
“Huh… Lian dianxia adalah kesayangan Wang Jun, ditempatkan di hati terdalamnya, tidak
bisa terluka sedikitpun…” Alu berkeluh kesah.
Achang tersenyum “jika berganti aku, aku juga akan seperti Wang Jun… Lian dianxia
adalah permata yang sangat langka. Wang Jun begitu menjaga dan menyayangi Lian
dianxia, adalah sesuatu yang sangat wajar” berguman tanpa melihat Alu.
Alu menyipitkan mata melihat Achang “Jenderal, jangan mengatakan, anda juga jatuh
cinta pada Lian dianxia…” mengerutkan kening, akan pemikirannya sendiri.
Achang tersenyum “jika aku memiliki kesempatan mencintainya, maka akan kulakukan tanpa
keraguan. Lian dianxia adalah milik Wang Jun, maka aku akan menjaganya dengan
hidupku. Aku akan selalu menjadi Achang shushu bagi Lian dianxia” Achang
berguman dengan senyuman lembut.
Alu menghela nafas “yah… Lian dianxia memang sangat baik. Aku tidak dapat menemukan
keburukannya. Dia memperlakukan semua sama, tanpa memandang status. Semenjak
ada Lian dianxia, Istana menjadi lebih ceria dan hangat. Aku berharap Lian
dianxia segera bersatu bersama Wang Jun. Aku sangat bangga melayani mereka
berdua” menerawang.
Achang menghela nafas “kau benar ! Selama mereka belum bersat, entah kenapa aku merasa
getar getir” “Ah jenderal, aku juga merasakannya. Kukira hanya perasaanku
seorang saja” Alu melanjutkan.
Achang mengangguk “jika kita saja bisa merasakannya, kurasa Wang Jun pun merasakannya.
Aku tidak pernah menemukan gadis seagung dan semulia Lian dianxia, hingga
membuatku merasa, tidak ada yang bisa menggenggamnya”.
Alu mengangguk “jangan sampai hal ini terdengar Wang Jun. Pengalaman tiga hari itu,
membuatku semakin was was. Masih awal saja, Wang Jun sudah seperti itu,
bagaimana jika terjadi sesuatu pada Lian dianxia. Sekarang, Wang Jun sudah
tidak dapat berjauhan dari Lian dianxia” Achang menghela nafas, juga menyadari
hal yang dikatakan Alu.
“Mana Lian dianxia ?” Xing kembali ke permandian, tidak menemukan Xian Lian di
manapun. Berkeliling dan menemukan beberapa dayang yang melayani Xian Lian,
sedang senyam senyum di luar salah satu ruangan dengan pintu tertutup.
Mendengar suara Xing, semua langsung membuka jalan untuknya “Wang Jun, Lian dianxia
sedang berada di dalam ruangan” saling melihat sesama dayang.
Xing mengerutkan kening, menghampiri pintu, melihat aneh ke para dayang ‘ctak…’
pintu ruangan terbuka. Terlihat sesuatu melesat keluar dari balik pintu
“Bagaimana ? Bagaimana ?” Xian Lian memakai baju adat Kerajaan Song,
__ADS_1
berputar-putar di hadapan mereka, dengan senyum cerianya.
“Wah dianxia, anda sangat imut dan menggemaskan…” pujian terus berdatangan dari
mulut para dayang. Sementara Xing terpana dan terpesona “Lian dianxia, anda
seperti seorang dewi yang turun dari kahyangan… cantik sekali…”. “Benar-benar
sangat cantik…” Xing berguman tanpa sadar, matanya tidak berkedip melihat Xian
Lian.
Terdengar kicauan burung yang bercicicaca membuat irama yang indah “hei merdu sekali…
Bagaimana kalau kita menari ?” Xian Lian melihat burung-burung yang bernyanyi
dan terbang mengelilinginya.
Xian Lian mulai bergerak kesana kemari, menari dengan indahnya di hadapan semua.
Tariannya diiringi nyanyian burung-burung yang merdu dan ikut menari
bersamanya. Semua mata memandang padanya, terpesona dan bertepuk tangan,
menambah musik, untuk mengiringi tarian indah Xian Lian.
“Benar-benar seorang dewi yang turun dari kahyangan…” Achang berguman, juga terpesona akan
kecantikan dan keceriaan Xian Lian.
Xing tersadar, langsung menghampiri dan memeluk Xian Lian “Xian Lian, aku
mencintaimu !” menutup mata, merasakan keberadaan Xian Lian di pelukannya ‘Xian
Lian, kau adalah milikku, hanya milikku’ membatin.
Xian Lian cekikikan dalam pelukan Xing “aku cantikkan ?” bertanya sambil tertawa.
Xing menyetujui dan berguman tanpa melepas pelukannya.
Xian Lian merenggut “kenapa seperti itu ?” berganti Xing yang merenggut “Zhen tidak
mau ada yang lain, yang melihat kecantikanmu…” ‘Xian Lian, kau tidak tahu
betapa mempesonanya dirimu ! Zhen tidak mau ada yang lain melihatmu dan
terpesona padamu. Bahkan burung-burung ini terpesona padamu, bagaimana dengan
mata orang-orang itu !’ merasakan jantungnya yang berdebar-debar.
Xian Lian melirik dengan wajah merenggut, Xing yang mulai salah tingkah. “Ehm…
maksud Wang Jun… Wang Jun tidak mau sembarang orang melihat kecantikan anda
yang luar biasa ini. Lian dianxia kami begitu mempesona, terlalu menguntungkan
jika dilihat lainnya kan !” Kasim Lu membantu Xing berbicara dan membujuk Xian
Lian dengan lembut.
Xian Lian mengerutkan kening, mendengar kata-kata Kasim Lu. Achang dan Alu segera
menyadari situasi yang tidak menguntungkan Xing “benar Lian dianxia… Kecantikan
anda ini, terlalu luar biasa untuk dibagikan…” mendukung kata-kata Kasim Lu.
Xing mengangguk-anggukkan kepalanya, takut Xian Lian marah dan salah paham akan
kata-katanya. Xian Lian cemberut, melihat pakaiannya “tapi, pakaian-pakaian ini
__ADS_1
sangat lucu…” merajuk.
Tingkah polos Xian Lian yang merajuk, sangat menggemaskan di mata semua. Semua menahan
tawa dan berusaha mengalihkan pandangan ke tempat lain.
Xing tersenyum “Xian Lian bisa memakainya di hadapanku… Jika Xian Lian mau menari,
Zhen akan memainkan musik untuk mengiringi tarianmu…” menatap lembut Xian Lian
yang masih cemberut.
Xian Lian nampak berfikir “aku bisa memakai pakaian-pakaian ini ?” Xing mengangguk
“bisa bermain dengan burung-burung ini ?” Xing melihat ke burung-burung yang
masih berterbangan di atas, mengelilingi Xian Lian.
Xing tersenyum, kembali menatap Xian Lian “bisa, tapi Zhen akan menutup gerbang…”
Xian Lian memainkan wajahnya “hmm… baiklah…” tersenyum pada Xing, yang langsung
menghela nafas lega, diikuti lainnya.
“Ah Lian dianxia, Wan Chan sudah menipiskan bilah pedang anda. Apa anda ingin
melihatnya ? sebelum menyambungkan dengan gagangnya !” Achang segera merubah
arah pembicaraan.
Xian Lian mengangguk “aku akan melihatnya !” melangkah ke arah bengkel kerja. Xing segera menahan tangan Xian Lian, menghentikan langkah Xian Lian.
Xian Lian berbalik, menatap aneh Xing dan tangannya bergantian. Xing tersenyum “Xian
Lian dianxia, bisakah berganti pakaian dahulu ?”
Xian Lian melihat dirinya sendiri dan menghela nafas “baiklah…” masuk kembali ke
dalam ruangan dan menutup pintu.
Xing tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala. Tanpa sadar, yang dilakukan Xing
juga dilakukan oleh lainnya, yang melihat pintu ruangan tertutup.
Xing melihat para dayang “bawa semua pakaian itu ke Huang Ning Gong !” “Baik Wang
Jun…” Para dayang segera mengiyakan.
Xing menatap dingin Achang “hanya melihat, jangan membiarkan Xian Lian mendekati
bara api !” Achang menunduk dan memberi hormat, tanda mengiyakan perintah Xing.
Xing melihat pintu ruangan yang tertutup dan tersenyum. Xing memegang dadanya dan
menggelengkan kepala, menertawakan dirinya sendiri.
“Wang Jun, Lian dianxia sangat ceria dan spontan… Tapi beliau, tidak akan suka di
tahan. Harus mencari alasan yang bisa di terima Lian dianxia” Kasim Lu
menyarankan.
Xing menghela nafas dan mengangguk “terima kasih… dia tidak tahu, betapa
mempesonanya dirinya itu huh…” ‘Jantungku sudah hampir melompat keluar dari
dalam dada ini… Xian Lian a Xian Lian, aku mencintaimu, bahkan nyawa ini rela
kuberikan untukmu. Hanya berharap, hatimu itu juga memilihku…’ menatap pintu
__ADS_1
ruangan, dengan tangan yang masih di dadanya, merasakan detakan jantungnya yang
perlahan tenang kembali.