Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 5 - Xian Lian masuk Istana


__ADS_3

        Xing menghela nafas “hmm… tapi aku berhutang budi padamu… Aku juga tidak ingin


berhutang budi… Kau tidak mau menerima plakat, juga tidak mau kuajari, jadi aku


hanya bisa ikut bersamamu, menemanimu ke Gunung Kunlun” “Tuan…” para pria


langsung protes, mendapat kode tangan Xing, terdiam, melihat Xian Lian.


        Xian Lian langsung melihat Xing “untuk apa ikut denganku ? Iuh kau malah menjadi


bebanku saja…” mengejek Xing “Lian…” “eit… Sudah, hal ini tidak perlu dibahas…


aku tidak mau diikuti…” Xian Lian menatap dingin Xing, membuatnya terkejut.


        Xing memutar otak, berdehem “ehm… atau begini saja… kau menemaniku beberapa hari…


kau pasti belum menikmati pemandangan terindah di Ibukota kan ?” berusaha


meyakinkan Xian Lian “Aku akan membawamu berkeliling, anggap saja untuk


membalas jasamu, bagaimana ?” mencari alasan yang sesuai dengan Xian Lian.


        Xian Lian yang mendengar pemandangan indah, matanya langsung berbinar. Xing yang


melihat, tahu hal yang dikatakannya tidak salah, sesuai dengan sifat Xian Lian.


“Benarkah ada pemandangan terindah di Ibukota ?” Xian Lian menjadi antusias.


        Xing tersenyum dan mengangguk ‘setidaknya, bisa menahanmu sesaat…’ membatin. “Baik,


aku mau… hmm… tapi aku bebas pergi, kapanpun aku mau…” Xian Lian berkata dengan


polos dan antusias. Xing mengiyakan “tentu saja…” melihat para pria yang


menghela nafas lega.


        Xing membawa Xian Lian, kembali ke Ibukota Kerajaan Song “Xing, dimana pemandangan


indah yang kau katakan ?” Xian Lian melihat kesana kemari. Xing tersenyum,


melihat antusiasme Xian Lian yang semakin menggemaskan di matanya.


        “Lian, apa kau pernah ke Istana ?” “Istana ini maksudmu ?” Xian Lian menunjuk gerbang


Istana, Xing mengangguk “Apa kau ingin masuk ke dalam ?” memancing keinginan Xian


Lian.


        Xian Lian menggeleng “aku hanya melihat gerbangnya… Shushu penjual mainan itu,


berkata ‘Istana adalah tempat mengurung orang’ Hiii… aku tidak mau berkurung”


bergidik ngeri sendiri.


        Xing kebingungan akan alasan Xian Lian, hingga bisa memiliki pemikiran seperti itu


“kurungan ? Kenapa berasumsi seperti itu ?” Xian Lian menatap polos Xing


“shushu itu berkata, bahkan Kaisar saja tidak pernah keluar, semenjak naik


takhta. Istana itu bahkan bisa mengurung seorang Kaisar, bagaimana lainnya ?”


        Xing tertawa kecil mendengar alasan Xian Lian “Apa yang kau tertawakan ?” berganti


Xian Lian yang kebingungan. Xing mengetuk kepala Xian Lian “Kau itu terlalu

__ADS_1


polos ! Kaisar adalah pemilik Kerajaan Song ini, mau kemanapun, terserah


keinginannya. Jika masih ada yang bisa menahannya, bukankah percuma dia menjadi


seorang Kaisar ?” bertanya untuk membuka fikiran Xian Lian.


        Xian Lian memainkan wajahnya “seperti itukah ?” Xing mengangguk “jadi, apa kau


tertarik masuk ke Istana ?” “Aku bukan Kaisar, nanti aku dikurung, aku tidak


mau…” Xian Lian cemberut dan menolak.


        Xing tertawa kecil “Kau tidak akan terkurung… Begini saja, aku akan memberimu plakat


ini, kau bisa bebas keluar masuk istana, bagaimana ?” Xian Lian mengambil


sebuah plakat emas, bertuliskan ‘Jin’ dari tangan Xing “benarkah ? tapi kalau


aku mengambil plakatmu, nanti berganti kau yang akan terkurung” mengembalikan


plakat.


        Xing tersenyum ‘hatimu memang sangat baik’ mengambil tangan Xian Lian dan memberikan


plakatnya “aku tidak akan terkurung… Bukankah aku sekarang bebas keluar masuk


Istana ?” Xian Lian mengamati Xing.


        “Ayo… tidak usah banyak berfikir dengan otak kecilmu itu. Pemandangan terindah di


Ibukota, tentu saja Istana Kerajaan” Xing menarik tangan Xian Lian memasuki


gerbang Istana.


suka, bisa menghilang kapan saja. Untuk apa aku takut terkurung ! Hmm… Ming Jie


Xing Jun, sekarang, aku sudah masuk ke Istana Kerajaan, aku akan melihat apakah


bisa membantu sakit kepalamu itu. Hmm… aku akan melihat, seperti apakah Kaisar


Kerajaan Song itu !’ tersenyum.


        Xing mengamati reaksi Xian Lian “Bagaimana ? Apa kau menyukainya ?” Xian Lian


berjalan mondar mandir “Wah, Istana ini besar sekali… Ehm… Xing, apa ada yang


perlu kuketahui ?” bertanya dengan hati-hati.


        Xing memiringkan wajahnya “ehm… hehe… biasanya, kalau masuk ke tempat orang lain,


akan banyak peraturan atau apapun itu yang harus dipatuhi…” Xian Lian menunduk


dan berkata dengan suara kecil “Aku tidak mau menyusahkanmu. Ehm, sebaiknya aku


keluar saja…” berbalik, tapi tangannya di tahan Xing.


        Xing menghela nafas ‘kasihan Lian… Dia pasti menerima banyak perlakuan yang tidak


baik… Kepercayaan dirinya langsung menurun… Ini salahku…’ tersenyum “Lian, kau


tidak akan menyusahkanku… Ikut denganku… memang ada beberapa peraturan, tapi


aku yakin kau akan segera mengatasinya. Anggap saja, kau sedang berlibur di


sini. Sebagai tamu, tidak banyak peraturan yang perlu kau ketahui, tapi tata

__ADS_1


krama tetap harus terjaga di Istana”.


        Xing menarik Xian Lian ke sebuah perpustakaan, berceloteh sepanjang jalan. Xing


memberikan buku peraturan yang paling sederhana pada Xian Lian. Xing


menjelaskan peraturan dasar yang harus diketahui Xian Lian.


        Akhirnya, Xing mengeluarkan sebuah denah istana “Nah Lian, kita sedang berada disini


!” menunjukkan tempat mereka sekarang berada. Xian Lian mengamati denah “Kau


masih asing dengan tempat ini. Nanti, aku akan menyuruh Achang untuk membawamu


berkeliling. Sementara, aku masih ada pekerjaan, tidak bisa menemanimu. Kau berkelilinglah


dengan bebas di Istana ini. Kujamin, tidak akan ada yang menahanmu di sini.”


memberikan senyumnya.


        Xing meneruskan kata-katanya “Tapi jangan keluar dari Istana ini, kecuali bersamaku.


Setelah aku membawamu berkeliling sendiri nantinya, tempat bermainmu akan


semakin luas, bagaimana ?” tidak mau Xian Lian berhadapan dengan bahaya Istana.


        Xian Lian mengamati peta “ehm… baiklah… hanya di istana ini sementara kan ?” Xing


mengangguk. Xian Lian tersenyum, mengeluarkan plakat emas “lagipula, kalau aku


bosan disini, aku bisa keluar Istana kan ?” menatap Xing dengan tatapan


berbinar.


        Xing tersenyum “tentu saja, kau memegang plakat emas !” senyuman di wajah Xian Lian


semakin ceria “baiklah !” jawaban spontannya, membuat Xing terpana dan tersipu,


segera menoleh ke tempat lain.


        Xing menempatkan Xian Lian, dekat dengan ruangan pribadinya. Xing mengutus beberapa


dayang untuk membantunya mandi “ah kalian keluarlah, aku akan mandi sendiri…”


Xian Lian mengusir para dayang yang mau melayaninya mandi. Selain tidak ingin


identitasnya sebagai wanita ketahuan, Xian Lian juga tidak pernah dilayani


mandi. Xian Lian menikmati mandi mewahnya, yang sudah disiapkan para dayang.


        Di ruangan lainnya, Xing juga merilekskan tubuhnya dengan mandi air hangat. Xing


tertawa-tawa kecil, mengingat pertemuan dan perjalanannya selama ini bersama


Xian Lian “huh… 13 atau 14 tahun ! Kehidupan bagaimana, yang memaksa seorang


anak yang masih di bawah umur, untuk melanglang buana sendiri !’ menyesalkan


kehidupan Xian Lian sebelumnya.


        Xing memikirkan Xian Lian “Lian masih sangat muda. Jika aku mengaturkan sekolah di


Istana untuknya, semoga Xian Lian mau menerimanya” ingin Xian Lian bertumbuh


seperti anak lainnya. Keinginan Xing ini langsung dilupakan, melihat dan mendengar sendiri kepintaran Xian Lian yang melebihi semua yang dikenalnya.

__ADS_1


__ADS_2