Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
37# Selena Domaira E.


__ADS_3

Keyra panik, pasalnya ia sekarang tengah mengangkat tubuh Una yang sebelumnya tergeletak di lantai tanpa alas. Dengan Alfa dan Reza yang sama-sama terlihat cemas, Razka dan Cilla yang baru saja masuk dibuat terkejut dengan keadaan adik bungsu mereka.


Terlihat jelas bahwa Una sedang menahan rasa sakit parah kala itu, tangannya yang meremat kuat piyama hingga kusut menjelaskan bahwa sakitnya tak tertahankan, ditambah rona wajah yang pucat bak mayat, keringat dingin pun mengucur deras di seluruh tubuhnya hingga membuat pakaian yang ia kenakan menjadi basah.


“ Una, lo kenapa? bilang sama gue bagian mana yang sakit? “. Tanya Keyra mendudukkan badan dan menatap Una dengan tangannya yang menggenggam erat gadis itu.


“ Hiks... bang Kekey... perut Una sakit “.


Keyra mendecak kesal, pasalnya kejadian yang menimpa gadis itu ternyata serupa dengan para tuan muda. Dan sesuai dugaan, mungkin ada yang salah dengan makanan yang mereka makan kala di kafe saat pulang sekolah tadi, tapi apa penyebabnya?, dia bingung karena hanya dirinya yang tidak mengalami sakit perut.


Dengan bergegas dan cepat tanggap, Keyra yang masih berkecamuk dengan pikirannya pun masih sempat fokus dan menyuruh Cilla untuk memeriksanya, untung saja jiwa dokter wanita itu cepat aktif, karena terbukti bahwa sekarang kalau Cilla sudah kembali dengan tas peralatan dokternya.


“ Hiks... bang Kekey... “. Panggil Una.


“ Iya, gue disini Na, ada apa? “.


“ Una... mau ke mama, hiks... “.


“ Ya udah, lo tunggu dulu disini ya, gue panggil beliau dulu “.


Setelah berbicara seperti itu, dengan cepat tanpa memedulikan tatapan bertanya Reza, Alfa dan Razka, Keyra berlari keluar kamar Una hendak menuju lantai empat, namun bukannya masuk kedalam lift, pemuda itu bergegas menuju lantai atas dengan menggunakan tangga, kenapa?, ia rasa menggunakan lift itu perlu memakan banyak waktu, namun satu hal yang membuat gerak larinya sedikit terhambat, Keyra melangkahkan kaki dengan kondisi sedang menggunakan sarung.


“ Ck, ni sarung bikin ribet aja, kalau tau bakalan kayak gini, gue harusnya ganti pas udah solat tadi “. Gerutu Keyra.


Karena tak kunjung mendapat gerak bebas, Keyra sedikit mengangkat kain sarung hingga memperlihatkan bagian mulus tulang keringnya, meskipun tenaga yang ia keluarkan tidak terlalu banyak, keringat dingin mengucur dari pelipis pemuda itu kala dia sampai di salah satu pintu kamar orang tua.


Diketuknya pintu yang ada didepan, Keyra cukup keras melakukan hal tersebut guna membuat orang yang ada didalam kamar keluar dari ruangannya, namun satu hal yang baru ia sadari sampai dirinya menepuk jidat secara refleks, dia kan belum tau dimana letak kamar Devina.


“ Eh?, Keyra... ada perlu apa nak?, tumben kamu datang ke kamar saya “. Ucap seseorang dari kamar yang pintunya Keyra ketuk, namun ia tidak menyangka kalau kamar ini kebetulan milik Devina, karena sekarang yang sedang bertatap muka dengannya itu adalah mamanya si Una.


“ Tante, saya mau kasih tau keadaan darurat, jadi mohon ikut saya ke lantai 3 “. Ucap Keyra dengan sisa nafas yang memburu.


“ Hey... calm down boy, jangan panik... memangnya ada hal apa sampai kamu panik gitu? “.


“ Itu... Una lagi sakit tan “.


“ Apa?! “.


***


Keadaan mansion Elrahma kini sedang riuh dan gempar, mendapat informasi bahwa para cucu keluarga sedang sakit, Noland yang sebagai pemegang tahta tertinggi pun menyuruh para maid dan butler untuk mempersiapkan banyak hal, tentu saja tidak lepas dari Keyra yang ikut berpartisipasi dalam penjagaan para tuan muda, terlebih para orang tua kini membutuhkan penjelasannya dari penyebab Una, Alfa dan Reza yang diketahui telah mengalami keracunan makanan.


Saat ini, ketiga pasien Cilla ditempatkan disatu ruangan, yang mana ruangan itu adalah kamar kosong di lantai 3, tepatnya kamar terakhir disamping kamar Keyra yang berada paling ujung, luas kamar itu 2 kali lebih besar dari kamarnya dengan disediakan 4 kasur berukuran sedang, para tuan dan nona muda nampak sedang berbaring dengan jarum infus yang tertusuk di punggung tangan masing-masing.


“ Huft... hah... kondisi Una sudah stabil, dan karena dehidrasi, aku nge drip cepat infusannya biar dia gak kekurangan cairan “. Ucap Cilla ketika sudah memastikan Una sudah tertidur.


“ Syukurlah... makasih ya Cilla, untung aja hari ini kamu pulang cepat... jadi Una sama yang lain bisa ditangani lebih awal “. Ucap Devina duduk di pinggir kasur Una dan mengusap pelan kepala anaknya.


“ Alfa, Eza... how are you guys?, apa perutnya masih sakit? “. Tanya Veriska duduk ditengah-tengah ranjang milik keduanya.


“ Sakitnya udah reda bun, cuma agak lemes dikit aja “. Jawab Alfa dan diangguki oleh Reza.


“ Sebenernya kalian makan apa sampai diare kayak gitu?, jangan bilang kalian makan makanan pedes di sekolah sambil nemenin Una? “. Tanya Juan.


“ Enggak kok Pa, malah pas istirahat tadi siang kita gak sempet buat jajan, cuma ngobrol bareng Una dan makan roti yang dikasih sama Keyra, itu pun dia bawa dari rumah, abis itu langsung masuk lagi, tapi... “.

__ADS_1


“ Ini pasti karena makanan di kafe pas pulang sekolah “.


Semua orang menoleh ke sumber suara, orang yang memotong ucapan Reza tenyata adalah Keyra, dengan langkah pelan namun tegap, pemuda itu datang membawa nampan yang berisi air putih dan memberikannya pada kedua tuan muda.


“ Maksud kamu gimana Key? “. Tanya Razka.


“ Sebenarnya, sebelum pulang ke mansion kita berempat singgah bentar disebuah kafe, dari situ saya sempet nyicip makanan yang bang Alfa sama bang Reza, terlebih punya Una juga saya cobain dulu, dirasa semua sudah aman, saya kira semua ok-ok aja... tapi saya lalai, ternyata ada satu menu yang enggak saya coba dan malah buat mereka kayak gini “.


“ Eh? bukannya lo nyobain semua menu yang kita makan ya? “. Ucap Alfa.


“ Kalau makanan sih iya, tapi... gue gak nyobain jus alpukat yang Una pesenin buat kita “. Jawab Keyra.


Mendengar penjelasan dari pemuda itu, seluruh orang yang ada disana menganggukkan kepala dan mencoba mencerna situasi, kira-kira jika diprediksi lagi, siapa orang yang telah melakukan hal ini, kalau dirasa orangnya adalah dalang yang sama terkait penyerangan tempo hari, itu semua sudah Noland bereskan hingga ke akar, mungkin musuh yang satu itu sudah lama mendapat balasan yang setimpal.


“ Tapi Keyra, saya rasa kamu itu orang yang teliti deh, kalau kamu sempet nyobain semua menu yang Una, Eza sama Alfa pesen, tapi kenapa kamu enggak minum jus yang ada didepan kamu? “ Tanya Erlang hingga membuat semua orang menjadi penasaran.


“ Em... soal itu saya punya alasan om, tapi kalau buat ngejelasinnya... apa gak papa ngomong didepan mereka? “.


Keyra melirik kearah seorang butler yang kini sedang mengambil kompresan dari nakas tempat Una berada, dilihatnya penampilan pria itu memang biasa-biasa saja, namun ketahuilah, kalau diamati lebih teliti lagi, ternyata di kerah orang itu terdapat benda yang berbentuk seperti mini microphone, dan tentu saja Keyra sudah menduga hal tersebut sejak awal, ditambah kehadirannya yang muncul diwaktu para keluarga yang sedang membahas masalah penting, pekerja biasa pasti akan segan untuk masuk dan merasa tidak berhak mendengar pembicaraan para tuanya. Terlebih tidak hanya dia seorang, dua maid yang berada di dekat pintu masuk pun membuat perhatian Keyra menjadi sedikit waspada, aura yang mereka keluarkan tidaklah biasa seperti para pekerja yang lainnya.


‘ Anak ini punya daya pengamat yang tajam, susah buat seseorang menyadari bawahan ayah yang satu ini, sebenarnya Keyra itu siapa? ‘ Batin Erlang disaat yang bersamaan Juan dan Noland juga memikirkan hal yang sama.


“ Ekhem... kamu bisa bicara dengan leluasa Keyra, mereka itu bawahan kakek, jadi gak usah khawatir “. Ucap Noland.


“ Iya kah?, walaupun saya ungkap kelemahan saya didepan semua orang? “ Ucap Keyra dan mendapat tatapan yang meminta penjelasan dari semua orang.


“ Kamu punya kelemahan boy? “ Tanya Veriska.


“ Really?!, gue baru tau kalau seorang Keyra punya kelemahan selain phobia nya itu “. Susul Alfa diselingi tawa kecilnya.


“ Tunggu, tunggu... tadi kelemahan, sekarang phobia? “. Kali ini Cilla yang berbicara.


“ Hah... sebenarnya kelemahan yang disebut itu agak bikin repot, dari kecil sampai sekarang saya punya alergi parah terhadap buat alpukat, kalaupun enggak sengaja makan sedikit, gejala awal yang muncul itu batuk kering dan muncul ruam, setelahnya sesak nafas bahkan sampai muntah kalau enggak langsung kejang “.


Semua orang terkejut mendengar penjelasan Keyra. “ Separah itu?, berarti lu pernah ngerasain efek karena makan tu buah dong “ Ucap Reza.


“ Pernah, tapi udah lama... mungkin pas gue umur 9 tahun, maka dari itu... saya merasa bersalah dan minta maaf sama semua orang karena udah lalai “.


“ Gak perlu minta maaf Keyra, hal bagus kamu ngehindari risiko yang bakal datang kalau kamu nyobain jus itu, saya malah turut kagum dengan satu hal, berkat kamu Una sama yang lain bisa langsung ditangani sebelum terlambat, jadi jangan ngerasa bersalah nak “.


Veriska berbicara lalu setelahnya mengelus kepala Keyra, karena mendapat perlakuan itu tiba-tiba, entah kenapa pemuda itu jadi salting sendiri, meskipun pernah beberapa kali mendapat perlakuan serupa karena wanita didepan adalah orang yang paling sering mengelus kepalanya, Keyra cukup malu kala bunda dari Alfa ini memberikan senyuman teduh nan tulus layaknya kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya.


“ Haha... lu liat gak Za?, ni anak kalau didepan seorang ibu bakalan meleyot tau “. Ucap Alfa hingga membuat orang yang disinggung menatapnya malas.


“ Gue liat, dan bener kata lo Al... jadi kayak tipe anak yang penurut gak sih?, jadi inget kejadian bu Ika sama dia pas di mobil deh “.


“ Ok, cukup... gua harap cuma lo bedua bang yang tau “.


Keyra menutup setengah wajahnya dengan satu tangan, pemuda itu merasa malu karena kebiasaan manjanya terlihat oleh dua cecunguk ini, sempat menyesali perbuatannya kala itu, namun mau bagaimana lagi, toh mereka sudah melihat dirinya versi anak manja.


“ Eh?, emang waktu itu baby Keyra kenapa? “. Tanya Cilla, membuat mata Keyra membulat, sedangkan Reza dan Alfa menyeringai.


“ Haha... aunty Cilla pasti udah punya gambaran Keyra mode anak manja kan? “. Reza berbicara sambil tersenyum jahil.


“ Ouh... Keyra versi imut itu?, emangnya ada kejadian apa?, ceritain lah Za... “.

__ADS_1


“ Heh, kalau mau tau... dia itu__... “


“ Tunggu, tunggu... Hey, Keyra... kamu gak papa? “.


Ucapan Reza dipotong oleh Razka, pasalnya putra sulung dari Juan ini tengah memperhatikan Keyra yang tengah menunduk dengan tangannya yang memegangi perut. Sempat curiga akan satu hal, ditengah perhatian semua orang yang tertuju pada anak itu, Razka dan Veriska yang tidak jauh darinya memilih mendekat untuk memastikan keadaan Keyra.


“ Key... you okey? “. Tanya Razka berjongkok didepan Keyra yang menunduk.


Menghela nafas sejenak, Keyra mengangkat pandangan dengan senyuman dan berkata bahwa ia baik-baik saja, meskipun begitu, kenyataan yang ia hadapi itu adalah ketika perut kanannya yang tiba-tiba sakit dan nyut-nyutan secara bersamaan, apakah jahitannya terbuka?, bukankah kata Cilla kalau lukanya ini sudah hampir sembuh.


“ Son, beneran gak papa?, wajah kamu pucet lho “. Ucap Veriska dengan memegang bahu kanan Keyra.


“ Saya baik-baik aja... Terlebih dar pada ngurusin luka ini, saya mau bertanya serius tentang satu hal “.


“ Sebenarnya... apa yang udah keluarga Elrahma lakuin dimasa lalu? “.


Semua orang terdiam, tidak terkecuali Reza dan Alfa yang sejak tadi mendudukkan diri kala Razka menghampiri Keyra, terutama untuk para orang tua, miik wajah mereka seolah terkejut dengan pertanyaan yang pemuda itu lontarkan, terlebih Noland saat ini nampak memandang datar Keyra yang menatapnya dengan santai tanpa takut.


“ Kenapa kamu nanya kayak gitu Key? “. Tanya Noland setelah ia menghela nafas kasar.


“ Waktu penyerangan tempo hari, pas kaki Una ditahan oleh salah satu pria berbaju hitam, dia bilang kalau mereka gak akan pernah lepasin kita, terlebih sebelum saya buat dia pingsan, orang itu bilang ‘terimalah pembalasan dari tuan kita ‘, jadi... kalau mengacu sama kata ‘pembalasan ’ itu, berarti dia sedang membalas sesuatu yang mungkin menurut saya sudah keluarga Elrahma lakukan dimasa lalu, apa asumsi saya benar?, Kakek... “.


Tidak langsung menjawab, Noland diam hingga membuat Erlang dan Juan saling menatap satu sama lain, tidak terkecuali Veriska, Devina serta Cilla dan Razka yang memilih menunduk atau memalingkan wajah, Reza dan Alfa memilih untuk membungkam mulut merasa bahwa mereka tidak berhak untuk menjawab hal tersebut.


“ Hah... kamu benar Key, sebenarnya... keluarga Elrahma itu bukan keluarga yang bersih “. Ucap Noland setelah menghela nafas sekali lagi.


“ Jadi... apa kakek masih keberatan buat cerita?, oh, saya juga gak masalah kalau sekiranya hal ini sangat serius dan penting, jadi kalau sekiranya __...“.


“ Enggak, mungkin karena kamu sudah masuk dan jadi bagian keluarga ini... sepertinya saya harus kasih ta tentang sisi gelap keluarga ini “.


“ Mafia? “.


Keyra berucap, lalu 5 detik kemudian Noland mengangguk dan setelahnya mulai berbicara dengan semua orang yang terfokus kepadanya. Menurut ucapan Noland si kepala keluarga, Keluarga Elrahma, merupakan keluarga yang memiliki perusahaan tersohor yang bernama Group El R, semua orang sudah tahu tentang hal itu dan menganggapnya semacam hal yang lumrah, namun tanpa orang-orang sadari, nama yang terkenal bersih dan baik itu memiliki sisi gelap dan kuat di bidang lain.


Dan ya!, sesuai dugaan, sebuah perusahaan besar tidak akan pernah luput dari dunia bawah yang melindungi kebesarannya lewat bayangan. Beberapa tahun kebelakang, keluarga Elrahma terkenal memiliki sebuah organisasi yang sama-sama besarnya dengan perusahaan mereka, dan organisasi itu bernama 'Black Poison' dengan dipimpin langsung oleh mendiang istri Noland, yaitu Selena Domaira Elrahma.


Seperti namanya yang terdengar keren, Selena ini merupakan seorang wanita yang memiliki segudang bakat dengan otaknya yang pintar, karena selain menguasai berbagai bahasa, orang itu juga tidak kalah hebatnya dalam bertarung sampai dikenal sebagai singa betina dari keluarga Elrahma, namun hanya satu yang sangat disayangkan, dari semua aspek Selena yang sudah perfect, wanita itu cukup payah dalam mendidik anak.


Oleh karena itu, karena tidak mau para anaknya mengikuti jejak sang Bunda yang tidak baik, Selena pun meninggalkan reputasinya sebagai ketua mafia paling kejam didunia bawah, terlebih saat itu dia sudah mempunyai banyak cucu, tidak lucu kan kalau mereka akan takut kala tau bahwa dirinya merupakan ketua mafia, alhasil Selena mengosongkan jabatan ketua 3 tahun sebelum dirinya meninggal karena sakit.


Tentu saja semua itu memberikan kesempatan untuk para musuh yang sebelumnya berurusan dengan dia, terlebih posisi ketua dari organisasi yang kosong membuat orang-orang merasa mudah untuk menghancurkan keluarga Elrahma. Namun bukannya melemah, pertahanan keluarga Elrahma malah semakin kuat dengan Noland yang mulai mengoperasikan organisasi dengan caranya sendiri, tidak seperti mendiang istri yang gila bertarung sampai membuat banyak masalah, Noland memimpin organisasi ini hanya untuk melindungi perusahaannya, terlebih dengan bantuan dari Erlang, Juan dan Cilla hingga Razka, kelimanya memutuskan untuk tidak menjadi mafia hitam seperti kebanyakan organisasi lain.


“ Jadi... diluar sana itu masih banyak musuh yang mau balas dendam?, sama mendiang nyonya Selena? “. Tanya Keyra.


“ Mungkin, karena istri saya agak nakal dan keras kepala, jadi pas semasa hidupnya... dia selalu semena-mena dan kadang buat kekacauan “. Ucap Noland memijit pelipisnya, sementara Erlang, Juan dan Cilla tersenyum kikuk kala mengingat kelakuan sang Ibunda.


‘ Gue udah duga kalau keluarga besar kayak Elrahma ini pasti terlibat sama dunia bawah, tapi yang gak nyangkanya... kenapa organisasi mafia mereka dipimpin sama nyonya keluarga?, terlebih... kayaknya tu nenek-nenek ganas juga sampe bikin banyak musuh ‘.


Terlepas dari pembicaraan, Keyra dan semua orang selain Una yang terlelap mulai berdiskusi perihal penjagaan yang diperketat, takut kalau-kalau aksi para penguntit menjadi-jadi, Keyra meminta satu hal pada Noland yang awalnya sempat ia bantah. Bagaimana tidak, Keyra yang masih dalam keadaan sakit meminta izin untuk dilatih agak lebih terampil dalam melakukan penjagaan terhadap nona dan tuan muda, bahkan yang menolak tidak hanya si kepala keluarga, dari para orang tua Reza dan Alfa, bahkan mereka sendiri serta Cilla dan Razka pun menolak keras pada awalnya, hingga beberapa menit Keyra mengutarakan penjelasan dan alasan yang jelas, semua orang menghela nafas dan mengijinkan Keyra untuk dilatih minggu depan nanti.


Pembahasan pun selesai kala Noland memerintahkan para anak muda untuk beristirahat, dengan perawatan ekstra, Una, Reza dan Alfa sudah kembali sembuh setelah absen sekolah selama tiga hari, tidak terkecuali Keyra, pemuda itu masih tetap sekolah ditengah pengobatan Cilla yang ketat dibawah pengamatan para orang tua. Hingga waktu pun berlalu dengan cepat, Keyra sudah mengikuti pelatihannya di asrama bodyguard selama seminggu setelah kejadian tempo hari. Dan kalau ingin tahu, sekarang ini adalah hari minggu, yang mana Keyra tengah bersantai sambil duduk disamping Una yang sedang menonton kartun diruang tengah mansion.


‘ Hm... jadi inget sama hari ‘itu’, kalau gak salah pas hari rabu deh, apa gue mamir bentar ya? ‘ Batin keyra, kala mengingat sesuatu yang terlintas dibenaknya.


Bersambung

__ADS_1


Hm... Kira-kira Keyra ini siapa ya?


__ADS_2