
Keyra duduk di sofa, berseberangan dengan pria paruh baya yang kini tersenyum hangat dengan secangkir teh ditangannya. Beberapa menit yang lalu, setelah mengkonfirmasi kedatangan Keyra, bu Taira pamit undur diri meninggalkannya bersama kepala sekolah yang entah kenapa terus diam selama lima menit, hingga di penghujung waktu tadi, barulah pak kepala sekolah mempersilakan Keyra untuk duduk di sofa.
Faren Azderinune, adalah nama pria yang kini membuka obrolan dengan sapaan biasa, kata teman sekelas Keyra, beliau merupakan orang yang sudah lama menjabat sebagai kepsek di Bina gemilang High school, Kariernya dimulai sejak 10 tahun yang lalu, dan menurut rumor burung, orang itu merupakan rekan kerja presdir group El R yang terpercaya.
Sambil membahas ini dan itu, pak Faren kini mulai memberitahu tujuannya untuk apa memanggil keyra kemari, dan disaat anak itu dengan seksama mengamati ucapan, dirinya dibuat kaget dengan apa yang dia dapatkan.
“ Jadi saya bisa langsung naik ke kelas 11 pak? “ tanya Keyra masih tidak percaya.
“ Haha... tentu saja, saya bahkan niatnya mau langsung nyuruh kamu lompat kelas ke kelas 12, tapi dilihat dari usia kamu yang baru 15 tahun, kayaknya kamu bukan sekali ini lompat kelas “.
Tebakan pak Faren benar adanya, Keyra yang sudah kelas 10 namun usianya baru 15 tahun ini memang pernah lompat kelas saat SMP, pada saat itu kejadiannya sama persis dengan sekarang, pak kepsek di sekolah SMP nya dulu bilang kalau Keyra memiliki kinerja otak yang pintar dan cerdas, meskipun baru kelas 8 pada waktu itu, Keyra diketahui dapat menjawab soal kelas 9 dengan jawaban benar dan mudah dipahami.
“ Tapi... apa gak masalah kalau saya lompat kelas gini pak? “ Tanya Keyra.
“ Emang siapa yang bakalan mempermasalahkan hal ini?, toh saya yakin si tua bangka Noland bakalan setuju, terlebih kecerdasan kamu itu diatas rata-rata anak seumuran kamu “.
Keyra tersenyum canggung, setelah mengamati lebih jauh, sepertinya orang terdekat Noland biasa memanggilnya dengan sebutan ‘Si tua bangka’, karena selain pak Faren, Keyra juga menemukan kalau pak Dharma juga menyebutnya demikian.
“ Itu... kayaknya pa Kepala sekolah terlalu meninggikan saya deh, padahal kan masih banyak diluar sana orang yang lebih pintar dari saya “. Ucap Keyra dengan senyum canggung.
“ Haha... saya suka sama anak kayak kamu Key, rendah hati dan tidak berbangga diri, intinya kamu bisa langsung pindah ke kelas 11-4 “.
“ Apa saya bakalan masuk ke kelas itu pas ujian tengah semester selesai pak? “.
“ Ouh, enggak... kamu bisa pindah besok “.
“ Apa? “
***
Disebuah ruangan, terdapat 3 pria yang kini sedang membahas perihal penting, dengan banyaknya berkas yang berserakan di atas meja, mereka nampak serius dan fokus dengan pembahasan. Lain halnya dengan satu orang lagi, dia bukan berjenis kelamin laki-laki, melainkan seorang wanita yang nampak seperti wanita kisaran 25 tahunan tengah duduk di kursi yang tidak jauh dari kumpulan tiga orang tadi. Tubuhnya ramping, rambut hitam panjang sepinggangnya dibiarkan terurai, serta dengan setelan jas yang anggun dan elegan, orang itu menampilkan kesan yang baik sebagai wanita karier yang berdedikasi tinggi.
“ Jadi... bisnis yang ada di Australia udah kamu beresin? “ Tanya seorang pria yang paling tua dari ketiganya, sebut saja inisialnya adalah ‘P’.
“ Sudah, lengkap sama penyelesaian dan rencana untuk 5 tahun mendatang “. Jawab si wanita.
“ Berarti... kamu bakalan pindah profesi jadi dokter lagi? “. Ungkap pria berinisial ‘D’.
“ Ouh... tentu, kenapa juga harus ngurusin kertas-kertas itu sementara ada si sulung kecil yang bisa diandalkan, terlebih aku mau main-main sama anak baru itu... aku dapat info kalau dia anak yang lumayan menarik “.
“ Jangan ganggu dia ‘C’, anak itu masih 15 tahun “. Kali ini pria berinisial ‘L’ membuka suara.
“ Hey... ayolah, ini kan bukan pertemuan rahasia, kalian gak perlu lah manggil nama pake kode gitu “.
“ Kita harus waspada “. Ucap ketiga pria bersamaan.
Wanita C kini menghela nafas, dirinya merasa bahwa orang-orang dihadapannya sangatlah tidak asik, awalnya ia mengira kepulangannya dari Australia akan disambut hangat oleh ketiganya, namun berbeda dari yang dibayangkan, bukannya diadakan perjamuan, wanita C malah dibawa ke ruang rapat untuk laporan yang ia kerjakan semasa di luar negri.
“ Hah... kalian gak asik, udah ah... aku duluan ya, oh... satu hal lagi, ayah sama para Abang jangan lupa siapin aku hadiah ya, keuntungan perusahaan kita disana lebih dari 10 M lho “.
Sambil berbicara, Wanita C kini mulai menghilang dari Pria P, L dan D. Ketiganya hanya menggeleng pelan dengan sikap wanita itu, meskipun memiliki bakat yang hebat dalam berbisnis dan kedokteran, dia sering kali suka bermain-main dengan pekerjaan. Salah satu contohnya , ia pernah mengerjai bawahannya untuk membeli pesawat model terbaru, lalu setelah itu dijual lagi dengan harga yang merosot drastis, entah niat apa yang dipikirkannya, namun satu hal yang pasti, Cecilla Nukita E. Adalah wanita yang ketika sedang marah akan menggemparkan seluruh benua.
“ Jadi ayah... gimana kita mau lanjut bahas soal ‘itu’? “. Tanya pria L setelah 5 menit keheningan mengisi ruangan.
“ Oh, soal ‘dia’... ya boleh aja, terserah kamu mau lanjut cari tau atau enggak nya, sekiranya hal itu bisa mengobati rasa penasaran kamu, ayah gak masalah “. Ucap Pria P.
“ Kalau kamu gimana? “ kali ini pria L bertanya pada pria D.
“ Ok aja sih, toh menurut aku dia bukan orang jahat “.
“ Ok... kalau gitu mohon bantuannya dari kalian berdua “.
***
Saat ini, Alfa tengah diam sambil melihat kearah kaca spion, dengan posisi memegang dagu yang mana sikut lengannya bertumpu pada pinggiran bawah kaca mobil, pemuda itu sesekali menaikan alis dengan kejadian yang dilihatnya, apa yang dilakukannnya sejak tadi, apakah tengah melihat kemesraan Una dengan Keyra seperti seorang adik-kakak sungguhan?, namun tidak!, ada pemikiran lain yang saat ini mengerumuni otaknya.
Tanpa disadari oleh yang lain, Keyra si body guard Una itu kini memiliki sorot mata yang lumayan redup, meski tidak terlalu jelas, namun sedikit perubahan sikap anak itu dapat dengan mudah diketahui oleh Alfa, terutama Reza dan Una, keduanya pun merasakan hal yang sama.
“ Bang Kekey... “. Ucap Una setelah bercerita.
“ Hm? “.
“ Bang Kekey kenapa? “.
Akhirnya, hal yang ditunggu-tunggu oleh Alfa dan Reza pun terjadi.
“ Apanya yang kenapa? “. Tanya Keyra beralasan meskipun tau arah pembicaraannya.
“ Bang... jangan gitu, kalau ada masalah cerita dong sama Una, kalau sekiranya ada yang perlu dibicarain ya harus bilang, jangan dipendam sendiri, padahal bang Kekey lho yang ngomong kayak gitu ke Una, tapi kok malah abang sendiri yang gak terbuka “.
Una berbicara pelan, sambil menggenggam pelan tangan Keyra, gadis itu menatap lurus matanya dengan tatapan serius, terlebih saat pandangan Keyra beralih ke depan, kedua tuan muda yang ada disana ternyata juga sedang memperhatikannya. Keyra menghela nafas, sepertinya ia sudah terbiasa sendiri selama beberapa tahun terakhir, yang mana ketika disaat dirinya mempunyai orang disekitar tidak mudah dan terbiasa dengan kehadiran mereka.
__ADS_1
Sedikit dijelaskan, hal yang kini membuat kepala keyra sakit dan dilema adalah perihal dirinya yang lompat kelas, selepas ia berbicara dan keluar dari ruangan kepala sekolah, Keyra mendapatkan sebuah surat pemberitahuan dan persetujuan orang tua untuk ia bisa atau tidaknya melakukan lompat kelas tersebut. Dari situ Keyra bingung, apakah ia akan memberitahu keluarga Elrahma sebagai orang pertama yang mengetahui kabar ini, terlebih dirinya tidak mempunyai wali sama sekali selain Noland sebagai tuannya, meskipun ada yaitu sang ayah, namun kan pria itu sudah tidak peduli pada Keyra sejak awal.
“ Bang Kekey... “ Panggil Una lagi ditengah abangnya yang sedang diam.
Keyra tersenyum, sepertinya pikiran yang ia miliki sudah berjalan terlalu jauh, kenapa harus ia pusing-pusing dengan hal itu, toh ini hanya lompat kelas, jadi buat apa juga ia merasa terbebani, awalnya sih ia berencana untuk tidak memberitahu keluarga Elrahma perihal lompat kelas nya, karena takut merepotkan ditengah kesibukan berbisnis, Keyra memantapkan hati untuk menyimpan surat itu tanpa diketahui siapapun.
Namun setelah dipikir-pikir kembali, sepertinya ia sedikit salah, bukannya mencegah mereka kerepotan, justru jika hal ini tidak diketahui oleh mereka, sudah pasti pak Kepsek akan memanggil perwakilan keluarga yang sudah menjadi rumah bagi Keyra.
“ Haha... maaf ya Una, tadi gue cuma kepikiran sesuatu “.
“ Kepikiran tentang apa bang? “.
“ Tadi gue dipanggil pak Kepsek ke ruangannya “ Ungkap Keyra membuat atensi para cucu Elrahma mengarah fokus padanya.
“ Lo buat ulah apaan Key? “ Tanya Reza yang pertama kali membuka suara.
“ Apa lo dikeluarin di sekolahan karena selalu bikin gue kesel “ Susul Alfa sedikit membuat Keyra jengkel.
“ Hey... apa seburuk itu gue dimata kalian, gue dipanggil kesana bukan karena bikin kasus “.
“ Terus apaan dong? “ Tanya mereka berdua.
“ Gue dapet surat pemberitahuan kalau mulai semester 2 nanti gue bakalan langsung naik kelas 11 “.
“ APA?!! “.
Una, Reza maupun Alfa kini terkejut, pasalnya mereka baru pertama kali melihat secara langsung orang yang dapat naik kelas 2 kali dalam setahun, meskipun pernah mendengar seorang siswa yang memiliki kejadian sama dengan Keyra, namun disaat orang terdekat mereka mengalami hal ini cukup membuat mereka tercengang.
“ Kok bisa sih? Apa segampang itu loncat kelas kayak si Keyra? “ Ucap Alfa.
“ Wah... kalau tau gitu kenapa enggak gue aja yang langsung dilulusin sama pak Kepsek, gue kan pinter gak kayak lo Al “ Ujar Reza.
“ Anjrit!, gue enggak se bloon itu ya “.
“ Nah... itu masalahnya, padahal kita kan bisa dibilang lumayan tuh dalam belajar, kenapa gak kita aja yang naik tingkat lebih awal bukannya si Keyra? “.
Ucapan Reza tadi membuat mereka menatap Keyra lebih lekat dari sebelumnya, seolah meminta penjelasan, pemuda itu menghela nafas sebelum membuka suara. “ Jadi gini nih, menurut penjelasan pak Faren atau kepala sekolah, beliau mutusin gue buat lompat kelas karena diliat dari nilai harian gue “. Ucap Keyra.
“ Emang nilai harian lo kenapa? “. Tanya Reza.
“ Katanya sih nilainya sempurna, dan juga... sebagian guru bilang kalau jawaban gue pas ulangan harian tempo hari itu selain bagus gapang dimengerti, terutama matematika, karena menurut gue kalau make cara yang diajarin di sekolah ini agak ribet, jadi gue pake cara yang lebih simpel “.
Keyra menjelaskan dari awal sampai akhir, sampai Reza, Alfa dan Una dibuat paham oleh perkataanya, karena penasaran dengan jawaban matematika yang Keyra maksud, beberapa menit yang lalu Alfa menanyakan perihal tersebut, dan setelah dijelaskan, ketiga cucu keluarga Elrahma dibuat kagum olehnya.
“ Kenapa? “ Tanya ketiga orang yang berada dimobil.
“ Alasannya sederhana sih, gue masih belum terbiasa materi kelas 11, kan bentar lagi ujian tengah semester, ya kali gue ngebut belajar ngulang materi yang tertinggal?, setidaknya kalau semester 2 nanti gue agak santai belajar materinya “.
“ Yaelah... kan ujian tengah semesternya bulan November, masih 3 bulan lagi Key, kalau gue jadi elu sih mau-mau aja langsung pindah... “. Ucap Alfa.
“ Iya in deh biar cepet “.
“ Hm... berarti mulai semester depan kita seangkatan dong bang? “. Tanya Una yang dibalas anggukan oleh Keyra.
“ Asik... Una nanti mau minta tolong ke Opa ah, biar bisa sekelas sama bang Kekey, pasti seru “.
Una bersuka cita, sementara Alfa dan Reza memilih fokus pada pemikiran masing-masing, dilihat dari raut wajah keduanya Keyra menduga kalau para tuan muda itu sedikit merasa iri, ini hal yang wajar, siapa yang tidak mau naik kelas lebih awal?, semua orang pasti akan senang bukan kepalang, namun berbeda dengan Keyra, dirinya sudah mengalami hal ini satu kali saat SMP, jadi tidak terlalu kaget meskipun senang.
“ Hah... gue jadi iri, kenapa ya pak Faren gak ngelulusin kita lebih awal “ Ucap Reza.
“ Iya nih, kalau gue jadi si Keyra pasti udah seneng bukan kepalang, tapi setelah gue liat... lo kok adem ayem aja Key, gak seneng lo? “. Tanya Alfa dengan alis yang ia naikan sebelah.
“ Seneng kok, cuma enggak terlalu kaget aja, soalnya pas SMP udah pernah sekali “.
“ HAH?!! “.
Lagi dan lagi penghuni yang ada di mobil kembali dikejutkan oleh Keyra, sepertinya anak itu memiliki banyak kejutan tanpa mereka ketahui, bagi sebagian orang, lompat kelas satu kali saja sudah bisa dibilang pintar, namun apa ini? Keyra pernah lompat kelas di tingkat SMP, dan jika ditotalkan berarti anak itu sudah dua kali naik tingkat lebih awal selama bersekolah.
“ Emang umur bang Kekey berapa sih pas lompat kelas? Una jadi penasaran “. Tanya Una.
“ Hm... kalau gak salah, gue lompat kelas itu pas umur 13 tahun pas kelas 8 ke kelas 9, jadi pas itu gue lulus SMP sebelum 14 tahun “.
“ Eh?, kalau gitu berarti harusnya bang Kekey baru 14 tahun dong, kok waktu itu bilang 15 tahun? “.
“ Enggak, gue emang 15 tahun, soalnya pas lulus SMP nunda setahun dulu gak lanjut sekolah “.
Keyra terus bercerita, sementara baik itu Una maupun Reza dan Alfa mendengarkan seksama tapi santai, ketiga orang itu cukup asik mendengarkan pemuda tersebut berbicara kala itu, ternyata pengalaman yang Keyra alami sudah cukup banyak dibandingkan dengan ketiganya, sungguh pembicaraan yang menarik jika Keyra membahas tentang sepak terjangnya dalam belajar maupun dalam mencari nafkah, itu cukup seru untuk didengar.
***
“ Assalamualaikum, semuanya... kami pulang “.
__ADS_1
Keyra dan ketiga cucu keluarga Elrahma tiba di mansion pada pukul 14:45, mereka masuk ke ruang tamu dan menemukan ada Devina dan Veriska tengah mengobrol santai dengan secangkir teh ditangan masing-masing. Menyadari bahwa para putra dan putri mereka sudah pulang, kedua orang itu menyambut hangat keempatnya dengan dengan senyum lembut, segera setelah itu para anak mencium tangan mereka secara bergilir.
“ Finally, kalian pulang juga... kita udah nunggu lumayan lama lho “. Ucap Devina memeluk lembut Una yang ia biarkan duduk disisinya.
“ Hihi, mama rindu Una ya? “ Tanya orang yang bersangkutan.
“ Iya, udah lama mama gak meluk kamu kayak gini, hm... bau kamu masih seger aja, honey “.
“ Iya kah? Padahal Una belum mandi lho “.
“ Badan kamu bakalan tetep wangi kok sayang, padahal belum mandi apalagi udah mandi entar “. Ucap Reza yang ikut memeluk Una disisi lain.
Kini Una tersenyum, meski sebelumnya menghela nafas karena merasa lelah, namun jika hal ini dapat membuat mama dan kakaknya senang, ia tidak masalah untuk menetap dalam posisi tersebut, terlebih dirinyapun malah senang mendapat perlakuan seperti ini.
Berbeda dengan Devina yang sibuk dengan kegiatan sendiri, kini Veriska terlihat menatap lekat anaknya yang memalingkan wajah enggan dilihat oleh sang Bunda. Meski tanpa bicara, Alfa mengerti kalau bundanya itu ingin dipeluk dan diperlakukan layaknya sang adik ipar, namun apalah daya, ego Alfa ini cukup tinggi, ia nampak enggan namun berakhir duduk disamping Veriska dan dipeluk oleh sang bunda. Sebagai remaja berusia 18 tahun, hal ini cukup memalukan, tapi apa boleh buat, yang sedang ia hadapi ini adalah ras dengan kasta tertinggi dimuka bumi, salah-salah kalau dia menolak bukan tidak mungkin akan di kick dari kartu keluarga. Kerya yang melihat hal itu hanya tersenyum, lucu sekaligus terharu dengan pemandangan yang tersuguh didepan mata.
Hingga tidak lama waktu berjalan, Keyra hendak pergi ditengah itu semua, namun belum sampai 5 langkah ia berjalan, datang suara keras entah dari mana terdengar jelas menggema di lantai satu ini.
“ ALFA!!!... UNA!!!... EZA!!!... “.
Keyra tersentak, muncul aura negatif yang membuat bulu kuduknya berdiri, seketika itu juga ia menyiapkan kuda-kuda untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu, perasaannya saat ini tidaklah enak. Namun, tidak lama setelah teriakan keras itu, muncul dari ruang tengah seseorang yang berlari dengan cepat, pandangan Keyra menangkap bahwa orang itu adalah seorang gadis yang mungkin berusia sekitar 25 tahunan, wanita itu bergerak dengan cepat dan melompat ke sofa dimana Alfa, Reza dan Una berada.
“ AUNTY?!! “. Ucap ketiga cucu keluarga Elrahma bersamaan.
“ Hah? “.
Keyra bingung, perasaan buruknya menghilang disaat wanita itu memeluk Reza, Alfa dan Una secara bergantian, apakah instingnya kala itu salah, padahal ia dapat dengan jelas menemukan hawa tidak nyaman yang menusuk, dan apa yang diucapkan para tuan muda tadi?, Aunty? Siapa?, apakah wanita yang sat ini sedang heboh itu?.
“ Ya ampun, anak-anak... kalian ternyata udah gede ya, aunty kangen tau “. Ucapnya yang kini duduk disamping Reza, tidak lupa tangannya mendekap erat pemuda tersebut.
“ I, itu... aunty Cilla apa kabar? kok kita gak tau kalau aunty bakalan pulang “. Tanya Alfa dengan wajah yang sedikit kaku.
“ Wah!!!, Alfa lagi tanya aunty? Aaaa... jadi seneng deh “. Ucapnya langsung berpindah tempat dan memeluk erat orang yang bersangkutan.
Sementara yang lain hanya menghela nafas berat, Keyra diam mencerna situasi yang ada didepan. Pikirannya sibuk, siapa wanita yang tiba-tiba muncul ini?, dan kapan perasaan mengancam tadi hilang?, seolah tidak terjadi apa-apa, Keyra merasa bahwa atmosfer kembali normal bersamaan dengan wanita yang bernama Cilla ini muncul.
Mengurungkan niat awalnya yang ingin pergi duluan ke kamar, Keyra melirik sekitar disaat aunty yang bernama Cilla ini sedang asik mengobrol dengan yang lain, ia kembali waspada, takut ada kejadian yang tidak terduga. Sementara itu, tidak jauh dari tempat mereka berkumpul, datang Noland beserta kedua anaknya yang berjalan beriringan.
“ Oh, kalian udah pulang? “ Ucap Noland yang pertama kali berbicara dan duduk di kursi tunggal di samping Keyra.
“ Tuan Noland, saya mau ngomong sesuatu “. Ucap Keyra dengan nada serius.
“ Kamu ngomong apa? “.
“ Hah? “.
“ Kamu manggil siapa? “.
“ I, Itu tuan__... “.
“ Kamu manggil saya apa? “.
Keyra diam, dan mengerti arah pembicaraan Noland, sepertinya aki-aki ini tidak ingin lagi dipanggil tuan olehnya, meskipun waktu itu sepakat untuk dipanggil kakek, namun ia tidak menyangka kalau hal itu serius disetujui.
“ Maaf, ka...kek “ Ucap Keyra terbata asih canggung dengan panggilan ini.
“ Nah... itu ngerti, ya udah kamu mau ngomong apa? “.
“ Itu Tu__... Kek, saya tadi sempet ngerasain hawa buruk, apa perlu kita perketat penjagaan dirumah? “.
“ Ouh... kamu ngerasain juga? “. Bukan Noland yang menjawab, namun Erlang yang ikut nimbrung mengikuti pembicaraan.
“ Iya om, meskipun cuma sebentar, saya yakin kalau insting saya gak pernah salah... “.
Keyra berbicara dengan sorot mata penuh dengan keyakinan, hal itu membuat Noland dan Erlang saling memandang dan mengangguk-anggukan kepala bersamaan, sementara Keyra, dia tetap memperhatikan meski tidak tahu makna dari reaksi tersebut.
“ Kamu tenang aja Key, firasat kamu tadi emang bener, tapi gak masalah... karena orangnya udah jinak “. Ucap Noland santai dan menyuruh pelayan untuk membawakan minuman.
“ Maksudnya gimana Kek?, maaf saya agak... “.
Keyra tidak melanjutkan ucapannya dan memilih melihat Noland dengan sorot mata meminta penjelasan, dari itu orang yang ditatap menghela nafas sambil terkekeh.
“ Haha... kayaknya saya perlu ngasih tau kamu sesuatu “. Ucap Noland makin membuat Keyra bertanya-tanya.
Bersambung
ok gaes... hari ini aku double up nih, dan juga ini alasan aku telat up, mohon maaf ya, gak papa kali ya, yang penting ada deh, dan juga makasih karena udah mau baca ceritaku, terus ikuti kisah nya si Keyra di 'Pesona Keyraldo'.
kalau udah baca jangan lupa tinggalkan jejak ya, dengan like, komen dan kalau mau donasi juga boleh😁, haha... canda, canda (serius dikit).
intinya jangan pernah bosen ni baca novel ya
__ADS_1
jumpa di chapter selanjutnya