
Kasim Lu tertawa “Wang Jun, Tuan Lian sungguh ceria…” Xing pun ikut tersenyum “hmm…
sangat keras kepala…” Kasim Lu tersenyum “Wang Jun, bukankah anda belum
memberitahu identitas anda. Saat mengetahui identitas anda, Tuan Lian akan
lebih menurut”.
Xing menggeleng “walau Zhen baru saja mengenal Lian, tapi kurang lebih bisa
memahami. Hal yang diinginkannya akan didapatkannya dengan usaha sendiri. Hal
yang tidak diinginkannya, tidak akan ada yang bisa memaksanya. Jika memaksanya,
bisa saja Lian berbuat nekat” menghela nafas sambil berjalan kembali ke
ruangannya.
Kasim Lu menggelengkan kepala “sayang sekali kalau bakat Tuan Lian itu di
sia-siakan…” Xing mengangguk “sudahlah… Selama Lian di Istana, biarkan dia
merasakan keindahan Istana. Lu Zhi, awasi Lian, Zhen tidak mau ada hal buruk
apapun menimpanya”
Kasim Lu menunduk, memberi hormat “baik Wang Jun, hamba akan mengatur semua untuk
acara anda 2 hari kemudian…” mengiyakan perintah Xing.
Istana adalah gudang masalah, sumber masalah dari segala masalah. Bukan saja perebutan
kekuasaan, perebutan kasih sayang Kaisar pun tidak kalah kejamnya. Selama ini,
Xing mengatur Xian Lian di istananya, untuk menghindari semua masalah istana.
Xing menyukai sikap Xian Lian, yang apa adanya padanya. Xing khawatir saat Lian
mengetahui identitasnya, sikapnya akan berubah. Sebaik-baiknya Xing mengatur,
tetap ada saja hal yang tidak terduga terjadi.
Demi melihat Xing, para selir bisa berbuat apapun bahkan hal yang diluar akal sehat
sekalipun. Saat Xing membawa Xian Lian berkeliling, terlihat oleh beberapa
selir, bahkan anggota kerajaan lainnya. Semua menyimpan rasa ingin tahu akan
identitas pemuda kecil yang berjalan bersama Xing.
Demi menjaga privasi Xing dan Xian Lian, Kasim Lu sudah menempatkan para pengawal.
“Huang siong… Huang siong…” seorang gadis berlari, menghampiri mereka,
meloloskan diri dari para pengawal.
Xing menatap dingin gadis itu “Huang siong, siapa pria yang kau bawa ini ?” Sang
gadis memutari Xian Lian beberapa kali “hmm… tampan sekali…”. Xian Lian merasa
lucu dengan tingkah sang gadis “hihi… nona, anda juga cantik…” tertawa kecil.
“Wah semakin tampan…” Sang gadis terpesona “Huang siong, aku mau dia…” Gadis itu
menunjuk Xian Lian sambil melihat Xing “Hua er, jangan berbuat onar…” Xing
berkata dingin.
__ADS_1
“Ah aku tidak berbuat onar… Tuan, bagaimana aku memanggilmu ? Apa kau sudah
memiliki kekasih ?” Gadis yang dipanggil Hua er, adalah Putri keempat Kerajaan
Song, Putri Song Lan Hua. Song Lan Hua menggandeng dan bergelayut manja pada
Xian Lian.
Raut wajah Xian Lian langsung berubah masam dan menelan ludah dengan susah payah,
menepis tangan Song Lan Hua “Ehm… Hua er kan ! Namaku Lian, aku tidak berniat
memiliki kekasih…” berjalan menjauhi Song Lan Hua.
Banyak yang menutup mulut dan memainkan wajahnya, untuk menahan tawa karena kata-kata
spontan Xian Lian, yang secara langsung menolak niat Sang Putri. “Eh Peng Gong
Zhu menginginkan dirimu, maka kau harus menjadi milik Peng Gong Zhu…” Song Lan
Hua mengejar Xian Lian.
Xian Lian bergerak cepat, sudah terduduk di atas pohon “Ah kau bukan saja tampan,
bahkan ilmu meringankan tubuhmu juga sangat bagus” Song Lan Hua memuji “Xing,
apa gadis-gadis di sini, begitu menakutkan kah ?” Xian Lian cemberut, mengomel
dengan kesal pada Xing yang tersenyum melihatnya dari bawah.
Xing melirik Kasim Lu, yang segera menahan Sang Putri “Gong Zhu, jangan mengganggu
Tuan Lian. Beliau adalah tamu kehormatan Wang Jun…” mendorong Song Lan Hua
mundur.
mengulurkan tangannya. Xian Lian melompat turun dan berdiri di belakang Xing
“Huang siong, dimana kau menemukannya ?” Song Lan Hua belum menyerah.
“Aku menyukainya Huang siong. Huang siong berikan saja dia padaku…” Song Lan Hua
terus berupaya mendekati Xian Lian. Xian Lian cemberut, mengibas-ngibaskan
pakaiannya untuk membersihkan dedaunan.
“Memangnya aku barang, bisa seenaknya diminta dan diberikan !” Xian Lian menggerutu dan
melirik Song Lan Hua yang tersenyum manis padanya. Xing berusaha menahan
tawanya, mendengar kata-kata kesal Xian Lian.
Song Lan Hua menyingkirkan Xing dan menarik tangan Xian Lian “Bukan barang, kau
adalah pemuda yang sangat tampan dan menarik…” Xian Lian menghempaskan tangan
Song Lan Hua “Hua er, bicara ya bicara saja, tidak perlu gerak tangan dan
kaki…” menatap kesal Song Lan Hua.
“Wah pria tampan, marah pun tetap tampan…” Song Lan Hua tidak marah, malah semakin
terpesona. Xian Lian memiringkan kepala melihatnya, tersenyum dingin.
Aura di sekitar mereka berubah dingin dan membuat bulu kuduk merinding. Xing tersentak
dengan perubahan aura di sekitarnya. Semua yang ada juga merasakan hal yang
__ADS_1
sama. Sebagian memeluk diri mereka sendiri, untuk menghangatkan tubuh dari hawa
yang tiba-tiba dingin ini.
Wajah Xian Lian berubah tajam dan menyeramkan. Xian Lian menopang kedua tangan di
belakangnya, melangkah perlahan mendekati Song Lan Hua “Nona, anda tidak
mengenalku. Permainan semacam ini, tidak akan berguna di hadapanku. Hilangkan
pemikiran itu dari otak tumpulmu. Kau tidak akan mendapatkan apapun dariku, apa
kau faham ?” menatap tajam Song Lan Hua, yang mengangguk dan berjalan mundur
dengan tubuh gemetar.
Melihat anggukan Song Lan Hua, wajah Xian Lian berubah lembut. Aura menyeramkan di
sekitarnya, segera menghilang. Xian Lian tersenyum lembut, membelai kepala Song
Lan Hua “anak baik… Jadi dirimu sendiri, jangan membuat masa depanmu suram
dengan segala hal yang bukan kapasitasmu untuk melakukannya, mengerti ?” Song
Lan Hua mengangguk “bagus, pergilah…” Xian Lian memberi kode dengan kepalanya,
Song Lan Hua segera berlari pergi.
Xian Lian tersenyum dan menggelengkan kepala, melihat tingkah Song Lan Hua tadi. Xian
Lian berbalik dan mendapati wajah tercengang semua yang menghadap padanya. Xian
Lian bergidik sendiri dan mengerutkan keningnya “ada apa dengan kalian semua ?”
Kasim Lu yang paling cepat sadar dan menelan ludah kasar “Ehm… Tuan Lian, anda tadi…”
Xian Lian mengeluarkan wajah polosnya “tadi ? ada apa dengan tadi ?” semua
sadar dan saling melihat. Xing terus menatap Xian Lian, tanpa berkedip.
Xian Lian menyipitkan mata, menatap Xing “hmm… Xing Da Ren, tampaknya anda berhutang
penjelasan padaku…” menatap dingin Xing, yang segera menelan ludah kasar, salah
tingkah “Lian, jalan-jalan hari ini sudah selesai. Bagaimana kalau kita kembali
?” Xian Lian pun mengangguk, berbalik dan berjalan pergi menjauhi semuanya.
“Wang Jun, Tuan Lian ini, sepertinya bukanlah orang sembarangan” Kasim Lu berbisik
pada Xing. Xing hanya mengangguk dan menyusul Xian Lian yang sudah menjauh dari
mereka.
“Lian… Lian…” Xing yang tiba di istananya, mencari keberadaan Xian Lian, yang tidak
terlihat di ruangannya. “Wang Jun, pengawal melaporkan ‘Tuan Lian keluar istana
memakai plakat anda’…” Kasim Lu segera melaporkan.
Xing terkejut “Lian… Lian marah dan pergi meninggalkanku…” terduduk di kursinya.
“Wang Jun… Wang Jun…” Kasim Lu khawatir melihat respon Xing “Wang Jun, anda
tidak perlu khawatir, Jenderal Achang menemani Tuan Lian. Tidak akan terjadi
apapun pada beliau…” menenangkan Xing.
__ADS_1