Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
8# Spar with bang Andra


__ADS_3

Keyra masuk kelas dan untungnya guru masih belum ada, beberapa siswa nampak berbisik dan melirik ke arahnya saat di depan pintu, mungkin mereka sedang bergosip perihal dirinya yang bisa dibilang telat masuk, bahkan diantara mereka nampak terang-terangan mencibir sampai mulut abstrak itu membuat Keyra merasa lucu.


“ Keyra... sini “.


Keyra tersenyum kepada siswa yang memanggil namanya, orang itu tidak lain adalah teman barunya Bima, beserta dengan Lianza dan Salsa yang berada disamping, mereka menyapa Keyra ketika pemuda itu duduk di bangkunya.


“ Pagi Key... tumben-tumbennya lo telat, ada kendala kah? “ Tanya Lianza.


“ Iya nih... gue mau minta tugas kemaren padahal “ Susul Salsa.


“ Iya sorry... tadi baru ketemu sama kenalan... dan gak nyangka ternyata dia juga sekolah disini, jadi reoni bentar deh “ Jawab Keyra setelah duduk.


“ Ouh... kenalan lo kelas berapa? Kali aja gue tau “ Ucap Bima yang masih sibuk mengunyah snack nya.


“ Namanya bang Andra, dia anak kelas 3 tahun ini... “


“ Andra?... ANDRA LO BILANG?! “.


Ketiga teman Keyra berteriak, hal itu mengundang perhatian rekan sekelasnya, sejenak mereka meminta maaf karena sudah berisik, Bima, Lianza dan Salsa kini mendekatkan wajah mereka hingga cukup dekat dengan Keyra.


“ Lo bertiga lagi pada ngapain sih? “ tanya Keyra berusaha menjauhkan diri dari tatapan tersebut.


“ Key... sejak kapan lo kenal sama kak Andra? Dan kenapa lo bisa akrab sama dia? “ tanya Bima dengan ekspresi serius.


“ Terus... kenapa lo bisa kesini tanpa cedera, apa karena hubungan kalian baik? Temen deket kah? “ Susul Lianza.


“ Dan lagi... satu pertanyaan dari gue, Kenapa lo gak takut sama dia Key? Kenapa?! “ Kali ini Salsa yang berbicara.


Keyra bingung dengan pertanyaan yang begitu banyak tadi, terlebih mengingat apa dari ketiga orang ini katakan, buat apa Keyra takut pada Andra, dan lagi apa salahnya jika ia datang dengan kondisi baik-baik saja, bukannkah itu hal yang bagus.


“ Em... gaes... bisa tolong kalian tenang sebentar?, gue bakalan jawab kok, tapi satu-satu, ok?... “.


“ Kalau gitu jawab yang punya gue dulu “ Ucap Bima.


“ Hm... pertanyaan lo tadi sejak kapan gue kenal dan akrab sama bang Andra kan? “ Tanya Keyra dan dijawab anggukan oleh pemuda itu.


“ Bang Andra itu senior gue pas SD, kita deket karena arah pulang jalannnya searah sama gue, untuk pertanyaan dari Lianza, gue dateng dengan keadaan baik-baik aja karena gak ada masalah... terus... yang terakhir dari Salsa, ngapain gue takut?, toh dia gak ngapa-ngapain gua ini... “ Keyra menjelaskan dengan santainya, sementara ketiga orang itu menatap Keyra seakan tak percaya.


“ Key... apa lo belum tau citra kak Andra di sekolah itu gimana? “ Tanya Salsa dan dijawab gelengan oleh Keyra.


Menepak keningnya sendiri, gadis itu menghela nafas sejenak sebelum membuka suara, Salsa bercerita kalau Andra itu adalah pentolan terbaik kelas tiga, dalam sejarah tiga tahun terakhir, belum ada orang yang bisa mengalahkannnya karena beladiri silat yang pemuda itu kuasai, meskipun di sebut pentolan, sebenarnya Andra ini merupakan orang yang netral, dia tidak akan mencari gara-gara jika orang-orang tidak mengusiknya juga, namun satu hal yang perlu diingat, kalau-kalau dia marah, apa yang ada di dekatnya pasti tekena imbas, terlebih rumor lain yang beredar mengatakan bahwa Andra suka menjahili siswa pindahan yang baru masuk sekolah ini.


‘ Pentolan terbaik di kelas 3?... hm... pantes aja tadi si Reza ciut ‘.


“ Jadi... ingat satu hal ya Key, lo jangan terlalu deket sama kak Andra “ Ucap Salsa dengan nada mengintimidasi.


Keyra megangguk dam membuat ketiga temannya bernafas lega, meskipun didepan iya mengiyakan hal tersebut, namun sebenarnya sebelum dia kemari, Keyra dan Andra sudah membuat janji untuk latih tanding di arena silat sekolah ini, cukup merasa bersalah, Keyra tahu bahwa teman-temannya ini khawatir, namun membatalkan kegiatan yang mungkin akan membuat Andra kecewa, sepertinya ia memilih untuk tetap diam saja, selama tidak ketahuan tidak apa kan? “.


***


“ Kak... bang kekey kemana? “ Tanya Una, yang sejak tadi mencari Keyra namun tidak menemukannya.


“ Gak tau, tadi sih dia nge chat kakak... katanya ngerjain tugas bentar, entar nyusul “ Ucap Reza.


“ Hm... kita samperin aja yu “


“ Mending jangan deh, usul kak Emil, Una tunggu aja di kantin “ Ucap Emil yang datang bersama dengan Mark.


“ Emang kenapa kak Emil?, kan Una cuma mau nyusul doang “.


“ Keyra itu sekarang lagi fokus belajar, biasanya orang yang kayak gitu paling gak mau diganggu... terlebih, dia milih perpustakaan yang mana tempat itu yang paling tenang di sekolah ini, Una gak mau dia kesel kan karena kamu ganggu dia belajar? “


Emil menjelaskan pada Una sambil sedikit menakutinya, pria ini tahu kalau adik dari temannya sudah sangat bergantung pada anak yang bernama Keyra itu, disamping ingin menjauhkan Una dengan pemuda tersebut, Emil juga tidak ingin mengambil kebahagian Una yang sangat suka berada di dekat Keyra, oleh karena itu selagi kesempatan ini datang, Emil dan Mark berusaha untuk tidak menyatukan mereka berdua, dan timing saat ini cukup pas.


Una nampak murung, namun ia mengikuti arahan Emil pada akhirnya, mungkin karena tidak ingin membuat abangnya marah, gadis itu memilih untuk menahan keinginan diri sendiri dapipada mengambil risiko tersebut.


“ Udah... jangan sedih mulu, mending kita sekarang makan siang aja, bukannnya lebih baik siapin sesuatu buat si Keyra nanti biar dia seneng? “ Usul Mark.


Langsung antusias, Una yang tadi murung mulai berjalan cepat menyeret kakaknya ke kantin, sementara itu, tanpa sepengetahuan Una, ketiga remaja di sampingnya tersenyum puas satu sama lain.


Di saat yang sama, tepatnya di lokasi yang berbeda, Keyra saat ini sedang duduk di sebuah ruangan kosong, guna menghilangkan rasa bosan, ia memainkan ponselnya sambil menunggu seseorang. Sekitar 5 menit kemudian, Keyra menoleh pada orang yang kini mendekat kearahnya dengan baju silat berunsur hitam, serta nampak sabuk coklat yang terikat di pinggang, lalu siapa yang tahu, ternyata orang itu adalah Andra, si pontolan kelas 3.

__ADS_1


Keyra bangun dan ikut menghampiri pemuda itu. “ Nah... ini baru bang Andra yang gue kenal, bukan si kutu buku berkacamata... “ Ucapnya.


“ Ok, mau langsung latih tanding gak nih?, tangan gue udah pada getel mau nonjokin lo “ Ucap Andra sambil membunyikan sendi kedua tangan.


“ Ayo gaas... siapa takut, dan ekhem... lo jangan dulu bangga ya bang, kan disini belum tentu lo yang jotos gue apa enggaknya “


“ I see, udah sono cepet ganti, kalau pake seragam takutnya robek entar, bajunya disimpen di dilemari pojok yang ada nama guenya noh, dan ngomong-ngomong... lo udah tingakatan sabuk apaan? “. Tanya Andra yang memulai pemanasan.


“ Kamu nanya?, kamu bertanya-tanya?... “. Ucap Keyra dengan gaya ala Dolan cepmek.


“ Sengklek ni anak “.


“ Kepo lu bang, rahasia lah... mana ada musuh ngasih tau kartu aset dia “


“ Dasar ngeselin, udah lu cepet ganti sono, padahal belum mulai, tapi emosi gue udah keburu naik aja... “


“ Hahaha... ok, ok “


Keyra pergi ke ruang ganti, dirinya memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Andra sesuai perkataanya, dan kebetulan setelan baju silat ini cukup pas di badannya, setelah selesai tidak lupa dengan sabuk coklat yang ia pakai, Keyra keluar dengan mengikat rambutnya, meskipun pendek, namun rambutnya masih bisa diikat ringan agar tidak menghalangi pandangan saat tanding nanti.


“ Udah? “ Tanya Andra ketika melihat Keyra mendekat.


“ Yosh... let’s go now “.


Andra dan Keyra kini berdiri di tengah arena, melakukan salam hormat sebelum dimulai, dan beberapa detik kemudian keduanya memasang kuda-kuda untuk gerakan pertama. “ Gue gak bakalan ngalah Al... jadi siap-siap aja ya “. Ucap Andra dengan senyum yang lagi tidak ramah.


“ Silakan senior, dan asal lo tau aja... gue itu benci kekalahan, jadi menurut gue lo yang harus siap sedia “.


Segera setelah itu, Keyra dan Andra maju bersamaan untuk menyerang, Andra melayangkan tinju untuk awalan dan segera ditangkis oleh Keyra, namun sedetik kemudian Andra kembali melayangkan kakinya ke arah kepala Keyra, namun pemuda itu menghindar sambil melayangkan tendangan bawah dengan cepat.


‘Oh ****! Ni anak makin kuat aja, padahal udah lama gak ketemu tapi dia seolah tau kebiasaan arah serang gue, bukan mein-maen gelarnya sebagai jawara bujang... ‘


“ Baru mulai nih bang... masa udah keok aja sih? “ Ucap Keyra sengaja dengan nada mengejek.


“ Diem lu! Jangan dulu ngerasa bakalan menang, biasanya kan Jawara itu kalah duluan “ Ucap Andra sambil beranjak berdiri.


Keyra dan Andra kembali menyerang.


Kedua siswa itu bertarung dengan sengit, di ronde pertama Andra memenangkan pertandingan karena Keyra ceroboh saat pertahanan, pemuda itu melakukan kesalahan ketika menganggap pukulan Andra adalah sebagai umpan, namun disaat semua sudah terlambat, gerakan yang Keyra anggap umpan memang serangan betulan sampai dirinya terpukul dengan telak tanpa pertahanan. Tapi, di 3 ronde lainnya, Mereka berdua tidak mau kalah satu sama lain dan berakhir dengan yang keluar sebagai pemenang adalah Keyra.


“ Hah... hah... hah... gila, i’m lost, lo kok bisa makin handal gitu Al? gimana ceritanya? “ Tanya Andra sambil menyeka keringat.


“ Uhuk, uhuk... huft... hah... gak ngapa-ngapain selain latihan kok, gue cuma ngasah gerakan yang gue hafal, dan... ngemodip dikit “ Jawab Keyra.


“ Ngemodip gimana maksudnya? “


“ Eeem... pokoknya gitu deh, entar kalau ada waktu bisa gue tunjukin “.


“ Oh, ok “


Sambil beristirahat, Keyra dan Andra mengobrol membahas ini dan itu, mungkin pagi tadi belum puas bercerita, jadi keduanya memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar informasi satu sama lain saat beberapa tahun terakhir.


Menurut cerita dari Andra, setelah dirinya pindah waktu SD dulu, dia sekolah di Korea mengikuti orang tua yang memiliki keperluan berbisnis disana, saat itu dia banyak mendapat rekan seperti teman biasa, namun bedanya ia mendapat teman dari berbagai macam negara karena sekolah yang ia masuki go internasional serupa dengan sekolah ini, seperti dari Malaysia, Jepang, Singapura bahkan India, serta ada teman lain yang dari Indonesia juga.


“ Wah... berarti bahasa Inggris lo pasih dong? “ Tanya Keyra ditengah cerita Andra.


“ Lumayan sih... setidaknya gue gak dianggap orang beg* karena bisa komunikasi sama mereka, terlebih... haha... gue punya kebahagiaan kecil pas sekolah SMP disana “.


“ Iya kah? Kebahagian apa tuh? “


“ Karena gue orang yang bisa dibilang kuat dan energic, cewek-cewek disana pada naksir sama gue... bahkan gak jarang banyak yang nembak duluan. “ Ucap Andra dengan wajah sombongnya.


Keyra menatap malas pria yang ada disampingnya dengan posisi masih berbaring, karena kurang nyaman, dirinya mendudukan tubuh sebelum membuka suara. “ Yaelah... baru gitu doang mah gue juga sering bang, malah ada yang lebih dari sekedar nembak... “ Ucap Keyra.


“ Apa iya?... masa sih?, emang ada yang lebih istimewa daripada direbutin sama kumpulan cewek? “ Tanya Andra.


“ Ada lah... nih, ya... gue kasih tau, selain dia obsesi sama gue, ada satu cewek yang mungkin saking terpesonanya nyuruh gue tinggal di tempatnya, malah sekarang kita tinggal satu atap “ Ucap Keyra.


“ Hah?! “


Andra terkejut dengan ulasan Keyra, dia menatap tak percaya setelahnya, meskipun mungkin ada beberapa wanita yang terobsesi pada pemuda disampingnya adalah hal wajar karena Keyra rupawan, namun sampai meminta untuk tinggal bersama dan faktanya mereka sudah satu atap, rasanya cukup mustahil ada kejadian seperti itu.

__ADS_1


“ Hahahaha... lu ngibul ya Al?, mana ada cewek bloon yang langsung ngajak tinggal bareng?, aneh-aneh aja... kalau mau ngarang yang masuk akal dong, cerita gak ngotak kayak gitu mana ada yang mau percaya, i don’t believe it! ” Ucap Andra tertawa terbahak-bahak.


“ Dih... gak percayaan lo bang, gue gak boong tau, bahkan yang tau hal ini selain keluarga cewek itu cuma lo doang... jadi awas aja lu bocorin sama yang lain... “


“ Hahaha... emang... emang siapa sih cewek bloon itu? “ Tanya Andra masih belum selesai dengan tawanya.


“ Lo tau si Una kan?, itu lho... Raimuna dari keluarga Elrahma “


Seketika itu juga, Andra berhenti tertawa dan menatap fokus pada Keyra, mendengar nama keluarga yang diucapkan oleh pemuda disebelahkanya membuat ia menganggap serius pembicaraan.


“ Lo serius Al?... “ Tanya Andra yang mengubah ekpresi menjadi penasaran.


“ Serius lah... ya kali gue boong sih? “


“ Mungkin... apa yang lo omongin bener terjadi kalau itu menyangkut keluarga Elrahma “.


“ Eh? Kok lo bisa langsung percaya gini sih?, tadi nyangkal kalau cewek yang ngajak gue tinggal bareng itu mustahil ada, lah kok sekarang malah perc__... “


“ Kayaknya gue harus peringatin lo dari awal Al “ Ucap Andra memotong ucapan Keyra.


“ Tentang apa? “ Tanya Keyra merespon ekspresi Andra yang menjadi serius.


“ Lo harus hati-hati mulai dari sekarang, ok? “


“ Hah? “


“ Intinya lo hati-hati aja sama mereka “.


Keyra menganggung dengan setengah bingung, pemuda itu tidak lagi mempermasalahkan hal tadi dan melanjutkan obrolan, dari sekian banyaknya ucapan yang keluar dari mulut Keyra, ia menceritakan perihal kejadian yang berhubungan dengan siswa bernama Gian, selepas usai mendengarkan rangkaian cerita, Andra berkata bahwa urusan itu akan ia atasi, dari situ keyra lega, untung saja si Andra ini pentolan sekaligus ketua dari ekskul silat, jadi mungkin jika ada masalah yang ia malas hadapi bisa langsung minta tolong padanya, ternyata punya teman dengan kekuasaan tinggi itu enak juga ya, the power of temen deket!.


***


“ Hiks... kak Eza, kok bang Kekey belum kesini mulu sih? “


Una menangis, dirinya yang sejak tadi menunggu kedatangan Keyra yang tak kunjung datang menjadi sedih, harapan Una yang awalnya ingin membuat pemuda itu senang ketika ia menyuguhkan makanan enak pun sirna, selain dari Keyra sendiri yang tidak terlihat, makanan yang ia sajikanpun sudah dingin dan kurang enak untuk dimakan.


Mungkin satu wanita ini sedang bersedih, namun ketiga remaja di belakangnya sedang kesal dan menahan amarah sejak awal. Orang-orang itu adalah Reza, Mark dan Emil, yang sejak tadi juga menunggu Una yang stand by duduk di meja sambil terus melihat-lihat kapan Keyra datang.


“ Si Keyra lama amat si... tu anak janc*k emang, berani-beraninya dia bikin Una nangis “ Ucap Mark menahan amarah sampai urat tangannya mengeras bahkan terlihat menonjol.


“ Sial... gue seret juga si bocah rese “ Susul Emil.


Sementara kedua orang itu sedang geram dan mengumpat, Reza kini duduk disamping Una. “ Una... kamu jangan nangis lagi ya sayang, kalau Keyra gak dateng, kamu mending masuk kelas aja ya... jam istirahat soalnya udah mau beres “ Ucap Reza sambil mengelus rambut Una.


“ Tapi kak... Una masih mau nunggu bang Kekey, pasti abang belum makan... “.


Hanya menghela nafas, Reza tidak bisa merubah tekad Una, meskipun ia bisa melihat Keyra dengan mudah mengatur adik kesayangannnya ini, namun dirinya sendiri masih belum bisa melakukan hal yang sama. Dan beruntungnya, tidak lama setelah itu, datang seorang remaja yang berlari kencang, dengan kecepatan tidak normal mendekat ke arah meja Una, sampai-sampai siswa yang disekitar pun dibuat terkejut oleh orang tersebut.


Sesaat kemudian, semua orang mengetahui bahwa sosok tersebut adalah Keyra yang bernafas dengan cepat karena lelah.


“ U...na... maafin gue... karena telat dateng “ Ucap Keyra kehabisan nafas.


Una berhenti menangis dan menyuruh Keyra untuk duduk istirahat, sementara ketiga orang didekatnya menatap tajam Keyra yang mendapat perhatian dari sang gadis.


“ Heh, Keyra... lo dari mana aja sih? Una udah lama nunggu lo tau, dasar gak tau diri “ Ucap Emil.


“ Maaf kak, tadi gue serius puyeng banget... tugasnya susah, gue bahkan belum bisa jawab semuanya “ Ucap Keyra berbohong.


Sebenarnya, sebelum ia latih tanding dengan Andra, Keyra mengirim pesan pada Reza agar tidak membiarkan Una menjemput ke kelas karena mendapat banyak tugas dari gurunya, dan nyatanya semua itu bohong untuk menutupi kebenaran Keyra yang diam-diam masuk ke gedung silat untuk bertarung dengan Andra.


“ Lain kali... kalau kegiatan abang lama bilang ke Una ya, Una cape nunggu tau “ Ucap gadis itu cemberut.


“ Iya... maafin gue ya, entar gak bakal ngulangin lagi deh “ Susul Keyra sambil mengelus kepala Una seperti biasa.


Una menikmati sentuhan dari Keyra, selain senyum ramah yang ia sukai dari pemuda tersebut, elusan tangan pria itu seolah membuat Una kecanduan dan ingin dielus lebih lama dari yang ia dapat, namun disaat hatinya melayang mendapat perlakuan dari Keyra, Una melihat ada banyak luka lecet di tangannya, bahkan sebagian ada yang sampai berdarah.


“ Bang Kekey!... tangan abang kenapa berdarah? Ada yang lecet... dan sela-sela jari bang Kekey kenapa sobek? “ Tanya Una khawatir hampir menangis.


Selain Una, perhatian Reza, Emil dan Mark tertuju pada tangan Keyra yang kondisi nya sama persis dengan Una katakan. Keyra kaget, ia tidak menyangka kalau lukanya bisa disadari oleh Una, padahal sebelum menuju kemari dirinya sudah membersihkan bagian yang terluka, apa mungkin kembali berdarah saat menuju kemari?.


“ Ahaha... ini... “

__ADS_1


Keyra belum melanjutkan omongannnya karena bingung untuk mencari alasan. ‘ Gue gimana jelasinnya nih? ‘ Batin Keyra.


Bersambung


__ADS_2