
Mendengar Xian Lian yang tidak dalam bahaya, Xing mnghela nafas lega. Xing mengerutkan kening, mengamati Xian Lian yang terlihat mengurus dan semakin mungil.Xing duduk di sisi ranjang, memegang tangan kecil Xian Lian "siapkan makanan bergizi untuk dianxia... dia pasti sudah lama tidak makan kenyang..." memerintah para dayang.
Xing menunggui Xian Lian yang tidur sehari semalam "huh dia pasti sangat lelah, bahkan perutnya yang meronta ini tidak sanggup membangunkannya..." menggelengkan kepala dengan senyum pasrah.
Xian Lian yang bangun, langsung merasakan perutnya yang meronta "ah laparnya.." "akhirnya kau bangun juga... Lu Zhi..." Xing yang duduk di sisinya segera memanggil. Kasim Lu langsung masuk dengan beberapa dayang yang membawa makanan.
Xian Lian melihatnya dengan liur yang hampir menetes "itu semua untukku ?" bertanya pada Xing. Xing tidak dapat menahan tawa, melihat wajah Xian Lian yang menggemaskan.
Xian Lian cemberut melihat Xing yang menertawakanya. Xing menahan tawa, berdiri dan menarik Xian Lian "iya kesayanganku... ini semua untukmu... ayo, cepatlah, kau sudah melewatkan 3 kali makan..." Xian Lian langsung tersenyum manis dan ikut Xing ke meja makan.
Xing terus menambahkan makanan Xian Lian "kenapa kau tidak makan ?" Xian Lian melihat mangkuk Xing yang masih bersih. Xian Lian mengambilkan makanan untuk Xing "ayo, kau juga makan... aku sendiri tidak bisa menghabiskan semua makanan ini..." tersenyum manis pada Xing.
Xing ikut tersenyum dan makan bersama "Xian Lian, boleh aku tahu bagaimana kau terluka ?" "bertarung dengan para binatang buas di hutan..." Xian Lian menjawab spontan dengan mulut yang masih mengunyah.
Xing memposisikan dirinya, menghadap Xian Lian "kau ke hutan liar ?" Xian Lian mengangguk "ah dimana Sekte Mohang ?" bertanya, masih sambil mengunyah. Xing mengerutkan kening "Xian Lian, kau mencari Sekte Mohang untuk apa ? mereka berbahaya".
Mendengar pertanyaan Xing, Xian Lian berhenti makan, menatap Xing "aku mencari mereka bukan karena mereka berbahaya tapi aku tidak suka melihat penindasan..." Kerutan di wajah Xing semakin dalam "apa mereka menindasmu ?" bertanya dingin.
__ADS_1
Xian Lian menggeleng dengan sengiran "mereka akan mengharapkan itu dalam mimpi mereka !" berkata tidak kalah dinginnya. Xing memegang tangan Xian Lian "Xian Lian, katakan ada apa ?"
Xian Lian menatap datar Xing "akupun belum bisa memastikan... aku akan mencari tahu ketika bertemu mereka..." Xing mencari keraguan dari diri Xian Lian, tapi tidak dapat menemukannya "baik, tapi aku akan bersamamu. Xian Lian, aku akan memperkenalkanmu sebagai pasanganku, calon Huang Hou Kerajaan Song. Kau akan bisa tampil bersamaku" tidak mau membuang kesempatan.
Xian Lian mengerutkan kening "Huang Hou ? apa itu ? Pasangan ? Bukankah kau mengatakan akan menungguku, menerimamu ?" bertanya dengan wajah polosnya. Xing hampir tidak dapat menahan diri untuk tertawa, tapi sadar pembicaraannya kali ini akan menentukan masa depannya.
Xing mengambil kedua tangan Xian Lian "Xian Lian, apa kau membenciku ?" Xian Lian menggeleng dengan polosnya "Xian Lian, apa kau menyukaiku ?" Xian Lian mengerutkan kening "apa itu suka ?" kembali bertanya dengan polosnya.
Xing menghela nafas "suka berarti tidak membenci. Saat bersama, merasa senang, bisa berbicara apa adanya, dari hati ke hati. Suka berarti tidak merasa risih saat bersama. Xian Lian, apa kau menyukaiku ?" sekali lagi bertanya, setelah memberi pengertian yang paling mendasar.
Xing menelan ludah dengan susah payah "Xian Lian... Xian Lian..." menghentikan kata-kata Xian Lian. Xian Lian menatap Xing dengan wajah polosnya "Xian Lian, suka ada berbagai macam, ada suka pada teman, suka pada negara, suka pada rakyat, suka pada hewan, suka pada benda di sekitar, dan... suka pada pasangan" Xing mencoba menjelaskan.
Xing membelai kepala Xian Lian "aku akan perlahan menjelaskannya padamu. Untuk saat ini, cukup kau tidak membenciku. Xian Lian, kau ingin bertemu Sekte Mohang dan berjalan-jalan di istana dengan bebas kan ?" Xian Lian mengangguk.
Xing tersenyum "jadilah Huang Hou-ku. Sebagai Huang Hou, tidak akan ada yang melarang dan menghentikan langkahmu. Kau bebas melakukan apa saja di Istana ini, bagaimana ?" berusaha membuat Xian Lian menyetujuinya.
Xian Lian memiringkan wajahnya "menjadi Huang Hou, maksudnya menikah denganmu kan ?" Xing mengangguk dengan was-was "tapi aku masih kecil, lagipula aku tidak tahu apa itu suka pada pasangan" Xian Lian berkata apa adanya.
__ADS_1
Xing tersenyum "tidak apa, aku akan mengajarimu, kau bisa perlahan menyukaiku, membuka hatimu untukku..." Xian Lian menatap Xing dengan kerutan di wajahnya "ehm Xing, kenapa kau mau menikah denganku yang hanya gadis kecil yang tidak mengerti apapun dan tidak jelas asal usulnya ?"
Xian Lian menatap dan menunjuk pintu kamar "diluar sana, sangat banyak wanita dewasa yang pasti menyukaimu sebagai pasangan dan mengerti segalanya..." Xing mengambil tangan Xian Lian "memang sangat banyak wanita, tapi bukan Xian Lian-ku. Aku hanya mau Xian Lian-ku...".
Xing tersenyum lembut, menaruh tangan Xian Lian di dadanya "Xian Lian, kau bisa merasakan detakan jantungku ?" Xian Lian mengangguk "ada berapa jantungku ?" Xing bertanya "ada satu kan ?" Xian Lian menjawab dengan wajah kebingungan.
Xing mengangguk "Xian Lian, jantungku ada satu, nyawaku juga ada satu. Jiwaku, ragaku juga satu. Disebabkan hanya satu, aku hanya akan menyimpan satu nama di dalamnya. Dalam hidup, aku akan mencintai satu kali, menikah satu kali dan bersama dengan satu orang sepanjang hidupku. Di berbagai kehidupan, aku hanya ingin bersamamu seorang Xian Lian...". Xing tersenyum lembut, mengatakan prinsip dan keinginannya pada Xian Lian.
Xian Lian menatap Xing sambil menerawang 'Ming Jie Xing Jun mengatakan saat Kaisar menemukan cinta sejatinya, adalah saatku meninggalkannya. Apakah Kaisar sudah menemukan cinta sejatinya ?'
Xian Lian ingin memastikan "Xing, aku bertanya padamu, apa kau menemukan cinta sejatimu ?" Xing terkejut dengan pertanyaan Xian Lian 'jika aku menjawab dia adalah cinta sejatiku, apa tidak akan mengejutkannya ? ini bagaimana baiknya ? aku takut Xian Lian terkejut dan takut, malah meninggalkanku'.
"Xing, apa kau menemukan cinta sejatimu ?" Xian Lian mengulang pertanyaannya. Xing menatap Xian Lian "Xian Lian, aku menyukaimu, perasaan itu akan terus bertumbuh. Aku belum bisa mengatakan cinta sejati, sama sepertimu, aku juga baru pertama kali merasa seperti ini. Xian Lian, maukah belajar bersama denganku ? Mari kita bersama-sama menemukan cinta sejati" berusaha tidak memperlihatkan kegelisahan dalam kata-katanya.
Xian Lian menunduk 'Xing belum menemukan cinta sejatinya. Bagaimana baiknya ? Tapi aku juga masih tidak mau meninggalkan sini. Aku tidak akan tenang sebelum masalah Sekte Mohang teratasi' berfikir.
__ADS_1