
Xing tertawa “dia sangat polos dan menggemaskan… membuatku ingin menggigitnya…”
segera tersadar “Apa yang kufikirkan ? Lian adalah seorang pria. Tidak tidak
tidak… aku masih normal… Aku hanya akan menganggapnya sebagai seorang adik. Ya
seorang adik…” menghilangkan pemikiran melenceng dari kepalanya “tapi Lian
benar sangat menggemaskan…” Xing kembali tersipu dengan pemikirannya sendiri.
Selama beberapa hari, Xing tidak bertemu dengan Xian Lian. Xing selalu terbayang wajah
polos dan menggemaskan Xian Lian, yang berusaha di tepisnya dengan pekerjaan.
Sementara Xian Lian bersenang-senang di Istana Xing.
Achang yang ditugaskan Xing untuk menjaga Xian Lian, setia menemaninya berkeliling
“Achang shushu, bagaimana kalau aku berlatih bersama kalian ?” Xian Lian
menatap Achang dengan mata bersinar penuh harapan.
Melihat wajah menggemaskan Xian Lian, Achang tidak mampu menolak permintaannya “baik…
saudara yang lain pasti juga senang berlatih denganmu…” mengiyakan permintaan
Xian Lian.
Xian Lian langsung bersorak kegirangan “yey…” Achang menggeleng-gelengkan kepala
‘anak ini… tingkahnya masih sangat kekanak-kanakan…’ “Ayo…” mengajak Xian Lian
ke tempat latihan.
Xian Lian melihat para pria yang sedang berlatih bersama di lapangan “hai semua…”
“Tuan Lian, anda disini !” beberapa pria yang mengenalnya, segera maju menyapa
“Tuan Lian datang untuk berlatih bersama kita, jangan terlalu keras !” Achang
memperingati beberapa pria yang cekikikan.
“Apa yang terlalu keras ?” Xian Lian bertanya dengan polosnya. Achang dan beberapa
pria tertawa “tidak ada yang terlalu keras… Ayo, berlatihlah…” Xian Lian
melihat kesana kemari dan berhenti pada wadah berbagai senjata.
Xian Lian menunjuk senjata-senjata dalam wadah “Achang shushu, apa aku bisa memakai
senjata-senjata itu ?” Achang mengangguk “terserah kau memilih yang mana !”
mempersila. Xian Lian segera berlari dan memilih senjatanya.
Xian Lian segera kembali ke depan Achang, dengan membawa sebuah tombak yang lebih
tinggi darinya “Achang shushu, bagaimana kalau untuk yang pertama, Achang
shushu berlatih bersamaku ?”
Achang melihat panjang tombak yang tidak sesuai dengan tinggi Xian Lian, menelan ludah
“Tuan Lian, apa anda yakin menggunakan tombak ini ?” Xian Lian mengangguk
mantap “Achang shushu, anda bukan takut padaku kan ?” mengejek Achang dengan
wajah nakalnya.
“Si… Siapa yang takut ? Cih, baik, aku akan menemanimu berlatih !” Achang yang
awalnya mengkhawatirkan Xian Lian, berubah mendengar ejekan Xian Lian.
__ADS_1
Achang tidak tersinggung pada kenakalan Xian Lian, hanya saja Xian Lian mengatakannya
di hadapan para bawahannya. Jika tidak menerima tantangan Xian Lian, Achang
merasa akan kehilangan wibawa di depan para bawahan.
Achang akan memilih senjatanya “Achang shushu, bagaimana kalau memakai tombak yang
sama seperti yang kupilih ?” terdengar suara Xian Lian yang menyarankannya.
Achang pun mengikuti saran Xian Lian, mengambil tongkat yang mirip dengan yang
dipegang Xian Lian.
“Tuan Lian, jika ada yang terluka, segera berhenti, mengerti !” Achang berkata tegas
pada Xian Lian. Xian Lian menunduk, memberi hormat “menaati perintah…”
mengangkat kepala dengan senyuman. Achang pasrah, hanya bisa menggelengkan
kepalanya.
Achang dan Xian Lian, mengambil posisi masing-masing, yang saling berhadapan di tengah
lapangan. Xian Lian merenggangkan otot-ototnya, wajahnya seketika berubah
serius, mengejutkan Achang ‘aura ini…’.
“Achang shushu, keluarkan seluruh kemampuanmu…” Xian Lian langsung menyerang dengan
gerakan cepat. Achang terkejut, segera menahan serangan Xian Lian menggunakan
tombak di tangannya.
Melihat keseriusan Xian Lian, Achang pun langsung mengerahkan kemampuan sebenarnya
‘luar biasa… usia sekecil ini, memiliki kemampuan seperti ini ! Kemampuan Tuan
Achang terlihat lebih sering menghindar dari pada menyerang. Bukan tidak mau
menyerang, tapi tidak memiliki kesempatan untuk menyerang. Di saat Achang akan
menyerang, Xian Lian sudah mematahkannya terlebih dahulu. Semua gerakan Achang,
seperti dapat terbaca oleh Xian Lian.
Dari kejauhan, Xing yang melihatnya, terkejut akan kemampuan Xian Lian. Bukan hanya
Xing, seluruh prajurit yang ada di lapangan, termasuk Kasim Lu yang mengikuti
Xing, terkejut akan kemampuan Xian Lian.
Di akhir latihan, tombak Xian Lian sudah berada di leher Achang. Sedangkan tombak
Achang sudah tertancap di tanah, terlepas dari genggaman Achang “Achang shushu,
kau kalah…” Xian Lian memberikan senyum dinginnya.
Achang menelan ludah kasar “Tuan Lian, anda benar-benar luar biasa…” “Benarkah ?”
wajah Xian Lian langsung berubah kekanakan. Achang hanya bisa mengangguk, masih
berada dalam keterkejutannya.
Xian Lian cekikikan “Achang shushu, apa aku bisa berganti senjata ?” Achang
mengangguk. Xian Lian segera berlari ke wadah senjata “terima kasih Achang
shushu…”. Xian Lian mengganti tombaknya dengan sebuah pedang “Hmm… agak berat
tapi tidak masalah…” menimbang-nimbang pedang sambil berjalan kembali ke
__ADS_1
hadapan Achang.
Xian Lian melihat kesana kemari, berhenti di seorang pria “Alu shushu, yang lalu
pernah melihatmu bertarung menggunakan pedang. Maukah berlatih bersamaku ?”
mengajak pria lain dalam barisan prajurit.
Prajurit yang dipanggil ‘Alu shushu’ langsung bersemangat “tentu saja, anda tunggu sebentar,
aku segera kembali !” Alu segera mengambil sebuah pedang dan ke hadapan Xian
Lian “Tuan Lian, silahkan…” mempersila Xian Lian.
Xing mengamati dari jauh ‘Lian memang sangat hebat dan berbakat… Pantas saja dia
tidak takut apapun… Pertarungan-pertarungan itu, sepertinya sesuai dengan
kata-katanya, hanya menjadi latihan perenggangan otot untuknya…” membatin.
“Jika kemampuan Lian ini, dipakai untuk Kerajaan, pastinya akan semakin kuat. Lian
pasti bisa menjadi panglima besar nantinya” Xing berfikir dengan mata yang
terus melihat latihan Xian Lian bersama Alu.
Xian Lian tampak tidak bersemangat setelah mengalahkan Alu “Ada apa Tuan Lian ? Apa
anda terluka ?” Achang segera menghampiri. Xian Lian cemberut, melihat
tangannya yang memerah.
“Ada apa ? Apa tanganmu sakit ?” Achang khawatir melihat Xian Lian yang menatap
tangannya sendiri. “Achang shushu, pedangmu ini terlalu berat. Apa kalian tidak
mengalami sakit pada tangan saat menggunakannya ?” Xian Lian cemberut, melihat
Achang dan Alu.
“Ada apa ?” Xing menghampiri “Wa…” semua mau memberi hormat, mendapat kode tangan
Xing, segera menghentikannya “Lian, apa kau terluka ?” Xing melihat dan
memegang tangan Lian yang memerah.
Xian Lian menyerahkan pedangnya pada Achang “Achang shushu, pedang seperti ini, jika
digunakan untuk latihan dasar, masih memungkinkan. Jika digunakan dalam
pertempuran, anda akan kalah sebelum bertarung” berkata apa adanya dengan wajah
cemberut, tapi Xing dan lainnya dibuat terpana.
Achang mengamati pedang di tangannya ‘pedang ini adalah pedang yang bagus’ membatin
“Tuan Lian, apa anda memiliki saran ?” mencoba menggali pengetahuan Xian Lian.
Achang pun berharap mendapat masukan dari Xian Lian.
Xian Lian masih cemberut, melihat Achang. Xian Lian menghirup nafas sedalam-dalamnya
dan menghembuskannya. Xian Lian menarik kembali tangannya dari genggaman Xing
dan melemaskan tangannya yang memerah beberapa kali.
Xian Lian menunjuk pedang yang ada di genggaman Achang “Achang shushu, coba anda
yang menggunakan pedang itu berlatih denganku. Xing, Alu shushu, menyingkirlah”
berjalan ke tengah lapangan, berhadapan dengan Achang.
__ADS_1