
Keyra kembali menjalani kegiatan seusai makan bersama dengan anggota kelompoknya, pemuda itu nampak sangat lelah setelah mendapat serbuan pertanyaan beberapa menit yang lalu, tepat ketika Inez pergi untuk kembali patroli, Keyra diintrogasi oleh 7 orang kelompoknya dengan kondisi tangan dan kaki yang diikat oleh gesper, sungguh kejam bukan?, terlebih melihat Keyra yang dengan mudahnya mendapat nomor ponsel Inez, mereka tidak percara kalau hubungan keduanya hanya sekedar senior dan junior, dan satu hal lagi yang sangat mereka curigai kalau Inez dan Keyra kemungkinan memiliki hubungan, kenapa Keyra memanggil Inez dengan nama akrabnya?!.
Neza, nama itu adalah nama panggilan untuk orang yang sudah sangat dekat dengan Inez, dan sejauh itu, hanya satu orang disekolah ini selain Keyra yang menyebutnya Neza, yaitu adik sepupunya, Salsa. Dari situ Keyra mendapat informasi tambahan, pantas saja saat pertama kali bertemu wajah Salsa nampak Familiar, ternyata saudara Inez.
“ Bang Kekey... kenapa abang enggak izin buat absen kegiatan ini aja?, Una mau main sama abang... “ Ucap Una yang saat ini sedang menggandeng tangan Keyra.
“ Jangan gitu... gue kan harus tanggung jawab sebagai peserta, terlebih lo harusnya ikut antusias dan bantuin panitia lain... “ Ucap Keyra yang kini berjalan hendak ke lapangan.
“ Tapi... Una sempet nawarin bantuan, cuma orang-orang ngelarang dan bilang kayak gini ‘Una diem aja ya, takut cape... terus kalau ikutan masak entar Una kecipratan minyak, kan bahaya‘, gitu katanya bang “. Ucap Una yang membuat Keyra tak bisa berkata-kata, sepertinya semua orang mempunyai hobi serupa yang suka memanjakan gadis disampingnya ini.
Tidak terlalu mempermasalahkan, Keyra mengikuti arahan Panitia setelah ia membujuk Una dengan susah payah kali ini. Di siang hari, para peserta PTA di berikan tugas untuk menyelesaikan misi yang telah diberikan, sebenarnya misi ini cukup mudah, tapi tunggu, bukan sedikit mudah tapi bagi Keyra ini sih mudah sekali.
Dalam papan jalan yang diberikan mentor, sangga Perintis 4 yaitu nama kelompok Keyra ditugaskan untuk mencari herbal alami untuk mengobati luka ringan, selanjutnya misi mencari buah-buahan liar yang bisa dimakan, dan yang terakhir adalah tugas umum untuk seluruh kelompok yang ada, isinya berupa setiap tim harus menemukan minimal satu buah pita merah yang sudah disebar di seluruh penjuru area perkemahan.
Tentu saja kelompok Keyra adalah sangga pertama yang menyelesaikan tugas lebih awal, selain cepat, kelompoknya juga mendapat 8 pita merah yang masing-masing dari mereka menemukan satu buah. Butuh waktu beberapa jam untuk yang lain selesai, pada pukul 12 siang, para peserta diperkenankan untuk ISOMA sampai pukul 2. Dan pada saat itu, entah ada angin apa yang lewat, para senior kini berkumpul di tempat Keyra hingga membuat perhatian orang tertuju ke kelompoknya.
Kakak kelas yang berkumpul tidak lain adalah Una, Reza and the geng, Andra bahkan Inez pun pergi kesana, sungguh perkumpulan orang-orang yang terkenal di sekolah.
“ Keyra... jelasin gimana ceritanya lo bisa kenal sama Inez?! “ Ucap Alfa mendekatkan wajahnya pada Keyra dengan geram.
“ Hey... lo gak boleh gitu sama Keyra, Alfa ... seharusnya sebagai kakak kelas lo harus lembut, tempramental banget jadi cowok “ Protes Inez.
“ Eh? Inez... aku cuma, cuma nanya doang kok sama dia, gak ada maksud apa-apa... lagian... gimana ceritanya kamu bisa kenal sama si anak rese ini? “.
“ Gue udah kenal Keyra sejak SMP, dia itu cowok yang baik... gak kayak lo, seharusnya kalau lo temenan sama dia turutin sikap baiknya dong “
Alfa tersentak bak disambar petir tengah hari bolong, jika didengar lebih teliti lagi, sudah jelas bahwa Inez menolaknya secara tidak langsung, dan disaat bersamaan, makna omongan gadis itu sudah pasti lebih memilih Keyra daripada Alfa.
“ Keyra... dasar lo ya?! “.
“ Dan ada satu hal yang mau gue tanyain sama lu Key... Kenapa Una bisa nempel kayak gitu sama lo? “. Tanya Inez dengan mendekatkan wajahnya.
Keyra menghela nafas bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi di depannya, untuk apa Inez bertanya seperti itu dan membanding-bandingkan dirinya dengan si Alfa?, padahal jika ingin meledek orang tidak usah membawa-bawa dirinya, terlebih untung saja Reza dan yang lain ada disana, jadi ketika Alfa ingin memangsa Keyra, mereka dengan sigap menahan pemuda itu.
“ Lepasin!... lo pada ngapain si megangin gue?! Awas minggir, biar gue bogem tu anak! “ Ucap Alfa yang meronta dari pegangan Reza, Emil dan Mark.
“ Yaelah Fa... lo udah kalah itu... masa masih belum ngerti sih? “ Ucap Emil menahan tubuh Alfa.
“ Iya nih... lo seharusnya sebagai lelaki harus gentle, gak malu apa? “. Tutur Mark dengan posisi yang sama seperti Emil.
“ Diem!... gue belum kalah, emang ungkapan gitu doang bisa buat gue nyerah?, sorry ya! GAK.BA.KA.LAN!!! “.
“ Huft... hah... lo harus sabar ya Alfa, the love can’t be forced “. Lanjut Reza yang kini menepuk pundak pemuda itu.
“ Hahahaha... dasar Aldo, lu dari dulu emang magnetnya cewek, suka banget rebut doi orang lain “
Suasana makin memanas, Alfa yang tidak bisa tenang membuat Keyra sedikit kesal, ditambah Andra yang dengan asik memanas-manasi pemuda tersebut, Inez, Una dan beberapa anggota yang lain kini menghujani banyak pertanyaan.
“ SEMUANYA DIEM!!! “.
Keyra berteriak, hal itu membuat suasana hening sejenak, semua orang kaget dan langsung diam sesuai instruksi, bahkan anggota kelompok sekitar pun ikut diam karena suara pemuda itu sampai ditelinga mereka.
Pada saat itu Una gemetar serta hampir menangis, ia ketakutan melihat abangnya bangkit dengan wajah marah, namun dengan inisiatif Keyra menenangkan gadis itu dan menjelaskan bahwa dirinya tidaklah marah, Una mengusap air mata dan kembali tersenyum.
Tepat selesai dengan kegiatannya, Keyra kembali menatap para senior yang sedang duduk di bawah, di situasi sekarang, Andra dan Inez yang sudah tahu mode marah Keyra berniat untuk pergi, namun tak berhasil.
“ Kakak-kakak sekalian... kalian tau kan disini itu bukan pasar? “ Tanya Keyra dengan senyum seramnya.
’ Gawat... mode ngamuk dia keluar... ‘ Batin Andra dan Inez secara bersamaan.
Keyra menasehati para senior habis-habisan, hal itu menarik perhatian orang-orang sekitar, bahkan informasi tersebut dengan mudahnya tersebar sampai ke penjuru tenda. Menurut pandangan para siswa lain, Keyra yang bisa memarahi para senior adalah siswa yang berani, meski perbuatannya benar dan sudah melakukan tindakan yang tepat, yang ia marahi itu salah satunya adalah pentolan terhebat kelas 3 lho, ditambah 4 pemuda dari keluarga pengusaha, serta yang paling parahnya ia juga ikut menceramahi ketua pramuka putri di sekolah ini, meskipun hanya banyak nasehat yang dilontarkan oleh mulut Keyra, namun jika bukan dirinya, mungkin orang lain tidak akan ada yang bisa melakukan hal yang sama.
Konflik terselesaikan dengan cepat, para senior pun bubar dan tidak mempermasalahkan tindakan Keyra, mereka bersikap seperti biasa, terkecuali Alfa, sepertinya pemuda itu tidak akan mudah melupakan kejadian ini. Waktu menunjukan pukul 2 siang, menandakan siswa sudah wajib untuk mengikuti kegiatan selanjutnya, banyak yang Keyra dan siswa lain lakukan, dari belajar tentang materi pramuka, penanganan pertama saat terluka, survival dan lain-lain, itu semua Keyra pelajari meskipun sudah tahu terlebih dahulu saat SMP.
Berlanjut ke sore hari, siswa pada saat itu disibukan dengan soal yang cukup banyak dari panitia, mereka diberi arahan untuk menjawab 50 pertanyaan yang berhubungan dengan materi sebelumnya, untungnya soal tersebut tidak perorangan melainkan per kelompok, jadi tidak terlalu memusingkan.
Ditengah kesibukan para peserta, ternyata dari awal ada seorang gadis yang duduk dipinggir lapangan melihat sekeliling, dirinya tidak sendiri, melainkan bersama seorang pemuda dengan tubuh tinggi berisi berkulit kuning langsat, ternyata pria itu adalah Nando, si ketua osis berdedikasi, dan gadis yang dimaksud itu adalah si ketua pramuka putri, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Inez.
“ Inez, gue liat... kayaknya mood lo lagi baik deh, emang ada hal apa sih? “ Tanya Nando, si Ketua Osis berdedikasi tinggi.
__ADS_1
“ Eh?, emang keliatan banget ya? “ Ucap Inez sambil kembali mengubah ekspresinya.
“ Haha... ternyata lo sendiri gak sadar, dari tadi gue heran aja... sejak lo balik patroli kemarin sore, kayaknya ada hal bagus terjadi deh, apa jangan-jangan... rumor itu bener? “
“ Rumor apaan? “ tanya Inez heran.
“ Hah? Masa lo gak tau sih?, anak-anak disini pada gempar ngomongin lo yang deket banget sama salah satu dekel, plus dia manggil nama akrab lo lagi, gue aja yang udah dari SD temenan sama lo gak berani, lah dia yang katanya lo kenal dari SMP udah sedeket itu, ekhem... ya kali gak ada apa-apa, terlebih semua cowok unggul pada lu tolak “. Ucap Nando menatap Inez jahil.
“ Lo ngomong apaan sih? dia kan cuma manggil nama akrab gue doang, gue gak ada rasa sama sekali sama dia kok... “ Ucap Inez dengan wajah datar.
“ Nah lo... gue ngomong gak nyambung kesana ya, awalnya cuma mau tau seberapa deket lo sama dia sebagai teman... eh, ternyata... wah... temen gue ini ternyata udah gadis rupanya. “
Nando tertawa, sementara Inez diam dengan wajah memerah, sepertinya berteman lama dengan pria ini membuat dia tahu tentang bagaimana membuat dirinya membuka suara, sejak masih SD, Inez dikabarkan sudah berteman dengan Nando si Ketos, selain selalu bersama, keduanya juga masih bisa dibilang kerabat meskipun saudara jauh, jadi tidak heran jika seseorang bertemu dengan Inez, pasti setelahnya akan bertemu dengan Nando.
‘ Haha... para cowok bakalan patah hati nih kalau denger info ginian ‘ Batin Nando.
***
Malam harinya, Siswa peserta PTA kini sedang berunding satu sama lain dengan kelompok masing-masing, mereka diinformasikan oleh panitia beberapa menit yang lalu untuk mempersiapkan apa yang harus ditampilkan untuk acara api unggun nanti, pementasan diserahkan pada siswa dengan tema yang bebas, mereka bisa menampilkan Yel-yel, sekitar drama pendek, puisi, bahkan akrobat pun diperbolehkan, tentu tidak boleh melewati standar kewajaran, kalau sekedar pertandingan silat sih boleh, untuk debus atau pun sulap potong anggota tubuh kan sudah kelewatan. Dan saat ini, nampak Keyra dan kelompoknya sedang memikirkan ide untuk pentas seni di jam 10 nanti, bersama dengan Una serta Reza and the geng, ke lima orang itu sudah berada disana sejak istirahat tadi.
“ Jadi... kita mau tampil apa? “ Tanya Keyra pada kelompoknya.
“ Kita tampil Yel-yel aja deh, gak usah yang susah-susah... “ Ucap Paden memberikan pendapat.
“ Gue sih setuju aja “ Balas Yuda.
“ Yah... jangan deh, yang bagus dikit kek, supaya lebih wah gitu... “ Timpal Silfa.
“ Gimana kalau baca puisi diiringi musik “ Ujar Angeline.
“ Menurut gue jangan deh, di api unggun ini kita harus tampil supaya bisa membangun rasa antusias para siswa, kalau dengerin puisi bisa-bisa pada molor entar “ Kali ini Maftuh yang berbicara.
Keyra dan yang lain membenarkan, sudah beberapa konsep yang anggotanya utarakan untuk apa yang akan mereka tampilkan nanti, namun banyak juga opini yang menjelaskan bahwa ide-ide sebelumnya tidak terlalu kreatif ataupun terlalu sulit untuk mereka lakukan, contohnya menampilkan yel-yel, Silfa membantah hal itu karena akan membuat rasa antusias penonton turun dengan gerakan dan lirik lagu yang monoton, selanjutnya drama komedi, meskipun hal itu cocok dengan karakter Paden yang suka melawak, namun drama tidak akan mulus berjalan jika orang yang melucu hanya dia seorang, yang terakhir ada saran dari Maftuh, yaitu pertunjukan siat, awalnya Keyra tidak menyangka kalau anak itu adalah anak ekskul silat, karena dari gaya dia berjalan dan berbicara yang seperti orang malas, anggota yang lain kecuali Putri dan Yuda tidak menyangka dengan hal ini.
“ Berarti yang tampil lo doang gitu? terus yang lain gimana? “ Tanya Reza ditengah diskusi.
“ Jadi... kita mau gimana dong? “ Tanya Maftuh bingung.
Karena tak kujung mendapat ide yang bagus, Keyra pun menanyakan hal ini pada Una, mungkin saja anak itu mempunya ide yang brilian.
“ Kalau menurut lo gimana Una? “ Tanya Keyra pada gadis yang berada disampingnya.
“ Hm... kalau Una sih senengnya bang Kekey itu nyanyi pake alat musik bareng yang lain, pasti bakalan seru “ Ucap Una tersenyum.
Sejenak para manusia disekitarnya diam membisu, namun setelahnya mereka bersorak sambil memuji dan mengelu-elukan Una, meskipun tahu kalau Keyra dan yang lain nampak senang, namun gadis itu tidak mengetahui sebab semuanya menjadi begitu dan hanya tersenyum polos.
“ Una... Kamu genius... “ Ucap Reza dan Alfa bersamaan sambil memeluk gadis polos yang sedang kebingungan.
“ Oh my... gue gak kepikiran sebelumnya, kenapa gak dari tadi aja ke gini “ Susul Lianza.
“ Haha... kak Una emang paling the best... “ Tutur semua orang yang tersisa.
Mengamati sekitar, Una masih bingung dengan apa yang terjadi didepannya
“ Una... “ Ucap Keyra mengarahkan pandangannya pada gadis itu.
“ Iya... “
“ Lu hebat, gue bangga sama lo... “
Keyra mengacungkan jempolnya dengan senyum bangga, hal itu membuat Una yang sedang berada di pelukan para kakak tersenyum lepas, mendapat pengakuan dari Keyra setelah sekian lama membuat dirinya senang tidak terbendung.
“ Bang Kekey... “
Melepas pelukan Reza dan Alfa hingga keduanya terjengkang, Una melompat ke pelukan Keyra dengan tiba-tiba, meski awalnya terkejut, pemuda itu hanya tersenyum dan mengelus rambut Una secara refleks membuatnya senang, tapi tidak dengan kedua pria sebelumnya, mereka menatap tajam Keyra yang acuh sampai membuat aura sekitar menjadi dingin.
‘ Hah... bisa gak lo berdua jangan ngasih tatapan gitu ke gue?, yang salah itu Una, gua gak salah apa-apa woi...’ Batin Keyra berkeringat dingin.
Setelah berkompromi dengan waktu yang lumayan lama, kelompok Keyra kini sudah siap untuk tampil, Keyra menggunakan koneksi dari Una dan para kakak untuk meminjam gitar yang dibawa oleh panitia, semuanya berjalan mulus karena si pemilik gitar dengan senang hati meminjamkan barangnya, alhasil kelompok Keyra mendapatkan dua unit gitar. Untuk main Vocalis Keyra memilih para cewek agar mendominasi lagu serta bantuan dari Paden sebagai backing vocal.
__ADS_1
“ Kok gue malah nyanyi sih? “ Protes Paden.
“ Emang lo bisa main gitar? “ Ucap Yuda membuat orang itu menyerah.
Sesuai dengan job, pemain gitar kali ini adalah Yuda dan Keyra, sebelumnya ia memang pernah belajar dari seorang teman saat SMP, terlebih berteman dengan Boy membuat dirinya sering memainkan benda ini, jadi tidak usah tanya tentang skill bermain Keyra, dirinya cukup percaya diri untuk hal ini.
Semua orang sudah mendapatkan bagiannya masing-masing, tinggal satu orang lagi yang belum yaitu Maftuh, sejak awal disaat Una mengutarakan idenya, Keyra sudah membayangkan konsep yang ingin ia pakai, menggunakan panci sebagai gendang, itu adalah hal yang harus dilakukan oleh Maftuh, ini mungkin cukup lucu, namun kesan yang didapat cukup bagus.
Hingga tibalah ketika api unggun dinyalakan, siswa bernyanyi dengan riang sampai melupakan masalah pribadi mereka, baik masalah di sekolah, percintaan, keluarga, bahkan masalah hidup pun jika dalam situasi tersebut akan terlupakan, serta acara inti dari api unggun ini pun datang, yaitu pentas seni.
Semua siswa di panggil secara acak untuk tampil, dengan arahan Inez dan Nando sebagai MC, keduanya napak antusias mengisi kegiatan, terlebih para siswa juga dengan maksimal menampilkan performa terbaik mereka dengan semangat, tentu kejadian serupa terjadi dengan dengan kelompok Keyra, mereka mengawali nyanyian dengan santai membuat para peserta rileks, namun semakin kesini lagu yang dibawakan berganti lirik dan membuat nuansa lagu menjadi membangun, semua orang bertepuk tangan dan bersorak dengan konsep nyanyian yang mereka bawa, lagu random plus gendang dari panci sangatlah mebuat kesan yang baik.
Sampai di penghujung acara, siswa diintruksikan untuk segera masuk ke tenda karena waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, mungkin sebagian orang sudah banyak yang mengantuk, namun satu hal yang pasti, kegiatan malam ini berakhir dengan perasaan senang dan puas dari para peserta.
***
Hening, adalah suasana ketika semua siswa di perkemahan sudah tidur, tidak ada orang maupun aktivitas yang terlihat, hanya udara dingin yang berhembus ditemani suara derik jangkrik dan hewan malam lainnya. Sinar dari api unggun masih terlihat, beberapa panitia menghangatkan tubuh mereka disana, sebagian berpatroli untuk memantau ke setiap tenda, sementara yang lain ada yang sedang mengobrol ringan di aula panitia.
Salah satunya ada Inez, Nando, Andra dan Emil, keempat orang ini sedang membahas persiapan untuk kegiatan esok hari, untuk Reza, Mark dan Alfa sendiri saat ini izin untuk tidak ikut serta, karena selain harus menjaga Una, mereka takut jika ada hal buruk terjadi pada gadis itu.
“ Ok, jadi besok bener ya bakalan ngejalanin rencana A “ Ucap Andra menyimpulkan.
“ Iya, tapi jangan terlalu berlebihan, kan tau sendiri siswa disini itu pada letoy semua, kalau pada pingsan kan jadi ribet “ Ujar Inez mensehati.
“ Yaelah... itu sih gampang, paling cuma tiba-tiba nongol aja “ Kali ini Emil yang berbicara.
“ Lo jangan ikut Mil, Nando juga... kalian kan harus tetep stay di aula “.
“ Yah... gak seru ih “ Ucap Keduanya.
Inez tersenyum melihat Emil dan Nando menggerutu, berbeda dengan Andra yang malah menertawai mereka, keduanya sempat beradu mulut sebentar sebelum Inez kembali membuka suara.
“ Shut... udah jangan berisik, lo bertiga udah ke bocil aja, pokoknya sekarang bantu gue panggil semua panitia, kecuali bagian konsumsi sama patroli, entar gue mau kasih arahan “.
~
Huhuhuhu....huhuhu...
Jangan... jangan.. jangan tinggalin aku...
Keyra terbangun mendengar suara tangisan yang mendekat dari luar tenda, dirinya sedikit terkejut namun saat menyadari bahwa semua ini memang seharusnya terjadi, pemuda itu memilih untuk menutup mata kembali.
‘ Haha... kayaknya udah mau mulai nih ‘. Batin Keyra
“ Hey, kalian... sangga perintis 4, ayo bangun “.
Muncul seorang panitia yang masuk ke tenda dan membangunkan mereka, pemuda itu menyuruh Keyra dan yang lain untuk segera mengganti pakaian tidur menjadi seragam pramuka lengkap, sebenarnya Keyra sendiri sudah bangun sejak tadi, namun memilih pura-pura tidur agar tidak dicurigai. Maftuh, Paden dan Yuda bangun dalam keadaan masih mengantuk, sepertinya meskipun mereka adalah orang kaya akan tetap tidur nyenyak dimanapun jika masih berjenis kelamin laki-laki, namun tidak dengan para perempuan, mata mereka yang merah menandakan bahwa kempat orang itu sangat susah sekali memejamkan mata.
“ Kak... kita kenapa dibangunin malem-malem?, sekarang baru jam 3 lho “ tanya Lianza yang melihat jam tangan, setelah dirinya dan yang lain berganti pakaian.
“ Shut... jangan berisik “. Ucap senior itu yang membuat teman Keyra diam dan patuh.
“ Ada apa apa kak? “ Tanya Lianza sekali lagi.
“ Jadi gini... kita punya misi buat kalian, pokoknya ini misi penting banget yang mana kalian gak boleh gagal “.
Panitia itu menjelaskan dengan pelan, bahwa satu orang panitia telah hilang dari rombongan, mereka awalnya ingin mencari keberadaan orang tersebut, namun tidak bisa dilakukan karena yang lain pun sedang dalam keadaan darurat.
“ Darurat kenapa kak? “ Tanya Paden di tengah ceritanya.
“ Pokoknya mendesak, kakak pilih kalian untuk jalanin tugas ini karena menurut sepenglihatan kita kelompok kalian itu adalah kelompok yang paling kompak, jadi mohon bantuannya ya... dan jangan ngebantah “.
Panitia itu pergi setelah urusannya selesai, namun satu kalimat yang ia katakan pada kelompok Keyra, dia berbicara seperti ini ‘ Awas... hati-hati, kalian harus inget karena di dunia ini penghuninya bukan hanya manusia ‘.
Anggota kelompok Keyra gemetar, sebagian ada yang takut dan sebagian lagi bersikap netral dan berusaha untuk tetap tenang, namun tanpa disadari oleh yang lain, ternyata Keyra tidak menampilkan ekspresi takut maupun gentar sekalipun.
´ Huft... hah... candaan dari panitia itu udah ke bocil aja, alasan gitu mana ada yang percaya... Ampun deh ‘ Batin Keyra.
Bersambung
__ADS_1