Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 3 - Berkenalan dengan Xing


__ADS_3

            Sang pria mengangkat wajahnya,


mengamati wajah polos Xian Lian “aku… aku Xing, bagaimana aku memanggilmu ?”


Xian Lian tersenyum “Xing kan ! Kau bisa memanggilku Lian…” memperkenalkan


diri.


        “Ah


Tuan Lian…” Xing segera memberi hormat “tidak perlu memakai kata Tuan… kau


tampak lebih besar dariku, panggil aku Lian saja. Akupun tidak akan memanggilmu


Tuan, tapi langsung Xing, bagaimana ? adil kan !” Xing tersenyum dan


mengangguk, merasa Xian Lian sangat menggemaskan.


        Xian


Lian pun tersenyum melihat Xing. Xing sempat terpana dengan senyuman Xian Lian,


tapi segera menyadari yang di hadapannya ini adalah seorang pemuda kecil. Untuk


mengantisipasi salah tingkahnya, Xing berdehem beberapa kali.


        Deheman


Xing disalah artikan oleh Xian Lian “ah… kau pasti sudah lapar kan ! Aku ada


membuat sup ikan, sebentar, kubawakan untukmu…” Xian Lian bergegas mengambil


sup yang baru dibuatnya “Ini makanlah ! Sup ikan segar ini sangat bergizi, akan


membantu pemulihanmu…” “terima kasih…” Xing menerima sup dan berterima kasih


dengan tulus.


        “Xing,


lukamu sudah menutup, hanya tersisa bekasnya saja… Besok, aku akan pergi dari


tempat ini. Kau juga sudah waktunya kembali. Keluargamu pasti sudah mencarimu…”


Xian Lian berkata dengan senyuman “Lian, ikutlah denganku…” Xing menawarkan.


        Sudah


melalui kebersamaan beberapa hari, Xing mengetahui kalau Xian Lian adalah yatim


piatu yang sedang berkelana. Xian Lian cekikikan dan menggeleng “terima kasih


tawaranmu, tapi aku tidak suka berhutang budi. Lagipula aku menikmati


hari-hariku yang bebas tanpa beban ini hihihi…” Xing tersenyum melihat


keceriaan Xian Lian.


        Xian


Lian menunjuk Xing “Kau tidak perlu mengkhawatirkanku, aku sudah terbiasa


sendiri. Melainkan dirimu, kau harus berhati-hati sendiri, jangan sampai terluka


lagi…” berbalik menasehati Xing.


        Xing


mengeluarkan sebuah plakat “ini… aku tidak bisa memberikan apapun untuk


membalas jasa penyelamatanmu. Ini untukmu… Jika kau mengalami kesulitan atau


memerlukan sesuatu, bawalah plakat ini ke Kediaman Rong di timur Ibukota, akan


ada yang membantumu” memberikannya ke Xian Lian.


        Xian


Lian mengambil dan mengamati plakat yang diberikan Xing “apakah kau berasal


dari Keluarga Rong ?” Xing menggeleng “kalau begitu, ini kukembalikan, untukmu


saja” memberikannya kembali ke tangan Xing.


        “Lian…”

__ADS_1


Xing protes akan penolakan Xian Lian “dibanding diriku, kau sepertinya lebih


memerlukan bantuan hihihi…” Xian Lian cekikikan, melihat wajah cemberut Xing.


        Xing


cemberut, menunduk dan melirik Xian Lian “tidak perlu memasang wajah seperti


itu. Lagipula, aku mungkin tidak berada lama di Ibukota. Aku ingin


berjalan-jalan mengelilingi dunia ini, jadi aku akan berjalan ke tempat lain.


Plakat ini tidak akan berguna untukku…” Xian Lian menunjuk plakat.


        Wajah


Xian Lian berubah garang “Jika kau ingin membalas jasaku, maka lindungi dirimu


sendiri dengan baik, jangan terluka lagi. Jangan sampai usahaku selama ini


sia-sia, mengerti ?” menghardik Xing.


        Xing


awalnya terkejut dengan wajah garang Xian Lian, kemudian tertawa “hahaha… baik…


baik… Aku berjanji padamu, akan menjaga diriku dengan baik. Tidak akan


membiarkan usaha kerasmu sia-sia…” “nah itulah yang seharusnya” Xian Lian


tersenyum dengan wajah sombongnya, diikuti senyuman Xing.


        Keesokan


harinya, Xian Lian menunggu Xing bangun “nah disana ada sup ikan, kau bisa


mengambilnya untuk sarapan. Aku pergi, jaga dirimu baik-baik, sampai jumpa !”


melambai-lambaikan tangan pada Xing, tanda berpamitan.


        Xing


tersenyum, melihat punggung Xian Lian yang semakin menjauh “suatu saat, aku


pasti akan membalas budimu…” mata Xing menajam. Xing memakan sarapannya dan


Xian Lian


kembali ke Ibukota, menatap gerbang Istana “haih sepertinya aku disinipun


sia-sia saja. Bagaimana caranya, aku masuk ke Istana yang besar itu ? Lagipula,


aku tidak mengetahui wajah Kaisar kultivasi Shen Jun itu.” Berfikir adanya


kemungkinan masuk ke Istana.


“Ah,


mungkin aku bisa masuk melalui Sekte Mohang. Tapi apa yang mau kulakukan disana


? apa pula yang kulakukan disini ? Ah sudahlah, aku bersenang-senang saja.


Mungkin aku memang tidak bisa membantu Ming Jie Xing Jun. Aku hanya seorang


dewi kecil, bagaimana mengurus seorang Shen Jun haih…” menunduk dalam dilemanya


sendiri.


Beberapa


hari setelahnya, Xian Lian akhirnya memutuskan keluar dari Ibukota “hmm… aku


berjalan ke Gunung Kunlun saja…” berjalan santai. Xian Lian yang sudah terbiasa


mandiri, menikmati petualangannya di Fan Jian.


Kenakalan


Xian Lian, membuatnya terlibat dalam beberapa perkelahian antar suku. Xian Lian


yang nakal, selalu melarikan diri di tengah pertarungan. Hal ini membuat tidak


ada yang bisa mengkonfirmasi identitasnya.


Terpaut 2

__ADS_1


Desa, dari Ibukota, Xian Lian kembali terlibat perkelahian “Lian, kau disini !”


terdengar suara seseorang yang memanggilnya. “Xing, kau…” Xian Lian berbicara


sambil menahan pedang yang akan menebas Xing “kenapa kau terlibat perkelahian


lagi ?” Xian Lian menghardik Xing.


Xing


terkejut “mereka yang menyerangku tiba-tiba…” membela diri sendiri “ha…” Xian


Lian tidak percaya “Apa yang kau lakukan disini ? Kenapa ikut perkelahian ?”


berganti Xing yang bertanya.


Xian Lian


langsung cekikikan “aku hanya mengisi waktu luang sambil merenggangkan otot


hihihi… Hmm… sudah lumayan, aku pergi dulu ya…” melarikan diri dari


perkelahian. Xing tidak sempat mengejarnya, sudah dihalangi lawan lainnya.


“Tuan, anda mengenal pemuda kecil


itu ?” seorang pria bertanya pada Xing uang mengangguk “Siapakah beliau ?” pria


itu kembali bertanya. Xing mengerutkan kening “Kenapa sepertinya kau sangat


penasaran dengannya ?”


“Ah…


pemuda kecil itu sudah muncul beberapa kali, tapi tidak ada yang mengetahui


identitasnya” Si pria langsung menjawab. “Muncul beberapa kali ?” Xing menjadi


penasaran akan kata-kata Si pria.


Pria itu


mengangguk “tapi dia tidak berada di pihak manapun”. “Kenapa kau berkata


seperti itu ?” Xing semakin penasaran “Sebab dia bertarung dengan kedua belah


pihak. Tidak membunuh, hanya melukai dan melemahkan…” Pria itu bingung sendiri


dengan penjelasannya.


Kerutan


di wajah Xing semakin dalam, tiba-tiba Xing tertawa terbahak-bahak “hahaha…


sepertinya benar, dia hanya mengisi waktu luang dan merenggangkan otot kecilnya


itu hahaha” menggeleng-gelengkan kepala.


“Tuan,


apa anda mengenalnya ?” Si pria kembali bertanya “Dia yang menyelamatkanku saat


terluka sebelumnya” Xing menjawab tanpa melihat si pria. “Tuan, jika bisa


menariknya ke pihak kita, itu akan sangat baik. Kemampuannya lumayan…” Si pria


berkata penuh harap.


Xing


memandang ke kejauhan “Apa dia selalu pergi di tengah pertarungan ?” Si pria


mengangguk dan membenarkan pertanyaan Xing “Iya, selalu seperti itu, tidak


pernah menunggu…” Xing mengangguk “Aku sudah tahu… Dimana saja dia muncul ?” si


pria menjawab, sesuai dengan yang diketahuinya.


Xing


memikirkan kemungkinan arah perginya Xian Lian “hmm… dari gua itu sudah berlalu


3 bulan. Entah kapan Lian keluar dari Ibukota, tapi kalau melihat arahnya…” ada


senyuman di wajah Xing “Jika tebakanku tidak salah, Lian akan menuju utara…”

__ADS_1


‘Aku harus bertemu Lian, sebelum menyelesaikan semua permasalahan ini” Xing


membatin dengan wajah tegasnya.


__ADS_2