Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 2 - Masalah Ming Jie Xing Jun


__ADS_3

        Ming Jie Xing Jun melirik malas Xian Lian “apa kau fikir semudah itu ? saat beliau


menjadi Shen Jun saja, ada ribuan dewi yang mengagungkan dan mengharapkan cintanya.


Selama puluhan ribu tahun, tidak ada seorang pun yang berhasil mendapat setitik


kecilpun perhatian beliau. Dengan tidak mudah menemukan cinta sejatinya. Sangat


disayangkan, mereka harus terpisahkan oleh kematian saat Perang Shen Mo”


bercerita tanpa melihat Xian Lian.


        Xian Lian hanya diam, mendengarkan kata-kata Ming Jie Xing Jun. Hanya saja dalam


otak kecil Xian Lian, memikirkan berbagai ide-ide nakal.


        Ming Jie Xing Jun melihat Xian Lian yang tidak lagi bertanya, berdiri “huh Xian


Lian, bercerita denganmu, sungguh mengurangi sedikit sakit kepalaku. Terima


kasih, aku pergi…” meninggalkan Xian Lian yang tersenyum penuh arti di


belakangnya.


        Xian Lian berjalan-jalan ke Fan Jian “wah ramai sekali…” membeli beberapa jajanan


dan duduk di sebuah kedai. Xian Lian melihat hiruk pikuk makhluk fana yang


ramai berlalu lalang di jalanan Ibukota Kerajaan Song.


        Xian Lian mengamati para pejalan kaki, khususnya para pasangan yang melintas di


hadapannya ‘hmm… selama ini, aku sudah banyak merepotkan Ming Jie Xing Jun.


Kali ini, aku akan membantunya mengatasi sakit kepalanya. Kaisar Kerajaan Song


kan ! hehehe… bersiaplah Kaisar, aku akan membuatmu merasakan ketertarikan


lawan jenis hihihi…’ senyam senyum sendiri.


        Xian Lian menguatkan tekadnya “hmm… selama ini, aku sudah membaca banyak sekali


kitab kultivasi para dewa dewi. Sekian banyaknya kitab kultivasi Ming Jie Xing


Jun, pasti ada satu cara yang berhasil padamu Kaisar Shen Jun…” memandang


jalanan arah Istana.


        Xian Lian memandang gerbang Istana dari jauh “hmm… seperti apakah wajah Kaisar itu ?


ah sudahlah, sudah ada di Fan Jian, aku akan bersenang-senang dahulu sebelum


memulai lainnya hihihi…” berbalik dan berjalan sendiri, menikmati keramaian


Ibukita.


        Xian Lian bermain dari pagi hingga malam. Xian Lian menikmati perayaan malam hari di


Ibukota Kerajaan Song “wah… banyak sekali barang yang lucu… aku pilih yang mana


ya ?” sedang memilih mainan di sebuah kedai jalanan.


        “Tuan muda… yang ini lebih cocok untuk seorang gadis… anda masih begini muda, kurasa


juga belum punya kekasih kan ? Bagaimana jika memilih mainan yang ini ? Ini


sedang marak di mainkan di kalangan anak muda” Pedagang menawarkan mainan yang

__ADS_1


di fikirnya sesuai untuk Xian Lian. Disebabkan Xian Lian yang menyamar dan


berpakaian pria.


        Xian Lian yang mendengar kata-kata pedangang, awalnya akan protes, tapi dengan cepat


menyadari penampilannya. Xian Lian cekikikan “anda benar, aku belum punya


kekasih…” Ehm shushu, apa anda pernah melihat Wang Jun ?” mencoba mencari


informasi Kaisar.


        Sang pedagang terkejut dengan pertanyaan Xian Lian, tapi dengan cepat tersenyum


“Tuan muda, mana mungkin pedagang kecil sepertiku berkesempatan menemui Wang


Jun. Jika anda bertanya pada lainnya, anda juga akan menemukan jawaban yang


sama. Kami, para orang kecil ini, hanya pernah melihat beliau dari jauh, saat


Wang Jun naik takhta. Wang Jun adalah pemimpin kerajaan, begitu sibuk, mana


mungkin ada waktu keluar dari istana…”.


        Xian Lian mengangguk “ooo…” ‘jadi jika aku mau bertemu Wang Jun itu, aku harus masuk


istana hmm’ memandang ke arah istana. “Minggir… minggir…” tiba-tiba ada derap


kuda yang dipacu dengan cepat dan suara teriakan pengendara di atasnya.


        Sang pedagang segera menarik Xian Lian menjauh dari jalanan “ah, terima kasih


shushu… Ada apa ini ? kenapa mereka terburu-buru sekali ?” Xian Lian melihat


beberapa kuda yang dipacu dengan cepat menuju gerbang kota.


        Sang pedagang bersikap biasa saja, seperti hal ini sudah sering terjadi “huh… Kerajaan sedang menghadapi


kedamaian bisa tercipta kembali” berguman sambil merapikan dagangannya yang


tercecer.


        Xian Lian tidak menginap di penginapan, karena ingin merasakan hidup bebasnya di Fan


Jian. Setelah puas berkeliling seharian, Xian Lian mencari gua yang berada


dekat dengan danau, untuk tempat beristirahatnya. “Huh… tubuhku sudah lengket


beberapa hari ini… mandi dan istirahat…” Xian Lian turun ke danau, membersihkan


dirinya dan bermain air.


        Sedang asik bersenang-senang, Xian Lian melihat sebuah tubuh yang mengapung di air.


Xian Lian segera memakai pakaiannya “ah… air danau yang sejuk ini,


terkontaminasi olehmu…” menggerutu sambil menarik tubuh itu naik ke permukaan.


        Xian Lian memeriksa tubuh pria yang di tariknya “eh… sepertinya dia masih hidup…


Hei… Tuan… Tuan…” merasakan nadi lemah pada tubuh itu “ah… dia pasti sudah


menelan banyak air, bagaimana ini ?” memompa jantung dari tubuh yang


diselamatkannya, tapi tidak mendapat respon.


        Xian Lian menatap sang pria “aih sungguh menguntungkanmu… bagaimanapun aku tidak

__ADS_1


bisa melihatnya mati disini ck… menyebalkan…” mulai memberi nafas buatan dan


terus memompa jantung sang pria “uhuk… uhuk… uhuk… kau…” sang pria


terbatuk-batuk, mengeluarkan kelebihan air yang menyumbat pernafasan dan


tenggorokannya.


        Belum sempat menanyakan apapun, sang pria kembali menutup mata, tidak sadarkan diri


“hei… hei… Tuan… Tuan…” Xian Lian menggoyang-goyangkan tubuh sang pria “aih


lemah sekali… eh dia memiliki luka…” melihat tangannya yang basah oleh darah


“ck merepotkan sekali…” walaupun menggerutu, Xian Lian tetap menolong sang pria.


        Xian Lian mengobati luka sang pria dan menyadari adanya racun dalam lukanya


“Sebenarnya, apa yang sudah kau alami hingga terluka seperti ini ?” Xian Lian


penasaran dengan sang pria, mencarikan obat untuk menetralisir racun dan


mempercepat kesembuhan sang pria.


        Sang pria demam selama beberapa hari, disebabkan oleh luka yang didapatnya. Xian


Lian dengan setia menemani dan menunggunya hingga pulih “huh… aku pasti pernah


berhutang padamu di kehidupan sebelumnya, sekarang membalasnya. Aku hanya mau


bersenang-senang, malah bertemu denganmu yang merepotkan ini ck…” menggerutu di


samping pria yang demamnya sudah menurun.


        Tanpa disadari Xian Lian, sang pria sempat tersadar selama proses penyembuhannya.


Disebabkan tubuhnya yang masih sangat lemah, sang pria hanya melihat dan


mengamati sejenak, kembali tidak sadarkan diri. Sang oria kembali terbangun di


tengah malam, melihat wajah tidur Xian Lian, yang kelelahan menjaganya “terima


kasih…” kembali tidur.


        Keesokan paginya, Xian Lian bangun dan menyiapkan makanan untuknya. Sambil menunggu


masakannya matang, Xian Lian memeriksa kondisi dan luka sang pria “huh… aku


tahu obat ini pasti berguna untukmu… semoga racun di tubuhnya sudah


ternetralisir semua… haih… cepatlah bangun… aku masih ingin lanjut


bersenang-senang haih…” menggerutu sambil memerban kembali luka sang pria.


        Sang pria tersadar di tengah proses pemerbanan dan melihat Xian Lian “kau siapa ?”.


Pertanyaannya membuat Xian Lian terkejut dan langsung menghela nafas lega “huh…


mengagetkanku saja… akhirnya kau sadar juga… Bagaimana ? Apa sudah merasa


baikan ?” bertanya dengan wajah polosnya.


        Sang pria mengangguk “terima kasih…” Xian Lian menghela nafas lega sekali lagi “huh…


syukurlah… Apa yang sebenarnya sudah kau alami hingga terluka separah ini ?”


Sang pria menunduk, tidak menjawab pertanyaan Xian Lian “Ah siapa kau ?

__ADS_1


Bagaimana sampai ke tempat ini ? Apa aku perlu mengabarkan ke keluargamu ?”


Xian Lian bertanya spontan.


__ADS_2