Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 35 - Hati vs Trauma


__ADS_3

Tabib Yin berusaha menahan air matanya "niang niang, anda begitu menyayangi semua. Diantara kami, siapakah yang terpenting untuk anda ?" Xian Lian langsung menjawab "Xing..." 'Xing adalah tujuanku ke Fan Jian, tentu saja Xing yang terpenting' membatin.


          Tabib Yin mengangguk "hmm... niang niang... jika suatu saat, Wang Jun meninggalkan anda, apa yang anda rasakan ?" Xian Lian mengerutkan keningnya "Xing pergi ?" Tabib Yin menggeleng "tidak, aku hanya mengatakan jika, belum terjadi !"


          Xian Lian menunduk dengan wajah sedih "niang niang, aku..." Tabib Yin merasa bersalah. Xian Lian mengangkat wajahnya dan menggeleng "tidak apa... aku akan sedih tentu saja... tapi jika itu keinginan Xing, aku akan melepasnya..."


          Tabib Yin terkejut "kenapa ? Apa anda tidak menyayangkan Wang Jun ? Apa anda rela Wang Jun bersama lainnya ?" Xian Lian melihat tempat lain dengan mata berkaca-kaca "karena aku ditakdirkan hidup sendiri..." Tabib Yin terkejut.


          Yang diluar ruangan, mendengar suara lirih Xian Lian juga sedih. Tabib Yin menatap Xian Lian "niang niang, apa anda tidak mau selamanya bersama Wang Jun ?" Xian Lian tersenyum "Tabib Yin, aku bukanlah siapapun dan tidak memiliki apapun, tidak ada yang akan bersamaku selamanya. Pertemuan kita, Xing, dan lainnya hanyalah sepintas jalan. Saat ini kalian bersama denganku, mungkin karena kalian tertarik denganku ataupun rasa penasaran padaku. Setelahnya, jalan kita akan berbeda".


          Tabib Yin menggeleng "niang niang, aku akan mengikuti anda selamanya. Aku berjanji setia pada anda." Xian Lian tersenyum "Tabib Yin, anda berjanji pada siapa ?" "Anda..." Tabib Yin berkaca-kaca.


          Xian Lian tersenyum "yang didepanmu ini bukanlah apapun. Tidak ada Xian Lian... Tidak juga Huang Hou Kerajaan Song..." "niang niang..." Tabib Yin terkejut 'trauma dan kekecewaan niang niang sangat dalam, ini bagaimana baiknya ?' melirik pintu ruangan.


          Xian Lian berdehem "hmm... selagi aku disini, kita nikmati saja saat-saat ini. Aku menyukai Xing, menyukai Tabib Yin dan lainnya. Xing adalah orang yang sangat penting dan sangat berarti untukku. Xing bisa membuatku merasa memiliki arti di dunia ini. Sementara kalian, membuatku merasa dibutuhkan. Kalian masing-masing memiliki arti penting untukku. Apa jawaban ini sudah bisa ?" menatap Tabib Yin dengan senyuman.


          Tabib Yin terdiam, menatap intens Xian Lian. Xing menitikkan air mata diluar ruangan, memegang dadanya, berbalik, tidak jadi masuk ke ruangan. Xing menjauh dari ruangan dengan air mata menetes "Wang Jun..." Kasim Lu khawatir melihatnya.

__ADS_1


           Xing menunduk "Lu Zhi, gadis yang begitu mulia, tapi kenapa nasibnya begitu buruk. Bagaimana aku harus menyelamatkannya ? Lu Zhi, Xian er-ku menyukaiku, tapi tidak berani menggenggamku. Katakan padaku, apa yang harus kulakukan untuknya ?" "Wang Jun..." Kasim Lu juga tidak tahu bagaimana menjawab.


          Xing menatap ke kejauhan, mengingat kebersamaan mereka "Xian er adalah cinta sejatiku, tapi dia tidak pernah menyadarinya. Baginya, cintaku hanya sepintas jalan, karena semua yang melihatnya hanya karena rasa penasaran padanya. Semua hanya bersamanya untuk sesaat, memuaskan rasa penasaran mereka. Setelah itu, mereka selalu meninggalkannya."


          Kasim Lu berdehem "Wang Jun, anda bisa pelan-pelan mengajari niang niang, membuat niang niang mengerti akan cinta anda. Niang niang bisa menjaga hati murninya dan sifat polosnya bahkan setelah menghadapi kejamnya dunia, menandakan niang niang yang sangat kuat. Wang Jun, cinta anda sudah terbalas, niang niang juga menyukai anda"


          Xing merenung 'Xian er, kita akan bersama selamanya. Aku akan berada di sisimu, tidak akan meninggalkanmu. Xian er, kau tidak akan merasakan kekecewaan lagi. Aku akan mengobati traumamu.' memegang dadanya yang merasa bahagia mengetahui Xian Lian yang juga menyukainya.


          Xing tersenyum "Xian er menyukaiku... Xiar er-ku menyukaiku..." sangat bahagia. Kasim Lu memberi hormat "selamat yang mulia..." ikut bahagia untuk Xing "Xian er... Xian er..." berjalan cepat, kembali ke kamar Xian Lian.


          Belum masuk istana, sudah mendengar teriakan Xian Lian "aaa... jangan mendekat... aaa... menjauh dariku..." Xing yang khawatir, langsung menerjang masuk "Xian er..." Xian Lian mendengar namanya, langsung berbalik melihat Xing.


          Xian Lian berlari ke arah Xing dan bersembunyi di belakangnya "berhenti... berhenti... jangan mendekat..." mengintip Tabib Yin dari sisi Xing. "Huh... huh... huh... hahaha... niang niang..." Tabib Yin tertawa terbahak-bahak.


          Xing tersenyum, mengambil Xian Lian dan memeluknya. Tabib Yin yang melihat Xian Lian mengingat traumanya, mengusili Xian Lian. Xian Lian dengan segera melupakan kesedihannya, berubah menjadi jijik melihat Tabib Yin.


          Xian Lian mengintip Tabib Yin "suruh dia pergi..." menyembunyikan wajahnya di dada Xing "niang niang..." Tabib Yin merengek "jangan mendekat... kau menjijikkan..." Xian Lian tidak mau melihat Tabib Yin.

__ADS_1


          Semua tertawa melihat Xian Lian yang ketakutan pada Tabib Yin yang usil. "Niang niang, hamba membawa Tabib Yin pergi..." Kasim Lu menenangkan "bawa pergi yang jauh... cuci otak menjijikkannya" Xian Lian berbicara tanpa melihat Kasim Lu.


          Kasim Lu tertawa "baik baik, hamba akan menyuruh Tabib Yin mandi 7 kembang" "mandi 7 kembang ? Apa itu ?" Xian Lian langsung menatap Kasim Lu, penasaran dengan kata-katanya.


          Xing membelai kepala Xian Lian "Xian er mau mandi air 7 kembang ?" "Apa menyenangkan ?" Xian Lian bertanya dengan mata berbinar. Xing mengangguk "wangi dan bisa merilekskan tubuh kecilmu..." "aku mau..." Xian Lian bersorak.


          Xing menatap Kasim Lu "akan segera hamba siapkan..." "hmm... kenapa tidak kepikiran... niang niang, anda tidak boleh mandi 7 kembang" Tabib Yin langsung menentang, Xian Lian langsung cemberut.


          Xing menatap dingin Tabib Yin "Wang Jun, bawa niang niang ke permandian air panas... Niang niang, tunggu aku, aku segera kembali..." Tabib Yin langsung pergi. Xing membawa Xian Lian yang cemberut ke permandian air panas.


          Tabib Yin datang bersama beberapa dayang "tempatkan di sekitar permandian, di balik bebatuan." Tabib Yin memerintah. Tabib Yin menghadap Xing "Wang Jun, apa anda akam berendam bersama niang niang ?" Xing mengerutkan kening dan mengangguk.


          Tabib Yin tersenyum "bagus sekali... niang niang..." menghampiri Xian Lian "niang niang, anda hanya boleh berendam sejam..." Xian Lian cemberut tapi mengangguk.


          Tabib Yin tersenyum, kembali pada Xing "Wang Jun, awasi niang niang... tubuh anda tidak bermasalah, harusnya tahan dengan bebauan ini. Tapi niang niang akan tertidur... biarkan niang niang berendam selama 1 jam. Aku akan menunggu di ruangan niang niang" Xing mengangguk.


          Sesuai kata-kata Tabib Yin, Xian Lian hanya bertahan tidak sampai 10 menit, jatuh tidak sadarkan diri. Xing menemaninya berendam hingga 1 jam, membawa Xian Lian kembali ke ruangan.

__ADS_1


         


__ADS_2