Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 11 - Serangan


__ADS_3

        “Nah kalau begitu, bagaimana jika aku yang bergantung padamu…” Xing menggoda Xian


Lian dengan memegang tangannya “iuh… jauh-jauh dariku… kenapa kau semakin


menjijikkan ?” Xian Lian menghempaskan tangan Xing dan menjauh darinya, membuat


keempat pria tertawa terbahak-bahak.


        Xing menghela nafas dan kembali berbaring “huh Lian, bisa bersantai seperti ini,


sungguh sangat menyenangkan…” Xian Lian mengangguk “memang sangat menyenangkan…


Huh… jika saja ada kunang-kunang, pasti akan lebih menyenangkan…” berbaring dan


menatap langit berbintang.


        “Tuan Lian, hidup anda sangat nyaman… Bisa menikmati keindahan alam seperti ini,


mengingatkan kembali keindahan dunia ini…” Achang berguman. “Achang shushu,


kalian juga bisa… Segala masalah akan teratasi saat fikiran tenang. Haih…


kalian ini para pria dewasa, terlalu serius. Jika ada masalah, hanya fokus


melihat lembar laporan, kitab, maupun wajah satu sama lain. Memangnya jawaban


persoalan kalian, bisa tiba-tiba muncul di wajah orang atau di atas perkamen-perkamen


itu ?” Xian Lian berkata acuh tak acuh, tapi keempatnya dibuat tercengang.


        “Lian, bagaimana denganmu ?” Xing bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi “Aku ?


Aku suka berpetualang ke alam, apalagi jika memiliki beban fikiran. Terkadang jawaban


yang dicari akan muncul begitu saja, tidak perlu membebani diri dengan


melakukan hal yang tidak berguna” Xian Lian menjawab spontan.


        Ketiga pengikut saling melihat dengan senyuman di wajah mereka “Tuan Lian, tinggallah


di Istana, kami bisa menemani anda…” Achang berguman. Xian Lian menggeleng “Aku


hanya di Istana untuk bersenang-senang, apa yang perlu kulakukan di Istana


itu”.


        “Ehm Tuan Lian, bukankah Istana memiliki pemandangan indah ?” Kasim Lu berusaha


membujuk. Xian Lian mengangguk “memang indah… tapi seindah-indahnya Istana,


pemandangan seperti ini jauh lebih indah…” memberikan senyuman manisnya.


        “Huh… entah gadis mana yang berhasil mendapatkan anda, akan sangat beruntung !” Alu


berguman dengan senyuman. Xian Lian tertawa “hahaha… Alu shushu, kau sangat


berlebihan… Aku tidak berencana memiliki atau menjadi milik seseorang hahaha…


Aku menyukai hidup bebasku… Kalian suka terikat maka terikat saja… hahaha…”.


        Kata-kata candaan yang diucapkan Xian Lian, membuat keempatnya berfikir dan menggeleng. “Jika


seperti itu, nikmatilah Istana lebih lama Tuan Lian…” Kasim Lu membantu Xing


mengutarakan niatnya. Kata-katanya mendapat anggukan dari kedua pria “iya Tuan


Lian, jangan pergi, kami akan merasa sangat kehilangan…” cemberut.

__ADS_1


        Xian Lian memainkan wajahnya “Haih… bukankah kalian para pria perkasa, kenapa jadi


cengeng seperti ini ?” menggoda kedua prajurit “hoam… ah berbicara dengan


kalian membuatku ngantuk… aku mau tidur…” berbalik dan menutup mata.


        Xian Lian memutuskan untuk pergi, setelah mengetahui identitas Xing. Xian Lian yang


tidak memiliki pengalaman cinta sama sekali, merasa bingung mau melakukan apa


untuk membantu Ming Jie Xing Jun.


        Selama mengenal Xing, Xian Lian tidak pernah melihat wanita yang dekat dengannya.


Aksesnya dalam Istana juga hanya terbatas pada Istana Xing. Melihat salah satu


Putri Istana, Song Lan Hua, Xian Lian merasa ngeri sendiri.


        Jika seorang putri saja bisa seperti Song Lan Hua yang begitu menakutkan bagi Xian


Lian, bagaimana para wanita lainnya. Xian Lian tidak bisa membayangkan,


bagaimana menakutkannya para selir Xing.


        Xian Lian tidak mau identitasnya sebagai seorang gadis diketahui lainnya. Jika tetap


di Istana, maka bukan mencarikan Cinta Sejati untuk Xing, melainkan dia lah


yang bakal kewalahan sendiri.


        Xing yang tidak menyukai wanita, sementara Xian Lian yang ingin mencarikan Xing


wanita. Dari sisi manapun difikirkan, yang ada Xian Lian lah yang bakal


kerepotan. Sementara Xian Lian paling tidak suka kerepotan.


tidak akan mampu menahanmu ? Kenapa dadaku sangat sakit mendengar kata-katanya.


Aku awalnya hanya ingin menganggapnya sebagai adik, tapi kenapa perasaanku jadi


seperti ini ? Apakah aku tidak tertarik pada gadis, melainkan pada pemuda kecil


ini ?” bingung dengan perasaannya sendiri.


        “Wang Jun, Tuan Lian benar-benar seorang pria murni. Sayang beliau tidak memiliki


ambisi, benar-benar seorang petualang” Kasim Lu berguman “yah mendengar


kata-katanya… Aku ingin terus melihat Tuan Lian yang seperti ini… Ada pemuda


seperti Tuan Lian di zaman sekarang ini, sungguh sebuah penemuan yang sangat


langka…” Achang pun ikut berguman.


        “Adalah keberuntunganku bertemu dengannya…” Xing ikut berguman “Wang Jun, apa malam


ini…” Kasim Lu bertanya karena tidak melihat tanda-tanda Xing mau kembali ke


Istana. Xing mengangguk “disini saja ! Lian suka disini…” membuka jubah luarnya


dan menyelimuti Xian Lian.


        Achang melihat perhatian Xing pada Xian Lian ‘jika saja Tuan Lian seorang gadis, pasti


akan sangat serasi berpasangan dengan Wang Jun…’ saling bertatapan dengan Alu,


tercipta pemikiran yang sama diantara mereka, tersenyum dan menggelengkan

__ADS_1


kepala.


        Kasim Lu menghela nafas ‘Tuan Lian memang pemuda yang baik, tapi Tuan Lian bukanlah


seorang gadis. Wang Jun sudah lama membenci wanita. Disaat seperti ini muncul


Tuan Lian yang sempurna seperti ini. Wang Jun tertarik pada Tuan Lian adalah


hal yang wajar. Tapi bagaimanapun mereka berdua adalah pria. Ini bagaimana


baiknya ?” sakit kepala memikirkan jodoh Xing.


        Keesokan subuhnya, mereka di serang musuh dari Sekte Mohang “lindungi Wang Jun…” Achang


berteriak “Tuan Lian, olong bawa Wang Jun pergi…” Alu menahan tangan Xian Lian


yang mau ikut bertarung.


        Xian Lian melihat situasi “tidak… Wang Jun kalian… kalianlah yang harus


melindunginya… pergi dari sini…” masuk ke dalam pertarungan, menyelamatkan


Achang “pergi dari sini !” “tidak Lian…” Xing mau ikut bertarung, mendapat


pukulan Xian Lian dan jatuh tidak sadarkan diri “pergi…” Xian Lian menghentak


ketiga pria yang tercengang dengan aksinya.


        Ketiganya menghormat “terima kasih Tuan Lian…” segera membawa Xing pergi dari tempat


pertarungan. Xian Lian bertarung dengan 8 utusan Sekte Mohang dan berhasil


menang. Xian Lian mengalami banyak luka, walau memenangkan pertarungan. Yang


paling parah, Xian Lian terkena sabetan pedang dan satu anak panah yang


menembus bahu kanannya.


        Setelah memenangkan pertarungan, Xian Lian pergi dari lokasi, mencari tempat untuk


mengobati dirinya sendiri. Xing tersadar di Istana, marah dengan laporan dari


Kasim Lu. Xing segera keluar Istana, mencari keberadaan Xian Lian. Mereka


menemukan ke-8 mayat Sekte Mohang di lokasi pertarungan.


        Xing mencari kesana kemari “Lian, dimana kau ?” para prajurit juga dikerahkan


mencari Xian Lian. “Tuan, ada bekas darah disini !” Alu memegang sebuah daun


yang memiliki bekas darah. Xing segera mengamatinya “Lian… cepat cari, Lian


pasti terluka… harus menemukannya…” Xing memberi perintah dingin.


        3 hari pencarian, tidak mendapat hasil. Disaat Xing hampir putus asa, kembali ke


danau pertemuan pertama mereka. Xing akan berbalik dan kembali ke Istana,


tiba-tiba terhenti dan berbalik kembali ke arah danau.


        Air danau yang jernih, membawa sedikit warna darah dari bebatuan. Xing melihat


bebatuan dan langsung turun ke danau, menemukan sebuah gua sempit di belakang


bebatuan. Dengan susah payah, Xing masuk ke dalam gua, menemukan Xian Lian yang


sedang bernafas terengah-engah.

__ADS_1


__ADS_2