
Xing menghela nafas “hmm… tapi aku berhutang budi padamu… Aku juga tidak ingin
berhutang budi… Kau tidak mau menerima plakat, juga tidak mau kuajari, jadi aku
hanya bisa ikut bersamamu, menemanimu ke Gunung Kunlun” “Tuan…” para pria
langsung protes, mendapat kode tangan Xing, terdiam, melihat Xian Lian.
Xian Lian langsung melihat Xing “untuk apa ikut denganku ? Iuh kau malah menjadi
bebanku saja…” mengejek Xing “Lian…” “eit… Sudah, hal ini tidak perlu dibahas…
aku tidak mau diikuti…” Xian Lian menatap dingin Xing, membuatnya terkejut.
Xing memutar otak, berdehem “ehm… atau begini saja… kau menemaniku beberapa hari…
kau pasti belum menikmati pemandangan terindah di Ibukota kan ?” berusaha
meyakinkan Xian Lian “Aku akan membawamu berkeliling, anggap saja untuk
membalas jasamu, bagaimana ?” mencari alasan yang sesuai dengan Xian Lian.
Xian Lian yang mendengar pemandangan indah, matanya langsung berbinar. Xing yang
melihat, tahu hal yang dikatakannya tidak salah, sesuai dengan sifat Xian Lian.
“Benarkah ada pemandangan terindah di Ibukota ?” Xian Lian menjadi antusias.
Xing tersenyum dan mengangguk ‘setidaknya, bisa menahanmu sesaat…’ membatin. “Baik,
aku mau… hmm… tapi aku bebas pergi, kapanpun aku mau…” Xian Lian berkata dengan
polos dan antusias. Xing mengiyakan “tentu saja…” melihat para pria yang
menghela nafas lega.
Xing membawa Xian Lian, kembali ke Ibukota Kerajaan Song “Xing, dimana pemandangan
indah yang kau katakan ?” Xian Lian melihat kesana kemari. Xing tersenyum,
melihat antusiasme Xian Lian yang semakin menggemaskan di matanya.
“Lian, apa kau pernah ke Istana ?” “Istana ini maksudmu ?” Xian Lian menunjuk gerbang
Istana, Xing mengangguk “Apa kau ingin masuk ke dalam ?” memancing keinginan Xian
Lian.
Xian Lian menggeleng “aku hanya melihat gerbangnya… Shushu penjual mainan itu,
berkata ‘Istana adalah tempat mengurung orang’ Hiii… aku tidak mau berkurung”
bergidik ngeri sendiri.
Xing kebingungan akan alasan Xian Lian, hingga bisa memiliki pemikiran seperti itu
“kurungan ? Kenapa berasumsi seperti itu ?” Xian Lian menatap polos Xing
“shushu itu berkata, bahkan Kaisar saja tidak pernah keluar, semenjak naik
takhta. Istana itu bahkan bisa mengurung seorang Kaisar, bagaimana lainnya ?”
Xing tertawa kecil mendengar alasan Xian Lian “Apa yang kau tertawakan ?” berganti
Xian Lian yang kebingungan. Xing mengetuk kepala Xian Lian “Kau itu terlalu
__ADS_1
polos ! Kaisar adalah pemilik Kerajaan Song ini, mau kemanapun, terserah
keinginannya. Jika masih ada yang bisa menahannya, bukankah percuma dia menjadi
seorang Kaisar ?” bertanya untuk membuka fikiran Xian Lian.
Xian Lian memainkan wajahnya “seperti itukah ?” Xing mengangguk “jadi, apa kau
tertarik masuk ke Istana ?” “Aku bukan Kaisar, nanti aku dikurung, aku tidak
mau…” Xian Lian cemberut dan menolak.
Xing tertawa kecil “Kau tidak akan terkurung… Begini saja, aku akan memberimu plakat
ini, kau bisa bebas keluar masuk istana, bagaimana ?” Xian Lian mengambil
sebuah plakat emas, bertuliskan ‘Jin’ dari tangan Xing “benarkah ? tapi kalau
aku mengambil plakatmu, nanti berganti kau yang akan terkurung” mengembalikan
plakat.
Xing tersenyum ‘hatimu memang sangat baik’ mengambil tangan Xian Lian dan memberikan
plakatnya “aku tidak akan terkurung… Bukankah aku sekarang bebas keluar masuk
Istana ?” Xian Lian mengamati Xing.
“Ayo… tidak usah banyak berfikir dengan otak kecilmu itu. Pemandangan terindah di
Ibukota, tentu saja Istana Kerajaan” Xing menarik tangan Xian Lian memasuki
gerbang Istana.
suka, bisa menghilang kapan saja. Untuk apa aku takut terkurung ! Hmm… Ming Jie
Xing Jun, sekarang, aku sudah masuk ke Istana Kerajaan, aku akan melihat apakah
bisa membantu sakit kepalamu itu. Hmm… aku akan melihat, seperti apakah Kaisar
Kerajaan Song itu !’ tersenyum.
Xing mengamati reaksi Xian Lian “Bagaimana ? Apa kau menyukainya ?” Xian Lian
berjalan mondar mandir “Wah, Istana ini besar sekali… Ehm… Xing, apa ada yang
perlu kuketahui ?” bertanya dengan hati-hati.
Xing memiringkan wajahnya “ehm… hehe… biasanya, kalau masuk ke tempat orang lain,
akan banyak peraturan atau apapun itu yang harus dipatuhi…” Xian Lian menunduk
dan berkata dengan suara kecil “Aku tidak mau menyusahkanmu. Ehm, sebaiknya aku
keluar saja…” berbalik, tapi tangannya di tahan Xing.
Xing menghela nafas ‘kasihan Lian… Dia pasti menerima banyak perlakuan yang tidak
baik… Kepercayaan dirinya langsung menurun… Ini salahku…’ tersenyum “Lian, kau
tidak akan menyusahkanku… Ikut denganku… memang ada beberapa peraturan, tapi
aku yakin kau akan segera mengatasinya. Anggap saja, kau sedang berlibur di
sini. Sebagai tamu, tidak banyak peraturan yang perlu kau ketahui, tapi tata
__ADS_1
krama tetap harus terjaga di Istana”.
Xing menarik Xian Lian ke sebuah perpustakaan, berceloteh sepanjang jalan. Xing
memberikan buku peraturan yang paling sederhana pada Xian Lian. Xing
menjelaskan peraturan dasar yang harus diketahui Xian Lian.
Akhirnya, Xing mengeluarkan sebuah denah istana “Nah Lian, kita sedang berada disini
!” menunjukkan tempat mereka sekarang berada. Xian Lian mengamati denah “Kau
masih asing dengan tempat ini. Nanti, aku akan menyuruh Achang untuk membawamu
berkeliling. Sementara, aku masih ada pekerjaan, tidak bisa menemanimu. Kau berkelilinglah
dengan bebas di Istana ini. Kujamin, tidak akan ada yang menahanmu di sini.”
memberikan senyumnya.
Xing meneruskan kata-katanya “Tapi jangan keluar dari Istana ini, kecuali bersamaku.
Setelah aku membawamu berkeliling sendiri nantinya, tempat bermainmu akan
semakin luas, bagaimana ?” tidak mau Xian Lian berhadapan dengan bahaya Istana.
Xian Lian mengamati peta “ehm… baiklah… hanya di istana ini sementara kan ?” Xing
mengangguk. Xian Lian tersenyum, mengeluarkan plakat emas “lagipula, kalau aku
bosan disini, aku bisa keluar Istana kan ?” menatap Xing dengan tatapan
berbinar.
Xing tersenyum “tentu saja, kau memegang plakat emas !” senyuman di wajah Xian Lian
semakin ceria “baiklah !” jawaban spontannya, membuat Xing terpana dan tersipu,
segera menoleh ke tempat lain.
Xing menempatkan Xian Lian, dekat dengan ruangan pribadinya. Xing mengutus beberapa
dayang untuk membantunya mandi “ah kalian keluarlah, aku akan mandi sendiri…”
Xian Lian mengusir para dayang yang mau melayaninya mandi. Selain tidak ingin
identitasnya sebagai wanita ketahuan, Xian Lian juga tidak pernah dilayani
mandi. Xian Lian menikmati mandi mewahnya, yang sudah disiapkan para dayang.
Di ruangan lainnya, Xing juga merilekskan tubuhnya dengan mandi air hangat. Xing
tertawa-tawa kecil, mengingat pertemuan dan perjalanannya selama ini bersama
Xian Lian “huh… 13 atau 14 tahun ! Kehidupan bagaimana, yang memaksa seorang
anak yang masih di bawah umur, untuk melanglang buana sendiri !’ menyesalkan
kehidupan Xian Lian sebelumnya.
Xing memikirkan Xian Lian “Lian masih sangat muda. Jika aku mengaturkan sekolah di
Istana untuknya, semoga Xian Lian mau menerimanya” ingin Xian Lian bertumbuh
seperti anak lainnya. Keinginan Xing ini langsung dilupakan, melihat dan mendengar sendiri kepintaran Xian Lian yang melebihi semua yang dikenalnya.
__ADS_1