
Sang pria mengangkat wajahnya,
mengamati wajah polos Xian Lian “aku… aku Xing, bagaimana aku memanggilmu ?”
Xian Lian tersenyum “Xing kan ! Kau bisa memanggilku Lian…” memperkenalkan
diri.
“Ah
Tuan Lian…” Xing segera memberi hormat “tidak perlu memakai kata Tuan… kau
tampak lebih besar dariku, panggil aku Lian saja. Akupun tidak akan memanggilmu
Tuan, tapi langsung Xing, bagaimana ? adil kan !” Xing tersenyum dan
mengangguk, merasa Xian Lian sangat menggemaskan.
Xian
Lian pun tersenyum melihat Xing. Xing sempat terpana dengan senyuman Xian Lian,
tapi segera menyadari yang di hadapannya ini adalah seorang pemuda kecil. Untuk
mengantisipasi salah tingkahnya, Xing berdehem beberapa kali.
Deheman
Xing disalah artikan oleh Xian Lian “ah… kau pasti sudah lapar kan ! Aku ada
membuat sup ikan, sebentar, kubawakan untukmu…” Xian Lian bergegas mengambil
sup yang baru dibuatnya “Ini makanlah ! Sup ikan segar ini sangat bergizi, akan
membantu pemulihanmu…” “terima kasih…” Xing menerima sup dan berterima kasih
dengan tulus.
“Xing,
lukamu sudah menutup, hanya tersisa bekasnya saja… Besok, aku akan pergi dari
tempat ini. Kau juga sudah waktunya kembali. Keluargamu pasti sudah mencarimu…”
Xian Lian berkata dengan senyuman “Lian, ikutlah denganku…” Xing menawarkan.
Sudah
melalui kebersamaan beberapa hari, Xing mengetahui kalau Xian Lian adalah yatim
piatu yang sedang berkelana. Xian Lian cekikikan dan menggeleng “terima kasih
tawaranmu, tapi aku tidak suka berhutang budi. Lagipula aku menikmati
hari-hariku yang bebas tanpa beban ini hihihi…” Xing tersenyum melihat
keceriaan Xian Lian.
Xian
Lian menunjuk Xing “Kau tidak perlu mengkhawatirkanku, aku sudah terbiasa
sendiri. Melainkan dirimu, kau harus berhati-hati sendiri, jangan sampai terluka
lagi…” berbalik menasehati Xing.
mengeluarkan sebuah plakat “ini… aku tidak bisa memberikan apapun untuk
membalas jasa penyelamatanmu. Ini untukmu… Jika kau mengalami kesulitan atau
memerlukan sesuatu, bawalah plakat ini ke Kediaman Rong di timur Ibukota, akan
ada yang membantumu” memberikannya ke Xian Lian.
Xian
Lian mengambil dan mengamati plakat yang diberikan Xing “apakah kau berasal
dari Keluarga Rong ?” Xing menggeleng “kalau begitu, ini kukembalikan, untukmu
saja” memberikannya kembali ke tangan Xing.
“Lian…”
__ADS_1
Xing protes akan penolakan Xian Lian “dibanding diriku, kau sepertinya lebih
memerlukan bantuan hihihi…” Xian Lian cekikikan, melihat wajah cemberut Xing.
cemberut, menunduk dan melirik Xian Lian “tidak perlu memasang wajah seperti
itu. Lagipula, aku mungkin tidak berada lama di Ibukota. Aku ingin
berjalan-jalan mengelilingi dunia ini, jadi aku akan berjalan ke tempat lain.
Plakat ini tidak akan berguna untukku…” Xian Lian menunjuk plakat.
Wajah
Xian Lian berubah garang “Jika kau ingin membalas jasaku, maka lindungi dirimu
sendiri dengan baik, jangan terluka lagi. Jangan sampai usahaku selama ini
sia-sia, mengerti ?” menghardik Xing.
awalnya terkejut dengan wajah garang Xian Lian, kemudian tertawa “hahaha… baik…
baik… Aku berjanji padamu, akan menjaga diriku dengan baik. Tidak akan
membiarkan usaha kerasmu sia-sia…” “nah itulah yang seharusnya” Xian Lian
tersenyum dengan wajah sombongnya, diikuti senyuman Xing.
Keesokan
harinya, Xian Lian menunggu Xing bangun “nah disana ada sup ikan, kau bisa
mengambilnya untuk sarapan. Aku pergi, jaga dirimu baik-baik, sampai jumpa !”
melambai-lambaikan tangan pada Xing, tanda berpamitan.
tersenyum, melihat punggung Xian Lian yang semakin menjauh “suatu saat, aku
pasti akan membalas budimu…” mata Xing menajam. Xing memakan sarapannya dan
Xian Lian
kembali ke Ibukota, menatap gerbang Istana “haih sepertinya aku disinipun
sia-sia saja. Bagaimana caranya, aku masuk ke Istana yang besar itu ? Lagipula,
aku tidak mengetahui wajah Kaisar kultivasi Shen Jun itu.” Berfikir adanya
kemungkinan masuk ke Istana.
“Ah,
mungkin aku bisa masuk melalui Sekte Mohang. Tapi apa yang mau kulakukan disana
? apa pula yang kulakukan disini ? Ah sudahlah, aku bersenang-senang saja.
Mungkin aku memang tidak bisa membantu Ming Jie Xing Jun. Aku hanya seorang
dewi kecil, bagaimana mengurus seorang Shen Jun haih…” menunduk dalam dilemanya
sendiri.
Beberapa
hari setelahnya, Xian Lian akhirnya memutuskan keluar dari Ibukota “hmm… aku
berjalan ke Gunung Kunlun saja…” berjalan santai. Xian Lian yang sudah terbiasa
mandiri, menikmati petualangannya di Fan Jian.
Kenakalan
Xian Lian, membuatnya terlibat dalam beberapa perkelahian antar suku. Xian Lian
yang nakal, selalu melarikan diri di tengah pertarungan. Hal ini membuat tidak
ada yang bisa mengkonfirmasi identitasnya.
Terpaut 2
__ADS_1
Desa, dari Ibukota, Xian Lian kembali terlibat perkelahian “Lian, kau disini !”
terdengar suara seseorang yang memanggilnya. “Xing, kau…” Xian Lian berbicara
sambil menahan pedang yang akan menebas Xing “kenapa kau terlibat perkelahian
lagi ?” Xian Lian menghardik Xing.
terkejut “mereka yang menyerangku tiba-tiba…” membela diri sendiri “ha…” Xian
Lian tidak percaya “Apa yang kau lakukan disini ? Kenapa ikut perkelahian ?”
berganti Xing yang bertanya.
Xian Lian
langsung cekikikan “aku hanya mengisi waktu luang sambil merenggangkan otot
hihihi… Hmm… sudah lumayan, aku pergi dulu ya…” melarikan diri dari
perkelahian. Xing tidak sempat mengejarnya, sudah dihalangi lawan lainnya.
“Tuan, anda mengenal pemuda kecil
itu ?” seorang pria bertanya pada Xing uang mengangguk “Siapakah beliau ?” pria
itu kembali bertanya. Xing mengerutkan kening “Kenapa sepertinya kau sangat
penasaran dengannya ?”
“Ah…
pemuda kecil itu sudah muncul beberapa kali, tapi tidak ada yang mengetahui
identitasnya” Si pria langsung menjawab. “Muncul beberapa kali ?” Xing menjadi
penasaran akan kata-kata Si pria.
Pria itu
mengangguk “tapi dia tidak berada di pihak manapun”. “Kenapa kau berkata
seperti itu ?” Xing semakin penasaran “Sebab dia bertarung dengan kedua belah
pihak. Tidak membunuh, hanya melukai dan melemahkan…” Pria itu bingung sendiri
dengan penjelasannya.
Kerutan
di wajah Xing semakin dalam, tiba-tiba Xing tertawa terbahak-bahak “hahaha…
sepertinya benar, dia hanya mengisi waktu luang dan merenggangkan otot kecilnya
itu hahaha” menggeleng-gelengkan kepala.
“Tuan,
apa anda mengenalnya ?” Si pria kembali bertanya “Dia yang menyelamatkanku saat
terluka sebelumnya” Xing menjawab tanpa melihat si pria. “Tuan, jika bisa
menariknya ke pihak kita, itu akan sangat baik. Kemampuannya lumayan…” Si pria
berkata penuh harap.
memandang ke kejauhan “Apa dia selalu pergi di tengah pertarungan ?” Si pria
mengangguk dan membenarkan pertanyaan Xing “Iya, selalu seperti itu, tidak
pernah menunggu…” Xing mengangguk “Aku sudah tahu… Dimana saja dia muncul ?” si
pria menjawab, sesuai dengan yang diketahuinya.
memikirkan kemungkinan arah perginya Xian Lian “hmm… dari gua itu sudah berlalu
3 bulan. Entah kapan Lian keluar dari Ibukota, tapi kalau melihat arahnya…” ada
senyuman di wajah Xing “Jika tebakanku tidak salah, Lian akan menuju utara…”
__ADS_1
‘Aku harus bertemu Lian, sebelum menyelesaikan semua permasalahan ini” Xing
membatin dengan wajah tegasnya.