Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 42 - Serpihan energi pembawa berkat


__ADS_3

Kehidupan semua berjalan dengan tenang dan damai selama 2.500 tahun. Disaat ini, mulai nampak pergolakan lagi di Fan Jian. Shen Jie mulai menerima laporan dan terkena dampaknya.


          Tian Jun mengadakan pertemuan, membahas pergolakan di Fan Jian. "Apa ada kemungkinan hal yang terjadi saat ini, ada hubungan dengan hal yang terjadi 2.500 tahun lalu ?" Tian Jun bertanya.


          Huang Jin Xing Shen Jun mendengar ada hubungan dengan 2.500 tahun lalu, memiliki pemikiran sendiri. Tian Jun menanyakan pendapat semua "Tian Jun, hal ini mungkin saja merupakan rencana perburuan. Dilihat dari lokasinya, mengarah ke Hutan Lindung Da Pei Di Jun"


          "Jin Xing, itu bukankah tempat yang kau periksa dulu ? Eh bukankah kultivasimu saat itu juga ada hubungan dengan Hutan itu ! Kalian menyebutnya Hutan Liar." Li Da Hai Di Jun, sahabat Huang Jin Xing, salah satu dari 4 sekawan dewa penjaga keamanan Jiu Tian Si Hai Liu He Ba Huang, berguman.


           "Hmm... sebaiknya kita berjalan kesana..." Wang Ling Guang Shen Jun menawarkan. Huang Jin Xing melirik kedua sahabatnya "Nan Huang dan Bei Huang..." "kau ingin memeriksa semua wilayah ?" Wu You Di Jun terkejut.


          Huang Jin Xing Shen Jun memainkan cangkir di tangannya, tersenyum miring. "Baik juga, sudah lama kita tidak berjalan -jalan. Bersenang-senang sesaat di Fan Jian juga adalah hal yang baik." Wu You nyengir pada ketiga teman lainnya.


          Keempat sekawan dewa besar, turun Fan Jian bersama membuat heboh di Shen Jie. Hal yang mengambil perhatian 4 sekawan dewa besar, biasanya bukanlah hal sepele. Timbul gosip baru di Shen Jie, tapi hanya sesaat gosip sudah menghilang. Hal ini disebabkan Wu You Di Jun dan Wang Ling Guang Shen Jun yang membawa istri masing-masing berlibur ke Fan Jian.


          Mengetahui ada yang terjadi di Hutan Liar, Rajawali Ying membawa Rajawali Bai Lian yang baru bisa menjelma ke bentuk tubuh manusia ke Hutan Liar. "Er Er, sudah lama tak berjumpa !" Bertemu Siluman Er Er yang juga sudah menembus pencerahannya.


          "Kalian datang karena masalah itu ?" Er Er bertanya sambil memperhatikan Bai Lian. Ying mengangguk "sudah tiba saatnya !" "Anak ini ?" Er Er menunjuk Bai Lian. Ying tersenyum, membelai kepala Bai Lian "kebaikan terakhir nona !" Er Er tercengang.

__ADS_1


          "Energi nona yang pecah itu, memberi aura kehidupan pada telur batu saat itu. Hutang budi pada nona, sudah saatnya terbalaskan" Ying berbicara dengan tekad yang kuat di matanya.


          Er Er mengangguk "apakah tidak ada kemungkinan ?" Ying menggeleng, mematahkan harapan Er Er "aku juga sangat mengharapkannya, tapi sudah berulang kali ku periksa, tidak ada seserpih jiwa nona dimana pun" Ying menunduk.


         Ying sama seperti Er Er dan semua pihak yang pernah diselamatkan Xian Lian, berharap ada seserpih jiwa Xian Lian yang tertinggal. Walau hanya seserpihjiwa, tapi jika dirawat dan dijaga dengan baik, jiwa masih berkesempatan untuk menjelma dan terlahir kembali.


          Er Er membelai kepala Bai Lian "hai... bagaimana shu shu shu memanggilmu ?" Bai Lian tersenyum manis "Bai Lian..." "Bai Lian..." Er Er mengulang "nama yang baik..." 'nona, kami akan membalaskan dendammu. Jika anda mengetahui ini, semoga anda bisa beristirahat dengan tenang' Er Er membatin.


          "Xi Xi, bawalah Bai Lian bermain..." Er Er memanggil seorang anak perempuan yang ikut di belakangnya "baik Fu Qin. Namamu Bai Lian kan ! Ayo, aku membawamu berkeliling" Xi Xi memegang tangan Bai Lian. Kedua anak gadis berjalan bersama sambil bergandengan tangan.


           "Ha... 1.000 tahun ! Aku 1.200 tahun, tapi kenapa perbedaan tubuh kita sangat jauh ?" Xi Xi mengamati Bai Lian. Bai Lian menatap Xi Xi yang bertubuh seperti manusia 12 tahun, dengan senyuman manisnya.


          Xi Xi menggeleng "ah sudahlah ! Ayo, aku membawamu bertemu teman-temanku..." tersenyum, menarik Bai Lian mengelilingi Hutan Liar bersama beberapa teman lainnya.


          Selama 2.500 tahun, dengan pencapaiannya, Er Er sudah menjadi salah satu tetua di Hutan Liar. Beberapa yang tidak memiliki kemampuan awalnya, dengan tekad membalas budi Xian Lian, bertapa dan mendapat pencerahan. Semua yang mencapai pencerahan di Hutan Liar, bersama-sama menjaga Hutan Liar, demi menghargai usaha Xian Lian yang berjasa pada mereka.


          Anak-anak bermain bersama, sementara Ying bertemu dengan lainnya yang sudah menjadi setengah dewa/dewi setengah siluman, karena melalui pencerahan dalam pertapaan.

__ADS_1


          "Bagaimana ? Apakah benar siluman itu ?" Lin bertanya. Ying mengangguk "aku sangat mengetahui sepak terjangnya. Itu pasti dia, walaupun dia berusaha memanipulasi pergerakannya, tapi sifat asli tidak berubah." sangat yakin akan tebakannya.


          "Ying, apa kau merencanakan sesuatu ?" Er Er bertanya. Ying menatap Er Er "Ying, ada apa ?" Er Er menangkap sesuatu yang salah dalam tatapan Ying.


          Ying menghela nafas panjang "Er Er, Hutan Liar tidak aman" Er Er dan lainnya mengerutkan kening "Dia mengincar Hutan Liar... kutebak obsesinya, sudah bukan lagi menguasai Fan Jian." meneruskan kata-katanya


          "Yah jika kita bisa mencapai hasil seperti ini, dia juga bisa... Dulu kita kalah, hingga di manfaatkan olehnya. Hutan Liar hanya bergantung pada pelindung dewa itu. Sudah berlalu sekian lama, kita bisa keluar masuk. Tidak menutup kemungkinan, suatu saat dia juga bisa masuk" Lin berguman.


          Lin adalah siluman elang dulunya, yang juga dimanfaatkan, hingga diselamatkan Xian Lian. Lin adalah salah satu dari dua burung pertama yang di selamatkan Xian Lian. Dalam tubuh semua hewan yang diselamatkan Xian Lian, membawa sedikit energi Xian Lian yang melindungi mereka.


          Ying menggeleng "tidak hanya itu... Aku mendapat kabar, dia bisa membuat kesadaran menghilang dan mengeluarkan semua energi negatif. Berbeda dengan dulu, kali ini dia tidak mempedulikan kematian. Jika dulu, dia kehilangan energi maka sekarang kematian malah menambah energinya." tertunduk dan menceritakan yang di dengarnya dalam perjalanan dari Gunung Kun Lun ke Hutan Liar.


          "Apakah bisa menghancurkan permata untuk mencegahnya ?" Er Er bertanya. Ying menggeleng "aku tidak tahu... belum mendengar apapun tentang itu. Tapi jika kesadaran sepenuhnya menghilang, tidak akan sadar saat kematian datang" menjelaskan.


          Er Er melihat Ying dan Lin bergantian "bagaimana dengan kalian ? nona..." mengetahui energi Xian Lian yang menjadi pelindung mereka. Ying menggeleng "aku tidak tahu... nona sudah tiada, aku bahkan tidak dapat merasakan energi nona..." Lin mengangguk "aku juga. Sebulan dari kepergian nona, aku sudah tidak dapat merasakannya"


         

__ADS_1


__ADS_2