Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 39 - Perayaan yang terlambat


__ADS_3

Tabib Yin membersihkan tubuh Xian Lian dengan tetesan air mata "niang niang, maafkan aku, aku gagal melindungimu... niang niang, aku tidak akan pernah lagi menemukan orang seperti anda" memakaikan pakaian bersih dan merias wajah Xian Lian.


          Kasim Lu menempatkan jasad Xian Lian di peti pendingin, di ruang penghormatan bagi keluarga kerajaan yang tiada "niang niang, terima kasih..." menghormat pada Xian Lian.


          Achang juga menitikkan air mata "usianya masih sangat muda. Wang Jun sedang mempersiapkan kejutan ulang tahunnya yang ke-15. Sekarang, bukan kebahagiaan ulang tahun yang didapatkannya, tapi peti pemakaman ini."


          "Seumur hidup niang niang sangat menderita, tapi masih memikirkan lainnya. Demi semua yang tidak memiliki hubungan dengannya, niang niang berusaha keras bahkan mengorbankan nyawanya sendiri. Niang niang, terima kasih..." Alu menunduk memberi hormat.


          "Xian er... Xian er..." Xing terbangun, segera mencari Xian Lian "dimana Xian er ? Dimana Xian er-ku ?" Kasim Lu segera berlari datang "Wang Jun..." Xing langsung mencengkeram kerah baju Kasim Lu "dimana Xian er ? Dimana Huang Hou niang niang ?" bertanya dengan amarah yang berkobar.


          Kasim Lu menunduk "Wang Jun, niang niang berada di Bai Hua Gong..." "Apa ? Bai Hua Gong ? Siapa yang memberimu ijin menempatkan Xian er ku disana ? Tidak... tidak... Xian er akan kedinginan disana, akan ketakutan dan kesepian. Xian er..." Xing segera berlari.


          Xing menerobos masuk Bai Hua Gong. Sangat banyak prajurit yang berdiri di luar "mana Xian er ? Dimana Xian er ku ?" Xing berlari mencari di tiap ruangan, menemukan jasad Xian Lian di ruang dingin.


          Xing menghampiri peti "Xian er, rupanya kau disini..." terbatuk berdarah. Xing merangkak naik ke peti "Xian er, apa yang kau lakukan disini ? Disini sangat dingin, bagaimana kau bisa beristirahat disini ? Xian er..." menggendong jasad Xian Lian keluar dari peti.


          Achang dan Tabib Yin tiba dan langsung berlutut, menghalangi langkah Xing  "Wang Jun, jangan bawa niang niang pergi. Jasad niang niang akan rusak tanpa peti ini." Achang memohon.


          "Wang Jun, hamba mohon, relakanlah niang niang... biarkan niang niang beristirahat dengan tenang" Tabib Yin menitikkan air mata dan menunduk.

__ADS_1


          Xing tertawa menyedihkan dan jatuh berlutut memeluk tubuh Xian Lian "merelakannya ? Bagaimana Zhen bisa merelakannya ?" Tertawa lirih dan memeluk erat jasad Xian Lian.


          Kasim Lu tiba dan ikut berlutut "Wang Jun, jangan seperti ini... Anda adalah Kaisar, Kerajaan Song bergantung pada anda..."


          Xing membelai wajah Xian Lian "Kaisar ? Kaisar yang kau katakan, sudah mati 3 tahun lalu" kata-katanya membuat semua terkejut "Wang Jun..."


          Xing tersenyum "yang disini adalah Xing nya Xian er. Xian er yang menyelamatkanku. Nyawa ini adalah milik Xian er. Xian er sudah pergi, sudah saatnya nyawa ini dikembalikan padanya" "Wang Jun..." ketiganya berteriak.


          Xing berdiri, menaruh kembali jasad Xian Lian dalam peti, membelai wajahnya dan mengecup bibir pucat itu. Xing berdiri, berjalan ke luar dari ruangan "Wang Jun..." "ikuti... saat-saat ini, jangan biarkan Wang Jun sendirian..." kedua pria segera menyusul Xing.


          Xing kembali ke Huang Ning Gong, berganti pakaian kaisar, berjalan ke Wang Ling (tempat altar peringatan para leluhur Kerajaan Song). Xing membuat papan roh Xian Lian 'Caihong Xian Lian, cinta sejati dan istri tercinta Song Jin Xing'. Disisinya, Xing membuat papan rohnya sendiri 'Song Jin Xing 'suami Caihong Xian Lian'.


          Xing membelai papan roh Xian Lian "Xian er, selamat ulang tahun... Hari ini adalah hari yang kusiapkan untukmu. Perayaan Ulang Tahun Xian er-ku yang ke-15. Xian er, maafkan aku, aku mencari tanggal terlalu lambat."


          Xing menutup mata sesaat "Xian er, di Mu Ning Gong, sudah ada sebuah danau kecil. Kau bisa melihat langit berbintang dan menghitung bintang di pantulan air danau itu. Aku juga sudah mempersiapkan sangat banyak kunang-kunang untukmu. Akan ada pertunjukan dan kembang api yang kau sukai. Xian er, aku ingin memberikanmu kejutan yang terbaik, yang tidak akan kau lupakan." Tersenyum.


          Xing menaruh papan roh Xian Lian pada tempatnya 'Xian er, semua yang kulakukan untukmu sekarang sia-sia. Aku hanya ingin kebahagiaanmu ! Sekarang, semua sudah terlambat !" menunduk dan mengepalkan tangan.


          Xing mengaturkan penghormatan terakhir dan kremasi Xian Lian. Xing menghadiri rapat, membahas semua masalah kerajaan seperti biasa, seperti tidak terjadi apapun. Kasim Lu dan lainnya bernafas lega, terlihat Xing yang sudah menerima kematian Xian Lian.

__ADS_1


          Setelah menyelesaikan semua, Xing ke Bai Hua Gong. Xing naik ke peti Xian Lian, tersenyum, membelai wajah Xian Lian "Xian er, kau pernah mengatakan, akan membawaku ke tempat tinggal lamamu, Tian Xing He. Kita akan melihat langit berbintang dan menghitung bintang yang terpantul di air danau yang jernih dan tenang."


           Xing mengecup kening dan bibir Xian Lian "Xian er, kali ini, kita akan menjalankan janji kita bersama-sama. Kau akan menjadi milikku selamanya. Xian er, aku mencintaimu..." berlama-lama mencium bibir Xian Lian.


          Xing memeluk erat tubuh Xian Lian, menjatuhkan lilin dan menyalakan api. Xing mengkremasi dirinya sendiri dan Xian Lian. Xing tersenyum melihat Xian Lian, menitikkan air mata dan menutup mata.


          Kasim Lu panik, segera menyuruh semua memadamkan api. Petir menyambar berkali - kali dan akhirnya menurunkan hujan. Semua terlambat, tubuh Xing dan Xian Lian sudah tidak bersisa.


          Jiwa Xing kembali ke Shen Jie, masuk ke tubuh aslinya Huang Jin Xing Shen Jun. Huang Jin Xing Shen Jun, berhasil menghancurkan kutukan hukuman kultivasinya. Kisah kultivasi hanya menjadi ingatan samar pada tubuh sebenarnya.


          Ming Jie Xing Jun meminum arak hingga mabuk "apa yang sudah kulakukan ? Aku sudah mencelakakan Xian Lian demi masalah pribadiku. Xian Lian, gadis polos itu yuhua demi menyelesaikan misi dariku". dipenuhi penyesalan.


          Setelah mengatur emosinya sendiri, Ming Jie Xing Jun menghadap Huang Jin Xing Shen Jun "Shen Jun, selamat sudah menyelesaikan kutukan hukuman kultivasi !" Ming Jie Xing Jun menunduk, memberi hormat.


          Huang Jin Xing Shen Jun sedang bermain catur sendiri "Ming Jie, kutukan hukuman bukanlah sembarang kutukan. Katakan, bagaimana kau melakukannya ?" bertanya dingin, tanpa melihat Ming Jie Xing Jun.


          Ming Jie Xing Jun menelan ludah, berkeringat dingin. Ming Jie Xing Jun tahu, tidak dapat menyembunyikan apapun dari Huang Jin Xing Shen Jun "Shen Jun, cinta sejati andalah yang menghancurkan kutukan hukuman...".


Huang Jin Xing Shen Jun tersenyum datar "Ming Jie, apa kau menganggap Peng Jun adalah dewa bodoh." "Tidak Shen Jun, hamba juga tidak tahu bagaimana anda secepat itu bisa menemukan cinta sejati anda" Ming Jie Xing Jun berbicara apa adanya.

__ADS_1


__ADS_2