Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 10 - Pemikiran berbeda


__ADS_3

        Xing mengangkat kepala, melihat Kasim Lu “Achang…” berdiri, segera masuk ke


ruangannya dan berganti pakaian. Xing segera keluar istana, menemui Xian Lian


yang sedang menonton pertunjukan dan minum arak “Lian…” Xing langsung memegang


tangan Xian Lian.


        Xian Lian melirik Xing “wah wah wah… Apa yang dilakukan Xing Da Ren di luar Istana


?” mengejek. Xing duduk di samping Xian Lian “Lian, kau mau marah, datanglah


padaku… jangan seperti ini !”.


        Xian Lian membuka lebar matanya “marah ? untuk apa aku marah ?” Xing mengerutkan


kening “kau tidak marah ? jadi apa yang kau lakukan di sini ?” Xian Lian


melihat arak di genggamannya “ah maksudmu ini ?” menggoyang-goyangkan kendi


araknya.


        Xian Lian meneguk araknya “aku hanya kesal, mood ku untuk bersenang-senang terganggu


oleh adik kesayanganmu itu… ini hanya untuk menghilangkan kekesalanku saja…”


berbicara acuh tak acuh. Xing menatap Achang yang mengangguk padanya.


        Xing tersenyum, memegang tangan Xian Lian “ayo, aku membawamu bersenang-senang…


tidak usah memikirkan Hua er…” Xian Lian melihat Xing dan tarian di depannya,


berdiri “baiklah… ayo…” melangkah keluar dari restauran.


        Xing membawa Xian Lian ke danau, tempat pertama kali mereka bertemu “ah danau…” Xian


Lian tertawa dan langsung berlari ke danau “ah dia cepat sekali berubah… Lihat,


dia berubah menjadi anak kecil lagi…” Kasim Lu yang mengikuti Xing, langsung


berkomentar “hihihi… Lu Zhi, dia memang masih anak-anak…” Achang juga ikut


tertawa.


        Kasim Lu memainkan wajahnya “huh… tampaknya, sia sia Wang Jun mengkhawatirkannya…”


Alu mengangguk “memang mengkhawatirkan awalnya… Tapi aku menyukai Tuan Lian


yang seperti ini… bersamanya, seperti semua masalah-masalah itu jadi tidak


berarti. Tuan Lian bisa hidup bebas, tanpa memikirkan segala masalah yang ada,


tapi beliau selalu memberikan kejutan baru pada saat yang tepat.” Berguman


sambil melihat Xian Lian yang bermain air.


        Xing mendengarkan semua kata-kata ketiga pengikutnya ‘yah, bersama Lian, aku merasa


sangat santai…’ menatap intens Xian Lian. Xing memegang dadanya ‘ada apa


denganku ? dada ini berdebar-debar hanya dengan melihat Lian. Aku takut dan


khawatir saat Lian marah dan meninggalkanku. Disini terasa sangat hangat dan


tenang, saat bersama Lian. Lian, jika saja kau seorang gadis. Tidak, apa yang


kufikirkan, Lian adalah seorang laki-laki’ menggelengkan kepala, menepis

__ADS_1


pemikirannya sendiri.


        Mereka bersantai dan memakan ikan bakar bersama “huh… disini sungguh menyegarkan…”


Xian Lian merenggangkan otot-ototnya “Lian, apa tidak ada yang ingin kau


tanyakan padaku ?” Xing bertanya, was was dengan sikap Lian.


        Xian Lian memainkan wajahnya dan melihat Xing “apa yang perlu kutanyakan ? Semua


orang memiliki rahasia. Jika kau mau mengatakannya, kau akan mengatakannya.


Jika tidak, untuk apa aku memaksamu !” tersenyum, menenangkan Xing.


        Xing meraih tangan Xian Lian “apa kau sungguh tidak peduli ? tidak mau mengetahui


kebenarannya ?” Xian Lian tersenyum manis “Xing, yang kukenal adalah dirimu,


diluar dari segala macam status. Xing, ada yang mementingkan status, tapi itu


bukanlah aku. Apa kau lupa ? aku bahkan tidak mengetahui asal usulku, status,


atau apapun itu, tidak berpengaruh padaku. Punya hak apa aku mengetahui asal


usul lainnya” memberikan senyum lembutnya.


        Ketiga pria yang mengikuti mereka, saling melihat satu sama lain dan tersenyum


mengangguk. Xing tersenyum “tapi, aku ingin memberitahumu. Ling, aku adalah


Kaisar Kerajaan Song saat ini, namaku Song Jin Xing. Senang bertemu denganmu


Lian…” tersenyum manis dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


        Xian Lian tersenyum manis, menjabat tangan Xing “senang bertemu denganmu Song Jin


Xian Lian melihatnya dan cekikikan. Sementara Xing menatap dingin ketiganya,


yang berlomba-lomba memperkenalkan diri sendiri.


        Xian Lian menguap dan merebahkan dirinya “Lian, kau sudah lelah, kita kembali ke


Istana ?” Xing mengajak. Lian menggeleng “kembalilah… aku masih ingin disini !


sudah lama tidak seperti ini !” menatap langit berbintang.


        Xing tersenyum, ikut merebahkan diri “Lian, mengetahui identitasku, apa tidak ada


yang kau inginkan ?” Lian menggeleng, tiba-tiba berbalik dan menatap Xing “ah…


mengatakan hal itu, ada yang ingin kutanyakan !” Xing mengangguk, menunggu


pertanyaan Xian Lian.


        Xian Lian terduduk dan menghadap Xing yang masih berbaring “bukankah kau seorang


Kaisar, kenapa aku tidak pernah melihat istri-istrimu ? bukankah dikatakan


seorang kaisar memiliki banyak istri ?” bertanya dengan wajah polosnya, membuat


ketiga pengikut mereka cekikikan.


        Xian Lian menatap wajah ketiga pengikut dengan wajah kebingungannya “kenapa kalia


tertawa ?” Xing ikut duduk dan melirik dingin ketiga pengikutnya “Tuan Lian,


Wang Jun memiliki 12 selir” mata Xian Lian terbuka lebar, mendengar jawaban

__ADS_1


Kasim Lu.


        Xian Lian beralih melihat Xing “wah Xing Da Ren, kau hebat sekali… eh tapi kenapa


aku tidak pernah melihat mereka ?” kembali bertanya dengan wajah


kebingungannya. Xing tersenyum “Wang Jun mengatakan tidak menyukai seorangpun


dari ke-12 selir, jadi semua selir tidak pernah dipanggil ke Istana Wang Jun”


Kasim Lu menjelaskan.


        Xian Lian masih mempertahankan wajah bingungnya “jika seperti itu, kenapa menjadikan


mereka menjadi selir ?” Xing memainkan wajahnya “bukan aku yang menjadikan mereka,


tapi mereka yang dengan tidak tahu diri masuk dan menjadikan diri mereka


sendiri selir…” menjawab acuh tak acuh.


        “aaa…” Xian Lian semakin kebingungan “bukankah kau adalah kaisar ? Apa masih ada yang


bisa memaksamu melakukan sesuatu yang kau tidak mau ? bertanya dengan polosnya.


        Xing tersenyum, membelai kepala Xian Lian “tidak ada yang bisa memaksaku… mereka


ingin seperti apa, terserah mereka melakukannya. Jika mereka mengganggu


batasanku, maka bersiap saja kehilangan nyawa…” berkata dingin.


        Xian Lian memainkan wajahnya “seperti itukah ?” Xing mengangguk dengan senyuman


“mereka juga sangat aneh. Apa para gadis disini tidak memiliki harga diri kah ?


Kenapa mau menjadi istri yang hanya status saja ? Bukankah banyak pria lain


diluar, mungkin saja salah seorang adalah jodoh mereka kan !” Xian Lian


berceloteh dengan polosnya, membuat keempat pria tertawa.


        Xian Lian menatap keempatnya “Apa ada kata-kataku yang salah ?” bertanya dalam


kebingungannya sendiri. Xing membelai kepala Xian Lian “Lian, jika semua memiliki


pemikiran sepertimu, maka Dunia ini akan aman tentram” tersenyum lembut.


        “Tuan Lian, para selir, walau tidak memiliki kasih sayang Wang Jun, tapi hidup mereka


sudah terjamin. Belum lagi, mereka bisa memakai status mereka sebagai selir


untuk memajukan nama keluarganya” Kasim Lu menjelaskan.


        Xian Lian memainkan wajahnya dan berubah jijik “iuh… memanfaatkan sesuatu demi hidup


sendiri cih… haih memang tidak sesuai denganku..” “Ooo… bagaimana denganmu ?”


Xing bertanya, penasaran dengan pemikiran Xian Lian.


        “Aku akan berusaha untuk hidupku sendiri. Aku memiliki tangan dan kaki, otak untuk


berfikir. Kenapa mau menggantungkan hidup pada yang lain ? tidak memiliki harga


diri dan kebanggaan sama sekali. Selalu berada di bawah bayang-bayang orang


lain, bukanlah gayaku…” Xian Lian berceloteh dengan polosnya, tapi membuat


keempat pria tersenyum membanggakan dan terpesona padanya.

__ADS_1


__ADS_2