Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 36 - Saran Tabib Yin


__ADS_3

Tabib Yin sudah menunggu "bagaimana Wang Jun ? Berapa lama niang niang bertahan ?" "Hanya 8 menit, ada apa dengan Xian er ?" Xing menjawab sambil membaringkan Xian Lian.


          "8 menit ! Lebih cepat dari dugaan. Wang Jun, balik tubuh niang niang, hamba akan menggunakan akupuntur..." Tabib Yin segera menyiapkan jarum, api dan kain. Xing membalikkan tubuh Xian Lian dan duduk di sisinya.


          Tabib Yin mulai menekan-nekan tubuh Xian Lian dan menusukkan jarum akupuntur. "Bagaimana ?" "Wang Jun, niang niang masih sangat muda, semangatnya berkobar-kobar hingga tidak merasakan kelelahannya." Tabib Yin merapikan perlengkapan akupunturnya.


          "Wang Jun, hamba tahu anda sudah menikah beberapa bulan, tentu mengharapkan keturunan. Tapi saran hamba, untuk sementara sebaiknya ditunda dahulu." Tabib Yin menyarankan "ada apa ? Apa ada sesuatu dengan Xian er ?" Xing cemas.


          Tabib Yin menggeleng "tidak ada masalah, niang niang sangat subur... hanya saja karena sering kelelahan, ditambah usia yang masih sangat muda ini, tubuh niang niang mungkin tidak akan tahan dengan sakit saat melahirkan" menjelaskan pada Xing.


          Xing melihat Xian Lian "tidak masalah, Zhen bisa menunggu..." Tabib Yin mengangguk "Wang Jun, jika melihat situasi tubuh niang niang, saat ini niang niang berusia lebih 14 tahun. Jika anda tidak terburu-buru, hamba sarankan menunggu niang niang setahun lagi. Saat usia 15 tahun, reproduksi sudah sempurna, tubuh niang niang juga akan lebih siap".


          Xing mengangguk "baik, Zhen bisa menunggu. Pastikan Xian er baik-baik saja" Tabib Yin mengangguk "tubuh niang niang saat ini, paling tidak membutuhkan 5-6 bulan untuk pulih sempurna. Hanya niang niang yang tidak dapat menahan diri ini..." ragu-ragu dengan sifat Xian Lian yang tidak bisa tinggal diam.


          Xing tersenyum, membelai kepala Xian Lian "tidak masalah, kali ini Zhen akan menjaganya sendiri" Tabib Yin mengangguk "Apa Xian er tidak bisa berendam air 7 kembang ?" Xing bertanya, ingin mengabulkan keinginan Xian Lian.

__ADS_1


          Tabib Yin tersenyum "tentu saja bisa... tadi, hamba ingin mengetahui sampai mana kondisi niang niang... sama seperti tadi, hamba sarankan setiap seminggu sekali, niang niang berendam di permandian air panas. Semakin lama niang niang dapat bertahan, berarti kondisi niang niang semakin baik. Wewangian itu juga baik untuk menenangkan fikiran. Anda bisa berendam bersama niang niang" pamit undur diri.


          Xing tersenyum melihat wajah Xian Lian "awalnya aku berfikir untuk membuatmu hamil, agar bisa menahanmu. Huh Xian er, tidak masalah... setahun lagi, aku akan membuatmu hamil setiap tahun hihihi... aku mau memiliki banyak anak denganmu... nanti aku dan anak-anak akan terus merepotkanmu, jadi kau tidak akan berfikir sendirian lagi..."


          Xing mengecup kening Xian Lian "Xian er-ku, kau tidak sendiri lagi. Kau memilikiku sekarang dan selamanya. Aku akan selalu ada untukmu. Xian er, kau sangat penting untukku."


          Xing merenung 'Xian er, kehadiranmu lah yang merubahku seperti ini. Walau memiliki orang tua, tapi aku juga tidak pernah merasakan kasih sayang. Sepanjang hidup Mu Hou hanya memusingkan perebutan kekuasaan. Sedangkan Fu Wang hanya sibuk mengurus selir-selirnya. Aku yang dulu sangat jijik pada yang namanya perempuan. Tapi dirimu, dirimu yang merubahku. Kau begitu murni, begitu tulus, begitu polos, begitu mulia, begitu kuat. Mungkin seperti kata-katamu, aku awalnya hanya penasaran padamu. Tapi rasa penasaranku terus bertumbuh menjadi cinta sejati.'


          Xing menghela nafas 'aku yang dulu pernah bertekad untuk tidak menikah. Semenjak bertemu denganmu, aku menggunakan pernikahan untuk mengikatmu di sisiku.' tersenyum.


          Xing membelai kepala Xian Lian 'Xian er, aku tidak pernah menyangka, suatu hari akan jatuh cinta. Jatuh cinta pada gadis kecil yang mempesona ini. Tidak pernah menyangka kehidupanku akan begitu terikat padamu.'


          5 bulan, kesehatan Xian Lian dipantau secara ketat oleh seluruh penghuni Istana Huang Ning gong. Baik Tabib Yin, para dayang, Kasim Lu, Jenderal, prajurit, bahkan para menteri ikut memantau.


          Selain masalah kesehatan Xian Lian, semuanya juga menjaga mood Xing. Segala sesuatu yang menyangkut Xian Lian, sangat mempengaruhi mood Xing. Mereka tidak mau berada dalam neraka lagi, karena amukan dari Kaisar Song Jin Xing.

__ADS_1


          Xian Lian semakin ceria tiap harinya. Xing semakin terpesona, tidak bisa menjauh dari Xian Lian. Berkat usaha Xian Lian, banyak korban Sekte Mohang, yang berubah menjadi pemuja Xian Lian. Di Istana Huang Ning Gong, sering terdengar suara burung bernyanyi dan suara tawa Xian Lian diikuti penghuni lainnya.


          Xing yang memimpin rapat, terus merindukan Xian Lian. Segera rapat selesai, Xing bergegas kembali ke Huang Ning gong. Xing melihat Xian Lian yang mengendap-ngendap di pepohonan.


          Kasim Lu memberi kode pada Tabib Yin. Tabib Yin mengangkat satu jarinya ke mulut kode diam. Tabib Yin memperagakan sayap yang mengepak dan menunjuk Xian Lian.


          Xing menghampiri Xian Lian tanpa suara dan ikut berjongkok, mencari tahu yang dilihat Xian Lian. Xian Lian merasakan kehadiran Xing yang merangkulnya, tersenyum dan menunjuk salah satu benda hijau di batang pohon.


          Terdapat retakan pada benda hijau dan sesuatu terlihat perlahan keluar. Senyum di wajah Xian Lian semakin lebar. Seekor kupu-kupu cantik, keluar dari kepompong, mengepakkan sayapnya dan terbang pergi "wah... bukankah dia sangat cantik..." Xian Lian melihat kupu-kupu dengan senyum manisnya.


           Xing tersenyum "Xian er paling cantik..." Xian Lian cekikikan. Sesuatu bergelantungan di kaki Xian Lian "hei... sudah kukatakan jangan melompat-lompat di tubuhku..." seekor tupai bergerak naik ke tangan Xian Lian.


          Tubuh tupai gemetar, menundukkan kepalanya di tangan Xian Lian "hei... ada apa ? Kenapa kau gemetar ?" Xian Lian membelai bulu tupai. Tupai melirik ke angkasa, wajah Xian Lian langsung berubah dingin "aku membawamu ke Hutan Liar..."


          Xing menahan tangan Xian Lian "Zhen menemanimu..." Xian Lian mengangguk. Dalam 5 bulan, sudah berbagai hewan yang terlepas dari ikatan Sekte Mohang dengan bantuan Xian Lian, dikumpulkan di Hutan Liar.

__ADS_1


          "Niang niang, hamba akan membawa tupai ini... Anda beristirahat di Istana saja bersama Wang Jun..." Alu menawarkan diri. Xian Lian berfikir "baiklah, berhati-hatilah, cukup tempatkan di depan pohon..." Alu mengangguk, segera pergi.


          Xian Lian melihat angkasa dengan dingin "Xing, badai akan datang... suruh semua berlindung dalam istana, jangan ada yang membuka pintu ataupun jendela..." Xing menatap Kasim Lu yang mengangguk dan segera pergi bersama Achang.


__ADS_2