Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 40 - Niat dan tekad balas budi


__ADS_3

Huang Jin Xing Shen Jun melirik dingin Ming Jie Xing Jun "katakan ? Siapa wanita itu ?" Ming Jie Xing Jun menghela nafas "Namanya Xian Lian, tidak ada yang tahu darimana asalnya dan juga tidak ada yang tahu wujudnya".


          Huang Jin Xing Shen Jun mengerutkan kening, mengalihkan pandangannya dari papan catur ke wajah Ming Jie Xing Jun "dikatakan, Xian Lian juga adalah dewi yang malang. Dia tidak diterima di manapun, karena asal usulnya dan wujudnya yang tidak jelas. Ada yang mengatakan Xian Lian adalah dewi bunga, ada juga yang mengatakan Xian Lian adalah siluman rubah. Xian Lian ditolak di setiap sekte, tapi anak itu tidak pernah putus asa."


          "Xian Lian ?" Huang Jin Xing Shen Jun bertanya. Ming Jie Xing Jun mengangguk "dia sendiri yang menamakan dirinya Xian Lian. Dikatakan namanya Xian Lian juga sangat kebetulan, sifat cerianya, ksatria, dan pemberaninya sangat mirip dengan beliau." Huang Jin Xing Shen Jun mengerutkan kening.


          "Huh... Xian Lian adalah dewi yang masih sangat polos. Kepribadiannya sangat kuat. Walau mendapat begitu banyak perlakuan yang tidak adil, sifat aslinya tetap menuntunnya dan tidak berubah" Ming Jie Xing Jun tersenyum.


          Ming Jie Xing Jun menatap Huang Jin Xing Shen Jun "mungkin kepribadian Xian Lian lah yang membuat kultivasi anda merasakan cinta sejati anda. Xian Lian belum mengerti cinta, dia hanya ingin membantuku. Xian Lian hanya melakukan segala sesuatunya apa adanya. Kultivasi anda secara perlahan menyukai, mencintai, dan menemukan cinta sejati pada diri Xian Lian yang polos".


          Huang Jin Xing Shen Jun mendengarkan semua "dimana dia sekarang ?" Ming Jie Xing Jun menunduk "Xian Lian yuhua saat membantu kultivasi anda, menghancurkan kutukan hukuman kultivasi" Huang Jin Xing Shen Jun mengerutkan kening.


          Ming Jie Xing Jun belum mengangkat kepalanya "Xian Lian bahkan bukan Di Xian. Tubuhnya sama saja dengan tubuh makhluk fana. Keras kepala anak itu, membuatnya bersikeras menyelesaikan apa yang diinginkannya. Aku sudah mencari sisa jiwanya di Fan Jian, You Ming He, dan Wang Chang He. Xian Lian tidak meninggalkan jiwa seserpih pun."


          Kerutan di wajah Huang Jin Xing Shen Jun semakin dalam "Shen Jun, Xian Lian pernah berkata dia bukanlah apapun. Dalam hidupnya ini, dia hanya ingin melakukan segala sesuatu sesuai keinginannya. Suatu saat jika dia kembali ke ketiadaan, dia tidak akan membawa penyesalan." Ming Jie Xing Jun berguman.

__ADS_1


          Ming Jie Xing Jun mengangkat kepala melihat Huang Jin Xing Shen Jun, tersenyum "Shen Jun, selain membantu anda, Xian Lian juga melakukan keinginannya, membebaskan para hewan dari cengkeraman Sekte Mohang. Dia sudah berhasil melakukannya. Walau aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Xian Lian, tapi jika siapapun bertanya padaku. Aku akan dengan bangga mengatakan, aku mengenal seorang dewi kecil yang luar biasa bernama Xian Lian".


          Huang Jin Xing Shen Jun melirik malas Ming Jie Xing Jun "apa Xian Lian ini pernah mengatakan dimana dia tinggal ?" Ming Jie Xing Jun mengangguk "Xian Lian memberinya nama Tian Xing He" "Dimana tempat itu ?" Huang Jin Xing Shen Jun bertanya.


          Ming Jie Xing Jun menggeleng "tidak ada yang pernah pergi ke Tian Xing He yang sebenarnya. Setiap tempat yang memiliki danau jernih di bawah langit berbintang akan dianggap Xian Lian sebagai Tian Xing He-nya. Kurasa tempat itu tidak ada, Xian Lian hanya berangan-angan memiliki sebuah tempat yang akan menjadi rumah baginya"


          Huang Jin Xing Shen Jun menghela nafas "karena sudah berlalu biarkan berlalu saja. Kau kembalilah !" "Ehm Shen Jun, sebenarnya alasan Xian Lian membantu anda, karena Tian Jun yang mencari anda. Tampaknya ada masalah dengan siluman !" Ming Jie Xing Jun melaporkan.


          Huang Jin Xing Shen Jun hanya melirik "aku sudah tahu, pergilah..." Ming Jie Xing Jun pamit undur diri. Huang Jin Xing Shen Jun menatap papan catur dan tersenyum "Xian Lian..." menggelengkan kepalanya.


          Sisa jiwa Xian Lian yang dicari Ming Jie Xing Jun, saat ini berada di Hutan Liar. Ming Jie Xing Jun tidak menemukan apapun, karena kalah cepat dengan rajawali.


          Saat Xing jatuh tidak sadarkan diri, Rajawali menyerap sisa jiwa Xian Lian tepat sesaat sebelum yuhua. Inilah aksi dimana rajawali terlihat mengecup kening Xian Lian. Semua hewan yang mengikuti ke Hutan Liar, bukan mengikuti rajawali tapi mengikuti jiwa Xian Lian.


          "Ying, kau disini ? Kau sudah kembali !" Salah satu siluman di Hutan Lian menghampiri rajawali "Apa yang kau bawa ? I... ini jiwa nona..." terkejut dengan benda di mulut rajawali "ayo ikut aku..." segera mengarahkan rajawali dan lainnya ke hutan terdalam.

__ADS_1


          Dari jauh terlihat Siluman Er Er yang memimpin banyak binatang buas dan siluman, menghampiri rajawali "Bagaimana nona ?" Rajawali menurunkan bulatan kecil di mulutnya ke tangan Er Er "dia bukan nona... Dia adalah seorang dewi..." "Apa ? Pantas saja, nona bisa bertahan selama ini !" Er er dan lainnya terkejut.


          Rajawali menggeleng "tidak, walau dia adalah seorang dewi tapi hanya dewi kecil. Semua yang telah dilakukannya selama ini adalah hasil dari dia yang terus menerus memaksakan dirinya" semua melihat ke bulatan putih kecil di tangan Er Er.


          "Apa yang bisa kita lakukan untuknya ? Seperti ini, nona akan musnah sebentar lagi..." siluman betina di samping Er Er berguman dengan lirih "Aku akan merawatnya dengan jiwaku..." "Ying..." kata-kata rajawali langsung mendapat protes dari siluman yang membawanya.


          "Dewi kecil ini sudah menyelamatkan nyawaku. Jika bukan menyelamatkanku, dia tidak akan musnah. Sekarang, aku akan merawat jiwanya, ini adalah yang seharusnya kulakukan" rajawali bersikeras.


          Er Er mengangguk "nona sudah terlalu banyak berjasa pada kita. Tapi Ying, jika seperti itu, bukankah nona akan menjadi siluman ! Lagipula, jiwa nona sudah hancur seperti ini. Merawat dan memulihkannya, membutuhkan waktu paling tidak ribuan bahkan puluhan ribu tahun" mengutarakan kebenaran.


          Ying mengangguk "hanya ini satu-satunya cara menyelamatkannya. Aku sudah tidak memiliki siapapun." " Ying, kau masih memilikinya..." siluman memperlihatkan sebuah telur rajawali yang membatu.


          Ying menitikkan air mata pada batu "terima kasih Lin... kukira sudah kehilangannya... Pao Pao..." memeluk batu. "Ying, walaupun sudah membatu... tapi bukankah ada mitos mengatakan, jika bakal janin ini menerima inti sari langit dan bumi, mungkin saja masih ada kesempatan hidup kembali..." siluman meyakinkan.


          "Maka aku sudah melakukan hal yang benar... Aku tidak mau paopao mengenal ibunya yang pengecut. Aku akan memulihkan nona, apapun resikonya, kecuali aku mati dalam prosesnya" Rajawali bertekad.

__ADS_1


         


__ADS_2