
Xian Lian memaksa kembali ke Hutan Liar, meninggalkan Xing selama 3 bulan. Xing uring-uringan di Istana "sudah mengatakan akan melalui semua bersama, kenapa meninggalkanku lagi !" mengeluarkan kekesalannya pada tiga pria di hadapannya.
Achang sangat berharap Huang Hou niang niang mereka kembali secepatnya. Selama tidak ada Xian Lian, Xing seperti singa yang siap menerkam. Para menteri berulang kali menerima amarah Xing, membuat semua bergidik ketakutan.
"Jenderal, apa tidak ada cara menerobos ke dalam hutan ?" Kasim Lu bertanya. Achang dan Alu menggeleng "Hutan itu seperti hidup, semua jalan masuk di penuhi pepohonan dengan duri-duri yang menjadi pagar penghalang".
"Jika aku tidak salah menebak, niang niang pasti baik-baik saja. Hutan liar itu menutup akses untuk melindungi niang niang." Alu berguman.
Xian Lian melatih diri dalam Hutan Liar, bersama para siluman dan binatang buas. Xian Lian diterima dengan baik, terutama setelah menyelamatkan salah satu keluarga siluman yang ditindas Sekte Mohang.
Semua hewan yang berhasil di selamatkan Xian Lian, dibawa ke hutan liar. Ada beberapa yang menemukan dan berkumpul kembali bersama keluarga mereka di hutan liar. Semua hal ini, membuat Xian Lian di hormati dan di terima di Hutan Liar.
Walau energi spiritualnya minim, Xian Lian tidak pernah berhenti menyelamatkan para hewan dari Sekte Mohang. Berkat bantuan Hutan Liar, Xian Lian bisa mendapatkan keinginannya 'terbang' baik dengan maupun tanpa burung pembantu.
Sementara di Sekte Mohang, merasa semakin terpojok dengan keberadaan Xian Lian. Sekte Mohang mulai merencanakan penyerangan besar-besaran ke Kerajaan Song.
Tabib Yin juga tidak dapat ikut bersama Xian Lian, hanya bisa menunggu di Istana. Xian Lian tetap mandiri, melakukan segala keinginannya sendiri, tidak menginginkan bantuan lainnya.
Xian Lian kembali dengan senyum cerianya, telah berhasil mendapat keinginannya. Berbeda dengan sebelumnya, Xing tidak berlari memeluknya, melainkan melihatnya dari atas tangga Istana.
Hal ini membuat semua tidak mengerti, melihat Xing dan Xian Lian secara bergantian. Xian Lian tersenyum manis, berhenti di anak tangga yang pertama. Xian Lian merentangkan kedua tangannya dan menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, untuk melemaskan.
__ADS_1
Sesaat kemudian, terasa semilir angin yang bergerak di sekitar istana. Perlahan, tubuh Xian Lian terangkat. Semilir angin menerbangkan Xian Lian sesuai dengan keinginannya. Xian Lian terbang naik, berdiri di sisi Xing, memainkan wajahnya yang usil.
Wajah Xing berubah cemberut dan membuang mukanya, tidak mau melihat Xian Lian. Lainnya membuka mulut lebar, tercengang mulai saat Xian Lian terbang hingga sikap penolakan Xing.
Xing sangat merindukan Xian Lian, tapi juga kesal Xian Lian tidak mau mengajaknya bersama. Xian Lian memainkan wajahnya, mengikuti arah wajah Xing dan berdiri lagi di hadapannya. Xing hanya melirik dan membuang mukanya ke arah yang berbeda lagi.
Xian Lian melihat wajah cemberut Xing "ada apa ? Apa ada yang menindasmu ?" bertanya dengan polosnya. Xing hanya melirik dengan wajah cemberutnya tapi masih tidak mau melihat Xian Lian.
Xian Lian mengerutkan kening "Kasim Lu, siapa yang menindas Xing ?" bertanya, belum memahami situasi "Apa kau menindas Xing ?" Xian Lian menatap Kasim Lu dengan wajah garangnya.
Kasim Lu langsung menggeleng "niang niang, hamba tidak menindas Wang Jun... ini fitnah..." Xian Lian beralih melihat lainnya, yang sama juga menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Niang niang, anda sudah kembali..." Tabib Yin berlari menghampiri, telat mendengar kabar. Xian Lian melihat Tabib Yin, kemudian melihat Xing "Tabib Yin, kenapa kau menindas Xing ?" Tabib Yin ke hadapan Xian Lian, terkejut mendapat tuduhan tidak beralasan Xian Lian.
Tabib Yin menatap Xian Lian "niang niang, kapan aku menindas Wang Jun ?" "Aaaa... juga bukan kau... jadi kenapa Xing seperti ini ?" Xian Lian semakin kebingungan.
Tabib Yin segera membaca situasi "niang niang, Wang Jun bersedih, anda bujuk saja..." menyarankan "bujuk ? Bagaimana membujuknya ?" Xian Lian bertanya dengan polosnya, membuat semua membuang muka, menahan tawa.
"Niang niang, Wang Jun sangat mudah di bujuk. Anda peluk dan cium saja, Wang Jun pasti dengan cepat tersenyum" Tabib Yin berbisik di telinga Xian Lian "Apa peluk dan cium sudah bisa ?" Xian Lian kembali bertanya.
Tabib Yin memainkan wajahnya, yang hampir tidak dapat menahan tawa dan mengangguk. Xian Lian menatap Xing, maju memeluk dan mengecup singkat bibir Xing, langsung melepasnya.
__ADS_1
Xing masih berusaha mempertahankan wajah cemberutnya, walaupun dari mendengarkan pertanyaan-pertanyaan polos Xian Lian, sudah hampir tidak dapat menahan tawanya. Walau wajah cemberut, tapi sudut bibir Xing sedikit naik membentuk senyuman, yang tidak disadari Xian Lian.
Xian Lian melihat dan mengamati wajah Xing "Xing tidak tersenyum !" Bertanya pada Tabib Yin yang menutup mulutnya "ehm niang niang, anda terlalu singkat melakukannya !" "Aaa..." Xian Lian terbengong.
Kasim Lu memperagakan memeluk Xing dari belakangnya "Kasim Lu, ada apa denganmu ? Apa tanganmu sakit ?" Semua tertawa dengan pertanyaan polos Xian Lian.
Xian Lian melihat semua yang tertawa "kalian bisa tertawa, Xing tidak tertawa..." memijat-mijat belakang lehernya. Xing langsung melirik Tabib Yin yang sigap memeriksa Xian Lian "niang niang, anda mengurus..."
Xian Lian mengangguk "beberapa saat ini pencernaanku kurang baik..." menjawab spontan tanpa melihat Tabib Yin. Xing langsung menatap tajam Tabib Yin "niang niang, anda sudah melewatkan berapa kali makan ?"
Xian Lian menggeleng "aku tidak tahu... mungkin beberapa kali..." "niang niang, anda tidak bisa seperti ini... tubuh anda ini sedang dalam masa pertumbuhan" Tabib Yin menggerutu.
Xian Lian mengerutkan kening "Tabib Yin Da Ren, dimana anda melihat petapa berhenti untuk makan ?" Bertanya dengan kedua mata besarnya. Tabib Yin tercengang "niang niang, anda memaksa diri anda lagi ?" kembali memeriksa Xian Lian.
Xian Lian mendelik "aku tidak memaksa diriku ?" Bingung dengan kata-kata Tabib Yin. "Huh entah kenapa, akhir-akhir ini ada yang menyelinap masuk ke Hutan Liar. Tapi dengan seperti itu, semakin banyak yang bisa kuselamatkan" tersenyum manis.
Tabib Yin melihat Xing dan menggeleng. Xian Lian melihat arah pandangan Tabib Yin "Ah wajahmu tidak cemberut lagi... cobalah untuk tersenyum ya" Xian Lian memegang wajah Xing dan memberikan senyum manisnya sesaat.
Xian Lian melepas Xing dan menatap Tabib Yin "mana bahan yang kuminta ?" "Niang niang, semua sudah siap di ruangan anda, tapi anda..." Tabib Yin belum selesai berbicara, sudah dipatahkan Xian Lian "bagus, aku akan melihatnya..." meninggalkan semua dan berjalan ke ruangannya.
Xing melihat punggung Xian Lian yang menjauh "ada apa dengan Xian er ?" " Wang Jun, niang niang sangat kelelahan, hanya sifat cerianya itu membuatnya bertahan tetap sadar. Energi niang niang sangat lemah, niang niang memaksakan diri lagi" Tabib Yin menjelaskan.
__ADS_1