Powerfull Majesty

Powerfull Majesty
Bab 16 - Mata -mata Sekte Mohang


__ADS_3

        Xian Lian berdiri dan merenggangkan ototnya “ah gatal sekali…” memegang bahunya.


“Tabib mengatakan kau dalam proses pemulihan, masih harus banyak beristirahat…”


Xing menasehati, Xian Lian mengangguk “setelah menyelesaikan ini, aku akan


beristirahat…” tersenyum.


        Achang dan Alu segera kembali menemui mereka “Lian dianxia, apa yang dilakukan


selanjutnya ?” Xian Lian menatap Xing “aku tidak tahu sudah sampai tahap apa,


tapi kau perlu mewaspadai kedua pasangan itu. Kemungkinan mereka memiliki


hubungan dengan Sekte Mohang. Mengenai kedua pasangan itu, kau selesaikanlah


sendiri…” Xing mengerutkan kening dan mengangguk.


        “Dianxia, bagaimana dengan para selir itu ?” Kasim Lu bertanya. Aura Xian Lian berubah


dingin “Kasim Lu, apa anda yakin mereka selir Wang Jun yang ini ?” semua


mengerutkan kening. “Aku tidak tahu nama mereka, tapi yang kedua dan ketiga


tadi, aku pernah melihat mereka bersama Tuan Han. Sementara yang kesatu itu,


membawa kantong aroma mahogani bersamanya. Terakhir yang keempat itu…” Xian


Lian tersenyum sinis.


        “Dianxia, ada apa dengan yang keempat ?” Alu bertanya dengan penasaran. Xian Lian menatap


tajam gerbang aula “Dia bukan hanya pengikut Sekte Mohang biasa…” semua


terkejut. Xing mengerutkan kening dan berfikir “Bagaimana mereka bisa


berhubungan ? Lu Zhi…” menatap tajam Kasim Lu.


        Kasim Lu segera memberi hormat “Wang Jun, sudah ada yang mengawasi, Selir Du tidak


pernah berhubungan dengan siapapun…” Xian Lian memainkan jari-jari tangannya


“bahkan di hadapan kalian saja, dia berkomunikasi…” Xing mengerutkan kening.


        Xing menatap intens Xian Lian “Siapa ?” Xian Lian memijat keningnya “Haih… aku tidak


tahu siapa… aku bahkan tidak mengenal satupun dari mereka, kenapa menargetkanku


? ck…” langsung berubah ke wajah polosnya, Xing tercengang.


        Xian Lian menatap Xing “Ayo, melihat mereka, aku akan memberitahumu yang mana !”


Xing mengangguk dan membawa Xian Lian bertemu keempat selir “Ehm… Selir Tun kan


?” Keempat pria kebingungan melihat Xian Lian “anda adalah ?” Selir Tun


bertanya sopan.


        Xian Lian tersenyum dingin “anda bisa memanggilku Tuan Lian…” “Ah Tuan Lian, senang


bertemu anda…” Selir Tun menyapa dengan sopan “hmm… kata-kata baik… sayangnya,


aku tidak senang bertemu anda…” Xian Lian langsung berubah menatap tajam Selir


Tun.


        Selir Tun terkejut dan segera menunduk “maaf Tuan, apa yang mulia ada melakukan

__ADS_1


kesalahan pada anda ? Yang mulia sepertinya tidak mengenal anda…” masih dengan


sopan. Xian Lian tersenyum dingin “nah kalau seperti itu, maukah Selir Tun berjalan


bersamaku untuk saling mengenal, silahkan…” mempersila dengan tangannya.


        Selir Tun mengangguk dan berjalan bersama Xian Lian, keluar dari ruangan “Apa yang


ingin Tuan bicarakan ?” Xian Lian tersenyum “bahkan ketika bersamaki, anda


tidak bisa menyembunyikan kebiasaan anda. Apakah saat mereka mengutusmu, tidak


memikirkan kelemahan ini ?” menghentikan langkahnya dan menatap dingin Selir


Tun.


        Selir Tun mengerutkan kening “apa yang Tuan bicarakan ? yang mulia tidak mengerti !”


Xian Lian tersenyum dan mengangguk “anda bisa berpura-pura di hadapan lainnya,


tapi maaf hal itu tidak berjalan padaku !” memainkan jari-jarinya.


        Selir Tun menatap keatas langit “hahaha… tidak perlu mencari bantuan, mereka tidak


akan membantumu hari ini !” Xian Lian berkata dingin. “Apa yang mau kau lakukan


? Aku adalah selir Wang Jun…” masih menyombongkan diri, walaupun keringat di


telinganya, tidak bisa membohongi kegugupan Selir Tun.


        Xian Lian tersenyum dingin “apa yang kulakukan ? Seperti yang kau katakan, kau


adalah selir yang mulia” kembali menatap tajam Selir Tun “tapi hal yang tidak


bisa kulakukan, tidak berarti mereka tidak mampu melakukannya !”


        Selir Tun bergetar dan memundurkan langkahnya “Apa ? Apa yang kau lakukan ?” melihat


melihat Selir Tun yang terus mundur “Selir Tun, aku sangat pendendam… Anda


menginginkan nyawaku, maka akupun tidak akan sungkan membalasnya…”.


        Selir Tun mempercepat langkahnya “tidak… tidak… harusnya kau yang mati…” berlari. Segera


ada segerombolan lebah yang menyerangnya, hingga Selir Tun jatuh ketanah,


meraung-raung dan terdiam dalam kondisi luka parah.


        Keempat pria yang melihatnya, bergidik ngeri “bawa dia kembali, masih bisa hidup


beberapa hari…” Xian Lian berkata santai. Kasim Lu saling melihat dengan kedua


prajurit “Ehm… Lian dianxia, apa harus membunuhnya ?” Alu bertanya.


        Xian Lian membesarkan matanya, melihat Alu “Alu shushu, aku tidak mengatakan


membunuhnya” sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ketiga pria mengerutkan


kening “bawa dia kembali, awasi setiap hal yang terjadi padanya…” Xing


memerintah sambil merangkul Xian Lian.


        Xing menatap Xian Lian “Xian Lian, bagaimana kau tahu cara berkomunikasinya ?”


penasaran. Xian Lian menatap Xing sejenak “hal ini… kemarilah…” membawa semua


mendekati Selir Tun “apa tabib tidak pernah memeriksanya ?” bertanya tanpa

__ADS_1


mengharap jawaban.


        Xian Lian melihat kesana kemari, mengambil sebuah batang kayu dan kembali ke sisi


Selir Tun “lihat perbedaan tangannya…” memakai batang kayu, mengangkat tangan


Selir Tun.


        Xian Lian melihat wajah kebingungan keempat pria, berdecak  “ck… haih… bagaimana kalian tidak dikelabui


terus menerus… jari-jari Selir Tun, lebih lentik, terutama kedua jari ini,


sudah terkepal dan membengkok” keempat pria memperhatikan.


        “Dianxia, apa yang aneh dengan hal itu ?” Kasim Lu tidak mengerti. Xian Lian berdiri,


dengan batang kayu menunjuk Achang dan Alu “sama seperti Achang shushu dan Alu


shushu yang memegang pedang salah selama bertahun-tahun. Selir Tun sudah


memegang kuas kecil selama bertahun-tahun”. Menjelaskan.


        Xian Lian mengamati Selir Tun “ah ini dia…” mengeluarkan sapu tangan, mengambil


cincin dari jari Selir Tun. Xian Lian menangkap seekor lebah “hmm… kemarilah…”


mengajak semua ke bangku taman.


        “Apa ada sarung tangan ?” Xian Lian bertanya pada keempat pria “ini dianxia…” Alu


mengeluarkan sepasang sarung tangan. Xing membantu memasangkan sarung tangan ke


tangan Xian Lian.


        Setelahnya, Xian Lian mengutak atik cincin, yang ternyata memiliki lapisan berbentuk cermin


“maaf lebah kecil… aku tidak akan menyakitimu…” memandang ke langit, kearah


matahari. Xian Lian menyenter si lebah memakai cermin di cincin. Seketika


muncul beberapa tulisan di hadapan mereka.


        Hanya sesaat, Xian Lian menyudahinya “nah pergilah…” melepaskan lebah kecil.


“Dianxia, maksud anda, Selir Tun berkomunikasi melalui lebah-lebah ini ?”


Achang bertanya.


        Xian Lian memainkan wajahnya “dia memakai hewan-hewan ini untuk berkomunikasi jarak


jauh. Mereka menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi. Baik mata, hidung,


bibir, bahkan telinga bisa mereka gunakan untuk komunikasi” menjelaskan acuh


tak acuh.


        “Xian Lian, bagaimana kau mengetahui hal ini ?” Xing penasaran. “Ingat pembunuh yang


menyerang di danau ?” Xian Lian bertanya dan mendapat anggukan semuanya. “Di


akhir hidupnya, mengirim kode ke langit… Awalnya aku bingung dengan tingkahnya.


Kenapa orang yang sudah terluka parah, bersusah payah menggerakkan telinga dan


hidungnya ? Saat mengamati jasadnya, aku juga tidak menemukan apapun. Hanya


berselang beberapa menit, beberapa orang sampai ke danau. Hal yang sama

__ADS_1


terjadi, mereka juga melihat ke langit dengan menggerakkan anggota wajahnya”


keempat pria mengangguk, memahami penjelasan Xian Lian.


__ADS_2