
Ming Jie Xing Jun melirik malas Xian Lian “apa kau fikir semudah itu ? saat beliau
menjadi Shen Jun saja, ada ribuan dewi yang mengagungkan dan mengharapkan cintanya.
Selama puluhan ribu tahun, tidak ada seorang pun yang berhasil mendapat setitik
kecilpun perhatian beliau. Dengan tidak mudah menemukan cinta sejatinya. Sangat
disayangkan, mereka harus terpisahkan oleh kematian saat Perang Shen Mo”
bercerita tanpa melihat Xian Lian.
Xian Lian hanya diam, mendengarkan kata-kata Ming Jie Xing Jun. Hanya saja dalam
otak kecil Xian Lian, memikirkan berbagai ide-ide nakal.
Ming Jie Xing Jun melihat Xian Lian yang tidak lagi bertanya, berdiri “huh Xian
Lian, bercerita denganmu, sungguh mengurangi sedikit sakit kepalaku. Terima
kasih, aku pergi…” meninggalkan Xian Lian yang tersenyum penuh arti di
belakangnya.
Xian Lian berjalan-jalan ke Fan Jian “wah ramai sekali…” membeli beberapa jajanan
dan duduk di sebuah kedai. Xian Lian melihat hiruk pikuk makhluk fana yang
ramai berlalu lalang di jalanan Ibukota Kerajaan Song.
Xian Lian mengamati para pejalan kaki, khususnya para pasangan yang melintas di
hadapannya ‘hmm… selama ini, aku sudah banyak merepotkan Ming Jie Xing Jun.
Kali ini, aku akan membantunya mengatasi sakit kepalanya. Kaisar Kerajaan Song
kan ! hehehe… bersiaplah Kaisar, aku akan membuatmu merasakan ketertarikan
lawan jenis hihihi…’ senyam senyum sendiri.
Xian Lian menguatkan tekadnya “hmm… selama ini, aku sudah membaca banyak sekali
kitab kultivasi para dewa dewi. Sekian banyaknya kitab kultivasi Ming Jie Xing
Jun, pasti ada satu cara yang berhasil padamu Kaisar Shen Jun…” memandang
jalanan arah Istana.
Xian Lian memandang gerbang Istana dari jauh “hmm… seperti apakah wajah Kaisar itu ?
ah sudahlah, sudah ada di Fan Jian, aku akan bersenang-senang dahulu sebelum
memulai lainnya hihihi…” berbalik dan berjalan sendiri, menikmati keramaian
Ibukita.
Xian Lian bermain dari pagi hingga malam. Xian Lian menikmati perayaan malam hari di
Ibukota Kerajaan Song “wah… banyak sekali barang yang lucu… aku pilih yang mana
ya ?” sedang memilih mainan di sebuah kedai jalanan.
“Tuan muda… yang ini lebih cocok untuk seorang gadis… anda masih begini muda, kurasa
juga belum punya kekasih kan ? Bagaimana jika memilih mainan yang ini ? Ini
sedang marak di mainkan di kalangan anak muda” Pedagang menawarkan mainan yang
__ADS_1
di fikirnya sesuai untuk Xian Lian. Disebabkan Xian Lian yang menyamar dan
berpakaian pria.
Xian Lian yang mendengar kata-kata pedangang, awalnya akan protes, tapi dengan cepat
menyadari penampilannya. Xian Lian cekikikan “anda benar, aku belum punya
kekasih…” Ehm shushu, apa anda pernah melihat Wang Jun ?” mencoba mencari
informasi Kaisar.
Sang pedagang terkejut dengan pertanyaan Xian Lian, tapi dengan cepat tersenyum
“Tuan muda, mana mungkin pedagang kecil sepertiku berkesempatan menemui Wang
Jun. Jika anda bertanya pada lainnya, anda juga akan menemukan jawaban yang
sama. Kami, para orang kecil ini, hanya pernah melihat beliau dari jauh, saat
Wang Jun naik takhta. Wang Jun adalah pemimpin kerajaan, begitu sibuk, mana
mungkin ada waktu keluar dari istana…”.
Xian Lian mengangguk “ooo…” ‘jadi jika aku mau bertemu Wang Jun itu, aku harus masuk
istana hmm’ memandang ke arah istana. “Minggir… minggir…” tiba-tiba ada derap
kuda yang dipacu dengan cepat dan suara teriakan pengendara di atasnya.
Sang pedagang segera menarik Xian Lian menjauh dari jalanan “ah, terima kasih
shushu… Ada apa ini ? kenapa mereka terburu-buru sekali ?” Xian Lian melihat
beberapa kuda yang dipacu dengan cepat menuju gerbang kota.
Sang pedagang bersikap biasa saja, seperti hal ini sudah sering terjadi “huh… Kerajaan sedang menghadapi
kedamaian bisa tercipta kembali” berguman sambil merapikan dagangannya yang
tercecer.
Xian Lian tidak menginap di penginapan, karena ingin merasakan hidup bebasnya di Fan
Jian. Setelah puas berkeliling seharian, Xian Lian mencari gua yang berada
dekat dengan danau, untuk tempat beristirahatnya. “Huh… tubuhku sudah lengket
beberapa hari ini… mandi dan istirahat…” Xian Lian turun ke danau, membersihkan
dirinya dan bermain air.
Sedang asik bersenang-senang, Xian Lian melihat sebuah tubuh yang mengapung di air.
Xian Lian segera memakai pakaiannya “ah… air danau yang sejuk ini,
terkontaminasi olehmu…” menggerutu sambil menarik tubuh itu naik ke permukaan.
Xian Lian memeriksa tubuh pria yang di tariknya “eh… sepertinya dia masih hidup…
Hei… Tuan… Tuan…” merasakan nadi lemah pada tubuh itu “ah… dia pasti sudah
menelan banyak air, bagaimana ini ?” memompa jantung dari tubuh yang
diselamatkannya, tapi tidak mendapat respon.
Xian Lian menatap sang pria “aih sungguh menguntungkanmu… bagaimanapun aku tidak
__ADS_1
bisa melihatnya mati disini ck… menyebalkan…” mulai memberi nafas buatan dan
terus memompa jantung sang pria “uhuk… uhuk… uhuk… kau…” sang pria
terbatuk-batuk, mengeluarkan kelebihan air yang menyumbat pernafasan dan
tenggorokannya.
Belum sempat menanyakan apapun, sang pria kembali menutup mata, tidak sadarkan diri
“hei… hei… Tuan… Tuan…” Xian Lian menggoyang-goyangkan tubuh sang pria “aih
lemah sekali… eh dia memiliki luka…” melihat tangannya yang basah oleh darah
“ck merepotkan sekali…” walaupun menggerutu, Xian Lian tetap menolong sang pria.
Xian Lian mengobati luka sang pria dan menyadari adanya racun dalam lukanya
“Sebenarnya, apa yang sudah kau alami hingga terluka seperti ini ?” Xian Lian
penasaran dengan sang pria, mencarikan obat untuk menetralisir racun dan
mempercepat kesembuhan sang pria.
Sang pria demam selama beberapa hari, disebabkan oleh luka yang didapatnya. Xian
Lian dengan setia menemani dan menunggunya hingga pulih “huh… aku pasti pernah
berhutang padamu di kehidupan sebelumnya, sekarang membalasnya. Aku hanya mau
bersenang-senang, malah bertemu denganmu yang merepotkan ini ck…” menggerutu di
samping pria yang demamnya sudah menurun.
Tanpa disadari Xian Lian, sang pria sempat tersadar selama proses penyembuhannya.
Disebabkan tubuhnya yang masih sangat lemah, sang pria hanya melihat dan
mengamati sejenak, kembali tidak sadarkan diri. Sang oria kembali terbangun di
tengah malam, melihat wajah tidur Xian Lian, yang kelelahan menjaganya “terima
kasih…” kembali tidur.
Keesokan paginya, Xian Lian bangun dan menyiapkan makanan untuknya. Sambil menunggu
masakannya matang, Xian Lian memeriksa kondisi dan luka sang pria “huh… aku
tahu obat ini pasti berguna untukmu… semoga racun di tubuhnya sudah
ternetralisir semua… haih… cepatlah bangun… aku masih ingin lanjut
bersenang-senang haih…” menggerutu sambil memerban kembali luka sang pria.
Sang pria tersadar di tengah proses pemerbanan dan melihat Xian Lian “kau siapa ?”.
Pertanyaannya membuat Xian Lian terkejut dan langsung menghela nafas lega “huh…
mengagetkanku saja… akhirnya kau sadar juga… Bagaimana ? Apa sudah merasa
baikan ?” bertanya dengan wajah polosnya.
Sang pria mengangguk “terima kasih…” Xian Lian menghela nafas lega sekali lagi “huh…
syukurlah… Apa yang sebenarnya sudah kau alami hingga terluka separah ini ?”
Sang pria menunduk, tidak menjawab pertanyaan Xian Lian “Ah siapa kau ?
__ADS_1
Bagaimana sampai ke tempat ini ? Apa aku perlu mengabarkan ke keluargamu ?”
Xian Lian bertanya spontan.