Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
47# Hati yang hancur


__ADS_3

Semua orang memandang ke sumber suara, dimana kali ini Cilla datang dengan keadaan wajah panik yang tidak bisa dijelaskan, gadis itu bergegas menghampiri Erlang dengan membawa sebuah map ditangannya.


“ Kak, tentang itu ternyata bener “ Ucapnya.


“ Be, beneran Cilla? Kamu gak boong kan? “.


“ Bila perlu aku bakal telpon Arid, jadi kamu bisa sekalian ngasih tau mereka “.


“ Em… sebenarnya kakak udah ngasih tau sebagian, tapi mereka kurang percaya “.


“ Ya udah, biar aku jelasin aja… “.


Setelah berbicara sebentar dengan sang kakak, Cilla meletakan berkas yang ia pegang di tengah-tengah meja, hingga membuat semua orang menatapnya heran, wanita itu menghela nafas sejenak sebelum membuka suara.


“ Permisi semuanya, sebelumnya saya mohon maaf karena tiba-tiba datang di tengah-tengah pembahasan penting ini. Tapi masih berhubungan dengan Keyra, kalian pasti kaget karena dia merupakan anak dari almarhum putri om Dharma, namun dibalik itu… saya mempunyai fakta lain yang lebih mengejutkan, mungkin kalian bisa cek sendiri lewat ponsel masing-masing, karena sebentar lagi akan ada pesan dari Arid berupa vidio dan data lain yang bersangkutan dengan… Keyra “.


Cilla menyudahi ucapannya bersamaan dengan itu semua ponsel berdenting menandakan ada notifikasi masuk, bahkan ponsel Keyra yang berada disaku celananya pun ikut berdering. Dibukanya pesan dari nomor tak dikenal, Keyra menemukan ada sebuah video dengan satu berkas file yang berukuran 30 mb. Begitu di klik, tampilan awal itu memperlihatkan sebuah ruangan yang terdapat beberapa bayi tengah tertidur di kasur masing-masing, jika dilihat lebih detail… oh, tempat ini adalah rumah sakit, tepatnya diruang penempatan bayi, karena selain ruangannya yang luas, Keyra dapat membaca pelang yang tertulis di jalan pintu meski tidak terlalu jelas.


“ Ini… “.


Veriska yang pertama kali bersuara, pasalnya wanita itu menyadari kalau salah satu dari bayi itu merupakan anaknya, Gino. Sebutir air mata pun mengalir tanpa orang ketahui melintasi pipi putih wanita itu, dirinya rindu melihat sang anak yang dulu masih hidup, ia tidak menyangka akan melihat sang anak dengan cara seperti ini, namun satu keanehan pun terjadi.


Adegan di dalam video berlanjut kala seorang suster masuk ke ruang penempatan bayi, kala itu dia tengah membawa meja dorong yang berisi beberapa peralatan rumah sakit, namun karena ruang yang sempit tanpa sengaja meja yang suster itu dorong menabrak beberapa ranjang bayi sampai bergeser. Hal itu membuat Veriska, Devina serta yang lain merasa ngilu dan kesal dengan kecerobohannya, bagaimana jika bayi-bayi itu terluka?.


Hingga beberapa detik kemudian, sang suster mulai menempelkan papan nama yang terjatuh pada ranjang bayi tadi, namun yang membuat terkejut, si suster salah menempelkan papan nama di antara dua ranjang bayi, yang mana seharusnya papan bertuliskan ‘putra dari ibu Veriska’ di letakan di sebelah kanan, si suster malah menempelkannya di sebelah kiri, hingga membuat semua yang ada di ruangan menjadi diam dan berlanjut menatap Keyra dan Veriska secara bergantian.


“ Cilla… ini… “.


Veriska tidak melanjutkan perkataannya, ia lebih terlarut dengan perasaan sedih kala tahu kalau anaknya selama ini telah… tertukar?.


“ Jadi biar lebih diperjelas lagi, aku bakal cerita tentang semua informasi dan fakta yang saat ini aku gali bareng kak Erlang “. Ucap Cilla.


“ Seperti yang kalian ketahui, vidio yang Arid sebar itu… adalah kejadian dimana anak dari kak Veri tertukar dengan bayi lain, langsung to the point aja, bayi yang tertukar dengan adik Gino itu… tidak lain adalah anaknya kak Hera, anak dari om Dharma dan tante Yuli. Menurut informasi yang aku dapet, kak Hera waktu itu melahirkan di rumah sakit yang sama dengan kak Veri. Tanggal 10 mereka berdua melahirkan, kedua bayi itu ditempatkan di ruangan yang sama pula, terlebih letak ranjangnya malah bersebelahan. Secara otomatis mungkin kalian udah duga, jadi intinya… aku disini adalah orang yang bertugas membuktikan ucapan kak Erlang bener, tanpa rekayasa maupun dengan niat menipu, Keyra, si bodyguard pribadi Una… adalah anak kandung kak Veri yang tertukar itu “.


Bukan hanya Veriska, para orang tua, tuan muda termasuk Keyra sendiri yang mendengarnya diam terkejut tak menyangka, jika dipikir lagi apakah ini semua masuk akal? Cilla tidak berbohong kan?, semua ini hanya candaan saja kan?, tapi kenapa dia melakukan sampai keterlaluan ini, namun jika diingat lagi Cilla merupakan tipe orang yang tidak suka bercanda ketika berada dalam situasi serius. Jadi… semua itu berarti benar? Terlebih dibandingkan itu Keyra sampai menggigit bibirnya diam-diam sambil mengepal tangan erat, pemuda itu bingung, hatinya terasa kacau setelah ditimpa banyak kenyataan yang ia dapat secara bersamaan.


Kemarin tentang dirinya yang bukan anak kandung sang ayah, lalu disusul dengan ungkapan Dharma dan Yuli yang mengaku sebagai orang tua dari mendiang ibunya, kemudian yang terakhir, hal yang paling membuat hati kecilnya terasa hancur, ternyata selama ini ia adalah anak yang tertukar, bukan anak kandung dari wanita bernama Hera, melainkan ia terlahir dari wanita bernama… Veriska.


“ Ini… kalian gak lagi mainin perasaan saya kan? “. Tanya keyra, pemuda itu menunduk, tidak berani mengangkat pandangan dan melihat Veriska yang terlihat sudah menangis tanpa suara.


“ Keyra, kakak gak boong, terlebih ada buktinya kok… karena tanpa sepengetahuan orang, aku sama kak Erlang udah tes DNA, dan hasilnya 99% kamu sama dia cocok sebagai ayah dan anak “.


“ Ja, jadi… Keyra itu adik aku, Aunty? “. Ucap Alfa, pemuda itu masih menampilkan wajah terkejut.


“ Iya, Alfa… Keyra itu adik Gino, orang yang sudah kita anggap meninggal, tapi kenyataanya dia masih hidup dan tumbuh sebagai Keyra “.


“ Berarti__... “.


“ Pokoknya tidak! “.

__ADS_1


Dharma membuka suara, membuat Alfa yang awalnya ingin kembali menegaskan bahwa keyra adalah sang adik yang dianggap meninggal, pria paruh baya itu sampai bangkit membuat semua orang mengalihkan perhatian penuh padanya.


“ Saya tidak peduli dia anak kandung Hera maupun Veriska, yang pasti keyra harus ikut dengan saya… “. Ucapnya dengan tegas.


“ Om Dharma, om udah liat kan kenyataanya, Keyra itu… anak saya, anak kandung saya yang tertukar om, jadi dengan alasan apa om bawa Keyra dari rumah ini? “. Ucap Erlang.


“ Om gak peduli, Erlang. Karena mau bagaimana pun Keyra itu anak yang diasuh dan dibesarkan oleh hera, otomatis dia buah hati dari anak saya… maka dari itu, Keyra… ayo ikut Opa nak, mari kita pulang ke rumah mendiang ibu kamu yang dulu “. Ajak Dharma, pria itu segera bangkit dan berjalan menuju Keyra, dari situ Erlang kalang kabut dan berusaha menghentikannya. Sungguh kacau, dua keluarga ini memperebutkan satu pemuda yang identitasnya tidak terduga sama sekali, di satu sisi Noland bingung harus memihak pada siapa, sisi lain para tuan dan nona muda juga tidak tahu harus melakukan apa, sementara para orang tua terlihat hendak meredakan perdebatan ini.


“ Diam! “.


Satu suara mampu membuat ruangan hening, orang yang melakukan itu tidak lain adalah Keyra, tangan pemuda itu mengepal keras, dengan mata yang terlihat berkaca-kaca, orang-orang terkejut melihat dirinya yang dalam keadaan seperti itu.


“ Tolong… semuanya… tolong jangan kayak gini, tolong jangan berdebat karena saya “. Ucapnya pelan, namun semuanya dapat mendengar ucapan tersebut dengan jelas.


“ Ta, tapi Keyra… kami_... “.


“ Iya, tuan… saya tau, saya tau kalau kalian itu sekarang lagi sedih “. Ucap keyra memotong Dharma.


“ Tuan sama nyonya Yuli pasti sekarang lagi sedih karena tahu kalau anak kalian sudah meninggal, oleh karena itu kalian mencoba menebus kesalahan dengan membawa saya pulang kan? “. Susul Nya. Dharma bukannya menjawab malah diam sambil sedikit menunduk, pemuda yang berada didepannya sangat pintar membaca pikirannya.


“ tapi tolong jangan kayak gini, tuan… terlebih om Erlang juga. Saya memang kaget kalau… ternyata saya itu anaknya om. Tapi tolong jaga perasaan orang lain juga “.


“ Keyra… kamu itu anak ayah, anak bunda… adik Alfa, jadi wajar kan kalau kami meminta hak sebagai keluarga?, terlebih bertahun-tahun ini kami menyangka kalau kamu sudah meninggal, jadi tolong Keyra, meskipun egois… jangan pergi, nak “.


“ Tapi dia anak yang diasuh oleh Hera sejak kecil, Erlang. Meskipun kenyataannya Keyra anak kamu, Hera pasti senang kalau dia tinggal sama kami “. Selang Dharma.


“ Apa? “.


Lagi-lagi atensi semua orang terfokus pada Keyra, membuat Razka dan Cilla berinisiatif menyuruh Reza, Alfa dan Una untuk keluar, mereka berdua cukup membutuhkan tenaga ektra untuk membujuk ketiganya, terutama Alfa, entah kenapa pemuda itu lebih agresif dan susah diatur dari biasanya. Menyisakan para orang tua di ruangan bersama Keyra, kali ini suasana nampak semakin tegang, udara seolah memiliki tekanan yang membuat bernafas saja dibuat susah.


“ Keyra, kamu__... “.


“ Cukup, kakek “. Ucap Keyra, menyela omongan Noland.


“ Meskipun ini tidak sopan, saya sudah mengambil keputusan, yang mana… baik itu keluarga Arkan maupun keluarga Elrahma, saya tidak akan ikut pulang ke keluarga mana pun “.


“ Apa?! “.


Dharma protes, di barengi dengan Erlang yang kembali membujuk Keyra agar terus tinggal di keluarga Elrahma, Noland sebagai penengah pun dibuat kebingungan dengan keadaan saat ini, terlebih Yuli dan Veriska yang disana sama-sama sudah menitihkan air mata membuat Devina kelabakan menenangkan mereka berdua.


“ Mau apapun itu keadaannya, om tetep akan bawa Keyra pulang, Titik! “.


“ Mana bisa gitu Om?, aku__... “.


“ Kamu gak tau gimana perasaan om, Erlang. Menyesal setiap saat karena perbuatan di masa lalu, itu semua cukup berat om tanggung, dulu dengan bodohnya om usir Hera tanpa perasaan, lalu menyesal setelah semuanya terlambat, apa kamu tau gimana rasanya semua itu?, apa kamu tau gimana rasanya menyesal karena tidak keburu minta maaf pada Hera karena dia lebih dulu meninggal? “. Ucap Dharma, dan itu membuat Erlang dan semua orang bungkam.


“ Enggak kan?, terlebih om udah banyak menderita, mungkin Hera hidup bahagia sama pria pilihan nya, mungkin dia hidup bahagia setelah om usir dari rumah, sebagai orang tua om senang, tapi__... “.


“ Tuan… apa yang tuan omongin itu salah “. Keyra menyela, membuat Dharma menghentikan ucapannya.

__ADS_1


“ Ma, maksudnya salah gimana, nak? “.


“ Ibu… dia gak bahagia tuan… ibu gak bahagia “.


“ Hah? “.


“ Selama ini… apa tuan nyangkanya ibu hidup enak setelah nikah sama ayah?, kalau misal kalian semua nyari tau tentang latar belakang saya… harusnya tuan tahu kalau hidup ibu itu gak mudah “.


Dharma kembali bingung, apa maksud Keyra berbicara seperti itu?, tentu saja dirinya dan juga yang lain sudah membaca keseluruhan latar belakang Keyra termasuk Hera, Bianca maupun neneknya sekalipun. Disana tertulis bahwa Hera menikah dan dikarunia anak yaitu Keyra dua tahun setelahnya, lalu berlanjut 5 tahun mendatang, sang putri mempunyai anak lagi dengan jenis kelamin perempuan, sesuai yang tertulis diberkas Hera itu hidup bahagia bersama Fedrik suaminya, hingga diumur Keyra yang ke 9 barulah Hera meninggal disusul Bianca dan sang nenek yang juga ikut meninggal karena kecelakaan 3 tahun setelahnya.


“ Ibu dari saya kecil selalu banting tulang sendiri, Tuan… ayah mulai gak peduli ketika umur saya menginjak 4 tahun, dari situ ibu jadi tulang punggung keluarga, jualan keliling… kerja cuci gosok, bahkan kerja kasar pun ibu kerjain. Setahun kemudian ibu hamil lagi, dan adik saya Bianca pun lahir. Tapi Allah berkehendak lain, Ibu meninggal 2 jam kemudian… tepat di hari ulang tahun saya “.


“ Tu, tunggu Keyra… bukannya Hera meninggal pas umur kamu 9 tahun? “. Tanya Erlang.


“ Saya gak berbohong, Om. Ibu meninggal pas umur saya 5 tahun “.


“ Keyra… yang kamu omongin ini beneran?, soalnya informasi yang Opa dapat, semuanya gak sesuai dengan cerita yang kamu bilang tadi “. Kali ini Dharma yang berucap.


“ Sebenarnya informasi mana yang kalian dapat?, Apa kalian enggak__... “.


“ Shut… Keyra, tenang sayang… kami gak mungkin asal menilai tanpa bukti, yang tertera di berkas awal mungkin sesuai sama ucapan kamu… ta, tapi bisa kamu liat dulu ke bawahnya? “. Bukan Erlang, melainkan Veriska yang tadi berbicara, wanita itu menyodorkan berkas yang sebelumnya dibagikan.


Dengan tangan sedikit gemetar, Keyra menerima berkas itu dan mulai membacanya, hingga beberapa menit kemudian matanya sedikit berair, sedih dengan apa yang tertulis tidak sesuai dengan kenyataan. Didalam berkas ibunya hidup bahagia bersama sang ayah, padahal tidak, Keyra malah berharap kalau yang ada di kertas ini beneran terjadi, karena satu keinginan yang sejak kecil ingin ia wujudkan… Keyra ingin membuat ibunya hidup dengan tenang.


“ Salah! Ini semua salah! “.


Keyra membanting kertas itu kelantai, membuat orang-orang didepannya kaget, tapi mereka terdiam kala melihat pemuda tersebut menitihkan air matanya dengan wajah bersedih.


“ Bohong!, semua itu bohong… ibu gak meninggal pas saya umur 9 tahun, saya berani bersumpah! Ibu itu meninggal… tepat dihadapan saya, bahkan… bahkan saya yang mandiin ibu kala itu, yang kafanin, yang nyolatin… sampai yang azanin ibu di liang lahat itu saya! Kenapa semua yang ada di berkas itu beda “.


Berbicara dengan air mata yang menetes, perasaan Keyra kini sangat-sangat kacau, hatinya perih, dadanya sesak membuat nafasnya tercekat, sulit menghirup oksigen yang diciptakan dengan cuma-cuma ini. Terlebih yang melihat pun tidak kalah kacau, semuanya baru melihat Keyra menangis untuk pertama kali, mungkin mereka terlalu egois untuk memberitahu semua fakta secara bersamaan, karena jika melihat kenyataan, Keyra itu masih anak-anak, hanya peranannya saja yang terlihat dewasa dan kuat, padahal… dia itu sosok orang yang rapuh didalam.


Detik berikutnya Keyra keluar dari ruangan, Erlang, Noland dan Dharma mengejar berusaha menghentikan pemuda itu, sementara Yuli, Veriska dan Devina memilih diam ditempat dengan perasaan bersalah sekaligus sedih. Kala Keyra melewati ruang tengah, para tuan dan nona muda terkejut melihat tampangnya yang berjalan cepat dengan keadaan mata yang basah. Keyra menangis? Apa yang terjadi? Pertanyaan itu terus berulang dipikiran mereka semua, terlebih Una ikut mengejar Keyra yang berlari keluar.


Semuanya kacau… kacau balau, dengan fakta dan kenyataan yang terungkap secara bersamaan, Keyra yang terlibat dengan semua itu hanya ingin lari, lari menuju tempat yang jauh, tapi ia harus kemana?.


‘ Ibu…’.


Bersambung


Akhirnya... Aku beresin chapter ini juga, bagi kalian yang masih setia baca cerita ini aku ucapin banyak terima kasih ya, maaf soal aku yang jarang banget up, soalnya agak repot sama kehidupan yang nyata, tapi aku selalu sempet-sempetin buat bikin chapter kok, dan tenang aja... Cerita ini bakal beres sampai ending, meskipun masih lam lagi, hehe...


Oh, terus buat kalian yang mau liat visual Kerya dan yang lain silakan mampir ke ig aku ya, namanya masih sama kok, yaitu Al_setia19. Mau di follow boleh, minta back ayo, sekedar mampir it's ok, kalai gak tertarik pun gak papa... Gwenchana... Gwenchanayo.


Haha, aku ngerasa jadi orang alay, udah ah... Kepanjangan ini


Jadi jumpa di chapter selanjutnya...


Tandai yang typo ok, entar kalau udah ending bakal revisi🤭

__ADS_1


__ADS_2