
Xing mengangkat kepala, melihat Kasim Lu “Achang…” berdiri, segera masuk ke
ruangannya dan berganti pakaian. Xing segera keluar istana, menemui Xian Lian
yang sedang menonton pertunjukan dan minum arak “Lian…” Xing langsung memegang
tangan Xian Lian.
Xian Lian melirik Xing “wah wah wah… Apa yang dilakukan Xing Da Ren di luar Istana
?” mengejek. Xing duduk di samping Xian Lian “Lian, kau mau marah, datanglah
padaku… jangan seperti ini !”.
Xian Lian membuka lebar matanya “marah ? untuk apa aku marah ?” Xing mengerutkan
kening “kau tidak marah ? jadi apa yang kau lakukan di sini ?” Xian Lian
melihat arak di genggamannya “ah maksudmu ini ?” menggoyang-goyangkan kendi
araknya.
Xian Lian meneguk araknya “aku hanya kesal, mood ku untuk bersenang-senang terganggu
oleh adik kesayanganmu itu… ini hanya untuk menghilangkan kekesalanku saja…”
berbicara acuh tak acuh. Xing menatap Achang yang mengangguk padanya.
Xing tersenyum, memegang tangan Xian Lian “ayo, aku membawamu bersenang-senang…
tidak usah memikirkan Hua er…” Xian Lian melihat Xing dan tarian di depannya,
berdiri “baiklah… ayo…” melangkah keluar dari restauran.
Xing membawa Xian Lian ke danau, tempat pertama kali mereka bertemu “ah danau…” Xian
Lian tertawa dan langsung berlari ke danau “ah dia cepat sekali berubah… Lihat,
dia berubah menjadi anak kecil lagi…” Kasim Lu yang mengikuti Xing, langsung
berkomentar “hihihi… Lu Zhi, dia memang masih anak-anak…” Achang juga ikut
tertawa.
Kasim Lu memainkan wajahnya “huh… tampaknya, sia sia Wang Jun mengkhawatirkannya…”
Alu mengangguk “memang mengkhawatirkan awalnya… Tapi aku menyukai Tuan Lian
yang seperti ini… bersamanya, seperti semua masalah-masalah itu jadi tidak
berarti. Tuan Lian bisa hidup bebas, tanpa memikirkan segala masalah yang ada,
tapi beliau selalu memberikan kejutan baru pada saat yang tepat.” Berguman
sambil melihat Xian Lian yang bermain air.
Xing mendengarkan semua kata-kata ketiga pengikutnya ‘yah, bersama Lian, aku merasa
sangat santai…’ menatap intens Xian Lian. Xing memegang dadanya ‘ada apa
denganku ? dada ini berdebar-debar hanya dengan melihat Lian. Aku takut dan
khawatir saat Lian marah dan meninggalkanku. Disini terasa sangat hangat dan
tenang, saat bersama Lian. Lian, jika saja kau seorang gadis. Tidak, apa yang
kufikirkan, Lian adalah seorang laki-laki’ menggelengkan kepala, menepis
__ADS_1
pemikirannya sendiri.
Mereka bersantai dan memakan ikan bakar bersama “huh… disini sungguh menyegarkan…”
Xian Lian merenggangkan otot-ototnya “Lian, apa tidak ada yang ingin kau
tanyakan padaku ?” Xing bertanya, was was dengan sikap Lian.
Xian Lian memainkan wajahnya dan melihat Xing “apa yang perlu kutanyakan ? Semua
orang memiliki rahasia. Jika kau mau mengatakannya, kau akan mengatakannya.
Jika tidak, untuk apa aku memaksamu !” tersenyum, menenangkan Xing.
Xing meraih tangan Xian Lian “apa kau sungguh tidak peduli ? tidak mau mengetahui
kebenarannya ?” Xian Lian tersenyum manis “Xing, yang kukenal adalah dirimu,
diluar dari segala macam status. Xing, ada yang mementingkan status, tapi itu
bukanlah aku. Apa kau lupa ? aku bahkan tidak mengetahui asal usulku, status,
atau apapun itu, tidak berpengaruh padaku. Punya hak apa aku mengetahui asal
usul lainnya” memberikan senyum lembutnya.
Ketiga pria yang mengikuti mereka, saling melihat satu sama lain dan tersenyum
mengangguk. Xing tersenyum “tapi, aku ingin memberitahumu. Ling, aku adalah
Kaisar Kerajaan Song saat ini, namaku Song Jin Xing. Senang bertemu denganmu
Lian…” tersenyum manis dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Xian Lian tersenyum manis, menjabat tangan Xing “senang bertemu denganmu Song Jin
Xian Lian melihatnya dan cekikikan. Sementara Xing menatap dingin ketiganya,
yang berlomba-lomba memperkenalkan diri sendiri.
Xian Lian menguap dan merebahkan dirinya “Lian, kau sudah lelah, kita kembali ke
Istana ?” Xing mengajak. Lian menggeleng “kembalilah… aku masih ingin disini !
sudah lama tidak seperti ini !” menatap langit berbintang.
Xing tersenyum, ikut merebahkan diri “Lian, mengetahui identitasku, apa tidak ada
yang kau inginkan ?” Lian menggeleng, tiba-tiba berbalik dan menatap Xing “ah…
mengatakan hal itu, ada yang ingin kutanyakan !” Xing mengangguk, menunggu
pertanyaan Xian Lian.
Xian Lian terduduk dan menghadap Xing yang masih berbaring “bukankah kau seorang
Kaisar, kenapa aku tidak pernah melihat istri-istrimu ? bukankah dikatakan
seorang kaisar memiliki banyak istri ?” bertanya dengan wajah polosnya, membuat
ketiga pengikut mereka cekikikan.
Xian Lian menatap wajah ketiga pengikut dengan wajah kebingungannya “kenapa kalia
tertawa ?” Xing ikut duduk dan melirik dingin ketiga pengikutnya “Tuan Lian,
Wang Jun memiliki 12 selir” mata Xian Lian terbuka lebar, mendengar jawaban
__ADS_1
Kasim Lu.
Xian Lian beralih melihat Xing “wah Xing Da Ren, kau hebat sekali… eh tapi kenapa
aku tidak pernah melihat mereka ?” kembali bertanya dengan wajah
kebingungannya. Xing tersenyum “Wang Jun mengatakan tidak menyukai seorangpun
dari ke-12 selir, jadi semua selir tidak pernah dipanggil ke Istana Wang Jun”
Kasim Lu menjelaskan.
Xian Lian masih mempertahankan wajah bingungnya “jika seperti itu, kenapa menjadikan
mereka menjadi selir ?” Xing memainkan wajahnya “bukan aku yang menjadikan mereka,
tapi mereka yang dengan tidak tahu diri masuk dan menjadikan diri mereka
sendiri selir…” menjawab acuh tak acuh.
“aaa…” Xian Lian semakin kebingungan “bukankah kau adalah kaisar ? Apa masih ada yang
bisa memaksamu melakukan sesuatu yang kau tidak mau ? bertanya dengan polosnya.
Xing tersenyum, membelai kepala Xian Lian “tidak ada yang bisa memaksaku… mereka
ingin seperti apa, terserah mereka melakukannya. Jika mereka mengganggu
batasanku, maka bersiap saja kehilangan nyawa…” berkata dingin.
Xian Lian memainkan wajahnya “seperti itukah ?” Xing mengangguk dengan senyuman
“mereka juga sangat aneh. Apa para gadis disini tidak memiliki harga diri kah ?
Kenapa mau menjadi istri yang hanya status saja ? Bukankah banyak pria lain
diluar, mungkin saja salah seorang adalah jodoh mereka kan !” Xian Lian
berceloteh dengan polosnya, membuat keempat pria tertawa.
Xian Lian menatap keempatnya “Apa ada kata-kataku yang salah ?” bertanya dalam
kebingungannya sendiri. Xing membelai kepala Xian Lian “Lian, jika semua memiliki
pemikiran sepertimu, maka Dunia ini akan aman tentram” tersenyum lembut.
“Tuan Lian, para selir, walau tidak memiliki kasih sayang Wang Jun, tapi hidup mereka
sudah terjamin. Belum lagi, mereka bisa memakai status mereka sebagai selir
untuk memajukan nama keluarganya” Kasim Lu menjelaskan.
Xian Lian memainkan wajahnya dan berubah jijik “iuh… memanfaatkan sesuatu demi hidup
sendiri cih… haih memang tidak sesuai denganku..” “Ooo… bagaimana denganmu ?”
Xing bertanya, penasaran dengan pemikiran Xian Lian.
“Aku akan berusaha untuk hidupku sendiri. Aku memiliki tangan dan kaki, otak untuk
berfikir. Kenapa mau menggantungkan hidup pada yang lain ? tidak memiliki harga
diri dan kebanggaan sama sekali. Selalu berada di bawah bayang-bayang orang
lain, bukanlah gayaku…” Xian Lian berceloteh dengan polosnya, tapi membuat
keempat pria tersenyum membanggakan dan terpesona padanya.
__ADS_1