Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 15 - Kayu Mahogani


__ADS_3

        Xing membawa Xian Lian ke lapangan dengan bergandengan tangan. Semua prajurit


melongo melihatnya, bahkan Kasim Lu pun mengucek matanya berkali-kali. Xing


langsung menghampiri Achang “mana pedangnya ?” meminta dengan dingin.


        Achang tidak bergeming, menatap Xian Lian. Xian Lian memiringkan kepalanya, menatap


aneh Achang. Xian Lian menghampiri dan memainkan tangannya di hadapan wajah


Kasim Lu dan Achang “Achang shushu… Achang shushu… Kasim Lu… Kasim Lu…” tidak


ada respon dari keduanya.


        Xian Lian dengan wajah polos kebingungannya, berbalik melihat Xing “ada apa dengan


mereka ?” Xing tersenyum menenangkan dan berdehem keras, menyadarkan semua “Ah


Wang Jun…” semua segera berlutut memberi hormat.


        “Berdirilah…” Xing memerintah dengan dingin. Semua segera berdiri, masih terbengong melihat


Xian Lian. Xian Lian mengerutkan keningnya, melihat semua “Achang shushu… Kasim


Lu… ada apa dengan kalian semua ?” menatap Xing yang mengangkat kedua bahunya.


        Xian Lian menyipitkan matanya dan mengeluarkan wajah usilnya “aaa… ada ular…”


berteriak dengan keras, segera membuat semua kocar kacir. Xian Lian tertawa


terbahak-bahak, Xing langsung merangkulnya “hati-hati lukamu…” mengingatkan


Xian Lian.


        Achang tersadar dan menelan ludah kasar “Tu… Tuan Lian…” Xian Lian tersenyum “Sudah


sadar ? Achang shushu, mana pedangnya ?” menatap intens Achang, membuatnya


salah tingkah “ehm… Tuan… eh Nona Lian…” “hihihi… Achang shushu, sudah


kukatakan panggil aku Lian saja !” Xian Lian cekikikan.


        Xing merangkul Xian Lian “panggil Lian dianxia…” “Ah… Lian dianxia… ini pedangnya…”


Achang segera memberikan sebuah pedang yang berada dalam sarungnya. Xing


langsung mengambilnya dan menatap intens Xian Lian “kau masih terluka…”.


        Xian Lian cekikikan “Wang Jun, apa anda tidak berlebihan ? tenanglah, aku hanya akan


melihatnya sesaat… Terserah kalian, siapa yang ingin mencobanya…” mengambil


pedang dari tangan Xing.


        Xian Lian mengeluarkan dan mengayunkan pedang di tangannya, mengangguk-angguk “hmm…


lumayan… ini cobalah…” memberikan ke Xing. Xian Lian menggerak-gerakkan


bahunya.


        Xing langsung menyerahkan pedang ke Achang “ada apa ? apa sakit lagi ?” melihat


wajah Xian Lian yang memucat. Xian Lian menggeleng, tiba-tiba muntah darah


“Xian Lian…” Xing panik langsung memapahnya. Xian Lian memegang dadanya dan


mengeluarkan botol, segera meminum satu pil dari dalam botol “Xian Lian,


bagaimana ?” Xing bertanya.

__ADS_1


        Xian Lian menunjuk pedang “Apa menggunakan kayu mahogani ?” Achang kebingungan,


melihat Alu yang menghampiri “yah… sarungnya memakai kayu mahogani…” Xian Lian


bersusah payah menelan ludah dan kembali muntah darah “Xian Lian…” Xing semakin


panik, langsung menggendong Xian Lian “cari pembuat pedang…” kata-kata Xian


Lian sebelum jatuh tidak sadarkan diri.


        “Panggilkan tabib…” Xing segera memerintah, sambil menggendong Xian Lian kembali ke


Istananya. Tabib langsung memeriksa “Bagaimana ?” Xing bertanya dengan


kecemasan yang tidak bisa disembunyikan “Wang Jun, racun di tubuh nona kambuh…


Memang racun ini belum bersih seluruhnya…” tabib menjelaskan.


        “Apa hubungannya dengan kayu mahogani ?” Xing segera bertanya “ah aroma kayu


mahogani bertentangan dengan racun ini. Jika keduanya disatukan, akan membuat


pertentangan dan memicu racun menjadi semakin ganas…” Xing terkejut, melirik


Achang yang segera pergi.


        “Berikan penawarnya…” Xing menatap dingin tabib “Ehm Wang Jun, tampaknya nona sudah


meminum penawarnya. Aliran darah nona sudah mulai lancar, walau masih sangat


lemah. Jika hamba tidak salah, darah yang dimuntahkan nona, sudah membawa keluar


semua racunnya” Tabib menjelaskan.


        “Kenapa masih belum sadar ?” Xing masih sangat cemas “Ini adalah hal yang normal Wang


ramuan pemulih. Setelah lukanya tertutup, nona akan pulih dengan cepat” Tabib


memberikan senyuman menenangkan.


        Xing menunggui Xian Lian. Xian Lian yang sadar, ingin segera menemui pembuat sarung


pedang. Xing hanya bisa menurutinya. Xian Lian kembali berpakaian pria,


berjalan bersama Xing. Xian Lian hanya melihat sesaat dengan kerutan di


wajahnya, segera keluar dari ruangan.


        Xing mengikutinya “ada apa Xian Lian ?” wajah Xian Lian sangat serius, tidak ada


unsur kekanakan “bukan dia ! Dimana penyuplai bahan ?” menatap dingin Xing.


Xing langsung melihat Kasim Lu “Wang Jun, Tuan Han ada di ruang sebelah…” Kasim


Lu segera mempersila.


        Xian Lian tersenyum sinis setelah bertemu Tuan Han. Xing melihatnya, melihat kode


yang diberikan Xian Lian padanya, mengangguk pada Achang “bukan hamba… Wang


Jun, hamba tidak bersalah…” Tuan Han memohon pengampunan.


        Xian Lian tersenyum sinis, keluar dari ruangan “Xian Lian, ada apa ?” Xing segera


bertanya. Xian Lian menatap dingin Xing “bisa aku bertemu semua wanita penghuni


Istana ?” Xing mengerutkan kening, langsung mengangguk pada Kasim Lu.


        Xing tersenyum lembut “Apa yang kau temukan ?” Xian Lian tersenyum dingin “Aku ini

__ADS_1


orang yang pendendam, gigi dibalas gigi, mata dibalas mata. Sudah berani


menargetkanku, maka mereka harus menerima akibatnya” dengan nada sinis dan


wajah yang menyeramkan.


        Achang dan Alu menelan ludah kasar ‘Aura menyeramkan ini keluar lagi, sepertinya akan


ada yang sial’ saling melirik. Xing membawa Xian Lian ke aula utama, menunggu


Kasim Lu yang mengumpulkan semua penghuni Istana, baik pria maupun wanita.


        Xing bermain catur dengan tenang bersama Xian Lian. Satu persatu berkumpul di dalam


aula “Wang Jun, semua yang ada di Istana, sudah disini, hanya Pangeran keenam


dan Putri Ketiga yang tidak berada di Istana” Kasim Lu segera melaporkan.


        Xing mengangguk dan melihat Xian Lian “Wang Jun, anda kalah…” Xian Lian nyengir.


Xing tersenyum “kemampuan anda sangat baik…” Xian Lian tersenyum datar. Semua


segera berlutut, memberi salam pada Xing “berdirilah…” Xing berkata dingin.


        Xing tidak menjelaskan identitas Xian Lian, membuat semua bertanya-tanya. Xian Lian


merapikan papan catur dan meninggalkan beberapa bidak di atasnya. Xing


melihatnya dan tersenyum “Selama ini, keluarga Kerajaan keluar masuk Istana


tanpa laporan yang jelas. Zhen mendengar adanya kekacauan yang di sebabkan


keluarga Kerajaan” menatap tajam semua.


        Xing duduk di singgasananya “Zhen menunggu laporan keluar masuk keluarga Kerajaan


sebulan terakhir ini. Ini akan menjadi contoh bagi yang lain. Keluarga Kerajaan


harusnya pembawa kedamaian dan bukan kekacauan” beberapa maju mengajukan


protes, tapi semua dipatahkan Xing.


        Xing menatap dingin Kasim Lu, sembari berbisik. Kasim Lu berdiri di depan Xing


“Selir Hong, Selir Tun, Selir Du, dan Selir Mian ikut Jenderal Achang. Wang Jun


akan segera menemui anda sekalian” Para wanita yang dipanggil segera tersenyum


manis dan dengan patuh mengikuti Achang.


        Kasim Lu melanjutkan “Pangeran Kelima dan Selir, Pangeran Kedelapan dan Selir,


silahkan mengikuti Prajurit Alu.” Yang dipanggil, segera mengikuti arahan Kasim


Lu. Sementara Kasim Lu meneruskan, memanggil satu persatu dan diarahkan ke


beberapa tempat berbeda.


        Setelah semua pergi, Xing kembali menghampiri Xian Lian. Xian Lian tersenyum nakal


“Wang Jun, apa anda yakin tidak menyukai para selir yang cantik jelita itu ?”menggoda


Xing.


        Xing tersenyum, duduk di sisi Xian Lian dan memeluknya “Zhen menyukaimu seorang,


sudah sangat cukup…” Xian Lian memainkan wajahnya, sementara Kasim Lu membuang


muka, dengan wajah yang tersenyum salah tingkah.

__ADS_1


__ADS_2