
Xing menghela nafas "sampai kapan dia akan mengingat dirinya sendiri !" Tabib Yin menelan ludah "Wang Jun, maaf... jika diteruskan seperti ini, tubuh niang niang tidak akan tahan. Usia niang niang belum termasuk usia dewasa. Ketahanannya masih di usia remaja. Saat ini, sudah mulai mempengaruhi pencernaannya, hamba takut..." menghentikan kata-katanya.
Xing menatap tajam Tabib Yin "hentikan ! Tidak akan terjadi apapun pada Xian er..." Tabib Yin memberi hormat "hamba akan mengusahakan yang terbaik untuk niang niang..." Xing melirik dingin dan berlalu menyusul Xian Lian.
Xing menemukan Xian Lian yang tertidur di meja kerjanya "Xian er..." langsung menggendongnya ke kamar. Xing membelai wajah Xian Lian "Xian er, aku sangat merindukanmu. Harapanku, kau dapat hidup bahagia di sisiku. Aku harus bagaimana lagi menjagamu ?" memeluk Xian Lian.
Selama 3 bulan, walau tidak dapat masuk ke Hutan Liar, Xing mengerahkan pengawalan untuk menjaga dari jarak terdekat. Inilah yang membuat Xing langsung mendapat kabar kembalinya Xian Lian.
Mulai dari melihat wajah Xian Lian, Xing sudah hampir tidak tahan untuk memeluknya. Melihat tubuh Xian Lian yang mengurus dan wajah kelelahannya, Xing menyalahkan dirinya sendiri yang tidak dapat menjaga wanitanya.
Xing berdiri di sana, tidak mampu menggapai Xian Lian karena perasaan bersalahnya. Xing merasa gagal, bahkan tidak dapat menjaga wanita yang dicintainya.
Mendengar diagnosa Tabib Yin, hati Xing meronta. Ingin rasanya, Xing menyerahkan nyawanya saat itu juga, untuk menjaga Xian Lian.
Tubuh Xing bergetar dalam pelukan Xian Lian "Xian er..." Xian Lian terbangun oleh Xing "Xing, baik-baik saja... tidak apa-apa... aku disini, semua akan baik-baik saja... Jangan takut, aku disini..." berbalik, Xian Lian menenangkan Xing.
Xian Lian yang kelelahan, hanya menganggap kegelisahan Xing karena ada yang menindasnya. Xing memeluk erat Xian Lian "Xian er, jika kau ingin aku baik-baik saja, maka kau harus baik-baik saja..." berkata lirih.
Xian Lian mengangguk "bukankah aku baik-baik saja ? Xing, aku hanya kelelahan, semua baik-baik saja..." Xing menutup mata "baik Xian er, istirahatlah..." Xian Lian memeluk Xing dan tertidur kembali.
__ADS_1
Xing membuka mata dan merenung dalam pelukan Xian Lian 'Xian er, mulai saat ini, kemanapun kau pergi, aku akan mengikutimu. Jika kau kembali ke Hutan Liar, aku sendiri yang akan berjaga diluar.' bertekad.
Xing memegang tangan Xian Lian 'Xian er, sampai kapan kau bisa mengerti pentingnya dirimu ! Kepolosanmu membuatku tidak berdaya. Kebaikanmu membuatku was was. Bisakah aku egois ? Aku lebih memilihmu tidak bisa apapun. Aku tidak bisa kehilanganmu hanya karena misi muliamu...'
Xing menghadiri rapat dengan perasaan bersalah.
Xing melampiaskan kekesalannya pada para menteri. Para menteri berkeringat dingin 'bukankah Huang Hou niang niang sudah kembali ? Apa mereka bertengkar ? Kapan masa mencekam ini berakhir ?' Setiap menteri membatin dengan hal yang sama.
Para menteri menatap Kasim Lu dengan mata memelas. Kasim Lu menghela nafas, perlahan mundur dan keluar dari ruang rapat. Kasim Lu bergegas ke Istana Huang Ning Gong "dimana niang niang ?" bertanya pada para dayang.
"Kasim Lu, niang niang masih beristirahat. Tabib Yin menemani niang niang di dalam" jawab seorang dayang "Huh niang niang, anda tidak cepat bangun, para menteri akan berdarah-darah keluar dari ruang rapat." masuk ke dalam ruangan Xian Lian.
Kasim Lu melirik Xian Lian "Wang Jun mengamuk di ruang rapat... Para menteri sudah ketakutan dan memohon padaku... Bagaimana ini ? Hanya niang niang yang bisa meredakan emosi Wang Jun. Aku datang untuk meminta bantuan niang niang..."
Tabib Yin mengerutkan kening "tapi tadi Wang Jun baik-baik saja keluar dari sini. Apa mereka bertengkar ? Kurasa tidak mungkin, Wang Jun begitu menyayangi niang niang" "huh tidak usah memikirkan alasannya. Sekarang yang penting, menyelamatkan para menteri itu" Kasim Lu terus melihat kearah ranjang.
Tabib Yin juga melihat ranjang "tapi kalau mengganggu istirahat niang niang, apa kita akan selamat ?" getar getir "huh... hidupmu dan hidupku dipertaruhkan disini... bagaimana ?" Kasim Lu juga tidak memiliki cara lain. Sudah 3 bulan, semua hidup dalam ketakutan.
Tabib Yin mendekati ranjang, melihat wajah tidur Xian Lian yang kelelahan "Niang niang masih sangat lelah dan lemah..." memeriksa nadi Xian Lian. Kasim Lu menatap Xian Lian dengan penuh harap "niang niang...".
__ADS_1
Kasim Lu yang masuk ruangan, tidak menutup pintu, hingga cahaya menerobos masuk. Xian Lian bergerak dan membalikkan tubuhnya "Xing, terlalu terang..." Melihat gerakan Xian Lian, Kasim Lu membesarkan suaranya "niang niang..." Tabib Yin terkejut akan suara Kasim Lu.
"Ugh... jangan berisik..." terdengar protes Xian Lian "niang niang..." Kasim Lu sekali lagi memanggil "Xing, biarkan aku tidur sebentar lagi, aku masih lelah..." Xian Lian merengek "niang niang, anda tidak segera bangun, akan terjadi lautan darah di istana..." Kasim Lu juga merengek.
Xian Lian langsung membuka mata lebar dan terduduk "a... ada apa ? Lautan darah apa ?" Kasim Lu dan Tabib Yin segera mempersiapkan Xian Lian.
"Huang Hou niang niang tiba..." terdengar teriakan pengawal dari luar ruang rapat. Semua menteri langsung berdiri, semakin ketakutan. Xian Lian masuk bersama Kasim Lu dan Tabib Yin "Xing, apa kau baik-baik saja ?" Xian Lian langsung menghampiri Xing dan memutar-mutar tubuhnya.
"Salam hormat Huang Hou niang niang..." semua menteri memberi hormat. Xian Lian melihat Xing baik-baik saja, menghela nafas lega "berdirilah..." mempersila semua menteri.
Xing mengerutkan kening melihat Xian Lian "Xian er, ada apa kau kemari ? Apa ada masalah ?" Xian Lian melirik Tabib Yin dan Kasim Lu "mereka mengatakan kalau aku tidak segera datang, akan ada lautan darah di Istana..." Xing menatap tajam keduanya, yang menelan ludah kasar.
Xian Lian melihat wajah Xing yang memburuk, membelai wajahnya "Xing, ada apa ? Apa para menteri ini menindasmu ?" Xing tersenyum, mengambil tangan Xian Lian "tidak apa, aku baik-baik saja. Apa sudah baikan ?" Membelai kepala Xian Lian.
Xian Lian tersenyum "tidak apa, aku bisa lanjut istirahat nantinya..." Xing mengerutkan kening "kenapa tidak beristirahat ?" Xian Lian menggeleng "ada dua burung ini terus bercicicaca di telingaku, membuatku tidak bisa tidur" Xing menatap tajam ke keduanya.
Xian Lian melihat semua para menteri yang berkeringat dingin dan ketakutan "ada apa dengan kalian ? Apa disini sangat panas ?" bertanya dengan polosnya "tidak... tidak panas niang niang..." salah satu menteri menyahut.
Xian Lian melihat wajah tegang Xing, memberinya senyum manis "ada apa Wang Jun-ku yang tampan ? Kenapa setegang itu ? Lihat, kau membuat semua ketakutan !" merajuk pada Xing.
__ADS_1