Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 37 - Perang


__ADS_3

"Mereka datang..." Xing berguman dan mendapat anggukan Xian Lian "Tabib Yin, sudah menyiapkan semuanya ?" "Sudah niang niang, semua sudah disiapkan di beberapa tempat..." Tabib Yin menunduk dan memberi kepastian.


          Xing sudah tahu rencana penyerangan Sekte Mohang. Selama ini, semua yang dikirim melakukan penyerangan kecil, maupun mencari info, sebagian sudah dinetralisir Xian Lian dengan bantuan Tabib Yin.


          Berbagai jalan antisipasi dilakukan untuk menghadapi penyerangan. Para prajurit pun sudah lebih siap, terutama dibidang persenjataan. Semua ada sumbangsih Xian Lian, bersama Xing yang lebih fokus para peningkatan para prajurit.


           Xing menggenggam tangan Xian Lian "Xian er, selalu bersama..." Xian Lian tersenyum "Wang Jun, anda sangat tampan..." Xing tersenyum manis "apa yang kau inginkan !" Xian Lian cekikikan dalam pelukan Xing.


          Xing mengecup kening Xian Lian "Fu Ren, Zhen bisa melakukan segalanya tapi jangan memintaku menjauh darimu..." Xian Lian cekikikan "Wang Jun, kau seperti tupai itu yang terus mengganduli ku..."


          Xing memainkan wajahnya "hmm... Zhen lebih tampan..." "hahaha..." Xian Lian tertawa terbahak-bahak 'entah kenapa perasaanku tidak nyaman saat ini' Xing membatin, memeluk Xian Lian.


          Xing menunggu tawa Xian Lian reda "katakan... apa yang kau inginkan ?" bertanya dengan lembut. Xian Lian menghentikan tawanya "Xing, kelebihanmu, kau bisa mengontrol dari jarak jauh, seperti yang kau lakukan pada Dang Wei dianxia" Xing mengangguk.


          Xian Lian tersenyum "Xing, aku mungkin akan sangat sibuk dengan para hewan... Bisakah kau mencari pengontrolnya ? Akan sangat susah jika tidak menghentikan aksi pengontrol itu" Xing memikirkan kata-kata Xian Lian "baik, tapi kau harus berada dalam pantauanku "akan kuusahakan..." Xian Lian tersenyum.


          Xing memeluk erat Xian Lian "Xian er, aku akan panik jika tidak melihatmu..." Xian Lian membalas pelukan Xing "selesaikan pengontrol itu, kau bisa melihatku..." Xing melerai pelukan, menatap intens Xian Lian dan mengangguk.


          Alu berlari masuk ke ruang kerja Xing "Wang Jun..." terlihat sangat panik. Xing langsung menatap dingin Alu "katakan..." "1mil dari gerbang Ibukota, prajurit Sekte Mohang berkumpul. Mereka..." Alu tidak tahu bagaimana menjelaskannya.

__ADS_1


          "Wang Jun..." Tabib Yin menerobos masuk, Xing langsung berdiri "niang niang ke gerbang Ibukota..." Tabib Yin langsung melapor. Xing menatap tajam Tabib Yin, melangkah keluar istana.


          Xian Lian berpakaian pria, menatap tajam ke depan. Xing langsung menariknya "kenapa pergi sendiri ?" "Bukankah aku sudah menyuruh Tabib Yin memberitahumu !" Xian Lian membela diri.


          Xing menggeleng "selanjutnya, apapun yang terjadi, kau harus menemuiku dan mengajakku bersama. Jangan pergi sendiri !" Xian Lian membesarkan matanya "ooo..." Xing merengek "Xian er...".


          Xian Lian cekikikan "baik... baik... Wang Jun-ku yang tampan... sekarang, lepaskan aku... nanti kau akan terkena gosip penyuka sesama jenis lagi hihihi" menggoda Xing. Xing merajuk "ah Zhen tidak peduli... Zhen memeluk Huang Hou sendiri..." Xian Lian tertawa.


           Xing menutup mata, merasakan kehadiran Xian Lian dalam pelukannya 'kenapa aku berdebar-debar ? Ini bukan perasaan terpesona tapi rasa cemas... apa yang akan terjadi ? Aku harus secepatnya menemukan pengontrol itu dan kembali ke Xian er...' bertekad.


          "Tutup gerbang kota..." Xian Lian melerai pelukan Xing. Prajurit segera siap siaga, membuat barikade pertahanan di luar gerbang kota. Xing merasakan Xian Lian yang bergetar di sisinya "Xian er... jangan takut, ada aku !" Xing memeluk Xian Lian.


          "Tidak... tidak... aku tidak mau..." Xian Lian menutup telinganya dan berteriak lirih "Xian er... Xian er... ada apa ?" Xing berusaha menenangkan Xian Lian "mereka... mereka memintaku membunuh mereka... Xing, aku tidak mau... aku tdiak bisa melakukannya..." menangis dengan kedua tangan memegang pakaian Xing.


          Xing tidak pernah melihat Xian Lian menangis, walau sesedih apapun, Xian Lian selalu tegar. Ini pertama kalinya, Xing melihat air mata jatuh dari mata cantik itu. Xing merasa sakit hati "Xian er, jangan menangis... Xian er, mereka ingin pelepasan... daripada dikontrol dan melakukan kejahatan, mereka lebih memilih pelepasan..."


          Xian Lian menggeleng "aku akan berusaha menyelamatkan mereka... aku... aku tidak mau usaha selama ini sia-sia... mereka masih memiliki keluarga yang menunggu mereka..." Xing mengusap punggung Xian Lian "baik, Xian er bisa berusaha... pelepasan yang mereka minta akan menjadi jalan terakhir, bagaimana ?" menenangkan Xian Lian.


          Xian Lian menatap Xing sesaat dan mengangguk. Xian Lian menatap tajam ke arah Sekte Mohang "kalian salah memilih lawan... aku paling benci penindasan..." seiring dengan kata-kata Xian Lian keluar, aura di sekitar mereka berubah.

__ADS_1


          Kasim Lu menelan ludah 'aura ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Nampaknya emosi niang niang memuncak' semua prajurit di bawah juga merinding, merasakan suhu yang merendah dan aura mencekam dari atas gerbang. Para prajurit menoleh ke atas, melihat wajah Xian Lian yang menyeramkan.


          Xian Lian menarik pedang dari pinggangnya "Tabib Yin bersiaplah ! Aku akan melampiaskan amarah sesaat" terbang ke atas. Tabib Yin segera bersiap-siap bersama beberapa prajurit dan dayang yang sudah dilatih.


          Xian Lian turun di hadapan Sekte Mohang dengan hentakan keras, menghentikan semua langkah para hewan. Semua menelan ludah dan berkeringat dingin, bisa merasakan amarah Xian Lian "niang niang..." Achang dan beberapa prajurit berguman kecil.


          Xian Lian mengacungkan pedangnya "bebaskan mereka !" dingin dan mencekam. "Hahaha... kau satu gadis kecil mau melawan kami hahahaha... mereka sudah tunduk pada kami, hanya bisa menjadi pion kami..." salah satu pengendara singa berguman dengan sombong.


          Mata Xian Lian berkilau "maka bersiaplah untuk mati !" Pedang tipis melayang dari tangan Xian Lian, langsung menebas kepala si pengendara singa. Semua ternganga melihatnya.


          "Wang Jun, amarah niang niang sangat mengerikan..." Kasim Lu berguman di sisi Xing. Xing mengendarkan pandangan, mencari pengontrol sebenarnya. "Wang Jun, semua sudah siap di tiap sisi..." Tabib Yin melapor "baik, lindungi Xian er..." Xing memberi perintah tegas.


          Peperangan segera terjadi, Xian Lian di paling depan dengan Xing yang langsung menyusulnya. Xing bersama Achang dan 2 Jenderal lainnya menerobos jalan Sekte Mohang, mencari  Sang Pengontrol. Xian Lian melampiaskan kekesalannya dan memisahkan para hewan dari Sekte Mohang.


          Banyak gerobak yang berlalu lalang dengan hewan-hewan yang terjaring di atasnya. Tabib Yin juga masuk ke arena peperangan, berada di belakang Xian Lian. Selain bertarung, Xian Lian, Tabib Yin dan beberapa lainnya menuangkan sesuatu ke para hewan.


          "Niang niang, pengaruhnya terlalu kuat, tidak sama yang sebelum-sebelumnya" Tabib Yin melaporkan. Xian Lian segera mundur, memeriksa sendiri beberapa hewan. Pekerjaan Xian Lian tidak berjalan mulus, selalu ada yang mengganggunya.


         

__ADS_1


__ADS_2