Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 25 - Mencari ajaran tambahan


__ADS_3

Xian Lian menunduk 'Xing belum menemukan cinta sejatinya. Bagaimana baiknya ? Tapi aku juga masih tidak mau meninggalkan sini. Aku tidak akan tenang sebelum masalah Sekte Mohang teratasi' berfikir.


          Xian Lian mengangkat kepala, menatap Xing "Xing, aku tidak tahu apa itu suka ataupun cinta sejati. Aku bisa menyetujui permintaanmu untuk menjadi Huang Hou, tapi semua hanya akan menjadi status semata." kata-kata Xian Lian membuat Xing berbinar.


          Xing tidak peduli apapun alasan di belakangnya, yang penting Xian Lian mau bersamanya. Segala sesuatunya bisa dibicarakan nanti, tapi saat ini yang penting, bisa memastikan Xian Lian berada di sisinya.


          Xian Lian melanjutkan kata-katanya "aku akan menjadi Huang Hou-mu sampai kau menemukan cinta sejatimu" Xing mengangguk 'Xian Lian, kaulah cinta sejatiku' membatin "sesuai dengan kata-katamu, setelah menjadi Huang Hou, aku akan bebas melakukan apapun di Kerajaan Song, tidak akan ada yang menghalangiku" Xing mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.


          Xian Lian menghela nafas "baiklah... kapan aku bisa menemui Sekte Mohang ?" Xing tersenyum 'Xian Lian menyetujuiku karena Sekte Mohang, tapi apapun itu yang penting Xian Lian sudah setuju' "Xian Lian, tidak terburu-buru, kau masih terluka. Aku akan mengatur pernikahan kita segera. Setelah kau memiliki status Huang Hou, kau bisa bertemu Sekte Mohang".


          Xian Lian mengangguk "baiklah..." Xing memeluk Xian Lian "tapi Xian Lian, seperti sebelumnya... aku ingin ada di sisimu, di setiap langkahmu... jangan meninggalkanku lagi..." Xian Lian mengerutkan kening.


          Tidak mendengarkan jawaban Xian Lian, Xing menambahkan "Xian Lian, mulai dari saat kau menyetujuiku, kita adalah suami istri. Suami istri harus melakukan segalanya bersama, berbagi suka dan duka bersama. Aku ingin selalu bersamamu, tidak sendirian berada dalam kecemasan dan ketakutan".


          Xian Lian membuka mata besarnya "suami istri ? selalu bersama ?" Xing mengangguk dan melerai pelukan "ini adalah salah satu arti pernikahan..." Xian Lian memainkan wajahnya "arti pernikahan ?" Xing mengangguk "baiklah, aku akan mencobanya" Xian Lian hanya mengatakan mencobanya karena tidak memahami arti pernikahan.


          'Asalkan Xian Lian mau mencobanya, aku yakin suatu saat akan mengerti' Xing tersenyum, membelai kepala Xian Lian "baik, terima kasih Xian Lian..." Xian Lian memberikan senyuman manisnya.


          Xing tidak menunda waktu, segera mengumpulkan para menteri dan membahas pernikahannya dan upacara penobatan Huang Hou. Xing tidak mau Xian Lian tiba-tiba berubah fikiran dan membatalkan niatnya.

__ADS_1


          Sementara Sekte Mohang yang juga menunggu kemunculan Xian Lian, terus mengamati pergerakan Xing. Sekte Mohang belummengetahui berita kembalinya Xian Lian, karena Xing sudah menutup semua akses ke Xian Lian.


          Dengan alasan merawat luka, Xing meminta Xian Lian tidak keluar ruangan beberapa hari, sampai hari pernikahan tiba. Untuk mencegah Xian Lian keluar, Xing mengatur tabib perempuan, yang senantiasa berada di sisi Xian Lian.


          Xian Lian tidak rewel, karena merasa tubuhnya yang lemah. Sepanjang hari, Xian Lian menghabiskan waktu dengan bermeditasi, menyeimbangkan auranya sendiri. Xian Lian mencoba kemampuannya yang baru di sekitar Istana Xing.


          Melalui kesadarannya, Xian Lian mengetahui Istana Xing yang sedang diawasi. Menggunakan kemampuan Dewi, Xian Lian menghalau semua penguntit yang berada di luar ruangan. Xian Lian menghilangkan diri, keluar ruangan dan mengamati beberapa penguntit.


          Xian Lian mencari kebenaran dari kata-kata Siluman Er Er. Xian Lian membawa 2 ekor burung kembali ke ruangannya. Sebelum menampakkan diri, Xian Lian mengambil kesadaran kedua burung yang dibawanya.


          Xian Lian memeriksa kedua burung dengan teliti. Fisik kedua burung menunjukkan hal yang sama. Didalam paruh kedua burung, terdapat sebuah benda kecil asing. Xian Lian membedah burung dan menemukan seekor cacing kecil berwarna hijau.


          Cacing kecil yang berada di tubuh kedua burung sebelumnya, menanamkan larva-larvanya di berbagai tempat termasuk otak dan beberapa nadi yang bisa mengontrol gerak burung. Burung-burung ini terlihat baik-baik saja diluar, sebenarnya sudah sekarat di dalamnya.


           Xing masuk ke ruangan Xian Lian dan terkejut melihat kedua burung dan tangan Xian Lian yang berdarah "Xian Lian, kau terluka !" Xian Lian menggeleng "ini darah burung..." Xing mengangguk "apa yang kau lakukan ?"


          Xian Lian menunjukkan cacing yang disimpan dalam sebuah botol "Mereka bukan memberi kesetiaannya, tapi dipaksa melakukan hal yang tidak mereka inginkan. Cacing-cacing ini menanamkan larvanya untuk mengontrol gerak-gerik para hewan ini" menjelaskan tanpa melihat Xing.


          Xian Lian mengamati kedua burung "Xing, tolong panggilkan Tabib Yin !" Xing melirik Kasim Lu yang langsung keluar dan memanggil Tabib Yin "Wang Jun, dianxia..." memberi hormat.

__ADS_1


          Xian Lian sedang mencuci tangannya dalam diam, memikirkan cara terbaik untuk membebaskan para hewan dan kontrol penjahat sebenarnya. Xian Lian berbalik melihat Tabib Yin yang sudah menunggunya "Tabib Yin, apa kau tahu komposisi obat cacing untuk hewan ?"


          Tabib Yin mengerutkan kening "dianxia, dulu pernah ada wabah cacingan di Dusun Bedang. Menggunakan duri landak dan air kelapa untuk membersihkan. Ada apa dianxia ?" Tidak bisa menyembunyikan antusias dalam suaranya.


          Tabib Yin sudah mendengar desas-desus mengenai Xian Lian dan sangat penasaran pada Lian dianxia satu ini. Selama beberapa hari menjaga Xian Lian, Tabib Yin menemukan beberapa luka yang pulih secara misterius.


          Sebagai seorang Tabib, Tabib Yin sangat antusias akan segala metode pengobatan baru. Xian Lian mengajarkan Tabib Yin untuk membuat obat yang bisa memiliki khasiat menyembuhkan nadi terluka.


          Tabib Yin sangat berterima kasih akan pengetahuan baru yang didapatkannya. Tabib Yin berharap bisa mendapatkan hal lain dari Xian Lian. Mendengar pertanyaan Xian Lian, Tabib Yin melihat peluang baru untuknya.


          Xian Lian memainkan wajahnya "hmm... cara kalian primitif sekali..." Tabib Yin melihat Xian Lian dengan tatapan berbinar "Lian dianxia, apa ada cara lainnya ?" Xing tidak suka melihat antusiasme dalam diri Tabib Yin.


          Xian Lian tersenyum usil "jika aku mengajarimu, apa yang kudapatkan ?" Tabib Yin tidak mundur "apa yang Lian dianxia inginkan ?" Tabib Yin memiliki sifat yang ambisius, tapi sejauh ini masih berada di jalur pengobatan.


          Xian Lian tersenyum usil "Xian Lian..." Xing memanggil, sekaligus menjadi peringatan. Xian Lian cekikikan "hihihi... Tabib Yin, jika aku mengatakannya, apa anda yakin bisa melakukannya ?"


Tabib Yin mengangguk "dianxia, aku akan berusaha memenuhi permintaan anda..." Xian Lian mengangguk "sangat baik..." menatap Kasim Lu dan memberi kode kearah pintu. Kasim Lu segera berjalan perlahan ke arah pintu, menemukan beberapa dayang yang mencuri dengar diluar.


          Xian Lian cekikikan pada Tabib Yin "Tabib Yin, aku tidak meminta banyak, hanya bawakan beberapa duri landak yang panjang 50cm, bisakah ?" "Baik dianxia, akan segera kubawakan..." Tabib Yin langsung mengiyakan.

__ADS_1


__ADS_2