
Er Er berlutut "terima kasih atas pengorbananmu Ying, terimalah hormatku..." menundukkan kepala pada rajawali. Rajawali mengambil kembali bola putih dan menelannya. Petir menyambar turun, menyerang tubuh rajawali. Er Er dan siluman lain, berusaha mengalirkan energi mereka untuk membantu rajawali.
Disaat petir berhenti menyambar, rajawali Ying memuntahkan bola putih. Bola putih jatuh dan hancur diatas telur rajawali yang membatu. "nona..." semua terkejut akan hal yang terjadi.
Ying dan Er Er mengamati telur "jiwa nona terlalu lemah... sekarang hanya bisa mengharap keajaiban..." "Jiwa nona hancur, tidak akan dapat bertahan..." "bagaimana denganmu Ying ?" memeriksa luka rajawali Ying.
Semua mengerutkan kening "Ying, lukamu hilang..." Er Er terkejut. Rajawali Ying menitikkan air mata "nona membawa luka itu pergi..." semua siluman dan hewan menunduk, bersedih untuk Xian Lian.
"Sudahlah, ini sudah menjadi jalan nona... Sekarang, semua sudah terlepas dan memiliki kesempatan kedua." Siluman Lin berguman. Mata Rajawali Yin menajam "tidak, semua belum berakhir..."
"Apa yang mau kau lakukan Ying ? Kau sekarang pergi, hanya akan membuat usaha nona sia-sia !" Er Er memperingatkan. Ying menggeleng "saat ini, dia juga terluka. Aku akan melanjutkan pertapaan hingga tidak ada yang bisa mempengaruhiku lagi. Aku akan membalaskan dendam nona..." bertekad.
Ying memeluk telur batu "aku akan membawa pao pao. Apapun yang terjadi, tidak akan pernah melepaskannya lagi." Er Er mengangguk "kami juga akan melakukan hal yang sama. Hanya ini yang bisa kita lakukan untuk membalas budi nona. Tidak boleh membiarkannya melakukan kejahatan lagi" diikuti seruan persetujuan semua siluman dan hewan.
Beberapa hewan yang mempunyai dasar pertapaan, berpencar. Yang memiliki pemikiran berbeda dan tidak ingin ikut, berjalan bebas. Semua menikmati hidup bebas mereka, kesempatan kedua yang diberikan Xian Lian dengan mengorbankan nyawanya.
Sesuai dengan ucapan Ying, pengontrol Sekte Mohang mendapat luka yang cukup parah. "Brengsek, bagaimana gadis kecil itu bisa menemukanku ! Semua ikatan itu terlepas begitu saja, aku tidak terima ! Usahaku selama ini tidak boleh sia-sia. Aku masih memiliki kesempatan. Gadis itu sudah tiada, tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan mereka. Aku hanya oerlu memulihkan dan merampung semua kembali. Kali ini aku akan menguasai Hutan Liar itu hahaha..." Si pengontrol tertawa dengan pemikiran yang jahat.
__ADS_1
Dengan berakhirnya Sekte Mohang, ketenangan dan kedamaian di Fan Jian kembali. Masalah yang dirisaukan di Shen Jie hingga meminta Huang Jin Xing Shen Jun untuk kembali, hilang begitu saja.
Huang Jin Xing Shen Jun melihat dingin Ming Jie Xing Jun. Ming Jie Xing Jun tertunduk "jika seperti ini, Xian Lian seharusnya tidak perlu mengorbankan diri. Huh... takdir sungguh mempermainkan... Membuat seorang gadis cilik berkorban untuk suatu omong kosong." Kembali di landa penyesalan.
Tidak ada masalah di Shen Jie, Huang Jin Xing Shen Jun mengingat Tian Xing He. Huang Jin Xing Shen Jun mencari tempat yang asri dan membangunkan Tian Xing He, sesuai gambaran yang didapatnya dari Ming Jie Xing Jun.
Huang Jin Xing Shen Jun menikmati Tian Xing He yang dibangunnya "hmm... Xiao Xian Lian, ini adalah hadiah untukmu, semoga kau menyukainya !" Mengukir nama 'Tian Xing He' pada sebuah batu giok di dekat danau yang bisa bercahaya, saat terkena sinar atau pantulan cahaya.
Huang Jin Xing Shen Jun kembali ke Bao Yang Gong, istana Huang Jin Xing Shen Jun. Huang Jin Xing Shen Jun berada di ruang belajarnya, melihat sebuah lukisan dan menitikkan air mata. Lukisan seorang wanita cantik, yang tersenyum ceria, memeluk seekor rubah kecil.
"Xian er, sebelumnya, aku memakai kutukan hukuman kultivasi, untuk mengurangi rasa sakit ini. Tapi Ming Jie dan Tian Jun merusaknya, hingga mengorban nyawa seorang gadis tidak berdosa. Sekarang, aku tidak bisa melakukannya lagi, akan semakin banyak jatuh korban. Kau pasti akan kecewa padaku" Huang Jin Xing menceritakan keluh kesahnya pada lukisan.
Dalam lukisan adalah lukisan Caihong Xian Lian Shen Zun, kekasih Huang Jin Xing Shen Jun yang yuhua pada saat Perang Shen Mo. Belum ada yang menyadari adanya keterkaitan antara Shen Zun yang sudah yuhua dan dewi kecil yang baru saja yuhua.
Asal usul yang selalu menjadi pertanyaan, akan membuat mata semua terbuka. Satu-satunya yang akan mencurigai adalah Huang Jin Xing Shen Jun, tapi ini sudah cerita beberapa ribu tahun kemudian.
Disebabkan tidak memiliki keturunan, Kaisar Song Jin Xing digantikan Kaisar Song Hu Sin, adik tiri Song Jin Xing. Semenjak Kaisar Song Jin Xing wafat, terjadi perebutan kekuasaan dalam Kerajaan Song. Kerajaan Song yang sempat berada di puncak kekuasaan pada pemerintahan Song Jin Xing kacau oleh orang dalam.
__ADS_1
Lu Zhi mengundurkan diri, pulang ke kampung halaman, setelah Kaisar Song Jin Xing wafat. Tabib Yin, Achang, Alu dan beberapa prajurit, kecewa akan pemerintahan baru, bersama-sama mengundurkan diri. Ada yang menjaga hutan liar dan pulang kampung halaman.
Tabib Yin membawa ilmu yang di dapatnya dari Xian Lian, berkembang hingga menjadi tabib terkenal di Ibukota. Di akhir hidupnya, Tabib Yin mengabdikan diri merawat para hewan di Hutan Liar, tidak dapat melupakan Xian Lian.
Beberapa siluman, menembus batasnya, memperoleh pencerahan setelah bertapa ribuan tahun. Rajawali Ying bertapa di salah satu gua di Gunung Kunlun.
Semua mengatakan Gunung Kunlun adalah tempat bersatunya langit dan bumi. Rajawali Ying memilih tempat itu, mengharapkan mitos yang beredar benar adanya. Telur batu bisa menyerap energi langit dan bumi, kembali memiliki nafas kehidupan.
Dikatakan, langit tidak akan mengecewakan orang yang berusaha. Setelah pertapaan 1.000 tahun, Rajawali Ying mendapat hadiah yang luar biasa. Telur batu melunak, benih janin di dalamnya kembali berdetak.
Rajawali Ying yang sangat bahagia, melanjutkan pertapaannya sambil mengerami telur rajawalinya. 500 tahun kemudian, telur menetas dan seekor anak betina rajawali putih mungil keluar dari dalamnya "Bai Lian..." Rajawali Ying sangat bahagia.
Rajawali Ying memberinya nama 'Bai Lian', mengingat energi Xian Lian yang masuk ke telur batu. Tidak ada bukti keberadaan Xian Lian di tubuh Rajawali Bai Lian. Rajawali Ying sangat yakin, energi Xian Lian membantu kelahiran Rajawali Bai Lian.
Rajawali Ying masih mengkhawatirkan Rajawali Bai Lian, tetap berdiam di Gunung Kun Lun. Rajawali Bai Lian merupakan telur rajawali yang sudah berusia 3.000 tahun sebelum menetas. Rajawali Bai Lian sudah membawa energi murni saat lahir, sudah menembus pencerahan awal.
Rajawali Bai Lian sangat nakal. Semua penghuni Gunung Kun Lun sudah tahu keberadaan induk rajawali dan anaknya. Rajawali Bai Lian menjadi penghibur bagi penghuni Gunung Kun Lun, tapi tidak ada yang bisa menungganginya.
__ADS_1