
“Achang shushu, bisakah aku meminjam kuda ?” Xian Lian menatap Achang, yang merasa
serba salah. Achang tahu tidak dapat menahan Xian Lian, melirik Xing dan
mengiyakan permintaan Xian Lian, segera mempersiapkan seekor kuda.
Xian Lian naik ke atas kuda “berhati-hatilah semua. Sebisa mungkin hindari
menghadapi orang hebat itu !” memperingati semua. “Baik, kau juga
berhati-hatilah, aku menunggumu kembali !” Xing berkata dengan tangan terkepal.
Xian Lian mengangguk dan segera memacu kudanya, meninggalkan Ibukota Kerajaan Song.
Xing melihat Xian Lian yang semakin menjauh, masih dengan kedua tangannya yang
terkepal ‘Xian Lian, aku tahu tidak dapat menahanmu. Jika aku menahanmu, aku
akan semakin kehilanganmu’ membatin.
Xing melihat arah menghilangnya Xian Lian “Xian Lian, apa kau akan kembali ke sisi
Zhen ? Zhen takut bahkan hanya memikirkan akan kehilanganmu, Xian Lian…”
bersedih.
“Wang Jun, dianxia sudah mengatakan akan kembali !” Kasim Lu dan lainnya, tidak tahu
bagaimana menghibur Xing “Apa benar Xian Lian akan kembali ? Hutan Liar sangat
berbahaya, Xian Lian hanya seorang gadis kecil” Xing kembali mengepalkan
tangannya yang berkeringat dingin, merasa takut akan kehilangan.
“Wang Jun, Lian dianxia meminta kita berhati-hati pada Sekte Mohang. Lian dianxia
mungkin sudah menyusun rencana untuk menghadapi orang hebat Sekte Mohang itu”
Achang berguman.
“Benar Wang Jun, Lian dianxia meminta kita menahan diri dan menunggunya. Yang harus
kita lakukan sekarang adalah berusaha mengulur waktu, menunggu Lian dianxia
kembali” Alu ikut berkomentar.
Xing tertawa sedih “Apa Kerajaan Song-ku perlu bantuan dari seorang gadis kecil ?”
mengejek dirinya sendiri. Kasim Lu saling memandang dengan yang lainnya “Wang
Jun, yang dilakukan Lian dianxia bukanlah untuk Kerajaan Song. Anda mendengar
kata-kata Lian dianxia. Walau tidak jelas maksud beliau, sepertinya Lian
dianxia tidak suka Sekte Mohang yang memanfaatkan hewan-hewan itu” Kasim Lu
mencoba menenangkan.
“Iya Wang Jun… Sekian tahun kita memantau, tidak pernah menyangka kekuatan Sekte
Mohang yang sebenarnya ternyata adalah ilmu untuk menguasai para hewan. Kita
bisa mengalahkan manusia, tapi hewan…” Achang ikut getar getir.
“Kembali ke Istana…” Xing berbalik, memimpin semua kembali ke Istana. Xing tidak menunda
waktu, langsung ke sel tahanan, mencari pelaku yang membunuh Selir Tun dan
__ADS_1
Selir Du.
Berkat peringatan Xian Lian dan pengamatan Achang secara langsung, mereka berhasil
menangkap pembunuh kedua Selir. Xing berdiri di kegelapan, sementara Alu
menginterogasi.
“hahaha… percuma anda menyembunyikan diri… Kami mengetahui semua gerak gerik kalian
hahaha…” Si pembunuh tertawa terbahak-bahak, mengetahui keberadaan Xing.
Xing tersenyum dingin, menampakkan diri “yah… kalian bisa melihat kami, tapi tidak
bisa melihat gadisku kan ! Kalian Sekte Mohang datang untuk gadisku, benarkan
!” Si pembunuh langsung terdiam “dia hanya gadis kecil… dengan cepat, Da Ren
akan membereskannya…”.
Xing tertawa sinis “hahaha… jika kalian bisa membereskannya, tidak mungkin menunggu
sampai selama ini… Kalian terkejut kan ! Aku memiliki gadis yang akan
menghancurkan kalian… ini yang membuat kalian penasaran dan datang ke Ibukota…”
dengan suara dingin dan aura, mengintimidasi si pembunuh.
Alu menelan ludah susah payah ‘Wang Jun yang marah, sungguh mengerikan…’ ‘stt…’
Xing mengayunkan tangannya yang memegang pedang, langsung menyabet dan membunuh
si pembunuh “Wang Jun…” Alu terkejut.
Xing menatap dingin jasad si pembunuh “mereka mengincar Xian Lian, takut akan
Kasim Lu bertanya.
Xing menatap Kasim Lu dan berlalu dari sel tahanan ‘kenapa aku tidak memikirkannya
sebelumnya ! Jika Zhen saja, bisa terpesona pada Xian Lian, lainnya pun seperti
itu !’ berfikir sambil berjalan.
Xing masuk ke ruang belajarnya ‘Xian Lian yang menyelamatkanku. Bisa menjagaku
hingga 10 hari, tanpa mengundang pihak musuh, Xian Lian pasti sudah sangat
berusaha. Masalah Selir Tun dan Selir Du pun sudah mengekspos Xian Lian.
Penyerangan di danau. Xian Lian bisa bersembunyi dari mereka selama 3 hari.
Artinya pergerakan Xian Lian, tidak terlihat dan tidak tertebak. Masalah orang
hebat ini, Xian Lian melihatnya, tapi mereka tidak melihat Xian Lian’ Xing
berfikir keras.
Xing menatap dingin Kasim Lu dan bawahannya “Sekte Mohang penasaran dan ketakutan
akan kekuatan Xian Lian. Xian Lian bisa bergerak di bawah pantauan mereka tanpa
ketahuan. Achang, pergilah ke gerbang. Kuda itu pasti sudah kembali !”
memerintah Achang tanpa melihatnya sama sekali.
Achang mengerutkan kening, tidak mengerti tapi segera pergi melihat situasi. Sesuai
__ADS_1
dengan kata-kata Xing. Belum sampai ke gerbang Ibukota, Achang sudah mendapat
laporan ‘kuda yang kembali tanpa Xian Lian’.
Achang segera kembali ke Istana dan melapor pada Xing “Tapi Wang Jun, bukankah kita
mengetahui Lian dianxia yang pergi ke Hutan Liar !” Kasim Lu berguman.
Xing menggeleng “Xian Lian kemungkinan tidak ada di Hutan Liar maupun Hutan
perburuan kerajaan. Entah dimana Xian Lian saat ini. Apapun itu, Xian Lian
pasti berada dalam bahaya saat ini !” memegang dadanya yang terus berdetak
kencang, takut dan khawatir.
Diluar pemikiran Xing, Xian Lian benar pergi ke hutan liar. Xian Lian dari menjelma,
selalu berusaha sendiri, mengembangkan kemampuannya sendiri tanpa bantuan atau
pengajaran siapapun. Xian Lian yang melihat pengikut Sekte Mohang itu,
terinspirasi untuk menguasai alam.
Selain memikirkan semua hewan yang dikendalikan di luar keinginan mereka sendiri. Xian
Lian menyimpan rasa penasaran dan ketidak percayaan diri sebagai seorang dewi.
Jika Sekte Mohang yang adalah manusia fana biasa, bisa mengendalikan alam. Xian Lian
yang seorang Dewi, bukankah lebih rendah dari pada manusia fana !.
Xian Lian yang seorang dewi, bisa merasakan bagian Hutan Liar yang paling berbahaya.
Xian Lian juga menemukan, adanya siluman yang tinggal di hutan tersebut.
Tekad Xian Lian tidak tergoyahkan, bahkan jika dia harus mengorbankan nyawanya. Xian
Lian tidak akan berhenti hingga keinginannya tercapai.
Xian Lian masuk ke Hutan Liar, melawan beberapa binatang buas, tapi tidak membunuh
satupun. Xian Lian tidak memakai kekuatan dewinya, masuk sebagai manusia fana.
Dalam prosesnya mencapai pusat Hutan Liar, Xian Lian pun mendapat luka yang
tidak sedikit.
Xian Lian yang sudah bertekad, tidak takut apapun. Ini jugalah yang mendorongnya
hingga menjadi seperti sekarang ini.
Di Shen Jie, Xian Lian juga berulang kali ditindas dewa dewi bahkan siluman yang
memiliki status yang jelas. Demi bertahan hidup, Xian Lian diharuskan menempa
dirinya sendiri, berlatih untuk melindungi diri sendiri. Setelah Xian Lian
memiliki kemampuan, barulah Xian Lian diterima oleh segelintir dewa dewi dan
siluman.
Xian Lian tidak mundur walaupun terluka, hingga mencapai pusat hutan liar. Xian Lian
juga tidak mengobati luka-lukanya, langsung mencari tempat untuknya bertapa.
Usaha pertapaan Xian Lian, berulang kali di patahkan siluman dan binatang buas.
__ADS_1