
Keyra berlari menuju kamarnya, meninggalkan Una yang ia suruh menunggu sejenak hendak mengambil sesuatu, pemuda itu nampak antusias karena akan melakukan hal yang sebelumnya sudah lama tidak dilakukan semenjak pindah ke rumah keluarga Elrahma.
“ Em... gue taro dimana ya tu barang? “.
Mencari-cari sesuatu, Keyra mengeledah seluruh isi kamarnya, dari mulai kolong tempat tidur, lemari, meja belajar, sampai ke kamar mandi dan ruang ganti pun ia telusuri untuk menemukan benda tersebut, namun pada akhirnya ia melihat barang itu di belakang pintu kamar, sungguh tempat yang tidak disangka-sangka.
Keyra membawa sebuah papan dengan roda yang menempel menuju tempat Una, ternyata benda yang ia cari adalah sebuah skateboard dengan unsur cat warna merah, mungkin hanya sedikit informasi, skateboard ini merupakan benda yang keyra beli dulu saat pergi ke pasar bersama ketiga cucu keluarga Elrahma, namun tak sempat ia mainkan karena keburu terserang demam tempo hari.
“ Nah... barangnya udah ketemu na “ Ucap Keyra memperlihatkan skateboard yang ia bawa.
“ Wah... papan seluncur, bang Kekey bisa main itu? “. Tanya Una dengan mata yang berbinar.
“ Bisa dong, lo mau liat gue main gak? “
“ Mau, mau... “.
Keyra tersenyum, ia menyuruh gadis itu menjauh agar tidak terluka di tengah aksinya, segera setelah itu pemuda tersebut langsung meluncur cepat mengitari jalan lurus yang ada di taman, Una melihatnya kagum sambil sesekali menyorakinya, berbagai atraksi Keyra lakukan dengan lihai bak seorang profesional, seperti kickflip, heelflip, dan beberapa gerakan yang sulit contohnya gazelle flip Keyra lakukan dengan mulus.
Una bersemangat, saking senangnya ia bahkan mengabadikan atraksi Keyra dengan mengambil rekaman berbentuk Video, hal tersebut tidak diketahui oleh Keyra, karena saking asik dan fokus bermain, pemuda itu bahkan tidak sadar di amati oleh beberapa orang dan butler yang berada diluar, salah satunya adalah Toni, pria itu menatap Keyra dengan mulut terbuka tak percaya, ia mengira kalau anak muda jaman sekarang tidak mudah diprediksi, siapa sangka Keyra yang ia anggap anak kalem adem ayem ternyata bisa bermain benda seperti itu, sungguh satu hal yang mengejutkan.
Waktu berjalan menuju menit ke 10, Keyra menghentikan kegiatannya karena merasa sedikit lelah, sudah sejak lama ia tidak bermain skateboard, dan saat memainkan kembali benda itu membuat perasaanya sangatlah senang bahkan membuat Keyra bernostalgia dikala nimbrung dengan teman skateboard lainnya.
“ Eh?, kok rame gini? “ Bingung Keyra melihat tempat ia beraksi menjadi kerumunan kecil, bahkan beberapa orang ada yang bertepuk tangan.
Segera setelahnya, Keyra kini menghampiri Una yang melambaikan tangan dengan senyum lebar.
“ Bang Kekey hebat banget tau, pokoknya waah deh... Una gak tau kalau abang bisa main skateboard “. Ucap Una menggebu-gebu.
“ Haha... padahal biasa aja lho Na, masih ada banyak temen gue yang mainnya lebih bagus dan ahli “.
“ Oh, bang Kekey punya temen yang bisa skateboard juga?, berarti masuk geng dong? “. Tanya Una.
“ Enggak... gue cuma ikut pas maen doang, itu pun kalau lagi sempet, gue mana senggang pas dulu karena harus kerja “.
“ Hm... gitu ya “.
“ Mainnya udah yuk, kebetulan bentar lagi jam 3 dan udah mau masuk waktu ashar, lo mandi dulu gih... terus solat entar kalau udah gue bakalan jemput lo lagi “.
“ Ok, bang “.
Keyra dan Una masuk kedalam setelah mereka membereskan tempat sebelumnya, kedua orang itu masuk ke kamar masing-masing dengan tujuan membersihkan diri dan menunggu adzan berkumandang untuk melaksanakan solat, dan sekitar 1 jam waktu berjalan, kini Keyra kembali menjemput Una ke kamarnya setelah melakukan kegiatan sembahyang.
Tok, tok, tok...
Keyra mengetuk pintu dan memanggil nama gadis bungsu keluarga Elrahma, beberapa detik kemudian pintu kamar terbuka menampilkan seseorang yang menatapnya dengan senyuman.
“ Udah Na solatnya? “ Tanya Keyra dan dijawab Anggukan oleh Una.
“ Ya udah... kita ke bawah yuk “. Ajaknya.
“ Eh, tapi kok abang masih pake sarung?, bukannya itu buat solat ya?, entar kalau kotor gimana? “ Tanya Una berhenti saat hendak melangkah.
“ Gak papa... ni sarung emang sengaja buat pakaian sehari-hari kok, lagian gue masih punya banyak “.
“ Hooo... gitu ya, ok deh “.
Una dan Keyra turun menuju lantai 1, mereka pergi ke ruang tengah hendak menemukan kegiatan, sebelumnya mereka sudah berpiknik diluar, dan ingin melakukan hal lain. Awalnya sih Keyra sudah mengusulkan banyak hal seperti membaca buku bersama atau sekedar belajar dan mengerjakan pr, namun hal itu Una tolak karena masih bisa dikerjakan besok di akhir pekan, jika keyra pikir lagi sih benar, jadi baiklah just for this time Keyra menuruti permintaan Una.
“ Opa... “.
Una berlari kecil, menghampiri sang kakek yang kini tengah terfokus pada layar televisi, gadis itu memeluk pelan dan duduk diantara Noland dan Erlang yang sejak tadi berada di ruangan, tidak lupa dengan keluarga yang lain, semuanya ada disana terkecuali Razka dan para nyonya yang katanya sedang berada di dapur.
“ Em, cucu opa wangi banget, baru selesai mandi ya? “ Tanya Noland seraya mengelus lembut rambut Una.
“ Iya dong, kan udah sore, opa udah mandi belum? “.
“ Haha... belum “.
“ Ih, jorok... opa mandi dulu gih, kita itu harus menjaga kebersihan biar gak diserang kuman, jangan kayak papa ya yang harus dikonserin dulu sama mama “. Ucap Una tertawa kecil.
“ Hey, hey... kok papa dibawa-bawa sih? “ Ucap Juan di bangku sebrang.
“ Abisnya Una liat papa keringetan mulu, terus kulitnya lengket lagi... itu tandanya papa belum mandi, sekarang juga belum kan? “.
“ Iya sih... “.
“ Nah, kan... terus pasti semua yang ada disini belum pada solat juga “.
Satu detik Una mengucapkan kalimat tersebut, semua orang mematung tidak bisa memungkiri kenyataan, perkataan Una tadi benar dan bukan bohong, para orang tua kini sedang beristirahat sepulang mereka di kantor, guna menghilangkan penat mereka memilih untuk duduk sejenak sambil menunggu keringat kering, namun tidak terasa karena asik menonton acara berita yang ada di televisi, waktu berjalan cepat hingga mereka lupa kalau sekarang sudah jam berapa.
Sama halnya dengan para tuan muda, Alfa dan Reza yang sekarang sedang main game online dibuat kalah karena berhenti ditengah pertarungan, sebenarnya berbeda dengan para orang tua, mereka sudah membersihkan badan dan turun kebawah dengan keadaan tubuh yang sudah wangi sabun, namun perihal sudah solat ashar nya atau belum, para tuan muda berusaha untuk tidak bersikap panik dan melanjutkan permainan.
“ Kak Eza... kak Alfa juga... “.
Una bangkit dari duduknya, dan satu persatu menyuruh para orang tua dan tuan muda kembali ke kamar untuk melaksanakan keinginannya, dia bahkan rela mendorong kelima pria itu ke lift ditengah kebingungan para lelaki, sementara keyra yang sejak tadi berdiri di kursi yang sebelumnya Noland tempati hanya berusaha menahan tawa melihat mimik wajah mereka, sungguh moment yang langka dapat melihat raut muka orang besar keluarga Elrahma yang dingin dan kejam di hadapan orang lain, namun ciut dan lemah dihadapan gadis bungsu mereka yang manja.
‘ Ternyata ada ya keluarga model gini?, absurd banget anjir, haha... ‘ batin Keyra.
__ADS_1
***
Hari senin
“ Kak Veri lagi ngapain? “ Tanya Devina pada sang ipar yang kini tengah berada di dapur.
“ Aku lagi buat sarapan Dev, liat Keyra yang tadi gak ikut makan, dan denger dari Alfa kalau dia gak enak badan... kakak inisiatif buat nyuruh dia makan sebelum ngasih obat nanti, kayaknya kondisi tubuh anak itu akhir-akhir ini kurang baik deh “ Jawab Veriska dengan raut wajah khawatir.
“ Ouh... ya udah, mau Devi bantuin? “.
“ Haha, gak usah... lagian udah beres kok, tinggal nuang air minum aja “.
“ Ok, deh... kalau gitu aku ke ruang kerja dulu ya, jangan lupa sama kerjaan kita ngurus toko ya kak “.
“ Iya, tenang aja “.
Devina pergi meninggalkan Veriska, sementara ibu dari satu anak itu kini melanjutkan kegiatan dan membawa nampan makanan hendak menuju kamar Keyra, sebenarnya kalau tidak mau repot-repot wanita itu bisa menyuruh pelayan untuk membawakan benda ini pada Keyra, namun entah kenapa hatinya tergerak dan ingin membawa sendiri sarapan serta memastikan bahwa kondisi anak itu baik-baik saja atau tidak.
Beberapa saat yang lalu, Keyra si body guard Una tidak mengikuti acara makan karena mendapati dirinya kurang enak badan setelah Alfa dan Reza menjemputnya pukul 05:00 pagi, menurut penjelasan kedua pemuda itu, keyra mengeluh sakit dan izin untuk tida masuk sekolah hari ini, meski awalnya merasa heran, Veriska kini berjalan menuju kamar pemuda tersebut yang seatap dengan ruang makan.
Veriska yang membawa nampan makanan itu mengetuk pintu sejenak, sambil memanggil beberapa kali nama Keyra, tidak ada sautan atau jawaban dari dalam ruangan, hingga memutuskan utuk menerobos masuk, Veriska baru menyadari kalau pintu kamar Keyra tidak dikunci.
“ Keyra... kamu ada didalem nak? “. Ucap Veriska pelan.
Riska masuk, ia menyisir ruangan dan mendapati Keyra yang kini tidur di kursi meja belajar, namun saat menghampiri pemuda tersebut, wanita itu menemukan keanehan yang mana anak dihadapannya tertidur dengan kondisi sudah memakai seragam.
“ Key... kamu kenapa tidur disini?, pindah ke kasur aja nak “.
Riska mengguncang lembut Keyra setelah meletakan nampan diatas meja dekat sofa, pemuda itu terbangun dengan mengucek mata terlebih dahulu sebelum pandangannya fokus pada Riska yang berada disampingnya.
“ Eh? tante Riska, maaf tadi Keyra ketiduran...”
“ Gak papa... kamu kenapa tidur disini?, bukannya lagi gak enak badan, harusnya tidur dikasur dong biar gak pusing “.
“ Saya gak papa kok tante, sekarang juga udah siap-siap berangkat sekolah, tinggal sarapan doang “.
“ Hah? tapi tadi Eza sama Alfa bilang kalau kamu lagi kurang sehat dan minta absen “.
“ Eh?, enggak kok tante, tadi pagi malah bang Reza sama bang Alfa nemuin saya buat minum obat penambah stamina, dan itupun katanya suruh tante yang minum... “.
Keyra dan Riska sama-sama bingung, mereka tidak mengerti tentang situasi yang menimpa sekarang ini, terlebih kenapa Reza dan Alfa sampai berbohong bahwa Keyra sedang sakit?.
“ Jadi kamu beneran gak papa Key? “. Tanya Veriska sekali lagi dan dijawab anggukan oleh pemuda itu.
“ Terlebih saya penasaran sama hal lain, tante ada perlu apa cari saya?, apa ada sesuatu yang perlu dibantu atau dibahas? “.
“ Alhamdulillah saya gak papa kok, tan... dan lagi makasih mau repot-repot anter sarapan ke kamar saya... padahal gak usah lho, kan bentar lagi juga sarapan bareng “.
“ Eh? Keyra... sarapan itu udah selesai 15 menit yang lalu “.
“ Hah?, emang sekarang jam berapa? “.
Keyra melihat jam dinding yang kini jarum pendeknya mengarah ke angka 7, dari situ dirinya tersentak dengan kondisi jantung yang berdetak kencang, ternyata ini sudah siang?!, berapa lama ia tidur tadi?.
“ Astagfirullah, tante... saya udah telat! “ Ucap Keyra sambil bergegas merapikan bukunya.
“ Ya ampun... Eza sama yang lain udah berangkat dari tadi Key, tante kira kamu gak bakalan sekolah, jadi gak nyuruh mereka buat nunggu... maaf ya “.
“ Tante gak perlu minta maaf, ini semua salahnya bang__... em, pokoknya tante gak salah, kalau gitu Keyra berangkat jalan aja deh, permisi ya tante... Assalamualaikum “.
“ Waalaikumussalam “.
Keyra bergegas dan pergi setelah mencium tangan Veriska sambil mengambil benda yang berada dibelakang pintu, wanita itu sedikit bingung dengan hal yang terjadi saat ini, apakah sebelumnya Reza dan Alfa sengaja berbohong dan hendak menjahili Keyra?, jika hal itu benar maka sepulang sekolah nanti dirinya akan memberikan ceramah no jutsu pada mereka itu, berani-beraninya mereka berbohong sekaligus memuat orang lain repot.
“ Haduh... kasian Keyra harus naik ang__... eh?, bentar... Keyra tunggu dulu!!! “.
Veriska berteriak hendak menyusul pemuda yang tadi keluar dari kamar, wanita itu ingin menghimbau sebaiknya tidak perlu berangkat jalan kaki ataupun naik angkutan umum, di rumah keluarga Elrahma kan masih terdapat beberapa mobil yang nganggur, kenapa tidak menyuruh pa sopir saja untuk mengantarnya ke sekolah?, terlebih mungkin perjalanannya akan lebih cepat sampai ke tempat tujuan.
“ Yah... orangnya udah ngilang lagi, semoga aja Keyra gak telat dan gak kena hukum “.
Disamping itu, kini Keyra sedang melesat cepat dengan sebuah papan yang menjadi pijakannya, sambil bergegas dengan kecepatan yang sengaja ia tingkatkan, Keyra menggerutu dalam hati dikala mengingat obat yang tadi pagi Reza dan Alfa berikan, jika tidak salah mungkin saja pil tersebut bukanlah obat penambah stamina, melainkan obat tidur dengan dosis yang sedikit, tapi tetap saja meski efeknya sebentar, Keyra dibuat kesusahan oleh ulah mereka berdua, terlebih dirinya takut terlambat masuk ke sekolah karena akan diadakan UTS di hari senin ini.
“ Dasar tuan muda gak ada akhlak, awas aja lu berdua... gue aduin lo ke para orang tua “. Gumam Keyra dengan sumringahnya. Wah... Keyra maen adu-aduan nih gaes.
Keyra tiba di sekolah 18 menit kemudian, untung saja kala itu gerbang baru hendak ditutup dan dia masuk dengan teguran ringan dari pak satpam, masih dengan keringat yang mengucur dari pelipis dan seluruh tubuhnya, Keyra berlari dibelakang barisan para siswa yang sudah rapi untuk menyimpan ransel dan skateboard di bawah tangga. Segera setelah itu pemuda tersebut berdiri menghampiri barisan anak kelas 10-3 tidak jauh dari tempat ia menyimpan tas.
Kegiatannya menarik banyak perhatian, susana yang awalnya hening tentu saja dibuat sedikit riuh dengan suara berlari Keyra, untung saja kegiatan upacara baru memasuki tahap pembukaan yang dibawakan oleh MC, jadi kemungkinan besarnya ia tidak akan dihukum terlalu berat.
Tanpa disadari olehnya sendiri, selain siswa yang memang kepo dan penasaran siapa pria yang terlambat selain si pemecah rekor sekolah Andra, kini ada seorang gadis yang keheranan dibuat Keyra, dan ya orang itu adalah Una, si gadis bungsu keluarga Elrahma. Dalam benak ia berpikir kenapa Keyra bisa pergi ke sekolahan? Apakah kondisi tubuhnya sudah membaik?, padahal menurut penjelasan Reza tadi pagi kalau abangnya merasa tidak enak badan dan memilih izin tidak masuk sekolah.
“ Kok bang Kekey sekolah ya?, jangan-jangan kak Eza boong sama Una “. Gumamnya.
Sama halnya dengan Una, terdapat dua remaja yang kini memperhatikan Keyra dari jauh, namun dengan ekspresi berbeda, remaja yang diketahui sebagai Reza dan Alfa kini menatapnya dengan terkejut plus kesal.
“ Eza lo gimana sih? katanya efek tu obat satu jam an, kok dia cuma telat 5 menit doang? “.
“ Mana gue tau, padahal dosisnya cukup buat bikin dia tepar “.
__ADS_1
“ Terus kenapa dia bisa bangun sebelum waktunya? “.
Kedua tuan muda kini diam, mereka kesal karena rencana yang sudah disusun rapi-rapi hancur berantakan, sehari sebelum masuk sekolah pagi ini, tepatnya kemarin di hari minggu, Alfa dan Reza membuat rencana untuk menjahili Keyra dihari pertama ulangan tengah semester, dalam misi tersebut keduanya hendak memberikan Keyra obat tidur dengan dosis rendah sebelum berangkat guna membuat orang itu terlambat masuk kelas, tahap awal mereka berhasil menipu si keyra yang percaya bahwa obat itu diberikan atas perintah Bundanya Alfa sebagai menambah stamina, dan tahap kedua pun mereka berhasil untuk mengelabui semua orang perihal Kera yang tidak ikut sarapan bersama karena kurang enak badan, dan tahan selanjutnya yaitu yang terakhir, Alfa dan Reza berhasil membujuk Una pergi tanpa menemui pemuda yang bersangkutan dengan alasan takut membuatnya terganggu.
Saat di mobil menuju sekolah, hati mereka berdisko senang penuh kemenangan dengan rencana yang berjalan sangat lancar, Alfa dan Reza bahkan sempat membayangkan bagaimana Keyra dihukum dan ingin mengabadikan momen tersebut, namun tidak pernah disangka-sangka ternyata pemuda itu datang tepat waktu, meskipun terlambat 5 menit sih, tapi tetap saja, kenapa bisa si Keyra bisa bangun lebih awal, dan meskipun diantar oleh pak supir pun pasti membutuhkan waktu lebih lama karena kejebak macet yang sudah menjadi keharusan dijalan raya.
‘ Tu anak terbang apa naik onta ya pas berangkat ke sekolah?, heran gue ‘ Batin Alfa.
***
“ Bang Kekey... katanya bang Kekey sakit dan izin buat absen, tapi kok berangkat sekolah sih? “ Tanya Una yang kini mengandeng tangan Keyra hendak istirahat.
“ Gue gak sakit kok Na? Malah pas pagi tadi kaget lho ditinggalin sama lo bertiga “.
“ Berarti... kak Eza sama kak Alfa bohong?!, kalian ya!... “.
Reza dan Alfa kini mengalihkan pandangan kearah lain, keduanya tidak berani menatap gadis imut yang berada didepan, sambil terus mendengar ocehan Una, mereka sesekali menatap Keyra yang nampak menahan tawa, serta tidak hanya pemuda itu saja, bahkan Mark dan Emil yang berada dibelakang juga membungkam mulut masing-masing supaya suara mereka tidak lepas.
“ Una... udah gak papa, lo gak usah marahin mereka “. Ucap keyra menghentikan perkataan gadis disampingnya.
“ Mana boleh gitu bang... mereka udah kelewatan, kan hari ini semua siswa pada UTS, gimana kalau bang Kekey telat dan gak dapet nilai? “.
“ Tapi kan nyatanya gue gak telat dan bisa ikut ulangan tuh, jadi gak perlu ada yang dikhawatirin dong? “.
“ Hm... bang Kekey... “.
“ Udah... masalah ini lupain aja, dan lagi mereka pasti bakalan dapet balesannnya cepat atau lambat “.
“ Hm? “.
Una menatap Keyra penuh dengan tanda tanya, sementara kedua tuan muda yang dibelakang entah kenapa merasakan ada hawa kurang enak melintas dibelakang punggung mereka, bulu kuduk keduanya dibuat merinding tiba-tiba.
‘ Perasaan gue kok ga enak ya ‘ batin Rezan dan Alfa bersamaan.
Kelima insan itu terus melanjutkan perjalanan, ditengah para tuan muda yang meminta maaf pada Una bukannya pada Keyra, kedua teman yang berada dibelakang mengabadikan momen tersebut tanpa sepengetahuan mereka berdua, dan Keyra sendiri hanya terkekeh melihat pemandangan tersebut, sampai suatu ketika ada seorang gadis menghadang jalan ditengah banyak siswa, tinggi badanya sama seperti Una, dengan rambut terurai serta wajah yang cantik, gadis itu mendekat kearah Una yang tepatnya disebelah Keyra.
“ Em... misi Keyra “. Ucapnya.
‘ Eh? siapa nih? ‘.
Keyra menengok ke kanan dan ke kiri, bahkan kebelakang memastikan bahwa ada orang disekitarnya yang memiliki nama serupa. “ Em... lo manggil gue? “ Tanya Keyra bingung.
“ Iya, dan itu... em... gue mau ngasih ini, tolong diterima ya “.
Gadis itu menyodorkan sebuah kotak dengan lapisan bungkus berwarna hijau plus pita biru bling-bling diatasnya, hal tersebut membuat orang disekitar bahkan Una dan para tuan muda sedikit terkejut, apakah ini adalah pengungkapan cinta wanita kepada pria?, jika benar sungguh sangat tidak terduga.
Keyra diam sejenak dan mengambil benda yang disodorkan oleh sang gadis. “ Ini gue terima ya, makasih udah mau repot-repot... “.
Dengan senyum ramah yang ia tujukan pada sang gadis, Keyra kembali melanjutkan langkah dengan orang yang sebelumnya memang bersamanya, dari situ pemuda tersebut meninggalkan siswi tadi yang sedang mematung tanpa berkedip, sempat bingung, namun Keyra sendiri memilih untuk segera kabur.
Bersiul...
“ Ekhem, ceritanya ada yang nyatain perasaan nih “ Ucap Emil dengan gerakan membenarkan kacamata.
“ Wah, wah... gue tau lo itu ganteng Key, tapi kalau sampai populer kayak kita... hm... tapi wajar aja sih “. Susul Mark.
“ Haha... bukan lah bang, kalau nyatain perasaan pasti pake surat, kalau pake benda ke gini sih cuma ungkapan buat rasa kagum doang biasanya “.
“ Lo kayaknya udah biasa sama yang ke gituan “. Ujar Alfa.
“ Itu... pas di SMP sering kejadian “.
“ SMP? “ Tanya Reza.
“ Ouh... berarti bang Kekey banyak yang suka dong? “ Kali ini Una yang bertanya.
“ E, Enggak juga sih... cuma... gimana ya jelasinnya? “.
Keyra menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menanggapi pertanyaan dari Una membuatnya bingung harus menjawab apa, masa ia harus jujur kalau sejak SMP banyak yang memberi hadiah dan menyatakan perasaan?, meskipun benar apakah ia haru jujur pada Una?, terlebih entah kenapa dua pemuda yang ada dibelakang menatapnya dengan tajam sejak menerima hadiah dari gadis tadi.
Disamping itu, pindah ke situasi gadis yang tadi memberi Keyra hadiah, dia kini masih stay di tempat dengan temannya yang menghampiri untuk menyadarkan fokus sang gadis.
“ Heh, Bestie... jangan bengong mulu anjir, orangnya udah gak ada juga “. Ucap temannya dengan rambut diikat.
“ Eh? iya juga ya... hiks, hiks... bestie... “.
Siswa berambut terurai mengeluarkan air mata, temannya panik dan membuat atensi siswa lain mengarah kepadanya, apa yang terjadi dengan gadis itu?, apakah pemuda yang bernama Keyra menerima hadiah dengan kasar?, semuanya masih menjadi tanda tanya sebelum gadis itu membuka suara.
“ Lo kenapa nangis?, apa kado lo ditolak? Apa dia ngomong kasar sama lo? Atau dia nyuruh lo buat jauhin dia? Cepet ngomong dodol, jangan dulu cengeng ih “ Desak temannya.
“ Bestie... si Keyra itu baik pake banget tau, hiks... “.
“ Hah? maksudnya? “.
“ Kado gue diterima dong, selain itu dia ngomong makasih dan senyum ke gue... hiks, awalnya gue sempet negatif thingking kalau dia itu dingin dan gak pedulian karena gabung bareng para senior kulkas, tapi oh tapi... hiks... gila bestie, dia malah senyum ke gue say, plus senyumnya itu candu banget anjir... “.
“ What?! “.
__ADS_1
Bersambung