Pesona Keyraldo

Pesona Keyraldo
15# Ngasih saran ke tuyul


__ADS_3

Kelompok Keyra kini mulai berjalan mengikuti secarik kertas petunjuk yang diberikan oleh panitia tadi, selain ada tulisan ‘pergilah ke lapangan untuk mencari petunjuk’ kertas itu tidak ada kalimat lain lagi. Bergegaslah Keyra dan kelompoknya menuju tempat tujuan, sepertinya perkataan dari si panitia tadi ada yang benar, kelompok disini hanyalah mereka yang keluar dimalam hari.


“ Gaes... menurut lo aneh gak sih panitia malem-malem bangunin peserta cuma buat nyari rekan mereka yang hilang?, secara kalau beneran pasti gak bakalan nyuruh satu kelompok aja lho... “ Ucap Paden.


“ Lo baru nyadar Den? “ Tanya Maftuh.


“ Apanya? “


“ Haha... kayaknya lo percaya sama panitia itu deh “. Susul Silfa.


“ Eh?, why?, apa gue salah? “.


Semua orang tertawa meski berusaha untuk tidak terlalu keras, salah satu dari anggota yaitu Keyra menjelaskan bahwa semua ini hanyalah sandiriwara para panitia, di setiap acara pramuka ketika berkemah ada satu kegiatan yang dirahasiakan dan tidak ditulis di dalam rundown acara, yaitu jurit malam, biasanya pada pelaksaanaan ini panitia adalah orang yang paling antusias untuk menjadi bagian dari rencana, kasus yang sering terjadi menurut pengalamannya adalah kelompok yang dibangunkan secara berurutan untuk melaksanakan satu misi yang di berikan, dan dalam proses tersebut biasanya terdapat halangan yang membuat mental kita sedikit jatuh bagi orang yang penakut.


“ Jadi kalian harus siap dan tetap tenang mulai sekarang... bisa jadi ada yang tiba-tiba cosplay jadi tante Kunti “ Lanjut Keyra menjelaskan.


Semua merinding, namun memilih untuk diam dan kembali berjalan melanjutkan arahan, hingga mereka sampai di lapangan, tak terdapat seorang pun disana dan hanya ada keheningan.


“ Lianza, di petunjuknya cuma ada tulisan itu doang bukan? “ Tanya Angeline pada gadis yang memegang kertas tadi.


“ Iya... selain tulisan cuma ada coretan gak jelas dibelakangnya “.


Menyadari sesuatu, Keyra meminjam kertas tersebut dan memerhatikan coretan tak jelas yang dimaksud Lianza. Seperti yang dilihat, coretan ini mungkin hanya kaisengan para panitia saat menulis, namun dibalik itu Keyra menemukan arti dari gambar api dengan pola yang sengaja digambar jelek, mungkin yang lain tidak menyadarinya, namun ia tahu kalau gambar inia adalah petunjuk tersembunyi.


Segera setelah itu, Keyra menyuruh yang lain untuk pergi ke tempat api unggu yang ada di tengah lapangan, mereka mencari sesuatu yang menarik perhatian, dan tak lama kemudian, Putri dan Yuda menemukan selembar kertas dengan petunjuk lain disana.


“ Bagus gaes... petunjuk selanjutnya apaan? “ Tanya Silfa.


“ Kita disuruh maju 30 langkah ke arah barat, abis itu 10 langkah kekiri, 5 langkah kedepan, serong kiri terus maju sekitar 10 meter sampe nemu bendera merah yang harus kita ambil... “ Ucap Putri menjelaskan.


“ Wait a moment... bukannya arah barat itu hutan yang disana? “ Tunjuk Maftuh ke arah yang bersangkutan.


“ Gue gak mau masuk hutan “. Ucap Putri.


Paden, Maftuh dan Yuda diam, Angeline bersama Putri dan Salsa ketakutan, sementara Keyra dan Lianza kini saling melihat, mereka bingung akan melanjutkan kegiatan ini atau tidak, jika melihat keadaan para rekannya yang dalam kondisi kacau, sepertinya Keyra memilih melakukan tugas ini sendiri guna menambah nilai kelompok mereka.


“ Lo semua gak perlu khawatir, bukan mau sok berani atau apa, kalau sekiranya hal ini berat gak papa biar gue sendiri yang pergi, lo semua tunggu disini... “. Ucap Keyra yang kini hendak pergi.


“ Key... gue ikut “.


Lianza membuka suara, ia mengikuti langkah Keyra untuk ikut bersama, awalnya pemuda itu menghimbau untuk jangan memaksakan diri, namun gadis itu bersikukuh sampai membuatnya menyerah, tidak hanya Lianza, satu persatu anggota kelompok Keyra memberanikan diri untuk ikut serta, meski masih dalam keadaan takut, ke 7 orang itu dengan berani melawan rasa tersebut untuk tidak melemparkan tanggung jawab hanya pada Keyra seorang.


Berakhir pergi bersama dengan Maftuh sebagai penunjuk jalan, Keyra dan yang lain maju 30 langkah ke dalam hutan, di langkah pertama saat kekiri, ada muncul suara aneh dari semak-semak, seperti suara desiran angin, namun tidak mungkin kan kalau suaranya begitu jelas dan rendah.


“ Keyra... “.


Angeline memegang lengan Keyra, begitu pula dengan Lianza, Silfa dan Putri yang bersembunyi di belakangnya, para pria hanya menatap Keyra dengan pandangan datar, mungkin dihati mereka ada sedikit rasa iri atau semacamnya.


“ Gila... di situasi kayak gini lo untung banget Key “ Ucap Maftuh menghela nafas.


“ Iya nih... gak ada yang mau nempel ke gue gitu? “. Tutur Paden.


“ Gue serasa jadi nyamuk tau gak... “ Kali ini Yuda yang berbicara.


“ Ayolah... gue gak ada maksud apa-apa kok, dan kalian juga... jangan ngumpet dibelakang gue, mending jalan ditengah sono, biar aman “.


“ Gue takut Key... “ Ucap Lianza mengencangkan cengkraman di baju Keyra.


“ Lo gak usah takut, gak ada ap_... “

__ADS_1


Hihihihi.....


“ AAAAAAARGH!!! “.


Semua berteriak, termasuk Keyra yang pertama kali terkejut, disaat dirinya merasa semua baik-baik saja muncul suara yang sangat tidak ingin didengar oleh kelompoknya, siapa lagi kalau bukan sang hantu legendaris yang memiliki suara seram selain mbak kunti?, wanita yang satu ini memang sediki usil.


“ ASTAGFIRULLAH... EMAAAA!!!... nini-nini, aki-aki kadaritu sing jarauh!... EMAAAA!!!!... “. Ucap Paden mengucapkan mantra absurdnya.


“ Lo ngomong apaan bangs*t?!... itu bukan jampi ngusir setan! “ Protes Yuda.


“ Terus gimana anjay?!, gue gak tau selain itu... “.


“ Udah biar gue aja... BISMILLAH!!!... aku mangan aku wareg, koe mangan aku takon, koe ora menehi aku rebut, yen koe nesu, aku__... “.


“ ITU JUGA BUKAN BEG*!!! “.


Semuanya kacau, para teman Keyra berdebat ditengah ketakutan mereka, ia heran dengan situasi macam ini, terlebih jampi-jampi yang di ucapkan oleh anak orang kaya seperti mereka tidak ada yang benar sekalipun, meski ia tidak tau jampi apa yang sebenarnya, namun saat baru mendengar mereka melapalkan satu kata saja sudah membuat Keyra yakin kalau jampi itu hanya dibut-dibuat.


Mencoba untuk tenang, Keyra melihat sekitar disaat anggota kelompoknya bersembunyi dibelakang tubuh dengan mata dan telinga yang sengaja ditutup, pemuda itu menyisir pandangan, ia tidak melihat apa-apa, namun ketika penglihatannya mengarah ke atas, terdapat tubuh seorang gadis dengan pakaian berwarna putih sedang duduk santai sambil menggoyangkan kaki, sejak kapan wanita itu ada disana?, perasaan saat menuju kemari Keyra sudah mengamati sekitar, termasuk memeriksa apakah ada sesuatu diatas pohon, dan apakah gadis itu beneran mbak kunti asli?.


Keyra menunduk sejenak, ia menghela nafas dan kembali mengadahkan pandangan kearah mbak kunti, sesuai dugaan, mbak yang satu ini palsu, meskipun suara tertawanya membuat ia dan anggota lain kaget dan merinding beberapa kali, namun ketika Keyra melihat kaki gadis itu memakai stoking panjang warna hitam bermotof bunga-bunga, sudah dipastikan kalau dia adalah salah satu dari panitia yang iseng.


Keyra berbalik menghadap ke arah teman-temannya.


“ Hey... semuanya, kalian gak usah takut “ Ucap Keyra berbisik agar tidak terdengar oleh mbak kunti palsu yang diatas.


“ Gimana gak takut Keyra?!!!, tu kunti masih disini...“ Ucap Putri masih dalam posisi yang tetap.


Hihihihihihi...


“ Anjir lah emang kunti!, Bro, bro... ayo kita balik ke tenda!, sumpah gue kalau nemu kek ginian bisa pingsan Keyra!!... “ Bujuk Paden.


“ Lo semua gak usah khawatir, setan disini semuanya pada palsu, gak beneran, tadi gue liat mbak kunti diatas itu juga bukan yang asli... “.


“ Tau dari mana lu Key? “ Tanya mereka serempak.


“ Gue liat dia pake stoking panjang, ya kali hantu bisa pake kayak gituan?, kan gak masuk akal... jadi, yang penting sekarang kita lanjutin tugas biar cepet kelar, kalian gak mau lama-lama dihutan kan? “.


“ Ok... pokoknya harus cepet kelar “.


Sudah mulai tenang dan mengumulkan banyak keberanian, Keyra dan yang lain kembali maju, walau ada satu dua hantu palsu yang menganggu, mereka tidak berbalik meskipun harus lari terbirit-birit karena dikejar oleh para peniru usil itu. Berbeda dengan tujuh orang lainnya, Keyra yang seharusnya ikut takut malah tertawa terbahak-bahak saat menemukan Paden dan Maftuh berdesakan hingga jatuh saat berpapasan dengan mas pocong, yang lain sedikit kesal dengan keberanian pemuda itu, bukannnya memberikan rasa empati malah bahagia diatas penderitaan orang lain.


“ Dasar Keyra... puas lu ketawain kita? “ Ucap Maftuh Terengah-engah dengan jantung yang berdegup kencang.


“ Hahaha... uhuk, uhuk... sorry... abisnya lo lari cepet banget anjir “.


“ Berisik... untung aja lu cowok, kalau cewek__... “.


“ Emang kalau cewek kenapa? “ Tanya Angeline sempat-sempatnya bertanya.


“ Udah gue cium!!!, mau lo?!!! “


“ Ih, mit amit gue dicium sama manusia berbatang “. Ucap Keyra.


“ Udah, udah... sekarang mending cepetan ambil bendera merahnya, tu dah keliatan “ Ucap Lianza.


Mengikuti intruksi dari wanita itu, semua maju sekali lagi dengan saling memegang pakaian satu sama lain, mereka takut namun setidaknya terobati dengan keberadaan yang lain di sekitar mereka, Keyra yang berjalan paling depan kini sudah dekat dan hendak meraih bendera merah tersebut, namun tiba-tiba ada seorang anak kecil berlari merebut benda itu sebelum tangannya meraihnya.


“ I, i, i, itu... “.

__ADS_1


Paden berkata dengan terbata-bata, sementara Keyra mengucek matanya untuk memastikan sekali lagi dengan apa yang ia lihat, dan setelah berkali-kali menutup dan membuka pandangan, Keyra berpendapat kalau panitia disini benar-benar niat untuk menakuti para peserta.


Seorang anak kecil, adalah yang berada di depan kelompok Keyra saat ini, kepalanya botak dan hanya mengenakan pakaian dalam saja, tubuhnya putih dan disekitar matanya terdapat noda darah yang mengalir ke bawah pipi.


“ AAARGH!!!!!.... TUYUL!!!! “.


Silfa berteriak paling keras, semua orang yang berkumpul di belakang Keyra kini berhamburan dengan arah yang tak menentu, mereka berpencar, dua orang ke arah kanan, 3 orang ke kiri dan sisanya berbalik ke belakang, dan kini tinggal menyisakan Keyra seorang dengan berakhir menghela nafas pajang. Pemuda itu maju ke arah tuyul tersebut, bukannya takut, saat ini dia malah terlihat seperti orang pemberani, terlebih anak kecil itu malah sebaliknya membuat wajah takut dan melangkah mundur.


“ Kalian niat banget sih nakut-nakutin kita?, apa seasik itu ya? “ Tanya Keyra ramah dan dengan sigap mengambil bendera merah.


Anak itu sedikit kaget, namun sesaat kemudian menyerah untuk berpura-pura menjadi tuyul. “ Kok kakak gak takut sih?, walaupun palsu, tapi penampilan Eden udah mirip kayak tuyul lho... “. Ucap anak itu menyebut dirinya sebagai Eden.


“ Oh, ayolah... saya kan hebat, ngomong-ngomong... kamu anaknya pak guru BK ya? “


“ Iya, aku disuruh sama ayah buat nakut-nakutin peserta yang lain juga... seru deh liat mereka ketakutan, tapi kok kakak sendiri gak takut? “. Tanya Eden.


“ Siapa juga yang takut kalau tuyulnya aja pake jam tangan gitu? “.


Segera mengalihkan pandangan ke arah yang disebutkan oleh Keyra, Eden terkejut melihat benda melingkar yang terdapat di lengan kanan dan langsung menepak jidat, sepertinya sebelum pergi dirinya lupa untuk melepaskan benda tersebut.


“ Yah... gagal deh buat nakutin semua orang. “ ucap Eden menepuk jidatnya.


“ Udah sekarang umpetin aja, lagian gak ketahuan ini kan “.


“ Iya juga sih kak... haduh... gimana kali, masa ada orang yang ngasih saran ke tuyul sih? “.


Eden menyimpan jam tangan di tas selempang kecil yang sebelumnya tidak Keyra lihat, setelah itu dirinya pamit untuk pergi menakuti yang lain, pada saat itu Keyra ada pemikiran sedikit usil, ia memberikan beberapa tips pada anak itu ketika hendak melangkah untuk lebih menakutkan lagi saat beraksi.


‘ Haha... seru juga nih ‘


Acara jerit malam terus berlanjut sampai pukul 4 pagi, setelah itu siswa dipersilakan untuk sembahyang subuh setelah melakukan aktivitas uji mental, tidak sampai tuyul saja, ternyata dini hari tadi kelompok Keyra sempat menemui beberapa hantu lagi setelah berpencar saat mengambil bendera, 3 orang diantaranya bertemu dengan mas pocong, dua orang lain disapa oleh bang genderuwo, serta sisanya dihadang oleh mbak kunti, namun yang ini persi ngejrengnya, yaitu kuntilanak merah dengan rambut panjangnya yang bukan main-main, mungkin menurut Lianza yang melihat, panjang rambut itu dapat menyentuh tanah saking panjangnya, dan dari situ Keyra berpikir, seberapa banyak dana dan rasa antusias panitia untuk cosplay berbagai macam hantu guna menakuti para peserta, apakah mereka menggunakan profosal?, atau uang pribadi?, entahlah... buat apa juga Keyra memikirkan hal itu.


Pukul 8 pagi, saat ini entah kenapa para panitia membiarkan para peserta untuk bersantai, apakah karena kegiatan pramuka sudah selesai dan hendak pulang?, namun ketika Keyra melihat wajah pucat nan kelelahan rekan yang lain, sepertinya kejadian dini hari ini membuat para guru-guru merasa iba dan membiarkan siswa beristirahat.


Rundown kegiatan pagi ini bukan acara inti, melainkan senam beberapa menit sebelum break sejenak untuk sekedar makan bubur kacang hijau dan mengobrol santai, dan pada waktu ini pun Una mendatangi Keyra dengan pelukan tiba-tibanya, mungkin kemarin malam ia rindu karena tidak bisa melihat Keyra sebelum tidur, jadi wanita itu menjadi lebih lengket dari biasanya.


Sebelum pulang dan menutup acara ini akan ada upacara terlebih dahulu, dan di dalam upacara tersebut ternyata ada penghargaan untuk para siswa berprestasi, tentu saja Keyra dan kelompoknya mendapat rangking pertama sebagai sangga dengan nilai tertinggi. Banyak pujian yang kelompoknya dapat, namun ada juga yang merespon negatif, terutama pandangan mereka pada Keyra, mereka seolah tidak lera jika orang sepertinya mendapat nilai tinggi karena merupakan orang yang dekat dengan ketua pramuka beserta sebagian besar panitia berpengaruh, sebagian orang berpikir bisa saja kan Keyra menyuruh mereka untuk menaikan nilai guna mendapatkan penghargaan, namun pemuda itu tidak memedulikan hal tersebut.


Keyra dan yang lain sudah berkemas, kini semua orang tinggal menunggu untuk masuk kedalam bis, perpisahan kecil terjadi pada kelompok Keyra, mereka senang dengan waktu yang telah dihabiskan kemarin, tidak lupa sebelum semuanya berangkat, ke 8 orang itu bertukar nomor ponsel guna mempererat pertemanan meski bukan di bidang pramuka lagi.


Dan tepat ketika waktu menunjukan pukul 12 siang, Keyra kini pulang dari kegiatan pramuka pertamanya di SMA Bina Gemilang, sungguh menyenangkan meski tidak menantang karena kemping ini dibuat untuk anak orang kaya, namun ketika dapat berbagi ilmu dengan yang lain membuat dirinya cukup merasa bangga.


***


“ Welcome home, anak manis mama... “


Devina memeluk Una, sepertinya wanita itu merasa kesepian karena putri bungsu keluarga tidak ada dirumah beberapa hari ini, langsung disapa dengan hangat saat dirumah, selain dagis itu Reza dan Alfa pun mendapat pelukan selamat datang dari orang tuanya.


“ Gimana? Apa kemping kalian aman-aman aja?, mama sempet khawatir karena ngelepas kalian tanpa pengawasan “ Ucap Devina ketika semua orang sudah berada di ruang tengah.


“ Mama... mama pasti gak percaya, Una disana ngelakuin banyak hal ma... main bareng, bangun tenda, terus... yang paling bikin Una seneng itu pas malemnya bikin api unggun, apinya besaaaar banget “.


Una menjelaskan dengan antusias, dan para orang tua pun mendengarkan sambil tertawa sesekali, melihat gadis mereka yang kini tumbuh dewasa dengan sendirinya membuat Noland, Juan dan Devina, serta Erlang dan Veriska menjadi senang tanpa sadar, tanpa pernah dirasakan sebelumnya, mereka sadar karena dulu terlalu mengekang anak itu, termasuk Reza dan Alfa yang tidak dibiarkan bebas karena takut terjadi apa-apa pada mereka.


Keyra yang melihat kehangatan keluarga itu ikut tersenyum, ia izin kepada yag lain untuk membiarkan para tuan dan nona muda untuk beristirahat sejenak, berangkat dari bumi perkemahan pada pukul 12 siang membuat mereka sampai kerumah pada malam hari, jadi untuk menghindari ketiganya sakit, Keyra memberi saran agar mereka mandi air hangat terlebih dahulu sebelum tidur.


Saran itu disetujui oleh para orang tua, mereka membiarkan anaknya untuk beristirahat dan pergi kemarnya masing-masing, soal keingintahuan mereka biarlah ditahan sampai esok ketika para anak itu sudah bugar, dan malam ini setelah pulang dari kegiatan yang melelahkan, Keyra beristirahat dengan tidur dikasur empuknya setelah membersihkan badan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2