Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 19 - Kesayangan Wang Jun yang mempesona


__ADS_3

        “Huh… Lian dianxia adalah kesayangan Wang Jun, ditempatkan di hati terdalamnya, tidak


bisa terluka sedikitpun…” Alu berkeluh kesah.


        Achang tersenyum “jika berganti aku, aku juga akan seperti Wang Jun… Lian dianxia


adalah permata yang sangat langka. Wang Jun begitu menjaga dan menyayangi Lian


dianxia, adalah sesuatu yang sangat wajar” berguman tanpa melihat Alu.


        Alu menyipitkan mata melihat Achang “Jenderal, jangan mengatakan, anda juga jatuh


cinta pada Lian dianxia…” mengerutkan kening, akan pemikirannya sendiri.


        Achang tersenyum “jika aku memiliki kesempatan mencintainya, maka akan kulakukan tanpa


keraguan. Lian dianxia adalah milik Wang Jun, maka aku akan menjaganya dengan


hidupku. Aku akan selalu menjadi Achang shushu bagi Lian dianxia” Achang


berguman dengan senyuman lembut.


        Alu menghela nafas “yah… Lian dianxia memang sangat baik. Aku tidak dapat menemukan


keburukannya. Dia memperlakukan semua sama, tanpa memandang status. Semenjak


ada Lian dianxia, Istana menjadi lebih ceria dan hangat. Aku berharap Lian


dianxia segera bersatu bersama Wang Jun. Aku sangat bangga melayani mereka


berdua” menerawang.


        Achang menghela nafas “kau benar ! Selama mereka belum bersat, entah kenapa aku merasa


getar getir” “Ah jenderal, aku juga merasakannya. Kukira hanya perasaanku


seorang saja” Alu melanjutkan.


        Achang mengangguk “jika kita saja bisa merasakannya, kurasa Wang Jun pun merasakannya.


Aku tidak pernah menemukan gadis seagung dan semulia Lian dianxia, hingga


membuatku merasa, tidak ada yang bisa menggenggamnya”.


        Alu mengangguk “jangan sampai hal ini terdengar Wang Jun. Pengalaman tiga hari itu,


membuatku semakin was was. Masih awal saja, Wang Jun sudah seperti itu,


bagaimana jika terjadi sesuatu pada Lian dianxia. Sekarang, Wang Jun sudah


tidak dapat berjauhan dari Lian dianxia” Achang menghela nafas, juga menyadari


hal yang dikatakan Alu.


        “Mana Lian dianxia ?” Xing kembali ke permandian, tidak menemukan Xian Lian di


manapun. Berkeliling dan menemukan beberapa dayang yang melayani Xian Lian,


sedang senyam senyum di luar salah satu ruangan dengan pintu tertutup.


        Mendengar suara Xing, semua langsung membuka jalan untuknya “Wang Jun, Lian dianxia


sedang berada di dalam ruangan” saling melihat sesama dayang.


        Xing mengerutkan kening, menghampiri pintu, melihat aneh ke para dayang ‘ctak…’


pintu ruangan terbuka. Terlihat sesuatu melesat keluar dari balik pintu


“Bagaimana ? Bagaimana ?” Xian Lian memakai baju adat Kerajaan Song,

__ADS_1


berputar-putar di hadapan mereka, dengan senyum cerianya.


        “Wah dianxia, anda sangat imut dan menggemaskan…” pujian terus berdatangan dari


mulut para dayang. Sementara Xing terpana dan terpesona “Lian dianxia, anda


seperti seorang dewi yang turun dari kahyangan… cantik sekali…”. “Benar-benar


sangat cantik…” Xing berguman tanpa sadar, matanya tidak berkedip melihat Xian


Lian.


        Terdengar kicauan burung yang bercicicaca membuat irama yang indah “hei merdu sekali…


Bagaimana kalau kita menari ?” Xian Lian melihat burung-burung yang bernyanyi


dan terbang mengelilinginya.


        Xian Lian mulai bergerak kesana kemari, menari dengan indahnya di hadapan semua.


Tariannya diiringi nyanyian burung-burung yang merdu dan ikut menari


bersamanya. Semua mata memandang padanya, terpesona dan bertepuk tangan,


menambah musik, untuk mengiringi tarian indah Xian Lian.


        “Benar-benar seorang dewi yang turun dari kahyangan…” Achang berguman, juga terpesona akan


kecantikan dan keceriaan Xian Lian.


        Xing tersadar, langsung menghampiri dan memeluk Xian Lian “Xian Lian, aku


mencintaimu !” menutup mata, merasakan keberadaan Xian Lian di pelukannya ‘Xian


Lian, kau adalah milikku, hanya milikku’ membatin.


        Xian Lian cekikikan dalam pelukan Xing “aku cantikkan ?” bertanya sambil tertawa.


Xing menyetujui dan berguman tanpa melepas pelukannya.


        Xian Lian merenggut “kenapa seperti itu ?” berganti Xing yang merenggut “Zhen tidak


mau ada yang lain, yang melihat kecantikanmu…” ‘Xian Lian, kau tidak tahu


betapa mempesonanya dirimu ! Zhen tidak mau ada yang lain melihatmu dan


terpesona padamu. Bahkan burung-burung ini terpesona padamu, bagaimana dengan


mata orang-orang itu !’ merasakan jantungnya yang berdebar-debar.


        Xian Lian melirik dengan wajah merenggut, Xing yang mulai salah tingkah. “Ehm…


maksud Wang Jun… Wang Jun tidak mau sembarang orang melihat kecantikan anda


yang luar biasa ini. Lian dianxia kami begitu mempesona, terlalu menguntungkan


jika dilihat lainnya kan !” Kasim Lu membantu Xing berbicara dan membujuk Xian


Lian dengan lembut.


        Xian Lian mengerutkan kening, mendengar kata-kata Kasim Lu. Achang dan Alu segera


menyadari situasi yang tidak menguntungkan Xing “benar Lian dianxia… Kecantikan


anda ini, terlalu luar biasa untuk dibagikan…” mendukung kata-kata Kasim Lu.


        Xing mengangguk-anggukkan kepalanya, takut Xian Lian marah dan salah paham akan


kata-katanya. Xian Lian cemberut, melihat pakaiannya “tapi, pakaian-pakaian ini

__ADS_1


sangat lucu…” merajuk.


        Tingkah polos Xian Lian yang merajuk, sangat menggemaskan di mata semua. Semua menahan


tawa dan berusaha mengalihkan pandangan ke tempat lain.


        Xing tersenyum “Xian Lian bisa memakainya di hadapanku… Jika Xian Lian mau menari,


Zhen akan memainkan musik untuk mengiringi tarianmu…” menatap lembut Xian Lian


yang masih cemberut.


        Xian Lian nampak berfikir “aku bisa memakai pakaian-pakaian ini ?” Xing mengangguk


“bisa bermain dengan burung-burung ini ?” Xing melihat ke burung-burung yang


masih berterbangan di atas, mengelilingi Xian Lian.


        Xing tersenyum, kembali menatap Xian Lian “bisa, tapi Zhen akan menutup gerbang…”


Xian Lian memainkan wajahnya “hmm… baiklah…” tersenyum pada Xing, yang langsung


menghela nafas lega, diikuti lainnya.


        “Ah Lian dianxia, Wan Chan sudah menipiskan bilah pedang anda. Apa anda ingin


melihatnya ? sebelum menyambungkan dengan gagangnya !” Achang segera merubah


arah pembicaraan.


        Xian Lian mengangguk “aku akan melihatnya !” melangkah ke arah bengkel kerja. Xing segera menahan tangan Xian Lian, menghentikan langkah Xian Lian.


        Xian Lian berbalik, menatap aneh Xing dan tangannya bergantian. Xing tersenyum “Xian


Lian dianxia, bisakah berganti pakaian dahulu ?”


        Xian Lian melihat dirinya sendiri dan menghela nafas “baiklah…” masuk kembali ke


dalam ruangan dan menutup pintu.


        Xing tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala. Tanpa sadar, yang dilakukan Xing


juga dilakukan oleh lainnya, yang melihat pintu ruangan tertutup.


        Xing melihat para dayang “bawa semua pakaian itu ke Huang Ning Gong !” “Baik Wang


Jun…” Para dayang segera mengiyakan.


        Xing menatap dingin Achang “hanya melihat, jangan membiarkan Xian Lian mendekati


bara api !” Achang menunduk dan memberi hormat, tanda mengiyakan perintah Xing.


        Xing melihat pintu ruangan yang tertutup dan tersenyum. Xing memegang dadanya dan


menggelengkan kepala, menertawakan dirinya sendiri.


        “Wang Jun, Lian dianxia sangat ceria dan spontan… Tapi beliau, tidak akan suka di


tahan. Harus mencari alasan yang bisa di terima Lian dianxia” Kasim Lu


menyarankan.


        Xing menghela nafas dan mengangguk “terima kasih… dia tidak tahu, betapa


mempesonanya dirinya itu huh…” ‘Jantungku sudah hampir melompat keluar dari


dalam dada ini… Xian Lian a Xian Lian, aku mencintaimu, bahkan nyawa ini rela


kuberikan untukmu. Hanya berharap, hatimu itu juga memilihku…’ menatap pintu

__ADS_1


ruangan, dengan tangan yang masih di dadanya, merasakan detakan jantungnya yang


perlahan tenang kembali.


__ADS_2