
Er Er menggeleng "Bai Lian memilikinya, harusnya yang ditubuh kalian pun tidak menghilang" Ying memegang dadanya "jika energi itu masih ada, aku akan melindunginya dengan nyawaku. Nona sudah berusaha keras demiku, aku tidak akan membiarkan usaha nona sia-sia. Aku tidak akan tunduk, walau harus menghancurkan permataku" bertekad.
"Bagaimana dengan Bail Lian ? Bagaimana jika dia menggunakan Bai Lian untuk mengancammu ?" Er Er bertanya.
Ying tersenyum "jangan melihat tubuhnya yang kecil itu. Bai Lian lebih keras kepala dariku. Dari saat Bai Lian menetas, aku sudah memberitahu sejarah kehidupannya. Aku mengaku, aku akan lemah apalagi jika dia menggunakan Bai Lian. Tapi aku sangat yakin, Bai Lian tidak akan membiarkannya. Anak itu lahir dengan energi nona, membawa sifat keras kepala nona, tidak akan tunduk pada siapapun" menjelaskan.
"Aku sangat merindukan nona..." Hua er, istri Er Er berguman. "Hua er, kita semua merindukan nona. Demi nona, kita harus kuat" Er Er meyakinkan istrinya.
Lin tersenyum "aku sudah hidup cukup lama... Jika bukan karena nona, aku sudah lama tiada... Nyawaku ini adalah pemberian nona"
Ying berdehem "walau kita berfikiran seperti itu, belum tentu lainnya sepemikiran. Kita harus memikirkan tempat yang aman bagi lainnya" "tempat teraman, bukannya disini !" Hua er bertanya dengan keyakinannya.
Er Er melihat kawanan hewan-hewan yang berlarian di sekeliling mereka "apakah kedamaian selama ini sudah tidak dapat di pertahankan ?" bersedih.
"Sungguh merindukan nona... Sifat keras kepala dan patriotiknya itu, tidak akan memiliki keraguan." Lin berguman "hahaha jangan mengatakan memiliki, dia bahkan tidak mengetahui apa itu keraguan hahaha..." Er Er tertawa.
"Yah... awalnya sangat menjengkelkan... mengira gadis kecil itu berpura-pura dengan kepolosannya. Mana ada seorang dewi yang begitu bodoh ! bahkan hal mendasar saja tidak tahu..." Lin berceloteh.
"Hahaha... kau bahkan tidak bisa membayangkan pertemuan pertama kami ! Aku saat itu bahkan curiga sedang mengawasi orang yang salah. Hei apa kalian tahu ! Wang Jun melamarnya, sedangkan nona bahkan tidak tahu apap itu suka apalagi cinta. Bisakah kalian bayangkan, bagaimana dia bertumbuh selama itu ! hahaha..." Siluman lainnya ikut bercerita.
__ADS_1
"Yah nona sangat polos... nona hanya berusaha bertahan di tengah kekejaman hidup yang dijalaninya. Segala hal tentang perasaan maupun hubungan perasaan, tidak pernah ada dalam pemikiran nona" Lin berguman dengan senyum lembut.
"Gadis itu adalah gadis teraneh yang pernah kutemui. Aku bahkan merasa gadis itu datang dari Dunia lain. Kemurnian dan kekuatan nona yang membuatnya ketakutan sekaligus terobsesi. Nona tidak terbaca bahkan aku sekalipun" Ying berguman dengan senyuman tipis.
"Dalam hidup ini, bisa mengenal nona, adalah keberuntunganku..." Lin berguman "yah... nona adalah bintang keberuntungan kita semua !" Er Er ikut tersenyum.
"Niang Qin..." Bai Lian berlari dan memeluk Ying "Bai Lian sudah kembali... Ayo, beri salam pada teman-teman Niang Qin..." Ying tersenyum lembut, memperkenalkan Bai Lian pada lainnya.
"Ying, anak ini..." Lin tercengang. Ying tersenyum dan menggeleng, Lin menghela nafas "ehm Ayi, kenapa wajah anda seperti itu ? Apa tidak suka bertemu Bai Lian ?" Bai Lian ikut bersedih.
Lin menggeleng "Ayi hanya teringat pada kenalan lama..." Bai Lian membesarkan matanya "Apakah kenalan itu Nona Xian Lian ?" Lin mengangguk. Bai Lian tersenyum "suatu saat, Bai Lian akan menjadi seperti Nona Xian Lian, yang melindungi semua hewan dan siluman" berbicara mantap.
Selama beberapa waktu ke depan, Er Er dan para tetua lainnya di Hutan Liar berunding, mencari tempat teraman. Bagi mereka yang tidak mau ikut serta dan tidak mau berlindung di Hutan Liar, dipersilahkan melalui jalan mereka sendiri.
Kejadian-kejadian kehilangan mulai terdengar sampai ke Hutan Liar. Beberapa hewan yang meminta pertolongan, tidak dapat masuk ke Hutan Liar. Pelindung Da Pei Di Jun masih berfungsi, tidak mengijinkan makhluk yang tidak bebas masuk ke Hutan Liar.
Lin dan Ying keluar untuk memantau situasi, mengikuti hewan yang tertolak masuk. Seekor ular yang terluka, merayap kesana kemari 'tolong... tolong... ampuni aku... tolong...' berdesis terus menerus.
'argh... tidak tidak, aku sudah berusaha... tidak...' setelah desisan melengking, ular itu mati begitu saja. Ying dan Lin terkejut melihatnya dari ketinggian.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah serangan menyerang mereka. Ying dan Lin terpental dan terjatuh dari ketinggian. Ying dan Lin yang berwujud burung, mendapat luka di paruh masing-masing.
"hahaha... tidak menyangka kalian masih hidup... tampaknya kekuatan kalian bertambah ! sangat baik, kekuatan kalian akan sangat berguna untukku..." terdengar suara di benak Ying dan Lin.
Ying dan Lin mencari asal suara, takut kesadaran dan tubuh mereka kembali di kuasai. "Sialan, ada apa ini ?" terdengar suara umpatan di benak Ying dan Lin "argh..." terdengar teriakan, yang kali ini bukan lagi di benak mereka tapi teriakan melengking yang bisa di dengar semua.
"Nona..." Ying dan Lin segera memahami situasi dan memegang dada masing-masing. "Sialan gadis itu, sudah mati saja masih menggangguku. Kalian jangan senang dulu, aku pastikan kekuatan kaian akan menjadi milikku" terlihat serangan lain meluncur ke arah Ying dan Lin.
Ying dan Lin segera melawan, tapi karena luka mereka, membuat pergerakan mereka melambat dan terbatas. Ying dan Lin kembali terkena serangan dan menambah luka di tubuh mereka.
"Hahaha... kalian bukanlah lawanku..." pemilik suara sekali lagi meluncurkan serangan untuk menguasai Ying dan Lin. Tepat saat serangan akan mengenai Ying dan Lin, sebuah pelindung muncul dari tubuh mereka masing-masing "Nona...".
Mengetahui mereka tidak dapat menang melawan makhluk itu, segera melarikan diri kembali ke Hutan Liar. "Niang Qin, apa yang terjadi padamu ?" Bai Lian segera ke sisi Ying yang terluka parah.
Ying dan Lin langsung jatuh tidak sadarkan diri. Melihat kondisi Ying, Bai Lian tidak terima. Bai Lian lari dan keluar dari Hutan Liar, ingin membalaskan dendam Ying.
"Xi Xi, cepat cari Bai Lian... Jika sampai makhluk itu menemukannya, akan sangat berbahaya..." Er Er segera memerintah, begitu menyadari Bai Lian yang menghilang.
Bai Lian menemukan ular yang mati. Bai Lian ngos-ngosan karena berlari 'Nona Xian Lian, jika energimu benar ada di dalam diriku, maka bantu aku membalas dendam Niang Qin. Nyawaku akan kuserahkan pada anda' bertekad.
__ADS_1
Sebuah serangan datang, langsung menyerang Bai Lian. Bai Lian berdiri tegap, tidak gentar "Nona Xian Lian, bantu aku..." berteriak dengan keras. Bai Lian memajukan kedua tangannya untuk menjadi tameng dan menunduk, menutup mata.