Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 30 - Penyelesaian yang paling sederhana


__ADS_3

Xian Lian nyengir "apa dan bagaimana seseorang adalah pilihan setiap orang. Yang dikatakan masa lalu, tidak akan menjadi masa depan. Segala sesuatu bisa berubah. Bagaimana Dang Wei dianxia, apa yang Pengkon katakan benar ?"


          Xing tersenyum, bangga akan jawaban Xian Lian 'yah Xian er, masa lalumu tidak akan menjadi masa depanmu. Di masa depanmu, ada Zhen yang akan selalu menemani dan memberimu cinta tanpa batas'.


          Berbeda dengan pemikiran Xing, Dang Wei dianxia was was, kata-kata Xian Lian menyimpan banyak arti kiasan "maaf, Peng dianxia tidak sepintar anda, tidak memahami kata-kata anda !"


          Xian Lian tersenyum miring "Dang Wei dianxia tidak perlu merendah seperti itu, Pengkon hanya asal berkata ! Pengkon ini adalah orang yang spontan, hanya berbicara pada saatnya. Maaf jika ada kata-kata yang salah !" Meminta maaf tanpa nada penyesalan.


          Semua yang mendengar, bisa mengikuti dan memiliki pengertian masing-masing akan kata-kata Xian Lian. Kasus Putri Song Lan Hua sebelumnya, ditambah kata-kata yang dikeluarkan Xian Lian hari ini, sudah membuktikan Xian Lian bukanlah orang sembarangan.


          Kata-kata Xian Lian terkesan ringan dan asal, tapi memiliki makna tersembunyi. Kata-kata 'masa lalu tidak akan menjadi masa depan', terdengar sederhana tapi bagi Dang Wei dianxia, kata-kata ini menyaratkan tantangan.


          Pengertian Dang Wei dianxia, masa lalu Sekte Mohang yang menguasai hewan alam, akan dipatahkan oleh Xian Lian. Intelijen yang di maksud Xian Lian, merujuk pada hewan alam yang menjadi informan Sekte Mohang selama ini.


          Selama mengetahui keberadaan seorang gadis cilik yang misterius, Sekte Mohang membawa rasa penasaran yang tinggi. Sekte Mohang lebih memperhatikan siapa dan apa yang ditempatkan untuk menggali informasi tentang gadis cilik misterius.


          Sudah berhari-hari berlalu, Sekte Mohang sudah menyadari hilangnya beberapa hewan alam dari pantauan mereka. Dang Wei dianxia bertujuan untuk memancing informasi, tapi tidak menyangka Xian Lian dengan mudah membalikkan semua kata-katanya.


          Dang Wei dianxia bisa menilai lawannya dan segera mengetahui Xian Lian, bukanlah seseorang yang bisa diremehkan. Xian Lian, gadis cilik misterius ini, bisa saja menjadi ancaman bagi Sekte Mohang.

__ADS_1


          Sekte Mohang tidak suka menyimpan ancaman, jadi bagi mereka, Xian Lian adalah pihak yang harus disingkirkan. Xian Lian yang adalah Huang Hou Kerajaan Song saat ini, memiliki kekuatan Kerajaan Song di belakangnya.


          Selama ini, Sekte Mohang selalu menyingkirkan penghalaunya dengan bersih dan rapi. Bagi kasus seperti Xian Lian ini, baru pertama mereka temui. Hal ini membuat mereka was was dan memikirkan rencana baru yang tepat sasaran.


          Perjamuan segera dimulai, menghentikan perdebatan yang terjadi. Xing tampak memanjakan Xian Lian, tidak menutupi kemesraan mereka dari umum. Xing berbasa basi dengan Dang Wei dianxia sekali-kali, lebih banyak bersenda gurau dengan Xian Lian.


          Perjamuan berlangsung damai. Segala sesuatu mengenai kesepakatan perdamaian akan segera di bahas pada rapat keesokan harinya. Xing tidak gentar, sangat santai menghadapi hari esok.


          Xing memeluk Xian Lian, melihat pemandangan danau di Istana "Xian er, kedua burung itu ?" Mendengar pembicaraan Xian Lian dan Dang Wei dianxia, Xing langsung bisa menebak arahnya. Dang Wei dianxia sudah mengetahui kehilangan kedua burung dan beberapa hewan lainnya.


          Wajah Xian Lian berubah cemberut "belum berhasil !" menunduk. Xing membelai kepala Xian Lian "bodoh, kau sudah berusaha keras untuk mereka. Jangan berkecil hati seperti ini ! Aku sangat yakin kau akan berhasil melakukannya, hanya memerlukan waktu sedikit lebih banyak" menghibur Xian Lian.


          Xing sangat suka melihat senyuman manis Xian Lian "Xian er ku sangat cantik, aku mencintaimu..." Xian Lian memiringkan wajahnya "cinta ? Xing, apa kau sudah menemukan cinta sejatimu ?"


          Xing menjawab dengan senyuman dan mempererat pelukannya 'Xian er, kau lah cinta sejatiku...' membatin. Xian Lian yang polos, tidak mengetahui isi hati Xing, tidak tahu kode yang ditunjukkan Xing 'huh belum bisakah ? Kapan Xing akan menemukan cinta sejatinya !'


          Pada pertemuan dalam rapat, Dang Wei dianxia mengajukan permintaan yang tidak mungkin dipenuhi. Awalnya merasa bangga, tapi sekali kagi Xian Lian mematahkan permintaan jebakan pihak Sekte Mohang.


          Kali ini Dang Wei dianxia, tidak membiarkan Xian Lian lolos hanya dengan kata-kata, berbuat onar dalam pertemuan "sudah mendengar kehebatan Kerajaan Song. Hari ini, Peng dianxia skan menjajal kemampuan kalian".

__ADS_1


          Seusai kata-kata di ucapkan, ratusan burung terbang masuk ke aula pertemuan. Para menteri segera kocar kacir. Kasim Lu dan Tabib Yin segera melindungi Xian Lian. Xing mengamati hal yang terjadi.


          Terdengar musik lembut dari belakang mereka. Xing berbalik dan menemukan Xian Lian ysng meniup daun bambu, menghasilkan suara lembut. Burung-burung yang terbang di dalam aula, terlihat kocar-kacir, terbang tak tentu arah.


          "Kau... lagi-lagi kau, bagaimana kau bisa mematahkan ikatanku ?" Dang Wei dianxia menghardik Xian Lian. Saat Xian Lian berhenti meniup daun bambu, semua burung jatuh tidak sadarkan diri.


          Xian Lian tersenyum pada Dang Wei dianxia "apa yang aneh dengan hal ini ?" menggoyang-goyangkan daun bambu di tangannya "ini hanya permainanku saat kecil..." Xian Lian melanjutkan kata-katanya,tersenyum usil melihat Dang Wei dianxia.


          "Permainan saat kecil ?" Dang Wei dianxia mengejek. Xian Lian mengangguk dengan polosnya "apa tidak ada yang pernah memberitahu kalian, burung-burung baik yang memiliki suara atau tidak, tertarik pada suara lembut ?"


          Dang Wei dianxia mengerutkan kening "haih kalian ini... ah apa istilahnya..." Xian Lian kebingungan dan mengingat-ingat "ah... orang-orang yang hidup dengan sendok emas kan... tidak mengetahui kehidupan alami bersama alam..." mengejek Dang Wei dianxia.


          Dang Wei dianxia belum puas, entah melakukan apa, ribuan lebah terbang masuk ke aula. Xian Lian membuka matanya dan mengeluarkan sebuah botol, menyebarkannya ke lorong aula. Seketika, semua lebah-lebah berkumpul pada cairan yang disebar Xian Lian.


          Xian Lian tersenyum manis "lebah baik..." "bagaimana ? Bagaimana kau melakukannya ?" Dang Wei dianxia semakin penasaran. Xian Lian menatap Dang Wei dianxia dengan mata polosnya "apa anda juga tidak tahu, para lebah bekerja mencari madu ?" bertanya dengan polosnya.


          Kasim Lu dan Tabib Yin cekikikan mendengar pertanyaan polos Xian Lian. Xian Lian menatap keduanya dengan tatapan aneh "ini bukannya sifat dasar lebah ?" semakin bingung.


          Xing tersenyum "Xian er benar, lebah bekerja mencari madu... Pada saat apapun, sesuai nalurinya, akan mengerjakan hal yang paling pentingnya, sebelum beralih ke hal lain." merangkul Xian Lian.

__ADS_1


__ADS_2