka lewati berfungsi sebagai apa, ini lapangan untuk apa, lab komputer dimana, jalan menuju lab lain kemana dan sebagainya.


Sampai di kantin, Keyra duduk disalah satu kursi yang berada diantara Una dan Reza, cukup mencekam mendapat tatapan tajam dari pemuda itu sepanjang saat, namun Keyra sendiri berpura-pura bodoh tidak mengerti dengan isyarat yang dia berikan untuk menjauh dari Una, kenapa Reza hanya memperingatinya seorang, yang ngintil disini kan adiknya.


“ bang Keyra mau makan apa? “ Tanya Una.


“ Terserah, gue gak pemilih soal makanan kok “


“ Hm... kalau gitu... bang Emil, tolong pesenin Una sama bang Keyra bakso ya, yang pedes ok “.


Tanpa membantah, Emil dengan wajah raut datar menuruti permintaan Una, ini sedikit menganggu Keyra, ternyata gadis ini mempunyai kebiasaan memerintah orang. “ Una... lo gak boleh nyuruh orang yang lebih tua lho “ Ucap Keyra yang menghentikan Emil sebelum ia pergi.


“ Eh? Kenapa bang? “ tanya gadis itu polos.

__ADS_1


“ Gak sopan, seharusnya lo ngelakuin hal itu sendiri, atau bisa nyuruh ke gue yang lebih muda... “


“ Ouh... jadi gitu ya “


Reza, Emil dan Mark diam tanpa ekspresi, mereka tidak percaya dengan keberanian Keyra yang mampu menasehati gadis manis itu, mereka bahkan sebelumnya tidak ingin karena takut dia menangis dan mengamuk.


“ Key... lo gak perlu nasehatin dia, ini emang kerjaannya si Emil “ Ucap Reza.


“ Jangan dong tuan muda, entar Una bakal kebiasaan, harusnya lo ngajarin dia buat menghormati yang lebih tua, supaya etikanya baik, lo gak mau kan Una jadi anak gak terdidik? “.


Seolah ucapan Keyra benar, Reza hanya diam memalingkan wajah ke arah lain, sementara Emil dan Mark saling memandang dan bingung dengan apa yang harus mereka lakukan. Keyra beranjak dari duduknya setelah ia tersenyum pada Una, ia pergi ke ibu kantin untuk memesan sesuatu, bergerak sendiri menurutnya lebih mudah serta praktis daripada menyuruh orang lain, dan sekitar 5 menit ia menunggu, Keyra membawa nampan makanan dengan berbagai jenis dan dihidangkan di depan keempat orang yang duduk di sekitarnya.


Acara makan siang saat istirahat pun selesai, kini Keyra berniat kembali ke kelasnya, tentu saja didampingi oleh Una yang sebelumnya merengek ingin mengantar. Dan ditengah jalan menuju ruangan, Keyra mendengar ada suara yang memanggilnya pelan, ternyata suara itu berasal dari Reza yang berada disamping.


“ Key... “ Panggilnya.


“ Kenapa tuan muda? “


“ Makasih karena udah ngedidik Una sedikit demi sedikit, dan satu hal lagi... jangan panggil gue tuan muda, gue gedeg denger panggilan itu “ Ucap Reza datar meskipun kalimat yang ia pilih untuk mengobrol sedikit kurang tepat.


Keyra tersenyum simpul tanpa disadari oleh siapapun, ternyata pemuda itu bisa bersikap tenang juga, meskipun awalan mereka bertemu dia cukup kasar, namun sepertinya Keyra hanya melihat dari sampul luar kakak Una yang satu ini.


“ Sama-sama, lo gak perlu berterima kasih kok, dan untuk panggilan... gue manggil lo abang aja deh, biar makin akrab gitu... “ Ucap Keyra tersenyum jahil berniat menggoda.


“ Idih... siapa juga yang mau akrab sama lo, ogah banget gue “ Timpal Reza memalingkan pandangan. Keyra tertawa kecil melihat tingkah Reza, sementara Una yang mengamati hanya diam karena belum bisa mencerna situasi, gadis ini ternyata super polos ya, pikir Keyra.


***


“ Bang Reza, bisa tolong berentiin mobilnya bentar? “


Keyra dan kedua anak keluarga Elrahma kini sedang dalam perjalanan menuju rumah, dengan Reza yang mengendarai mobil, Una duduk bersebelahan dengan Keyra yang sejak tadi tidak pernah melepaskan gandengan dari lengannya. Tangan pemuda itu sebenarnya sudah merasa pegal dan kesemutan, namun dibandingkan dengan mendapat amukan jika membuat Una kecewa dan menangis, sepertinya hal itu tidak ada apa-apanya. Sampai di pertengahan jalan, Keyra meminta Reza untuk menghentikan mobilnya.


Sejenak setelah mobil berhenti bergerak, Reza pun membuka suara. “ Lo ada perlu apa? “ Tanyanya melihat Keyra lewat kaca spion.


“ Gue mau ke toko kacamata dulu bang, punya gue udah gak nampak lagi... kalian boleh pulang duluan, takut antri “ Ucap Keyra.


“ Una ikut ya bang... “


“ Sayang... jangan ya, Keyra keluarnya bakalan lama, nanti kalau keburu ujan gimana? pakaian kamu bisa basah Una... “ Ucap Reza lembut.


“ Hm... tapi Una mau ikut bang kekey kak... gak papa ya... “


Una merengek, sementara Reza kebingungan untuk mengatasi yang satu ini, sepenglihatan Keyra, Reza itu tipe orang yang masa bodoh dengan sekitarnya, namun berubah menjadi pria perhatian nan lembut jika sedang berinteraksi dengan sang adik, sungguh kakak yang baik bukan?.


“ Una... dengerin apa kata kak Eza ya, gue cuma keluar sebentar kok, dan lagi gue bakalan balik lagi ke rumah... jadi lo pulang duluan bareng kak Eza ya... “ Pinta Keyra dengan senyum lembut sembari mengelus kepala Una.


“ Janji ya abang bakalan pulang...”


“ Iya, kalau gitu kita janji kelingking aja, nanti kalau gue ngelanggar bakalan disambar petir deh “ Ucap Keyra mengarahkan jari kelingkingnya.


“ Eh?, jangan dong bang... Una gak mau bang Kekey di sambar petir “


“ Gak bakalan, kan gua gak bakal ingkar janji “.


“ Ya Udah... tapi jangan sore-sore ya... entar Una tunggu deh “


“ Iya... “


Keyra dan Una menautkan jari kelingking mereka satu sama lain, setelahnya Ia keluar dari mobil dan menunggu sejenak sampai mobil yang dikendarai Reza pergi. Bukan ulasan bohong perihal Keyra yang datang ke toko kacamata, namun bukan untuk mengurus benda itu, Keyra sebenarnya ingin membeli benda serupa tapi berbeda, dikarenakan soptlans nya jatuh tempo hari, Keyra tidak bisa selalu memakai benda itu untuk seterusnya, takut merusak mata, untuk berjaga-jaga ia membeli dua buah lensa dengan jenis yang sama, jadi totalnya ada empat dari dua pasang.


Sebenarnya Keyra hanya perlu memakai satu untuk matanya, yaitu di sisi kanan tepat pada pupil yang warnanya hitam, dan untungnya sejauh ini tidak pernah ada orang yang menyadari hal itu sampai sekarang. Soal darimana uang yang ia dapat untuk membeli benda tersebut tentu dari tabungannya sendiri, hasil dari dagang kue dan bekerja di kafe bang Qian masih tersisa cukup banyak untuk kebutuhannya selama sebulan, terlebih Juan telah memberikan uang padanya dengan jumlah fantastis kedalam rekening, mungkin itu adalah gaji bulan ini sebagai body guard.

__ADS_1


“ Ok... untung aja masih ada yang warna coklat, gue harus cepet-cepet pulang, bakal berabe kalau gadis manja itu nangis gara-gara gue... entar-entar bukan di bogem, bisa-bisa gue disate sama si Reza “ gumam Keyra.


Bersambung


__ADS_2