
Xian Lian keluar ruangan, dengan pakaian wanita yang biasa di gunakannya. Penampilan
sederhana Xian Lian, masih saja membuat semua mata terpesona padanya “Ayo…”
Xing mengangguk dan menggandeng tangan Xian Lian.
Seluruh Istana sudah mengetahui, keberadaan seorang gadis di samping Kaisar Song Jin
Xing yang sebelumnya tidak tersentuh wanita. Banyak yang mencari tahu tapi
tidak banyak yang melihat dan mengetahui Xian Lian.
Xian Lian sudah 6 bulan di Istana, semenjak sembuh dari seluruh luka pertempurannya.
Sebagian besar waktu Xian Lian, digunakan membantu Achang dan Alu dalam merubah
persenjataan para prajurit.
Xian Lian memberi perubahan dan peningkatan pada pedang, tombak, panah, busur, dan
lainnya. Xing awalnya ingin menentang, tapi melihat sumbangsih Xian Lian dan
kemajuan para prajurit, akhirnya hanya bisa mendukungnya.
Xian Lian sendiri bahkan tidak menyadari bakatnya. Semua pengetahuan yang
diketahuinya, hanya berdasarkan pengalaman hidupnya.
Kehidupan keras yang tanpa dukungan dan sering di tindas, membuat Xian Lian mempersiapkan
dirinya sendiri dengan baik. Segala masalah persenjataan yang dibagikan ke para
prajurit hanyalah pengetahuan dasar Xian Lian.
Pengetahuan dasar adalah pengalaman pertama kali Xian Lian membuat senjata untuk dirinya
sendiri. Xian Lian menyadari para prajurit adalah makhluk fana, menyesuaikan
segalanya dengan kemampuan mereka.
Xian Lian sedang bersantai di taman bunga, berbaring di atas rerumputan. Para dayang
menunjukkan keberadaan Xian Lian pada Xing yang mencarinya, tanpa mengeluarkan
suara. Xing menghampiri perlahan, tidak mengganggu Xian Lian yang tertidur.
Xing tersenyum lembut ‘beberapa bulan ini, sudah melelahkanmu… terima kasih atas apa
yang kau lakukan !’ duduk perlahan di sisi Xian Lian.
Kasim Lu membawakan jubah hangat untuk Xian Lian. Xing memakaikan jubah hangat dengan
perlahan. Xing melihat wajah imut Xian Lian ‘bahkan tidur pun, masih sangat
cantik !’.
Saat Xing sedang menikmati waktunya, memandang wajah tidur Xian Lian, Achang berlari
mendekati. Xing segera melirik dingin sebagai tanda peringatan. Achang langsung
menghentikan langkahnya dan menunggu Xing.
Xing menjauh dan menghampiri Achang “Wang Jun, telah datang utusan Sekte Mohang,
mereka ingin mendiskusikan perdamaian” Achang segera melaporkan.
Xing tidak menoleh pada Achang. Arah pandangan Xing, tetap pada posisi Xian Lian.
Xing tersenyum sinis “Zhen akan lihat ! Sekte Mohang ini, ingin bermain
apalagi…” melangkah kembali mendekati Xian Lian.
__ADS_1
Xing menurunkan tubuhnya, perlahan mengangkat dan menggendong Xian Lian. “Ehm…” Xian
Lian bergerak “tidurlah… Zhen membawamu ke kamar…” Xing berbisik di telinga
Xian Lian, menenangkan Xian Lian yang merasa terganggu.
Xing menunggu Xian Lian yang sudah tidur nyenyak di ranjang. Xing menemui Achang dan
para menteri lainnya “Wang Jun, Sekte Mohang mengajukan perdamaian, adalah hal
yang sangat baik” “Rakyat sudah terlalu lama hidup dalam ketakutan akan perang
ini” “Kita menginginkan perdamaian, tapi Sekte Mohang yang selama ini terus
mengacau. Tiba-tiba mau berdamai, entah ada apa di belakangnya” “Wang Jun,
Sekte Mohang bahkan tidak menyayangkan siapapun. Tindakan perdamaian ini,
mungkin saja hanya jebakan.” Berbagai pendapat yang berbeda dari tiap menteri.
Xing mendengar semua ‘hmm… kalau bisa mendengarkan pendapat Xian Lian, akan lebih
baik…’ berfikir dan memandang ke semua menterinya. “Sekte Mohang ingin
berdamai, maka kita akan melihat maksud di baliknya !” “Benar Wang Jun, saat
ini Sekte Mohang tenang, tidak berarti tidak memiliki gejolak” Achang
berpendapat.
Setelah rapat, Xing kembali mencari Xian Lian “dimana Lian dianxia ?” Para dayang
ketakutan “Wang… Wang Jun… Lian dianxia keluar istana, mengikuti burung-burung
yang tiba-tiba terbang pergi…” menjawab dengan kepala tertunduk.
Xing memandang dingin Achang “segera cari Xian Lian… Utusan Sekte Mohang sedang
berbahaya untuknya” berkata sambil melangkah dengan cepat.
Xian Lian mengikuti burung-burung, yang biasa bermain bersamanya, keluar
meninggalkan Istana. Xian Lian mengikuti, sampai keluar dari Ibukota Kerajaan
Song.
Xian Lian bersembunyi di semak-semak, melihat burung-burung dan hewan terbang
lainnya, yang berkeliling di sekitar seseorang yang duduk bersila. Agar tidak
ketahuan, Xian Lian menghilangkan dirinya dari pandangan semua.
Xian Lian terus mengamati, sampai semua hewan terbang berpencar dan orang yang duduk
itu pergi. Xian Lian berjalan, berdiri di tempat orang yang duduk sebelumnya.
Xian Lian berdiri, merenung, tanpa mengingat waktu yang terus berjalan.
Xing dan lainnya yang mencari Xian Lian, kebingungan, tidak dapat menemukannya.
Tidak ada kumpulan burung yang terbang berkelompok, membuat mereka tidak
memiliki petunjuk. Xing dan Achang merasa takut dalam hati masing-masing.
Xian Lian berdiam di tempat semula, selama dua hari. Setelah dua hari, Xian Lian
mengangkat kepala, melihat sesaat ke langit. Xian Lian mulai melangkah, masih
dengan otak yang dipenuhi pemikiran akan kejadian yang dilihatnya.
Xian Lian belum sampai ke gerbang Ibukota, terkejut sudah berada dalam pelukan
__ADS_1
seseorang “Xian Lian, kau dari mana saja ?” Xing yang terus mencari, putus asa
dan naik ke atas gerbang Ibukota.
Dari kejauhan, Xing melihat Xian Lian yang berjalan dengan kepala menunduk. Xian
Lian terdiam sejenak, memandang Xing “Xing, apa Sekte Mohang datang ke Ibukota
?”
Xing terkejut akan pertanyaan Xian Lian, perlahan mengangguk “apa mereka
mengganggumu ? apa kau terluka ?” memutar, mengamati dan memeriksa tubuh Xian
Lian.
Xian Lian menggeleng “Xing, apa disini ada hutan ? Semakin banyak hewan liar akan
semakin baik, apa ada ?” bertanya dengan wajah serius.
Xian Lian menatap Xing tanpa kesan kekanakan di wajahnya “Xing, aku melihat sesorang
yang bisa mengendalikan semua hewan terbang” menunggu reaksi Xing.
Xing mengerutkan kening, menatap intens Xian Lian. “Wang Jun, mengingat Selir Tun
dan Selir Du, kemungkinan besar yang dilihat Lian dianxia juga adalah Sekte
Mohang” Achang berspekulasi.
Xing masih menatap Xian Lian “Xian Lian, apa yang mau kau lakukan ?” getar getir
akan hal yang diinginkan Xian Lian. Xian Lian menatap Xing, tanpa menjawab
“Xian Lian…” Xing memegang kedua pundak Xian Lian.
“Xing, aku akan pergi !” Kata-kata Xian Lian mengejutkan Xing “akan kuusahakan kembali
secepatnya ! Bisakah meminta sesuatu padamu ?” Xian Lian melanjutkan
kata-katanya, tanpa mempedulikan wajah putus asa Xing.
Xing menatap wajah Xian Lian yang tanpa keraguan ‘Xian Lian, bahkan jika kau meminta
nyawaku pun akan kuberikan’ “Apa yang kau inginkan ?” tidak sadar, suaranya
penuh kekecewaan.
Xian Lian juga tidak menyadarinya “tahan Sekte Mohang… yang kulihat, pastilah salah
satu orang yang berpengaruh dalam Sekte Mohang…” Xing mengerutkan kening “Xian
Lian, kau…” menerka-nerka arah pembicaraan Xian Lian.
“Xing, hewan pun adalah makhluk hidup, mereka berhak menikmari hidup bebas mereka.
Jika bukan keinginan pribadi mereka untuk tunduk dan memberi kesetiaanya,
siapapun tidak berhak memaksa mereka” Xian Lian berkata tegas, tanpa melihat
Xing.
Xing dan lainnya terkejut ‘Xian Lian, kau mau pergi demi hewan-hewan itu ? Apakah
aku tidak cukup berarti untukmu ? Apa aku tidak sebanding dengan hewan-hewan
itu ?’ Xing membatin dalam kekecewaannya.
‘Tidak, tidak seperti itu… Xian Lian pergi untuk melakukan misi mulia. Trauma Xian
Lian, pasti tidak mengijinkannya untuk mengabaikan hal yang dilihatnya. Pasti
__ADS_1
seperti itu…’ terdapat suara yang bertentangan dalam benak Xing.